Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosial » DWP Palembang Bahas HIV, Arisan Kalah Gengsi!

DWP Palembang Bahas HIV, Arisan Kalah Gengsi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 2.559
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TAS tangan mengilap, kue tampah berjejer, tawa renyah ibu-ibu terdengar di sudut ruangan Parameswara, Sekretariat Daerah Kota Palembang, dari luar, suasananya mirip arisan kelas premium, tinggal nunggu nomor undian keluar dan suara “yeay” kecil yang khas dari para pemenang doorprize. Tapi tunggu dulu, kerena lima menit kemudian, di layar proyektor muncul tulisan besar yaitu “Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS”.

Suasana jadi langsung hening,  bukan karena bosan, tapi karena topik ini gak biasa, di tengah rutinitas rapat dan urusan rumah tangga, ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang hari itu diajak ngomongin hal yang sering dianggap tabu tentang HIV/AIDS.

“Ulang tahun DWP bukan cuma soal potong tumpeng, tapi juga potong rantai penyebaran penyakit,” kata Ketua DWP Kota Palembang, Ida Royani, membuka acara dengan senyum lebar tapi suara yang tegas.

Hari itu, Selasa (21/10/2025), DWP Palembang menggelar pertemuan rutin sekaligus sosialisasi pencegahan HIV/AIDS. Acara ini dihadiri para pengurus dan anggota dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkot Palembang. Bukan cuma ramai, tapi juga hidup, karena setiap sesi diselingi diskusi, tanya jawab, bahkan candaan ringan khas emak-emak cerdas yang tahu kapan harus serius dan kapan bisa tertawa.

Selama ini, DWP identik dengan kegiatan seremonial, pertemuan rutin, lomba masak, dan acara perayaan ulang tahun. Tapi belakangan, organisasi ini lagi naik kelas. Mereka gak mau sekadar eksis di papan nama, tapi benar-benar punya dampak sosial.

“Banyak masyarakat yang masih salah paham tentang HIV. Ada yang takut, ada yang salah kaprah soal cara penularannya. Padahal, pengetahuan itu kunci pencegahan,” ujar Ida.
Menurutnya, ibu-ibu DWP punya peran penting sebagai penyampai informasi, baik di kantor, lingkungan rumah, maupun komunitas sekitar.

DWP Palembang bahkan udah lebih dulu menggelar kegiatan SADANIS, pemeriksaan payudara sendiri dan deteksi dini kanker payudara bekerja sama dengan RS Siloam Palembang.
“Tujuan kami sederhana, biar ibu-ibu gak cuma sibuk ngurus rumah dan suami, tapi juga sadar pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri,” tambah Ida.

Tak berhenti di situ, DWP Palembang juga udah menyiapkan menu kegiatan sehat berikutnya. Awal bulan depan, mereka bakal turun ke jalan buat jalan santai dan aksi bersih lingkungan di beberapa area publik.

“Sekalian bakar kalori, sekalian bakar semangat,” celetuk salah satu anggota DWP sambil disambut tawa peserta lain.
Suasana memang cair. Tapi di balik canda, ada semangat serius untuk berbuat nyata.

Ida bilang, kegiatan seperti ini bukan cuma simbol, tapi langkah kecil yang bisa berdampak besar. “Kami ingin DWP dikenal bukan hanya sebagai organisasi pendamping ASN, tapi juga penggerak perubahan sosial. Karena perempuan itu bukan hanya pendukung, tapi juga pelaku,” tegasnya.

DWP memang unik, di satu sisi, mereka kumpulan istri ASN yang kesehariannya sibuk di rumah, ngurus anak, dan jadi backstage hero buat suami. Tapi di sisi lain, mereka juga mulai tampil ke depan, jadi agen perubahan sosial lewat kegiatan edukatif dan kemasyarakatan.

Sosialisasi HIV/AIDS ini misalnya, membuktikan bahwa ibu-ibu gak kalah tangguh dalam urusan menyelamatkan generasi. Karena faktanya, banyak penularan HIV terjadi akibat kurangnya pemahaman dan masih tingginya stigma di masyarakat.
Dan siapa lagi yang lebih efektif menyebarkan informasi selain kaum ibu yang tiap hari bersentuhan langsung dengan keluarga dan lingkungan?

“Dharma Wanita bukan cuma tempat silaturahmi, tapi wadah untuk berbagi ilmu dan kepedulian,” ujar Ida dengan nada penuh keyakinan.

Beberapa peserta yang ditemui usai acara mengaku kegiatan seperti ini bikin mereka sadar, edukasi kesehatan itu bukan hal yang jauh dari keseharian.
“Saya jadi tahu banyak soal HIV/AIDS. Ternyata gak semenakutkan yang dibayangkan, asal kita tahu cara pencegahannya,” kata Yuni, salah satu peserta sambil merapikan jilbabnya.
Yang lain menimpali, “Biasanya kami bahas menu atau kegiatan sosial, sekarang bahas virus! Tapi seru, karena banyak hal baru yang kami pelajari”.

Dan begitulah, dari ruang Parameswara hari itu, semangat baru lahir  bahwa menjadi istri ASN bukan cuma soal mendampingi, tapi juga berkontribusi.

Menjelang akhir acara, Ida Royani menutup dengan pesan yang cukup membekas. “Mari jadikan momen ulang tahun DWP ke-26 ini sebagai pengingat bahwa kita punya peran besar. Perempuan bisa jadi jembatan informasi, penopang keluarga, sekaligus penggerak perubahan,” katanya.

Para ibu mengangguk pelan, ada yang tersenyum, ada yang mencatat, dan ada pula yang tampak sibuk merekam lewat ponsel. Tapi satu hal jelas DWP Palembang telah memberi contoh bahwa organisasi perempuan bisa tetap anggun tanpa kehilangan ketajaman berpikir.

Di luar ruangan, aroma kopi dan kue lapis legit masih menggoda. Tapi kali ini, bukan itu yang jadi bahan obrolan di meja-meja kecil. Yang dibicarakan adalah HIV, kesehatan, dan rencana jalan santai bulan depan. Siapa bilang ibu-ibu cuma jago gosip? Nyatanya, mereka juga bisa jadi influencer kesehatan versi dunia nyata.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketahanan Air Sumsel 2027, Apakah Cukup untuk Pangan?

    Ketahanan Air Sumsel 2027, Apakah Cukup untuk Pangan?

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    SUMATERA Selatan memiliki ribuan sungai dan lahan pertanian luas, tetapi pertanyaannya kini, apakah potensi air yang melimpah cukup menjamin ketahanan pangan masyarakatnya? Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, H. Edward Candra, membuka Rapat Teknis Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun Anggaran 2027 bidang sumber daya air, Rabu (4/2/2026), di Ruang Rapat Musi, Lantai 3, Dinas Pengelolaan […]

  • Ilmuwan Memprediksi Cokelat akan Punah

    Ilmuwan Memprediksi Cokelat akan Punah

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.058
    • 0Komentar

    KABAR ini mungkin bakal membuat penggemar cokelat sedih. Ilmuwan memprediksi cokelat bisa punah pada 2050. Kecuali jika ilmuwan gene-editing (penyuntingan gen) bisa menyelamatkannya. Tanaman kakao mengandung biji yang merupakan unsur penting dalam cokelat. Tapi tanaman itu tumbuh di hutan hujan, yang memerlukan cuaca tetap basah dan lembab sepanjang tahun. Menurut laporan Business Insider, Kamis (4/1/2018), perubahan iklim yang diproyeksikan mengubah habitat ini […]

  • POP,  Lahirkan  Kisah Inspiratif

    POP, Lahirkan Kisah Inspiratif

    • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar seri webinar Sapa Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) III dengan tema Gotong Royong Memajukan Pendidikan Melalui Program Organisasi Penggerak (POP). Dalam Webinar tersebut Narasumber menyampaikan kisah-kisah inspiratif baik dari para guru maupun pelaksana terkait pelaksanaan Program Organisasi Penggerak (POP). Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan […]

  • Kepsek di Sumsel Banyak Plt/Plh, Gimana Dong..

    Kepsek di Sumsel Banyak Plt/Plh, Gimana Dong..

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.568
    • 0Komentar

    MASIH banyak kepala sekolah [Kepsek] yang jabatannya masih  berstatus Pelaksana Harian (Plh) maupun Pelaksana Tugas (Plt) di Sumsel dipertanyakan Komisi V DPRD Prov. Sumsel Kondisi bukan saja sebentar, namun sudah berlangsung hampir satu tahun. Seharusnya dapat diangkat definitif karena kebijakan strategis sekolah tersebut harus dilakukan. “Ini untuk kebaikan sekolah itu sendiri, karena jika Plt/plh nantinya tidak […]

  • Potensi OKI dilirik BI, soal apa tuh !

    Potensi OKI dilirik BI, soal apa tuh !

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.259
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ogan Komering Ilir (OKI) salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Indonesia. Potensi itu dilirik oleh Bank Indonesia (BI) untuk mengembangkan beras hasil panen para petani di OKI itu dengan merek dagang sendiri. Menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bende Seguguk, BI akan meningkatkan kapasitas usaha penggilingan padi (rice […]

  • Ada dapur sehat diluncurkan Pemkot Palembang, apa manfaatnya !

    Ada dapur sehat diluncurkan Pemkot Palembang, apa manfaatnya !

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.659
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemeeintah Kota (Pemkot) Palembang menjadikan program Dapur Sehat atasi Stunting (Dahsyat) yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) dan komponen masyarakat menjadi salah satu strategi mengatasi masalah stunting.   Dahsyat di Kota Palembang, secara resmi dilaunching Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang A Damenta di Kecamatan Ilir Timur (IT) 1 Palembang.   Dalam […]

expand_less
WordPress Archive Hreflang Manager WordPress Plugin HRNest - HR Solutions Elementor Template Kit HRSALE – The Ultimate HRM Hryzantema – Human Resources & Recruiting WordPress HT Mega Pro – Absolute Addons for Elementor Page Builder HT Menu Pro – WordPress Mega Menu Builder for Elementor HT QR Code Generator for WordPress HT Script Pro – Insert Headers and Footers Code HT Slider Pro For Elementor HTML5 Audio Player WordPress Plugin