Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
  • visibility 826
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KIKI Fatmawati, menempuh Pendidikan S1 Biologi di Universitas Negeri Jambi (UNJ). Meskipun ia telah memiliki pengalaman di Community Development yang sering ia ikuti di Kampus, namun menjadi seorang pendamping sosial KAT merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi Kiki.

Ketika menginjakkan kaki pertama kali di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kiki merasakan suatu tantangan yang berbeda menjadi seorang pendamping. Jarak yang ditempuh dari rumahnya pun cukup jauh sekitar 4 jam dari Kota Bima dengan menggunakan jalur darat dan laut yang lebih tepatnya melewati selat yang berbatasan dengan Benua Australia.

Kondisi perkampungannya pun terlihat banyak semak belukar dan sepi tak berpenghuni seperti tidak ada satupun warga yang terlihat tinggal di lokasi tersebut melainkan hanya hewan ternak seperti sapi yang berkeliaran.

Hal tersebut dikarenakan warga sedang berkebun jauh dari lokasi warga KAT selama berbulan-bulan hingga masa panen selesai.

Hal pertama yang Kiki lakukan ketika sampai di lokasi adalah melakukan pendataan jumlah KK dan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa dan Pendamping Lokal KAT.

Setelah itu, ia melakukan pembagian jadwal untuk kegiatan gotong royong, membuat pagar rumah, dan melakukan sosialisasi tentang kegunaan pekarangan rumah.

Saat melaksanakan tugasnya sebagai pendamping sosial KAT, Kiki sering menemukan kendala, misalnya ada beberapa warga KAT yang meninggalkan rumahnya karena harus merantau ke luar daerah ataupun luar negeri dengan tujuan membantu perekonomian keluarga.

Selain itu, adapula warga KAT yang tidak ada keinginan bergotong royong bersama yang lain sehingga menunda pekerjaan pembuatan MCK.

Hal itu yang membuat Kiki akhirnya memberikan system reward dengan hadiah yang sederhana seperti peralatan dapur dan bibit tanaman sayur bagi warga yang bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Tak hanya itu, hambatan lain yang Kiki rasakan adalah akses menuju desa lokasinya juga tidak mudah karena selain jauh, kapal boat yang digunakan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait hanya beroperasi di hari tertentu saja. Sinyal yang ada di desa pun terkadang tidak stabil sehingga menyulitkannya melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Dari sudut pandang Kiki, ada perbedaan kondisi sebelum dan setelah dilakukannya pemberdayaan bagi warga KAT. Warga yang biasanya hanya menjalankan aktivitas berkebun dan bertani, kini mereka sudah bisa melakukan rutinitas baru seperti membuat kripik pisang dan krupuk dari kulit pisang untuk menambah penghasilan mereka.

Rumah yang sebelumnya terlihat memprihatinkan dan jauh dari kata bersih, kini sudah lebih baik dengan adanya tanaman hias dan bibit-bibit sayur di setiap pekarangan rumah warga. Mereka pun juga sudah mengerti akan pentingnya sanitasi, setelah adanya sosialisasi dari Kiki akan pola hidup bersih.

Air bersih pun sudah lebih mudah didapatkan karena sudah ada bantuan sarana air bersih dari Pemda setempat, dan tiang listrik sudah mulai masuk di lokasi KAT pada bulan November 2019 lalu.

Kiki sangat bersyukur bisa menjadi bagian dalam menjalankan amanah sebagai pendamping sosial KAT karena ia dapat memperolah banyak ilmu baru di berbagai bidang. Selain itu, Kiki menjadi pribadi yang lebih hati-hati dalam menerapkan segala tindakan yang berhubungan dengan masyarakat, seperti bagaimana meredam emosi warga, dan membuat warga lebih nyaman bisa bekerja sama. Semua tantangan yang dihadapi Kiki akhirnya terbayarkan karena setiap bulannya program berhasil dijalankan satu persatu, yang pastinya tak lepas dari bantuan solidaritas warga dan dinas terkait.

Pengalaman ini sangat berkesan bagi saya dimana masyarakat Bima khususnya Suku Mbojo begitu bersahaja dalam menerima saya sebagai orang baru, ujar Kiki.

Kiki merasa bahwa Program Pemberdayaan KAT ini sangat bagus, dimana Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) memberikan bantuan rumah untuk warga yang membutuhkan.

Sebaiknya pembangunan rumah KAT dekat dengan Desa, menghindari pembukaan lahan baru di lokasi yang justru aksesnya lebih jauh dan lebih sulit dijangkau. Kiki juga mengungkapkan pendamping sosial KAT sebaiknya dipertahankan, agar warga merasakan bentuk kehadiran pemerintah melalui pendamping, dan yang terpenting semoga pendamping yang terpilih merupakan orang yang benar-benar memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai agar masyarakat bisa terberdayakan melalui kehadirannya. Kemensos (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disimpan Rapi-rapi, Dibawah Pakaian, Eh..Masih Tetap Hilang, Nasib..Nasib..!!

    Disimpan Rapi-rapi, Dibawah Pakaian, Eh..Masih Tetap Hilang, Nasib..Nasib..!!

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.509
    • 0Komentar

    SISWA kelas 10 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Unggulan Kayuagung, ini kehilangan laptop didalam  kamar asrama. Kejadian ini bermula ketika salah satu penghuni asrama pada hari Jum’at (7/2/2020), yang hendak berangkat pulang kerumah menemui orang tua,. Tak disangka, pada saat pulang keasrama tidak tahunya laptop yang disimpan dalam book bawah tertutup pakaian sudah […]

  • Berkah dari Minyak Jelantah

    Berkah dari Minyak Jelantah

    • calendar_month Sabtu, 5 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.869
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Minyak jelantah [minyak goreng bekas hasil menggoreng] makanan, ternyata dapat di daur ulang lagi dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak menggunakan kompor. Ditangan Agus Candra (26), minyak jelantah bisa bermanfaat sebagai bahan bakar pada kompor hasil inovasinya selama lima tahun, dengan nama Kompor Minyak Jelantah (Komjen). ” Ide awal Komjen, saya […]

  • Bertemu Gubernur Makkah, Menag Sampaikan Kebijakan Penyiapan Jemaah Umrah Indonesia

    Bertemu Gubernur Makkah, Menag Sampaikan Kebijakan Penyiapan Jemaah Umrah Indonesia

    • calendar_month Minggu, 21 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    MENAG Yaqut Cholil Qoumas (Menag) bertemu Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Makkah, Minggu (21/11/2021). Kepada Khalib bin Faisal, Menag Yaqut menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia. Disampaikan juga kebijakan dalam memersiapkan keberangkatan jemaah umrah. “Saya hari ini bertemu Gubernur Makkah, Khalid bin Faisal. Saya menyampaikan informasi bahwa penanganan […]

  • Sukses Motor Prix,  Selanjutnya Garap Slalom Tingkat Asia

    Sukses Motor Prix,  Selanjutnya Garap Slalom Tingkat Asia

    • calendar_month Minggu, 16 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Motor Prix Regional 1 Sumatera Putaran 7 Sumsel 2018 di Sirkuit Sky Land Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi dimulai, Sabtu  kemarin (15/9/2018). Pembukaan kejurnas di sirkuit yang dijuluki sirkuit mini Catalunya tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Ketua TP […]

  • iOS 17, iPadOS 17, dan watchOS 10 Perkenalkan Fitur Kesehatan Mental & Kesehatan Penglihatan, Aplikasi Kesehatan Hadir di iPad

    iOS 17, iPadOS 17, dan watchOS 10 Perkenalkan Fitur Kesehatan Mental & Kesehatan Penglihatan, Aplikasi Kesehatan Hadir di iPad

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, CUPERTINO, CALIFORNIA –  Apple mengumumkan fitur kesehatan baru di iOS 17, iPadOS 17, dan watchOS 10, memperluas ke dua area yang berdampak dan menyediakan alat dan pengalaman inovatif di seluruh platform. Fitur kesehatan mental baru memungkinkan pengguna mencatat emosi sesaat dan suasana hati sehari-hari, melihat wawasan berharga, serta mengakses penilaian dan sumber daya dengan […]

  • Istana Sriwijaya

    Istana Sriwijaya

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.684
    • 0Komentar

    “TABIKPUN…kamahapan di Gusti-Gusti Pohngun pun, kintu mak sangaja kasinggung waktu cakak, atawa kapailik waktu rogoh, hampura pun. Mulai jak panghulu di Gusti Raja pun.” Artinya:  Mohon maaf kepada tuan-tuan sekalian, bila tanpa sengaja tersenggol waktu naik, atauterinjak waktu turun (filosofi Rumah Panggung Komering), mohon dimaafkan. Mulai dari pangkal pada tuan Raja. Mengawali tulisan tentang budaya […]

expand_less
WordPress Archive Tastyc – Cafe Restaurant Theme Tattoo Studio – Responsive WordPress Theme TattooPress - A Wordpress Theme for Ink Artists Tawon – Agency Landing Page Elementor Template Kit Tax Exempt by user & user role for WooCommerce Tax Help - Finance & Accounting Adviser Theme Taxico – Taxi Company & Online Cab Service Elementor Template Kit Taxico – Taxi Company & Online Cab Service FSE WordPress Theme TaxPay – Advisor & Financial Consulting Elementor Template Kit Tayta – Single Property & Apartment Complex Theme