Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Serunting Sakti

Serunting Sakti

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
  • visibility 9.224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumber: A. N. J. Th. A. Th. Van Der Hoop, (1932), Megalithic Remains in South Sumatra, Terjemahan oleh William Shirlaw, Penerbit: W.J. Thieme & Cie Zutphen,  Netherland. Diadaptasikan secara kreatif dan kontekstual dalam Disertasi: Konsep  Puyang pada Patung Megalit Pasemah, A. Erwan Suryanegara, (2018), FSRD – ITB. 

DIKENAL JUGA SEBAGAI CERITA RAKYAT  

SI PAHIT LIDAH 

Serunting Sakti adalah mitos yang umumnya sangat dikenal oleh masyarakat  Batanghari Sembilan, di wilayah Sumatra bagian selatan, di berbagai daerah ini  masing-masing kelompok etnik masyarakat memiliki versinya sendiri-sendiri yang  terkait tentang cerita Serunting Sakti ini. Sebagaimana legenda pada umumnya, cerita  tentang tokoh Serunting Sakti inipun disampaikan dari satu generasi ke generasi  berikutnya secara lisan atau dituturkan. Dalam penuturannya secara umum  diceritakan bahwa tokoh Serunting diimajinasikan sebagai seorang yang sakti  mandraguna, ia memiliki kemampuan yang hebat luar biasa atau memiliki semacam  ilmu sihir, sehingga disebut Serunting Sakti. Ia dapat menguasai dan merubah segala  sesuatu termasuk orang dan binatang menjadi batu, karena kesaktiannya itu pula  Serunting Sakti dijuluki juga sebagai si Lidah Pait atau si Pahit Lidah. 

Secara turun-temurun diceritakan bahwa patung-patung batu itu adalah sebagai  akibat dari perbuatan Serunting Sakti; sebagai contoh salah-satu dari patung yang ada  di Tinggihari, telah dipercaya sebagai Puteri yang berubah menjadi batu dan  kemudian disebut Batu Puteri. Konon khabarnya, bahwa satu ketika Puteri berjumpa  dengan si Pahit Lidah, Pahit Lidah bertanya pada sang Puteri tetapi Puteri tersebut  tidak menjawab, lantas dengan seketika Puteri disumpahi (dirubah) menjadi batu.  Batu persegi yang berada di samping patung Batu Puteri, diyakini adalah keranjang  bawaan sang Puteri yang ikut menjadi batu. 

Legenda si Pahit Lidah ini bahkan juga dikenal sampai ke Jambi, Bengkulu, dan  Lampung. Lebih lanjut, diceritakan bahwa suatu ketika Pahit Lidah bertemu dengan si  Mata Empat sebagai penguasa aliran sungai yang berasal dari danau Ranau. Si Mata  Empat mempunyai empat bola mata, dua di depan dan dua di belakang. Si Mata  Empat berhasil mempengaruhi Serunting Sakti untuk bersedia mengadakan  semacam taruhan adu kesaktian dengannya. Dimana masing-masing secara  bergantian harus tidur menelungkup di bawah pohon pinang, sedangkan yang lain  akan memanjat pohon tersebut dan menjatuhkan satu dahan besarnya.

Giliran pertama adalah si Mata Empat yang harus berada di bawah pohon, sedangkan  si Pahit Lidah yang memanjat pohon. Ketika cabang dijatuhkan oleh si Pahit Lidah, si  Mata Empat dapat mengetahui jatuhnya cabang itu karena ia memiliki dua mata di  belakang kepalanya, Mata Empat segera menghindar ke samping tepat pada  waktunya. Berikutnya si Mata Empat yang memanjat dan si Pahit Lidah yang harus  berada di bawah pohon. Walau bagaimanapun tentunya tokoh si Pahit Lidah tidak  dapat melihat jatuhnya cabang itu yang tepat mengenai kepalanya sehingga ia  meninggal seketika itu pula. 

Setelah si Pahit Lidah meninggal, si Mata Empat merasa sangat penasaran dan  berkeinginan untuk membuktikan apakah lidah si Pahit Lidah itu memang benar benar pahit. Dengan tidak membuang-buang waktu si Mata Empat kemudian  memasukkan ujung jarinya ke mulut si Pahit Lidah guna menyentuh lidahnya,  selanjutnya dengan penuh rasa penasaran dan keingintahuan yang besar untuk  membuktikannya, lantas si Mata Empat segera menjilat ujung jarinya tersebut.  Sebagai hasilnya tak dinyana-nyana si Mata Empat pun menggelepar sekarat karena  keracunan dan sesaat kemudian ia pun meninggal, ternyata lidah si Pahit Lidah itu  mengandung racun yang mematikan. 

 

Makam tokoh mitos Serunting Sakti di Pelangkenidai, Sukabanjar –Danau Ranau (Diadaptasi dari Van der Hoop, 1932) 

 

Orang sakti yang berasal dari wilayah Batang Hari Sembilan itu dikuburkan di tepian  danau Ranau yang lokasinya dapat dijumpai di Pelangkenidai – Sukabanjar. Ada cerita  lain tentang Serunting Sakti, dikatakan bahwa Serunting Sakti meninggal di pulau  Jawa – kemudian menjelma menjadi ayam hutan, ayam Kinantan. Muncul pertanyaan yang seakan tak berjawab, padahal diceritakan mereka wafatnya hampir bersamaan  atau berurutan, ke mana dan mengapa si Mata Empat tidak berkubur? Itulah ciri  mitos atau cerita rakyat yang bukan sejarah. Si Mata Empat dan si Pahit Lidah, 

sesungguhnya ingin mempresentasikan karakter masyarakat Uluan atau dikenal  sebagai masyarakat Batanghari Sembilan, bahwa mereka berpandangan luas atau  berpengetahuan dan paradigmatik, serta dalam keseharian hidup mereka menyatu  dan selaras merespon alam, bukan sebaliknya mengeksploitasi alam seperti  kecenderungan manusia sekarang. 

Terlepas dari pertanyaan itu tadi, si Mata Empat adalah personifikasi dari keluasan  ilmu pengetahuan, si Pahit Lidah personifikasi dari perilaku manusia yang selalu  berkata benar dan implementatif atau paradigmatik, di antaranya diceritakan bahwa karya budaya berupa artefak patung megalit itu hasil sumpahan si Pahit Lidah.  Melalui legenda Serunting Sakti dapat ditarik beberapa pelajaran berharga, di  antaranya: tidak ada orang yang paling unggul, tidak boleh berprilaku sombong, sifat  kesewenangan pada akhirnya akan hancur, makhluk pun benda tidak abadi dan lain  sebagainya. 

 

 

Letak makam Serunting Sakti di Tepian Danau Ranau  (Diadaptasi dari Van der Hoop, 1932) 

 

Dari legenda Serunting Sakti terlihat adanya kesinambungan antara kebudayaan  prasejarah Pasemah dengan kebudayaan berikutnya, bahkan hingga sekarang.  Legenda ini ternyata mampu menjembatani dan merajutkan benang merah antara  Pasemah purba dengan Pasemah di masa berikutnya, dan juga dapat dikatakan  bahwa legenda Serunting Sakti merupakan respon masyarakat yang lebih kemudian  atas karya budaya para leluhurnya. Catatan menariknya, ternyata: Mitos si Pahit Lidah  lebih mampu atau sakti dalam menjaga keberadaan patung-patung megalit Pasemah  dibanding UU Cagar Budaya. [***]

 

 

BIODATA 

Nama :  DR. A. Erwan Suryanegara, M.Sn

Budayawan

Tempat & tgl. lahir : Palembang, 14 Oktober 1962 

Alamat : Jl. Anggada no. 6 RT. 08 RW. 02 Kelurahan Kalidoni,  Palembang – 30119 Hp. 081368829559; WA 082177172240 

  • Perintis dan pernah Ka. Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya, Univ. Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, 2008-2014. • Ketua Yayasan Kebudayaan Tandipulau, sejak 2009 s.d. sekarang. 
  • Perintis/Kepala Pusat Kajian Sriwijaya – Pemerintah Kota Palembang, 2012-2014. • Peneliti, penulis buku, dan produser film dokumenter Sriwijaya. 
  • Penulis syair dan produser Lagu Jayasiddhayatra Sriwijaya. 
  • Peneliti, penulis buku, dan produser film dokumenter Ragam Hias Sumatra Selatan. • Pembicara/pemakalah Temu Budaya ANBTI, di Bogor dan Yogjakarta. 
  • Pembicara/pemakalah Kongres Bahasa Wilayah Barat, di Lampung. 
  • Narasumber acara di radio dan televisi, Sumatra Selatan. 
  • Peneliti Seni Rupa Megalitik, Dataran Tinggi Pasemah – Sumatra Selatan. • Pemateri pada seminar nasional dan internasional tentang Seni Rupa Megalitik. • Penulis pada jurnal nasional dan internasional tentang Seni Rupa Megalitik. • Penggagas Monumen Kapal Sriwijaya sebagai Ikon Bhumi Sriwijaya & Jalur Rempah Nusantara. • Pembina Dewan Kesenian Palembang dan Dewan Kesenian Sumatra Selatan. • Pameran Seni Rupa di Palembang, Jakarta, Bandung, dan Malaysia.
  • Kurator Pameran Seni Rupa.

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow, Ekspor Santan Kelapa Miliaran ke Cina dan Hongkong, Sumsel Mudahkan Izin untuk Pelaku Usaha

    Wow, Ekspor Santan Kelapa Miliaran ke Cina dan Hongkong, Sumsel Mudahkan Izin untuk Pelaku Usaha

    • calendar_month Minggu, 11 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.306
    • 0Komentar

    “Saya gagas membuat produk hilirisasi dari kelapa”

  • Pemprov Anggarkan Dana Rp37 Miliar Untuk Cegah Karhutla

    Pemprov Anggarkan Dana Rp37 Miliar Untuk Cegah Karhutla

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Provinsi Sumatera Selatan [Pemprov.Sumsel] menganggarkan dana senilai Rp37 miliar guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Dana untuk Karhutla tahun ini dianggarkan naik signifikan dibanding tahun lalu sebesar Rp1,7 miliar.   KEBIJAKAN ini dilakukan tidak lain untuk mengatasi Karhutla agar tidak terulang kembali, seperti tahun -tahun sebelumnya. Adapaun anggaran sebesar Rp37 miliar akan diperuntukan bagi […]

  • BUDAYA :”Ruwatan di Tengah Derasnya Zaman, Ketika Air Batu Menolak Lupa”

    BUDAYA :”Ruwatan di Tengah Derasnya Zaman, Ketika Air Batu Menolak Lupa”

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Artikel ini tersedia dalam dua bahasa, versi Bahasa Inggris tersedia di bawah setelah garis pemisah. ADA yang bilang, kalau tradisi itu ibarat akar pohon. Meski batangnya tumbuh menjulang, kalau akarnya lepas dari tanah, maka siap-siaplah tumbang saat angin besar datang, dan inilah yang ditolak mentah-mentah oleh warga Air Batu, Banyuasin, ketika mereka ramai-ramai menyelenggarakan ruwatan […]

  • Di Kerawang, 22 Ribu Buruh di PHK

    Di Kerawang, 22 Ribu Buruh di PHK

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, KERAWANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan sekitar 22 ribu buruh atau pekerja di daerah itu terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama setahun terakhir ini. “PHK sejak tahun 2017 hingga 2018 sangat banyak, mencapai 22 ribu orang,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, Suroto, di Karawang, […]

  • CK McWhorter Perdayakan Animator Minoritas untuk Serial Kartun Mewah Mendatang C.K. McWhorter- nama asli Carter McWhorter

    CK McWhorter Perdayakan Animator Minoritas untuk Serial Kartun Mewah Mendatang C.K. McWhorter- nama asli Carter McWhorter

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 699
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  LOS ANGELES, GLOBE NEWSWIRE – Antisipasi meningkat seiring C.K. McWhorter, bekerja sama dengan McWhorter Foundation, bersiap meluncurkan serial kartun mewah inovatif yang dirancang untuk menginspirasi kaum muda minoritas menuju literasi keuangan dan kewirausahaan. Dengan proyek yang siap untuk membuat gelombang di bidang hiburan dan pendidikan, McWhorter mengumumkan rencana untuk menawarkan peluang beasiswa kepada animator […]

  • Walkot Lubuklinggau Ajak Warganya Operasi Jantung di RSUD Sekayu, Apa Komentar Stafsus Presiden ?

    Walkot Lubuklinggau Ajak Warganya Operasi Jantung di RSUD Sekayu, Apa Komentar Stafsus Presiden ?

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    KEBERHASILAN Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui RSUD Sekayu melakukan operasi  jantung terbuka kepada warga Indonesia di beberapa Provinsi khususnya di Sumsel dan Bangka Belitung (Babel) menuai apresiasi dan pujian dari banyak pihak. Kamis (18/2/2021) dalam rangka kunjungan ke Kantor Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono tampak Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe meminta bantuan langsung ke […]

expand_less
WordPress Archive Sikra – Supplement & Nutrition Store WordPress Theme Silion – Digital Marketing Elementor Template Kit Siloe – Minimal Fashion WooCommerce Theme Silp – Real Estate & Architecture Template Kit Silver Care – Medical WordPress Theme SilverPop Custom Popup Subscription for WordPress Silvuple – Online Invitation Maker SaaS Simetria – Architecture & Interior WordPress Theme Simp Modal Window – WordPress Plugin Simple Article – WordPress Theme For Personal Blog