Tetangga Miskin Bisa Luput dari Bansos, Wamensos Minta Karang Taruna Turun Tangan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Warga membutuhkan bantuan sosial (bansos) bisa saja tinggal tak jauh dari rumah kita, tetapi belum terjangkau pendataan, oleh sebab itu Kementerian Sosial mendorong Karang Taruna ikut mengenali dan melaporkan masyarakat kurang mampu di lingkungan masing-masing.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meminta Karang Taruna mengambil peran lebih aktif dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Organisasi kepemudaan tersebut diharapkan menjadi agen perlindungan sosial (Perlinsos), terutama untuk membantu memastikan warga yang membutuhkan tidak terlewat dari pendataan penerima bansos.
Menurut Agus Jabo, kedekatan Karang Taruna dengan masyarakat menjadi modal penting untuk mengenali kondisi sosial di lingkungan mereka. Karena itu, ia meminta para anggotanya tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga peka terhadap kondisi tetangga yang masih hidup dalam keterbatasan.
“Kalian adalah pilar sosial, kalian adalah pendamping sosial. Jangan sampai tetangga-tetangga kalian ada yang miskin, ada yang kekurangan,” kata Agus Jabo.
Ia menegaskan, warga yang membutuhkan bantuan perlu segera didata dan dilaporkan kepada dinas sosial setempat atau Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.
“Karang Taruna harus bisa melihat di daerahnya masing-masing, mana saudara-saudara kita yang masih miskin, yang membutuhkan bantuan, segera didata, dilaporkan ke dinsos atau langsung ke Pusdatin Kemensos,” ujarnya melansir laman resmi kemensos, minggu.
Langkah tersebut, kata Agus Jabo, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait digitalisasi data bantuan sosial. Pendataan yang melibatkan masyarakat diharapkan mendukung penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.
Namun, tugas Karang Taruna yang didorong pemerintah tidak berhenti pada urusan bansos. Agus Jabo juga meminta organisasi ini ikut mengawal pelaksanaan program prioritas pemerintah, di antaranya Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menginginkan Karang Taruna tetap dekat dengan warga, mendengarkan keluhan mereka, kemudian menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti.
“Saya minta jajaran Karang Taruna dari pusat sampai ke kampung-kampung, sampai ke desa-desa mengawal program-program tersebut supaya bantuan sosial, program-program pemerintah bisa dinikmati oleh rakyat,” tuturnya.
Arahan itu disampaikan Agus Jabo saat menghadiri pembukaan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 di Banjir Kanal Timur (BKT), Pintu Air Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang digelar Karang Taruna Jakarta Timur tersebut diisi berbagai kegiatan budaya dan bakti sosial.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
