Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
  • visibility 823
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KIKI Fatmawati, menempuh Pendidikan S1 Biologi di Universitas Negeri Jambi (UNJ). Meskipun ia telah memiliki pengalaman di Community Development yang sering ia ikuti di Kampus, namun menjadi seorang pendamping sosial KAT merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi Kiki.

Ketika menginjakkan kaki pertama kali di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kiki merasakan suatu tantangan yang berbeda menjadi seorang pendamping. Jarak yang ditempuh dari rumahnya pun cukup jauh sekitar 4 jam dari Kota Bima dengan menggunakan jalur darat dan laut yang lebih tepatnya melewati selat yang berbatasan dengan Benua Australia.

Kondisi perkampungannya pun terlihat banyak semak belukar dan sepi tak berpenghuni seperti tidak ada satupun warga yang terlihat tinggal di lokasi tersebut melainkan hanya hewan ternak seperti sapi yang berkeliaran.

Hal tersebut dikarenakan warga sedang berkebun jauh dari lokasi warga KAT selama berbulan-bulan hingga masa panen selesai.

Hal pertama yang Kiki lakukan ketika sampai di lokasi adalah melakukan pendataan jumlah KK dan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa dan Pendamping Lokal KAT.

Setelah itu, ia melakukan pembagian jadwal untuk kegiatan gotong royong, membuat pagar rumah, dan melakukan sosialisasi tentang kegunaan pekarangan rumah.

Saat melaksanakan tugasnya sebagai pendamping sosial KAT, Kiki sering menemukan kendala, misalnya ada beberapa warga KAT yang meninggalkan rumahnya karena harus merantau ke luar daerah ataupun luar negeri dengan tujuan membantu perekonomian keluarga.

Selain itu, adapula warga KAT yang tidak ada keinginan bergotong royong bersama yang lain sehingga menunda pekerjaan pembuatan MCK.

Hal itu yang membuat Kiki akhirnya memberikan system reward dengan hadiah yang sederhana seperti peralatan dapur dan bibit tanaman sayur bagi warga yang bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Tak hanya itu, hambatan lain yang Kiki rasakan adalah akses menuju desa lokasinya juga tidak mudah karena selain jauh, kapal boat yang digunakan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait hanya beroperasi di hari tertentu saja. Sinyal yang ada di desa pun terkadang tidak stabil sehingga menyulitkannya melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Dari sudut pandang Kiki, ada perbedaan kondisi sebelum dan setelah dilakukannya pemberdayaan bagi warga KAT. Warga yang biasanya hanya menjalankan aktivitas berkebun dan bertani, kini mereka sudah bisa melakukan rutinitas baru seperti membuat kripik pisang dan krupuk dari kulit pisang untuk menambah penghasilan mereka.

Rumah yang sebelumnya terlihat memprihatinkan dan jauh dari kata bersih, kini sudah lebih baik dengan adanya tanaman hias dan bibit-bibit sayur di setiap pekarangan rumah warga. Mereka pun juga sudah mengerti akan pentingnya sanitasi, setelah adanya sosialisasi dari Kiki akan pola hidup bersih.

Air bersih pun sudah lebih mudah didapatkan karena sudah ada bantuan sarana air bersih dari Pemda setempat, dan tiang listrik sudah mulai masuk di lokasi KAT pada bulan November 2019 lalu.

Kiki sangat bersyukur bisa menjadi bagian dalam menjalankan amanah sebagai pendamping sosial KAT karena ia dapat memperolah banyak ilmu baru di berbagai bidang. Selain itu, Kiki menjadi pribadi yang lebih hati-hati dalam menerapkan segala tindakan yang berhubungan dengan masyarakat, seperti bagaimana meredam emosi warga, dan membuat warga lebih nyaman bisa bekerja sama. Semua tantangan yang dihadapi Kiki akhirnya terbayarkan karena setiap bulannya program berhasil dijalankan satu persatu, yang pastinya tak lepas dari bantuan solidaritas warga dan dinas terkait.

Pengalaman ini sangat berkesan bagi saya dimana masyarakat Bima khususnya Suku Mbojo begitu bersahaja dalam menerima saya sebagai orang baru, ujar Kiki.

Kiki merasa bahwa Program Pemberdayaan KAT ini sangat bagus, dimana Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) memberikan bantuan rumah untuk warga yang membutuhkan.

Sebaiknya pembangunan rumah KAT dekat dengan Desa, menghindari pembukaan lahan baru di lokasi yang justru aksesnya lebih jauh dan lebih sulit dijangkau. Kiki juga mengungkapkan pendamping sosial KAT sebaiknya dipertahankan, agar warga merasakan bentuk kehadiran pemerintah melalui pendamping, dan yang terpenting semoga pendamping yang terpilih merupakan orang yang benar-benar memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai agar masyarakat bisa terberdayakan melalui kehadirannya. Kemensos (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 264 Petugas Kebersihan OKI Terima Zakat

    264 Petugas Kebersihan OKI Terima Zakat

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    Sebanyak 264 orang petugas kebersihan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menerima zakat dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten OKI. Penyaluan zakat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati OKI, Dja’far Shodiq, Jum’at, (14/4/23) di Kayuagung. “Alhamdulillah, hari ini kita salurkan zakat yang dikumpulkan dari para muzakki di melalui Baznas OKI. Hari ni disalurkan kepada […]

  • Program “SERASI” Percepat Turunkan Angka Kemiskinan

    Program “SERASI” Percepat Turunkan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H.Herman Deru menyambut baik adanya trobosan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian ( Kementan) RI yang  telah merealisasikan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Sumatera Selatan (Sumsel). Apresiasi tersebut diungkapkan Gubernur H. Herman Deru  saat tanaman perdana Padi IP 300 dalam program Serasi tahun 2019  di Sumatera Selatan yang dipusatkan di kawasan Jalur […]

  • bpjs-kesehatan

    Tunggakan Iuran BPJS di Lima Kota di Sumsel Capai Rp53 Miliar

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    Tunggakan BPJS Kesehatan cabang Palembang di 5 Kota di Sumsel mencapai Rp53 miliar dari 200 ribu peserta.

  • KPU Sumsel Gelar Bimtek Terpadu untuk PPK Pilkada Sumsel

    KPU Sumsel Gelar Bimtek Terpadu untuk PPK Pilkada Sumsel

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Mengajak stakeholder terkait kepemiluan untuk menyaksikan bimtek dan simulasi.

  • Mantap, Muba Punya Pabrik Pengolahan Aspal Karet

    Mantap, Muba Punya Pabrik Pengolahan Aspal Karet

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.240
    • 0Komentar

    SETELAH melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Pusat Penelitian Karet dan PT Jaya Trade Indonesia pada Agustus lalu terkait rencana pendirian pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi di Kabupaten Muba, saat ini bertahap fasilitas sarana prasarana pabrik sudah mulai didatangkan ke Sekayu. Pantauan di lokasi tepatnya di workshop PUPR Muba tampak […]

  • “Nila Salin & Tambak Gaul, Bekasi hingga Indramayu, Kita Budi Daya Bukan Budi Bicara!”

    “Nila Salin & Tambak Gaul, Bekasi hingga Indramayu, Kita Budi Daya Bukan Budi Bicara!”

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 739
    • 0Komentar

    BIASANYA yang direvitalisasi rumah tua, taman kota, atau hubungan yang mulai hambar, kini giliran tambak-tambak di Pantura yang mau diremajakan. Tambak bukan tambal ban, he..he .. bukan juga tambal hati yang luka, karena mantan nikah duluan. Tambak ikan beneran lho!, bahkan bukan sembarang tambak. Totalnya mencapau 20 ribu ribuan hektare lebih, bung!, Itu kalau dijadikan […]

expand_less
WordPress Archive Tastyc – Cafe Restaurant Theme Tattoo Studio – Responsive WordPress Theme TattooPress - A Wordpress Theme for Ink Artists Tawon – Agency Landing Page Elementor Template Kit Tax Exempt by user & user role for WooCommerce Tax Help - Finance & Accounting Adviser Theme Taxico – Taxi Company & Online Cab Service Elementor Template Kit Taxico – Taxi Company & Online Cab Service FSE WordPress Theme TaxPay – Advisor & Financial Consulting Elementor Template Kit Tayta – Single Property & Apartment Complex Theme