Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » “Songket Dijual, Dunia Menengok! Dari Tanjak ke Paris Fashion Week, Inilah Wasiat Nenek yang Tak Bisa Dicuci Dry Clean”

“Songket Dijual, Dunia Menengok! Dari Tanjak ke Paris Fashion Week, Inilah Wasiat Nenek yang Tak Bisa Dicuci Dry Clean”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 557
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA nenekmu dulu membordir kain songket sambil mendendangkan lagu “Ayam Den Lapeh”, mungkin dia tak menyangka bahwa suatu hari cucunya bakal mengenakan hasil karya sejenis untuk mejeng di New York sambil ngopi latte. Ya, songket kini tak hanya jadi ‘seragam kondangan’ atau properti foto wisuda, tapi berpeluang naik kelas jadi fashion statement global!.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, dalam acara Swarna Songket Nusantara 2025 dengan semangat membara, seperti semur jengkol hari ketiga, bilang ini adalah prasasti tak terlupakan, bukan prasasti batu, tapi benang-benang emas yang dijahit rapi oleh tangan-tangan emak-emak perajin yang lebih telaten dari juri MasterChef.

Oleh karena itu, Swarna Songket Nusantara bukan cuma festival budaya, tapi semacam “reuni akbar” antara benang emas, motif leluhur, dan kamera TikTok. Semua hadir, bahkan Ketua Dekranas, Selvi Ananda Gibran, juga turut mendandani panggung dengan pujian dan harapan agar songket bukan hanya dikenakan saat nikahan mantan, tapi bisa juga dipakai saat rapat zoom, ngajar di sekolah, atau nyalon ke DPR. Lho, siapa bilang kain budaya harus nunggu acara adat dulu baru boleh tampil?

Sebenarnya orang luar negeri terutama bule -bule dari benua biru atau Amerika udah lama kenal batik, Di Belanda, batik malah sempat dipatenkan sampai kita nyaris ngiler sendiri. Tapi songket? Masih banyak bule ngira itu adalah jenis sambal.

Oleh sebab itu, saatnya songket keluar dari lemari nenek dan masuk catwalk, coba bayangin jika seandainya, Angelina Jolie pakai songket sambil jalan di Paris Fashion Week, terus netizen Prancis bilang, “Magnifique! C’est du Chanel?” Nope, itu karya Mak Rosni dari “Palembang Tanggo Buntung”, cuy… Mantap yang pasti…!

Sumsel punya modal budaya yang tak bisa ditiru oleh AI, termasuk motif songket dari sembilan suku batanghari. Mulai dari Gambo Muba yang warnanya seberani cinta pertama, hingga angkinan Komering yang motifnya rumit kayak isi hati mantan. Semua itu punya nilai budaya, sejarah, dan kalau dijual bener-bener, bisa bikin devisa negeri tambah semriwing. Tapi ya itu, promosi dan branding-nya masih pakai strategi brosur warung fotokopi seadanya.

Perajin songket saat ini sedang dalam fase galau, mirip anak SMA yang saingannya bukan manusia, tapi mesin printing. Kain bermotif bisa dihasilkan semalam tanpa cucuran keringat dan air liur. Tapi, seperti kata pepatah “Apa yang dikerjakan dengan cinta tak akan kalah oleh hasil cetakan kilat”.

Sentuhan tangan perajin, aroma dapur tenun, dan suara “nyut-nyut” benang yang ditarik itu bagian dari ruh kain songket. Printing? paling cuma bikin kaku, kayak mantan ketemu mertua baru.

Lihat bagaimana Bali mem-branding kain endek, atau bagaimana Nusa Tenggara Timur jualan tenun ikat sampai tembus Milan. Bahkan Papua, dengan motif kulit kayu-nya, sudah mulai dikolaborasiin dengan sneakers. Songket, mestinya nggak mau kalah. Apalagi kalau dikemas dengan kekinian songket hoodie, songket totebag, songket mousepad, atau bahkan sarung songket instan buat anak kos. Inovasi boleh liar, asal tetap sopan.

Jack Ma – Pengusaha (Pendiri Alibaba) mengatakan “Jika kamu tidak menyerah, kamu masih punya peluang”. Kira-kira gitu menurut si mantan guru Bahasa Inggris yang sekarang punya perusahaan seharga benua kecil.

Jadi, kalau kamu masih tekun menenun songket meski order hanya datang dari tetangga sebelah yang suka ngutang, jangan kecil hati. Bisa jadi itu langkah pertama menuju London Fashion Week!

Dalam pidatonya pada Konvensi Nasional Partai Demokrat (Democratic National Convention) tahun 2012, Michelle Obama menyampaikan sebuah kalimat yang sangat menyentuh, ia menyebutkan “Success isn’t about how much money you make, it’s about the difference you make in people’s lives.”

Artinya “Kesuksesan bukan tentang seberapa banyak uang yang kamu hasilkan, tapi seberapa besar perbedaan yang kamu ciptakan dalam hidup orang lain”).

Nah, kata Mantan Ibu Negara AS, sukses itu bukan sekadar isi rekening, tapi seberapa banyak dampak baik yang kamu buat. Jadi, jika nenek-nenek yang menenun songket sambil ngajarin cucunya nilai-nilai budaya itu jauh lebih sukses daripada influencer endorse detox teh. Dan jika kamu punya songket, kamu masih punya warisan berharga yang bisa bikin dunia menoleh.

Kita tinggal perlu satu langkah kecil promosikan, bikin konten lucu, storytelling ala TikTok, bikin tantangan “7 Hari Pakai Songket” buat influencer. Kalau kucing joget bisa viral, masa songket nggak bisa?.

Memoar peradaban

Songket bukan cuma kain, ia adalah memoar peradaban. Di setiap jahitannya terselip kisah cinta masa lalu, perjuangan ekonomi emak-emak, dan semangat mempertahankan budaya dari serangan baju kekinian bertuliskan “Supreme” palsu. Kalau tak kita perjuangkan, jangan-jangan nanti nama “songket” malah jadi nama restoran sushi di Tokyo.

Dari Malam Budaya di pelataran Museum SMB II hingga harapan membumbung ke langit digital, semua pihak harus kompak. Pemerintah, Dekranas, desainer, anak muda, bahkan abang-abang ojek online. Kenapa? Karena pelestarian budaya tak bisa hanya jadi agenda setahun sekali. Ia harus jadi gaya hidup. Kalau batik bisa jadi seragam nasional, kenapa songket nggak bisa jadi jaket nasional saat musim hujan?

Oleh sebab itu yang kita kata semangat, angkat songket dari laci tua ke panggung dunia, dari tanjak di Gerbang Museum, kita kibarkan ke runway London, karena budaya bukan warisan diam. Ia harus dikisahkan, dipamerkan, dan dibanggakan, seperti kata bijak versi warung kopi “Kalau nenek bisa bikin songket, cucu harus bisa bikin dunia tahu siapa neneknya”.

Jadi, siapapun kamu, entah pemuda-pemudi TikTokers, bapak-bapak senam poco-poco, atau emak-emak pecinta arisan, mari bersatu. Songket bukan hanya kain, tapi jati diri. Dan jati diri itu bukan untuk disimpan di lemari, tapi untuk ditunjukkan pada dunia, dengan bangga!.

Seperti kata pepatah modern dari warung kopi “Kalau songket bisa ngomong, dia pasti bilang dipake dong, jangan cuma jadi alas tupperware di lemari!”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips Cerdas Beli Mobil Bekas, Anti Ketipu!

    Tips Cerdas Beli Mobil Bekas, Anti Ketipu!

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.467
    • 0Komentar

    SEANDAINYA kamu lagi hunting mobil bekas, tapi hati-hati, jangan sampai dompetmu dikira pasar malam, diborong habis-habisan! Membeli mobil bekas itu mirip cari jodoh, penampilan boleh cakep, tapi hati (mesin) dan karakter (riwayat servis) yang penting. Pepatah bilang, “Air tenang menghanyutkan,” sama seperti mobil tampak kinclong tapi mesinnya rewel. 1. Mesin itu Hati Mobil Mesin sehat […]

  • Apakah Benar ?, Direktur Pengendalian Penyakit AS Menyatakan Vaksin Corona Gagal

    Apakah Benar ?, Direktur Pengendalian Penyakit AS Menyatakan Vaksin Corona Gagal

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah unggahan yang memuat klaim bahwa Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) Rochelle Walensky mengatakan vaksin Covid-19 gagal dalam mengendalikan pandemi. Faktanya, dilansir dari reuters.com, tidak ada pernyataan baik dari CDC maupun Rochelle Walensky yang menyebut vaksin gagal dalam menangani pandemi Covid-19. Dalam rilisnya tanggal 29 Juli 2021, CDC mengimbau warga […]

  • Tangani Kasus COVID, Polda Riau Dukung Pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong

    Tangani Kasus COVID, Polda Riau Dukung Pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

    KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Provinsi Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyampaikan bahwa pihaknya mendukung atas pelaksanaan pembangunan rumah oksigen gotong royong di Provinsi Riau, karena hal tersebut sebagai upaya menangani kasus COVID-19 di Riau. “Mari kita wujudkan ini sesegera mungkin karena itu cara kita untuk menangani COVID-19 di Riau,” ujarnya saat menghadiri rapat […]

  • Waspada Karhutbunlah

    Waspada Karhutbunlah

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.336
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Masih musim kemarau, Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi minta kepada perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muba untuk terus mewaspadai setiap celah kemungkinan terjadinya kebakaran hutan, kebun dan Lahan (Karhutbunlah). Hal tersebut diungkapkannya melalui Sekda Muba H Apriyadi Mahmud saat memimpin rapat koordinasi tentang pemenuhan kewajiban perizinan berusaha subsektor perkebunan dan dalam […]

  • “Judi Digital, Anak Ayam di Tangan Serigala” [Ruang Digital Indonesia antara Layar Cerah & Bahaya Gelap]

    “Judi Digital, Anak Ayam di Tangan Serigala” [Ruang Digital Indonesia antara Layar Cerah & Bahaya Gelap]

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Di dunia maya, jangan cuma bisa nyambi joget TikTok dan jualan skincare, tapi juga harus bisa jadi polisi moral buat diri sendiri,”. Begitulah kira-kira pepatah generasi sekarang yang harus kita cetak tebal di kepala dan hati. Karena hari ini, ruang digital kita bukan cuma panggung buat meme lucu, podcast patah hati, atau jualan […]

  • Serah Terima Jabatan Bupati Muba, Menanti Aksi Nyata

    Serah Terima Jabatan Bupati Muba, Menanti Aksi Nyata

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Serah terima jabatan Bupati Musi Banyuasin (Muba) dan pisah sambut Bupati di Opproom Pemkab Muba pada Senin, 3 Maret 2025 yang berlangsung khidmat, dihadiri jajaran Forkopimda, DPRD, OPD, ASN, serta berbagai elemen masyarakat. Pj. Bupati Muba, H. Sandi Fahlepi, secara resmi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Bupati terpilih, H M Toha SH, yang akan […]

expand_less
WordPress Archive Gellod – Esport Gaming Elementor Template Kit Gema – Journal Inspired WordPress Theme Gen AI – AI Agency & Technology Startup Elementor WordPress Theme GenerateBlocks Pro GeneratePress Premium GPL WordPress Plugin Generik – Multipurpose WordPress Blog Magazine Theme Genius Kitchen – News Magazine and Blog Food WordPress Theme Genox – Creative Gutenberg WordPress Theme Gentech – IT Solutions & Startup WordPress Theme Gentlecut – Hair Salon and Barbershop WordPress Theme