Bansos 2026, Gus Ipul Bongkar Fokus Baru Kemensos
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Penyaluran bantuan sosial bukan lagi satu-satunya hal yang menjadi perhatian Kementerian Sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta jajarannya memperkuat ketepatan data, memastikan bantuan diterima sasaran yang tepat, sekaligus mendorong penerima manfaat agar mampu mandiri.
Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemensos mempertajam pelaksanaan program sepanjang 2026 sekaligus menyiapkan agenda kerja 2027 sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto.
Gus Ipul menyampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Konsolidasi Kinerja SDM Aparatur Kemensos di Grand Ballroom Four Points Bekasi, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, ada tiga hal strategis yang perlu terus dimatangkan, yakni akurasi data, ketepatan sasaran bantuan sosial, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Pertama, datanya makin akurat, sasaran (bansos)-nya makin tepat, dan penyelenggaraan yang semakin baik untuk sekolah rakyat. Tiga ini adalah mandat strategis Presiden yang terus kita matangkan supaya dampaknya juga makin nyata untuk masyarakat,” ujar Gus Ipul.
Namun, pembenahan program tidak cukup berhenti pada perencanaan dan penyaluran. Gus Ipul juga menekankan pentingnya kesinambungan bantuan, terutama bagi penerima layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan tidak berakhir tanpa pendampingan. Penerima manfaat perlu mendapatkan dukungan lanjutan melalui program pemberdayaan sehingga memiliki kesempatan untuk membangun kemandirian.
“Jangan sampai penerima manfaat hanya mendapat bantuan kemudian ditinggalkan begitu saja tanpa ada proses pendampingan,” katanya mengutip laman resmi kemensos, sabtu.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Gus Ipul meminta setiap unit kerja bergerak secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Program juga harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, bukan sekadar terlaksana sesuai agenda.
Pelaksanaan tugas tersebut melibatkan direktorat yang menangani perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan sosial. Dukungan manajerial dan pengawasan internal juga diperlukan agar program berjalan sesuai perencanaan.
Kemensos tengah memetakan berbagai kendala pelaksanaan program 2026 sebagai dasar perbaikan untuk tahun berikutnya.
Sekretaris Jenderal Kemensos M Hasan Chabibie mengatakan, inventarisasi persoalan telah dilakukan agar hambatan yang ada dapat segera ditangani. Percepatan pelaksanaan program pada akhir tahun ini menjadi pijakan untuk menyusun langkah kerja 2027.
Kemensos juga akan mempercepat realisasi anggaran yang belum terserap dengan tetap memperhatikan kehati-hatian dan kualitas pengeluaran. Proses tersebut akan didampingi Inspektorat Jenderal.
Selain pembenahan pelaksanaan program, Kemensos telah menyelesaikan laman decision support system yang menghimpun sejumlah indikator utama kementerian. Sistem ini mencakup data penerima manfaat, realisasi anggaran, capaian kinerja, dan perkembangan program.
Hasan mengatakan, sistem tersebut dapat digunakan untuk memantau perkembangan program secara real time sekaligus mendukung pengambilan keputusan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kemensos berupaya memperkuat pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran, tertib secara administrasi, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
