Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Judi Digital, Anak Ayam di Tangan Serigala” [Ruang Digital Indonesia antara Layar Cerah & Bahaya Gelap]

“Judi Digital, Anak Ayam di Tangan Serigala” [Ruang Digital Indonesia antara Layar Cerah & Bahaya Gelap]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
  • visibility 729
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – “Di dunia maya, jangan cuma bisa nyambi joget TikTok dan jualan skincare, tapi juga harus bisa jadi polisi moral buat diri sendiri,”. Begitulah kira-kira pepatah generasi sekarang yang harus kita cetak tebal di kepala dan hati. Karena hari ini, ruang digital kita bukan cuma panggung buat meme lucu, podcast patah hati, atau jualan nugget sapi rasa ayam, tapi juga ladang ranjau berisi konten negatif, judi online, dan tontonan tak layak usia yang menyusup seperti maling tetangga yang tahu kapan pagar rumah longgar.

Data terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang kini dipimpin  Meutya Hafid membuka mata kita bahwa ruang maya sudah tak lagi bisa dibiarkan jadi “sawah digital” yang ditanami sembarangan. Selama periode 20 Oktober 2024 hingga 23 April 2025, Komdigi telah menangani lebih dari 1,3 juta konten perjudian online. Ini bukan angka hasil ngitung dadu, tapi data valid yang terdiri dari 1.192.000 situs judi dan 127.000 konten di media sosial.

Bayangkan, itu seperti satu desa isinya semua bandar, dan semua warganya main slot!

Ruang digital itu seperti pasar malam, ramai, gemerlap, tapi penuh jebakan. Bisa jadi hiburan, bisa juga jadi lubang jeblosan. Karena itu, Komdigi meluncurkan jurus pamungkas bernama SAMAN, Sistem Kepatuhan Moderasi Konten.

Tujuannya? Supaya platform digital tak lamban dalam menghapus konten negatif. Untuk konten berisiko tinggi harus diberesin dalam waktu 4 jam, dan konten lainnya dalam 24 jam. Gagal? Ya jangan salahkan kalau negara datang bawa palu hukum.

Selain itu, lahirlah juga PP Tunas (Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital). Kita harus akui, PP ini adalah semacam “sabuk pengaman digital” buat anak-anak, supaya mereka tidak tersesat menonton konten yang bahkan orang dewasa pun belum tentu tahan mental.

Menteri Meutya Hafid dengan kalimat lantang berkata, “Ruang digital yang sehat adalah hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa.” Nah, ini penting, Sobat Netizen! Pemerintah ibarat orang tua yang udah masak rendang dan sayur asem, tapi kalau anak-anaknya malah milih makan micin dan nonton live streamer yang isinya judi, ya sia-sia juga.

Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq, datang memberi “rapor digital” buat Komdigi. Ternyata, Komdigi berhasil menindaklanjuti 82,2% rekomendasi BPK, melebihi rata-rata nasional yang cuma 75%. Ini prestasi, bro! Tapi jangan cepat puas. Masih ada pekerjaan rumah yang belum kelar, terutama soal penyelesaian kerugian negara.

Dan buat yang seneng nonton drama Korea, ini bukan waktunya baper karena pacar fiktif. Saatnya ikut bantu jaga ruang digital dengan cara paling sederhana jangan bagikan konten hoaks, jangan jadi admin grup WA keluarga yang isinya video aneh-aneh, dan jangan diam saat temanmu tersesat di dunia slot online.

“Scroll-mu adalah masa depanmu.” Jangan sampai jempolmu justru jadi penyebab bangsa jadi rusak akhlaknya.”Kalau kamu merasa ruang digital makin sesak, mungkin karena kamu belum jadi bagian dari solusi.” Jadi relawan konten positif, bukan produsen konten cacing dan ikan cupang.”Jangan biarkan algoritma menentukan masa depanmu.” Pilih tontonanmu dengan akal, bukan dengan nafsu atau FOMO. “Berpikirlah sebelum klik.” Karena satu klikmu bisa jadi tiket masuk ke lubang hitam digital.

Ruang digital kita seperti kolam besar  ada ikan mas, ada ikan lele, tapi ada juga buaya. Kalau tak hati-hati, kita bisa diseret ke dalam arus konten negatif yang melenakan. Peran negara dalam hal ini Komdigi sudah cukup garang. Tapi tanpa kesadaran warga, semua cuma jadi semacam “jaring bolong” masuk satu, keluar seribu.

Jadi, ayo kita jaga kolam ini. Bukan cuma demi anak bangsa, tapi juga demi mata kita yang sudah terlalu lelah menatap layar penuh dosa. Kalau dulu ada pepatah, “Mulutmu harimaumu,” sekarang berlaku yang baru. “Jempolmu, jembatan ke neraka atau surga digitalmu,” atau “Main HP boleh, asal jangan sampai HP-mu yang mainin imanmu,”. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Cepat Kasus Baru Mutasi Corona [SARS-COV-2 B117], Muba Sigap Gencarkan 3 T

    Respon Cepat Kasus Baru Mutasi Corona [SARS-COV-2 B117], Muba Sigap Gencarkan 3 T

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] mengingatkan masyarakatnya agar tetap waspada terhadap penularan COVID-19, terlebih virus Coron varian baru /SARS-CoV-2 B117 terdekteksi di Indonesia setelah kemarin Wakil Menteri Kesehatan [Wamenkes] Dante Saksono Harbuwono mengonfirmasikan virus yang terdekteksi pertama kali dari Inggris tersebut. Penemuan dua kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 di Indonesia, kini juga telah menyebar di […]

  • Kolaborasi Telkom dan Microsoft untuk Akselerasi Transformasi Digital Demi Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

    Kolaborasi Telkom dan Microsoft untuk Akselerasi Transformasi Digital Demi Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.566
    • 0Komentar

      PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Microsoft Indonesia hari ini Kamis (19/8) resmi mengumumkan kolaborasi untuk mempercepat transformasi digital dan mewujudkan kedaulatan digital di Indonesia. Kolaborasi akan dilakukan di sejumlah bidang, seperti pembangunan intelligent infrastructure nasional, pengembangan talenta digital, dan akselerasi transformasi digital TelkomGroup. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah […]

  • Agar Ekonomi Tetap Tumbuh, Ini Klaim Gubernur Sumsel

    Agar Ekonomi Tetap Tumbuh, Ini Klaim Gubernur Sumsel

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    SELAIN upaya penanganan covid-19, dia juga fokus mengatasi dampak lain yang ditimbulkan oleh wabah tersebut. Sebab selain dampak pada kesehatan, covid-19 tersebut berdampak pada sosial dan ekonomi. “Kesulitan akibat dari wabah ini dirasakan seluruh lapisan masyarakat termasuk juga para pelaku ekonomi yang menggantungkan kehidupan dari pendapatan sehari-hari. Ini juga menjadi fokus kita,” timpalnya. Karena itu, lanjutnya, […]

  • Sempena Hari Jadi Pekanbaru ke-236, PPJI Riau Gelar Bazar Kuliner Online

    Sempena Hari Jadi Pekanbaru ke-236, PPJI Riau Gelar Bazar Kuliner Online

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    PERKUMPULAN Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Provinsi Riau bersempena memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-236 menggandeng sejumlah pihak terkait dengan industri kuliner menggelar kegiatan “Bazaar Kuliner Online” disingkat Bakul Online di UKM Hub, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru dengan menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19,  pada 28 Juni sampai 12 juli 2020. Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk […]

  • Dukung Wacana Pemekaran Sumsel Barat, SO : Bukan Bikin Panas, Tapi…..

    Dukung Wacana Pemekaran Sumsel Barat, SO : Bukan Bikin Panas, Tapi…..

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

    “BUKAN saya yang (memanaskan) suasana, tapi ini sudah kondisi Karena kondisi geografis Sumsel itu sendiri,” ujar Syahrial pada wartawan usai melantik pengurus Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB) di Kota Lubuklinggau, minggu(11/1/2020). Wacana  pemekaran Provinsi Sumsel Barat atau Sumselbar dari Provinsi Sumatera Selatan memang kembali bergulir. Kali ini dukungan pemekaran datang dari Mantan Gubernur Sumsel periode […]

  • Masa Jabatan Direktur Operasi dan Produksi Pusri Palembang berakhir, Bagaimana Kinerja Pabrik Pupuk Tertua itu ?

    Masa Jabatan Direktur Operasi dan Produksi Pusri Palembang berakhir, Bagaimana Kinerja Pabrik Pupuk Tertua itu ?

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.363
    • 0Komentar

    MASA jabatan Direktur Operasi dan Produksi PT Pusri Palembang Filius Yuliandi berakhir, dan Surat Keputusan penunjukan yang baru belum keluar, kini untuk menjalankan operasional pabrik pupuk tertua itu, hanya dipimpin Direktur Utama dan Direktur Keuangan dan Umum. Bagaimana dengan kinerja operasional pabrik pupuk urea tersebut ? Menurut Manajer Humas PT Pusri Palembang Soerjo Hartono, operasional […]

expand_less
WordPress Archive Infy vCard Saas : Digital Business Card Builder INGENISM – Architectural Design Agency Elementor Template Kit Inglis – Language Course WordPress Elementor Template Kit Inhouse – Modern Design Interior Elementor Template Kit Inilabs School Express : School Management System Initiative – Interior Design & Architect Company WordPress Theme Iniya – Beauty Store, Cosmetic Theme Ink — A WordPress Blogging theme to tell Stories INKA – Retro Responsive WordPress Theme Inkscape – Tattoo WordPress Theme