Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » PT Tripatra & Piring Ajaib, Resep Rahasia Menyulap Desa Jadi Lumbung Generasi Hebat

PT Tripatra & Piring Ajaib, Resep Rahasia Menyulap Desa Jadi Lumbung Generasi Hebat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
  • visibility 560
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

– Dari Gizi Seimbang, Lahir Masa Depan Gemilang

TANGAN-tangan cekatan ibu-ibu di Musi Banyuasin tak hanya piawai menanak nasi atau menyulap ikan asin jadi sajian nikmat, tapi kini mulai akrab dengan istilah semacam karbohidrat kompleks dan protein hewani. Bukan karena ingin ikut audisi MasterChef, tapi karena satu hal, masa depan anak-anak mereka pantas diperjuangkan dari isi piring, bukan sekadar dari nilai rapor.

Ini bukan soal kudeta, apalagi sinetron rebutan warisan, Ini soal piring makan. Iya.. piring makan, benda bundar sederhana yang sering disepelekan, tapi sejatinya adalah arena gladi resik masa depan bangsa.

PT Tripatra, perusahaan rekayasa teknik yang biasanya berkutat dengan pipa, konstruksi, dan kilang, justru memilih menyalakan api perubahan dari tungku dapur warga Desa Macang Sakti dan Lubuk Bintialo di Kabupaten Musi Banyuasin.

Lewat program CSR bertajuk “Tripatra Peduli, Rumah Bergizi dan Sehat, Keluarga Hebat!”, mereka tak sekadar membawa spanduk dan kaos, tapi membawa ilmu yang bisa diwariskan lebih lama dari sekadar bantuan sesaat.

Kalau dulu nenek moyang kita percaya bahwa “isi panci menentukan isi hati keluarga”, sekarang isi piring pun ikut menentukan isi kepala anak-anak.

Menurut UNICEF, 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan karena gizi buruk atau tidak seimbang.  Tentunya  hal ini bukan sekadar angka statistik, namun  alarm peradaban, karena anak yang kekurangan gizi bukan cuma kurang berat badan, tapi juga bisa kurang ide, kurang fokus, dan nanti saat besar… bisa kurang sabar ngadepin hidup.

Dalam program ini, Tripatra menggandeng para ahli dan relawan lokal untuk memperkenalkan 10 prinsip Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan, bukan dengan cara kuliah satu arah, tapi dalam format yang lebih hidup dari sinetron jam prime time.

Ada kuis seru, demo masak sehat ala ibu-ibu dapur legendaris, dan diskusi terbuka yang membuat peserta bisa bertanya bebas, seperti “Bu, kalau anak saya cuma doyan kerupuk, gimana cara masukin sayur ke hatinya?”

Jawabannya? Edukatif sekaligus membumi “Jangan langsung ubah makanannya, ubah dulu ceritanya. Sayur itu bukan musuh, dia cuma belum dikenalin dengan baik”.

Selain soal piring, Tripatra juga mengetuk kesadaran warga tentang PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Tapi ini bukan kampanye sabun ala iklan, ini soal bagaimana jamban bisa jadi penjaga martabat keluarga, dan air bersih adalah modal awal revolusi dapur.

“Kalau airnya kotor, beras pun jadi susah ditanak, kalau tangannya kumanan, lauk pun jadi kehilangan kebaikan” ujar Sunarto, Kepala Desa Lubuk Bintialo, dalam sambutannya yang penuh tamsil lokal.

Seorang ibu bernama Bu Tari, peserta pelatihan, mengaku awalnya ia tak tahu bahwa gizi seimbang itu bukan berarti makan lima jenis gorengan sekaligus. Setelah ikut program, ia mulai membiasakan anaknya sarapan dengan lauk yang warnanya ceria dan isinya bermakna, seperti ikan, tempe, dan sayur bening.

Bangkitkan kesadaran

Tripatra tidak sedang menciptakan ibu-ibu bergelar ahli gizi, tapi membangkitkan kesadaran bahwa “Mendidik anak bukan cuma soal sekolah mahal, tapi juga menu harian yang masuk ke perutnya”.

Hal ini sejalan dengan ucapan Eleanor Roosevelt, mantan Ibu Negara AS itu mengungkapkan “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams”.

Masa depan akan dimiliki oleh orang-orang yang berani bermimpi besar dan benar-benar percaya pada mimpi tersebut, bukan sekadar berkhayal, tapi mimpi yang diyakini, diperjuangkan, dan dijalani dengan penuh keyakinan dan semangat, dan di tangan ibu-ibu kampung inilah, mimpi itu dimulai dari dapur, bukan dari seminar berbayar.

Negeri ini terlalu lama berpikir bahwa pembangunan dimulai dari beton dan aspal, padahal, generasi unggul lahir bukan di gedung megah, tapi di rumah sederhana dengan piring makan yang bergizi dan tangan ibu yang mencuci dengan air bersih. “Jangan tunggu negara maju untuk makan sehat, makan sehatlah, maka negara akan maju”.

Tripatra membuktikan bahwa membangun bangsa bisa dimulai dari membangun dapur yang sehat dan berilmu. Tidak butuh palu godam, cukup dengan garpu, sendok, dan sepiring makanan yang disusun dengan kasih dan gizi yang pas.

Saat program usai, warga pulang dengan oleh-oleh yang tak bisa dibeli di minimarket ilmu, kesadaran, dan semangat baru untuk menyusun masa depan lewat isi piring.

Kata pepatah lama “Bukan besar kapal yang menentukan pelayaran, tapi arah angin dan ketangguhan nahkoda”,  di desa-desa Musi Banyuasin, nahkodanya adalah para ibu yang mulai percaya, bahwa anak hebat lahir dari dapur hebat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Covid-19

    Kapolda Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Covid-19

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 763
    • 0Komentar

    PULUHAN anak yatim dan piatu yang ditinggal orangtuanya akibat Covid-19, mendapat hiburan permainan sulap pada acara dukungan psikososial bagi anak-anak yang digelar Polda Lampung. Acara ‘Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19 Tahun 2021’ dengan tema ‘Peduli Anak, Indonesia Tangguh ini, digelar secara serentak di seluruh Indonesia, yang diikuti 2.333 anak-anak yatim dan piatu serta disabilitas. […]

  • Prajurit Korem Gapo Silaturahim Idul Fitri, Laksanakan Apel Gabungan

    Prajurit Korem Gapo Silaturahim Idul Fitri, Laksanakan Apel Gabungan

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    KELUARGA besar Korem 044/Gapo menggelar apel gabung usai merayakan Hari Raya Idhul Fitri 1442 H guna mempererat silaturahmi Kegiatan ini bertempat di lapangan tenis Makorem 044/Gapo Jl. Jenderal Sudirman Km 4.5 Palembang. Senin (17/5/2021). Dua kali sudah perayaan Hari Raya Idul Fitri dirayakan umat Islam di tengah pandemi Covid-19. Momen Idul Fitri atau Lebaran biasanya […]

  • Ini Obsesi Dodi Terhadap Penataan Sungai Lilin

    Ini Obsesi Dodi Terhadap Penataan Sungai Lilin

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.470
    • 0Komentar

    SUNGAI LILIN- Perekonomian di Kecamatan Sungai Lilin semakin berkembang, hal ini pula yang membuat Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin ke depan akan menjadikan Kecamatan Sungai Lilin sebagai Daerah Motor Penggerak Perekonomian di Bumi Serasan Sekate. “Ada 5-6 ribu hektare perkebunan sawit milik rakyat di Sungai Lilin ini, tentu kalau harga sawit stabil perekonomian dan […]

  • Halal Bihalal dengan ASN di Lingkungan Pemprov, Gubernur Minta Pelayanan Dimaksimalkan

    Halal Bihalal dengan ASN di Lingkungan Pemprov, Gubernur Minta Pelayanan Dimaksimalkan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    APEL perdana usai libur panjang dan cuti bersama Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah para ASN di lingkungan Pemprov Sumsel diisi dengan agenda halal bihalal, Senin (9/5). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh orang nomor satu di Sumsel, Gubernur Herman Deru. Mengenakan batik lengan panjang hitam bermotif, Gubernur Sumsel H. Herman Deru tampak tiba di halaman kantor […]

  • Mampukah Sumsel Zero Karhutla Tahun Ini ?

    Mampukah Sumsel Zero Karhutla Tahun Ini ?

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    KASUS kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan dari tahun ketahun terus mengalami penurunan. Ini membuktikan masyarakat Sumsel telah memiliki  kesadaran akan dampak yang ditimbulkan dari kebakaran baik dari segi lingkungan, kesehatan dan hukum yang akan diterima jika melanggar. Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam Talkshow dengan tema salah satu stasiun tv […]

  • Penembak Putri Indonesia Gagal Melangkah ke Final  di Paralimpiade Tokyo 2020

    Penembak Putri Indonesia Gagal Melangkah ke Final  di Paralimpiade Tokyo 2020

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    WAKIL Indonesia di cabang menembak putri, Hanik Puji Hastuti harus mengakui keunggulan lawan-lawannya setelah ia gagal menjejakkan kakinya di babak final menembak 10 M air rifle standing R2. Pada laga penyisihan yang berlangsung di Asaka Shooting Range itu, Hanik menempati peringkat ke-13 dengan mengumpulkan total poin 614,5. Meski gagal melangkah ke babak final, namun Hanik […]

expand_less
WordPress Archive Booknetic - Custom Durations Addon Booknetic - Custom Forms Addon Booknetic - Customer Panel Addon Booknetic - Email Notifications Addon Booknetic - Giftcards Addon Booknetic - Google Calendar 2-way Sync Addon Booknetic - Invoices Addon Booknetic - Mollie Payments Addon Booknetic - PayPal Payments Addon Booknetic - Reporting Module Addon