Stok Beras Sumsel Aman, Kenapa Harganya Tetap Perlu Diawasi?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Stok beras Sumsel di klaim masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, ketersediaan pasokan tidak serta-merta membuat harga beras bisa dibiarkan tanpa pengawasan.
Pemerintah menyiapkan operasi pasar beras medium sebagai salah satu langkah menjaga harga tetap terjangkau. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada akhir Agustus dan dilanjutkan pada September.
Dalam operasi pasar itu, beras medium Sumsel ditetapkan dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram. Langkah ini juga akan diperluas ke kabupaten dan kota agar jangkauan pasokan lebih merata.
Persoalan harga beras sendiri, memang tidak hanya berkaitan dengan jumlah stok. Pergerakan harga dapat dipengaruhi kondisi pasokan, harga gabah, biaya produksi dan distribusi, hingga perubahan permintaan di tingkat konsumen.
Oleh karena itu, stok yang cukup di gudang tetap perlu diikuti distribusi yang lancar dan pengawasan harga di pasar. Tujuannya agar ketersediaan beras tidak hanya tercatat sebagai persediaan, tetapi benar-benar bisa dirasakan masyarakat.
Kenapa Harga Beras Bisa Naik?
Kenapa harga beras naik? Perubahan harga dapat terjadi ketika salah satu mata rantai pasokan ikut berubah. Ketika biaya atau harga pada tingkat produksi meningkat, dampaknya dapat diteruskan hingga ke konsumen.
Kondisi pasokan juga berpengaruh. Produksi gabah, masa panen, serta kelancaran distribusi dapat menentukan seberapa banyak beras tersedia di pasar pada waktu tertentu.
Selain itu, biaya setelah panen juga menjadi bagian dari rantai harga. Beras perlu melalui proses penggilingan, pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi sebelum sampai ke konsumen.
Perbedaan jenis beras juga membuat pergerakan harganya tidak selalu sama. Dalam kondisi yang disampaikan pemerintah Sumsel, kenaikan harga lebih banyak terjadi pada beras premium, sedangkan beras medium dinilai belum mengalami lonjakan yang perlu dikhawatirkan.
Stok Beras Sumsel Disebut Cukup
Kepastian mengenai ketersediaan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru setelah melakukan pengecekan stok beras di Perum Bulog, Kamis (27/8/2026).
Menurut Herman Deru, persediaan beras yang berada di gudang Bulog diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan hingga sekitar 10 bulan.
“Untuk 10 bulan ke depan, yang ada di gudang saja cukup untuk memasok beras di Provinsi Sumatera Selatan,” kata Herman Deru.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan panic buying, karena stok beras dinilai masih mencukupi.
“Tidak usah khawatir. Yang naik di lapangan itu beras premium, sementara beras medium tidak terjadi lonjakan. Jadi, jangan sampai ada panic buying. Stok kita banyak,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan langkah untuk menjaga harga. Herman Deru meminta operasi pasar tidak menunggu hingga bulan berikutnya.
“Saya minta segera adakan operasi pasar. Terlalu lama kalau menunggu bulan depan. Selama bisa dalam Agustus, Agustus saja,” katanya.
Operasi pasar beras medium kemudian direncanakan berjalan dalam dua hingga tiga hari dan dilanjutkan pada September.
Pemprov Sumsel juga akan meminta bupati dan wali kota melakukan langkah serupa di wilayah masing-masing dengan menggandeng TNI dan Polri.
Masyarakat diminta membeli beras sesuai kebutuhan. Jika menemukan dugaan permainan harga di lapangan, laporan dapat disampaikan kepada lurah, camat, maupun aparat terkait. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
