Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

Kisah Alumni Universitas dari Jambi, Pengalaman Tak Terlupakan Menjadi Pendamping Sosial KAT

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
  • visibility 845
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

KIKI Fatmawati, menempuh Pendidikan S1 Biologi di Universitas Negeri Jambi (UNJ). Meskipun ia telah memiliki pengalaman di Community Development yang sering ia ikuti di Kampus, namun menjadi seorang pendamping sosial KAT merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi Kiki.

Ketika menginjakkan kaki pertama kali di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kiki merasakan suatu tantangan yang berbeda menjadi seorang pendamping. Jarak yang ditempuh dari rumahnya pun cukup jauh sekitar 4 jam dari Kota Bima dengan menggunakan jalur darat dan laut yang lebih tepatnya melewati selat yang berbatasan dengan Benua Australia.

Kondisi perkampungannya pun terlihat banyak semak belukar dan sepi tak berpenghuni seperti tidak ada satupun warga yang terlihat tinggal di lokasi tersebut melainkan hanya hewan ternak seperti sapi yang berkeliaran.

Hal tersebut dikarenakan warga sedang berkebun jauh dari lokasi warga KAT selama berbulan-bulan hingga masa panen selesai.

Hal pertama yang Kiki lakukan ketika sampai di lokasi adalah melakukan pendataan jumlah KK dan melakukan koordinasi dengan Kepala Desa dan Pendamping Lokal KAT.

Setelah itu, ia melakukan pembagian jadwal untuk kegiatan gotong royong, membuat pagar rumah, dan melakukan sosialisasi tentang kegunaan pekarangan rumah.

Saat melaksanakan tugasnya sebagai pendamping sosial KAT, Kiki sering menemukan kendala, misalnya ada beberapa warga KAT yang meninggalkan rumahnya karena harus merantau ke luar daerah ataupun luar negeri dengan tujuan membantu perekonomian keluarga.

Selain itu, adapula warga KAT yang tidak ada keinginan bergotong royong bersama yang lain sehingga menunda pekerjaan pembuatan MCK.

Hal itu yang membuat Kiki akhirnya memberikan system reward dengan hadiah yang sederhana seperti peralatan dapur dan bibit tanaman sayur bagi warga yang bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Tak hanya itu, hambatan lain yang Kiki rasakan adalah akses menuju desa lokasinya juga tidak mudah karena selain jauh, kapal boat yang digunakan untuk berkoordinasi dengan dinas terkait hanya beroperasi di hari tertentu saja. Sinyal yang ada di desa pun terkadang tidak stabil sehingga menyulitkannya melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Dari sudut pandang Kiki, ada perbedaan kondisi sebelum dan setelah dilakukannya pemberdayaan bagi warga KAT. Warga yang biasanya hanya menjalankan aktivitas berkebun dan bertani, kini mereka sudah bisa melakukan rutinitas baru seperti membuat kripik pisang dan krupuk dari kulit pisang untuk menambah penghasilan mereka.

Rumah yang sebelumnya terlihat memprihatinkan dan jauh dari kata bersih, kini sudah lebih baik dengan adanya tanaman hias dan bibit-bibit sayur di setiap pekarangan rumah warga. Mereka pun juga sudah mengerti akan pentingnya sanitasi, setelah adanya sosialisasi dari Kiki akan pola hidup bersih.

Air bersih pun sudah lebih mudah didapatkan karena sudah ada bantuan sarana air bersih dari Pemda setempat, dan tiang listrik sudah mulai masuk di lokasi KAT pada bulan November 2019 lalu.

Kiki sangat bersyukur bisa menjadi bagian dalam menjalankan amanah sebagai pendamping sosial KAT karena ia dapat memperolah banyak ilmu baru di berbagai bidang. Selain itu, Kiki menjadi pribadi yang lebih hati-hati dalam menerapkan segala tindakan yang berhubungan dengan masyarakat, seperti bagaimana meredam emosi warga, dan membuat warga lebih nyaman bisa bekerja sama. Semua tantangan yang dihadapi Kiki akhirnya terbayarkan karena setiap bulannya program berhasil dijalankan satu persatu, yang pastinya tak lepas dari bantuan solidaritas warga dan dinas terkait.

Pengalaman ini sangat berkesan bagi saya dimana masyarakat Bima khususnya Suku Mbojo begitu bersahaja dalam menerima saya sebagai orang baru, ujar Kiki.

Kiki merasa bahwa Program Pemberdayaan KAT ini sangat bagus, dimana Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) memberikan bantuan rumah untuk warga yang membutuhkan.

Sebaiknya pembangunan rumah KAT dekat dengan Desa, menghindari pembukaan lahan baru di lokasi yang justru aksesnya lebih jauh dan lebih sulit dijangkau. Kiki juga mengungkapkan pendamping sosial KAT sebaiknya dipertahankan, agar warga merasakan bentuk kehadiran pemerintah melalui pendamping, dan yang terpenting semoga pendamping yang terpilih merupakan orang yang benar-benar memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadai agar masyarakat bisa terberdayakan melalui kehadirannya. Kemensos (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikut LIDA 2021, Gadis Asal Pedamaran OKI Ini Minta Doa Restu Wabup OKI, Shodiq : Dia Aset Kita, Dukung Yuk ! 

    Ikut LIDA 2021, Gadis Asal Pedamaran OKI Ini Minta Doa Restu Wabup OKI, Shodiq : Dia Aset Kita, Dukung Yuk ! 

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.493
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir memberikan dukungan penuh kepada Perwakilan Sumatera Selatan, Alisya, Gadis Asal Pedamaran Kabupaten OKI agar  siap berlaga dan mampu menampilkan terbaik pada ajang kompetisi LIDA 2021. . Audisi LIDA 2021 yang sudah dimulai sejak 15 November 2020 hingga 17 Januari 2021 itu dilaksanakan secara virtual. Meskipun begitu, tidak menyurutkan semangat Alisyah […]

  • Ikut Ajang Miss Supranational 2021 di Polandia, Jihan Almira Pakai Gambo Muba

    Ikut Ajang Miss Supranational 2021 di Polandia, Jihan Almira Pakai Gambo Muba

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 724
    • 0Komentar

    GAMBO Muba lagi-lagi mendunia, kali ini di ajang Miss Supranational 2021 yang digelar di Polandia, jumputan Gambo Muba dipakai oleh Jihane Almira Chedid yang merupakan wakil dari Indonesia untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. Pantauan di akun instragam @officialputeriindonesia tampak Jihan tampil anggun dan maksimal di beberapa agenda kegiatan di Polandia. Juga di akun instagram pribadinya […]

  • Anggota keluarga kerajaan UEA menghadiri Pertandingan Sepak Bola Pemuda Tiongkok-UEA selama COP28

    Anggota keluarga kerajaan UEA menghadiri Pertandingan Sepak Bola Pemuda Tiongkok-UEA selama COP28

    • calendar_month Rabu, 13 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.781
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, DUBAI, UNI EMIRAT ARAB – Media OutReach Newswire – 12 Desember 2023 – Baru-baru ini, 198 Pihak berkumpul di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), untuk menghadiri pertemuan ke-28 Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP28). Tujuan mereka adalah untuk menemukan solusi bagi umat manusia yang berpacu dengan waktu untuk memerangi […]

  • Begini Alasannya, Kenapa Muba Bikin Festival Pangan Lokal B2SA

    Begini Alasannya, Kenapa Muba Bikin Festival Pangan Lokal B2SA

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Muba gelar Festival Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) Tingkat kabupaten bertempat di Halaman Kantor DKP Kabupaten Muba, Senin (8/7/2019). Menurut Kepala DKP Muba H Ali Badri ST MT melaporkan tujuan pelaksanaan yaitu, mendorong penerapan konsumsi pangan B2SA dengan memanfaatkan olahan pangan lokal, mendorong […]

  • Begini Cara Wabup Muba Ubah Prilaku Warganya Terkait Covid

    Begini Cara Wabup Muba Ubah Prilaku Warganya Terkait Covid

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muba melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukajaya Kecamatan Bayung Lencir, Kamis (15/10/2020). Pada kesempatan tersebut Beni Hernedi yang juga selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Kabupaten Muba mengatakan, dilakukannya kunjungan kerja ke Kecamatan Bayung Lencir dalam rangka koordinasi dan komunikasi […]

  • REKOR DUNIA: Guru Belajar AI Bersama Pemprov Sumsel & BSB

    REKOR DUNIA: Guru Belajar AI Bersama Pemprov Sumsel & BSB

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.517
    • 0Komentar

    – Ribuan guru belajar AI serentak, dukungan bank daerah jadi energi perubahan pendidikan. PENDIDIKAN  harus beradaptasi dengan zaman, dengan AI, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing generasi emas 2045 menghadapi dunia digital. Demkian tegas Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, saat membuka Webinar Internasional Guru Indonesia Belajar AI Serentak belum lama ini. Pernyataan ini […]

expand_less
WordPress Archive Tastyc – Cafe Restaurant Theme Tattoo Studio – Responsive WordPress Theme TattooPress - A Wordpress Theme for Ink Artists Tawon – Agency Landing Page Elementor Template Kit Tax Exempt by user & user role for WooCommerce Tax Help - Finance & Accounting Adviser Theme Taxico – Taxi Company & Online Cab Service Elementor Template Kit Taxico – Taxi Company & Online Cab Service FSE WordPress Theme TaxPay – Advisor & Financial Consulting Elementor Template Kit Tayta – Single Property & Apartment Complex Theme