Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Tips Menulis Sastra Dahlia Rasyad & Risqi Turama, 98 Kali Ditolak, Ayo Meniru

Tips Menulis Sastra Dahlia Rasyad & Risqi Turama, 98 Kali Ditolak, Ayo Meniru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
  • visibility 1.507
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUA penulis  asal Sumsel, Dahlia Rasyad dan Risqi Turama berbagi tips bagaimana menjadi penulis fiksi. Tips ini sepertinya mudah dan gampang, sama seperti dikemukakan Arswendo Atmowiloto dalam bukunya “Menulis itu Gampang”.

Tapi, paling tidak, apa yang disampaikan oleh kedua penulis ini bisa coba diterapkan. Siapa tau nanti bisa melahirkan penyair, cerpenis, bahkan novelis.

Dahlia Rasyad ya g tahun 2016 lalu pernai meraih penghargaan Ubud Writers and Reader Festival ini, menyampaikan tips-tips menulis saat ditanya audiens ketika tampil sebagai narasumber dalam Dialog Sastra di Sepekan Seni Dewan Kesenian Palembang, di Guns Cafe, belum lama ini.

Pertama, jangan lah bermimpi terlalu muluk. Misalnya, melalui karya yang ditulis berharap bisa menjadi penulis terkenal. “Jauhkan hal-hal seperti itu,”ujar penulis Novel Perempuan yang Memetik Mawar ini.

Tuliskan apa yang ada di dalam pikiran, tetapi usahakan melalui perenungan-perenungan. Sehingga ketika ditulis, yang mengalir itu adalah kata-kata pilihan.

Memang sulit, ujar alumni FKIP Bahasa Inggris Universitas PGRI Palembang ini. Apalagi, kalau menggunakan berbagai peralatan canggih, seperti laptop, komputer, bahkan handphone. “Kalau salah, dengan mudahnya kita delete. Bisa dihapus, dan ganti dengan kalimat lain. Itu tidak membuat kita selektif,” tambah penulis Novel Kisah Pemetik Kopi.

Karenanya, lebih bagus lagi. Buang  jauh-jauh semua peralatan itu. Cari tempat yang dianggap bisa memberikan ketenangan.  Ambil kertas dan pulpen. Lalu, renungkan apa yang akan ditulis. Pikirkan matang-matang sebelum menulis. Karena, selama menulis, usahakan jangan menghapus atau mencoret-coret yang sudah ditorehkan di kertas.

“ Usahakan, yang sudah ditulis itu merupakan kata-kata yang tidak akan bisa berubah lagi. Dan melatih kita mengurangi typo. Kalau ketemu momennya, semuanya akan mengalir,”tambah Dahlia yang  mengaku di awal mulai menulis dulu pernah sampai 98 kali mengirim naskah cerpennya ke media massa, dan ditolak. Baru yang ke-99, cerpennya dimuat di media cetak nasional.

Diakui Dahlia memang tidak mudah untuk melakukan hal itu. Tapi harus dicoba. Dirinya mengawali  aktivitas menulis dengan modal tidak menganal sama sekali tokoh-tokoh dan sastrawan yang telah naik daun dan terkenal. “Saya hanya bermodalkan cerita-cerita dongeng, yang dibaca. Lalu ditulis ulang. Itulah yang dilakukan berkali-kali dan berulang-ulang.  Tapi, pahitnya, ya itu tadi hampir seratus kali tulisan ditolak oleh media massa,” ujarnya.

Karena itulah, menurut Dahlia, sangat harus untuk menambah wawasan, calon penulis itu membaca karya-karya sastra yang mendapat penghargaan internasional. “Sehingga kita bisa mengetahui seperti apa dan bagaimana karya-karya itu bisa mendapat penghargaan. Jadi bukan untuk meniru,” tambahnya. Sampai suatu saat, nanti seorang penulis itu akan menemukan ciri-ciri khas karyanya.

Meniru

Risqi  Turama, karya-karyanya telah beberapa kali dimuat di Harian Kompas. Dan beberapa karyanya juga dimuat di Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas. Menurutnya, tidaklah salah kalau seorang penulis fiksi itu melakukan peniruan.

“Silakan meniru. Silakan membaca karya orang lain, terutama karya-karya terbaik. Lalu  cobalah tiru, gayanya, tulisannya, alurnya,” ujarnya menyarankan.

Risqi yang juga Dosen FKIP Unsri ini  menegaskan, dengan meniru itu, nanti seorang penulsi akan sampai pada titik kegagalan. Dia sangat yakin, penulis itu akan gagal. Karena tidak bisa menemukan identitas karya yang mebedakaannya dengan karya orang lain.

“Di situlah titik focus tujuan meniru itu, Supaya sampai pada titik kegagalan. Dan kalau sudah sampai di sana, kita akan menemukan sendiri, gaya, pola, dan alur penceritaan yang  nantmya akan menjadi ciri khas. Kala sudah punya identity, maka penulis itu sudah punya karakter.

Sepertinya mudah, tetapi, itu perlu perjuangan. Melawan malas, melawan sungkan. Melawan penyakit   baru menulis kalau sudah punya mood dan dapat ilham. Masing-masing penulis, punya pengalaman dan metode belajar yang tidak sama. Tetapi, hang mau belajar dari kegallan lah yang biasanya akan berhasil. Saat ini, Risqi tergabung dalam komunitas Kata Kota.

Di komunitasnya, mereka selalu berdiskusi dan membahas karya-karya sastra yang  meledak dan berpengaruh. “Dari sana kami bisa membandingkan apa kelemahan dan kekurangan karya kami. Sehingga  di karya berikutnya bisa lahir  sesuatu yang bisa lebih baik.  [***]

Penulis : sir

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • agung-laksono

    Agung Laksano Acungkan Jempol Program Gotong Royong Walikota Palembang

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.209
    • 0Komentar

    Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI) Agung Laksono mengacungkan jempol dan memberi apresiasi kepada Walikota Palembang, Harnojoyo, pasalnya program tersebut ternyata diterima warga Palembang dengan positif.

  • Milad FSB, Salurkan Sembako & Beras di 5 Kecamatan Banyuasin

    Milad FSB, Salurkan Sembako & Beras di 5 Kecamatan Banyuasin

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    FORUM Sedekah Beras Kabupaten Banyuasin menyalurkan bantuan sebanyak 100 kantong sembako dan 100 kampil beras 5 kg untuk para kaum dhuafa dan yatim di Lima Kecamatan, antara Kecamatan Banyuasin III, Kecamatan Sembawa, Kecamatan Betung, Kecamatan Rantau Bayur dan Kecamatan Suak Tapeh. dr. Sri Fitriyanti Nurwahid, istri Bupati Kabupaten Banyuasin H. Askolani, SH.,MH sangat mengapresiasi kegiatan […]

  • Rumah Pemimpin Masa Depan

    Rumah Pemimpin Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.766
    • 0Komentar

    SEYOGYANYA suatu rumah tentu ada penghuninya.Rumah yang indah nan bersih kalau tidak ada penghuninya lama kelamaan rumah tersebut akan terlihat kotor dan bahkan bisa rusak. Kalaupun ada penghuninya, mereka harus melakukan aktivitas yang baik, seperti merawat rumah  tersebut agar tetap indah dan bersih. Pelajar Islam Indonesia (PII), Organisasi Pelajar Yang tertua di Indonesia Berdiri hari […]

  • Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN Luncurkan Gistaru

    Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN Luncurkan Gistaru

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Penjabat Gubernur Sumsel Hadi Prabowo sebagai Pembina Upacara pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2018. Upacara yang berlangsung di halaman Gedung Kantor Wilayah Badan Pertanahan Negara (BPN) Provinsi Sumsel diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumsel. Dalam Sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN yang […]

  • “Pabrik Bukan Cuma Tempat Asap Ngebul, Strategi Industrialisasi Indonesia yang Kini Makin Nggak Main-main!”

    “Pabrik Bukan Cuma Tempat Asap Ngebul, Strategi Industrialisasi Indonesia yang Kini Makin Nggak Main-main!”

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    KAWAN-kawan seperjuangan nasi padang dan cicilan motor, pernahkah terpikir kalau masa depan Indonesia bisa ditentukan bukan hanya dari siapa yang jadi presiden, tapi juga dari siapa yang bisa bikin pabrik yang pinter?”Tenang.., ini bukan iklan lowongan kerja pabrik sabun. Ini tentang strategi industrialisasi Indonesia yang belakangan mulai naik kelas, dari sekadar jual mentahan ke produksian […]

  • Andri Yosa Catat Waktu Tercepat di Piala Presiden RI 2021

    Andri Yosa Catat Waktu Tercepat di Piala Presiden RI 2021

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    PEMBALAP Binaan PPLP-D Muba Andri Yosa berhasil menjuarai menjuarai Region A Putaran 3 Sumsel Motoprix Piala Presiden 2021 yang digelar 18-19 September 2021 di Sirkuit Internasional Skyland. Bahkan ia sukses mencatat waktu tercepat dalam kejuaraan tersebut. Andri Yosa, berhasil menduduki diposisi tercepat dengan catatan 1:22.439 dan berhasil melibas pembalap dari Region Sumatera lainnya di Sirkuit […]

expand_less
WordPress Archive Yacht and Boat Rental – WordPress Booking Plugin Yacht Boat Booking with Seat Reservation for WooCommerce Yacht Rental – Boat Services WordPress Theme Yakopay – Online Payment App Elementor Template Kit Yamal – Blog & Magazine WordPress Theme YAMATO – Corporate Marketing WordPress Theme Yanbu – Digital Marketing & SEO Elementor Template Kit Yeasty Marketing Agency & Advertising Service Elementor Template Kit Yello – Digital Agency Elementor Template Kit Yellow Business – Construction Template