Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

Bulan K3 Nasional, Pusri Ajari Warga Jinakkan Api, Bisa?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 271
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULAN K3 Nasional di PT Pusri Palembang tahun ini tidak diisi dengan teori berat atau ceramah bikin mata berat. Lewat program Safety Goes to Society, Pusri justru mengajak warga sekitar perusahaan belajar menghadapi kebakaran rumah tangga dan cara menjinakkan api secara aman. Iya, api yang biasa nongkrong di dapur, bukan api versi film action.

Biasanya kalau dengar kata K3, kita langsung melayang ke pabrik, helm proyek, sepatu safety, dan wajah serius, di Lapangan Hijau Pusri, Kelurahan 1 Ilir, Palembang, suasananya beda. Warga datang santai, ada yang pakai sandal, ada yang sambil senyum-senyum, mungkin mikir, “Paling dengar sosialisasi, habis itu pulang.” Sampai akhirnya… api muncul.

Tenang, ini api simulasi. Tapi namanya api, walau kecil, tetap bikin refleks manusia keluar semua. Yang tadinya berdiri santai, mendadak agak mundur.

Yang tadinya ngobrol, langsung fokus. Api memang makhluk sederhana, tapi punya bakat bikin semua orang mendadak serius tanpa aba-aba.

Lucunya, kebakaran rumah tangga itu jarang lahir dari adegan panik. Ia lebih sering datang dari kejadian sehari-hari yang kelihatannya sepele. Kompor lupa dimatikan karena keasyikan nonton. Colokan listrik yang sudah minta pensiun tapi tetap dipaksa kerja. Atau api kecil yang awalnya cuma niat bikin teh manis, eh malah bikin satu rumah panik.

Di sinilah Safety Goes to Society jadi relevan. Warga tidak cuma dikasih tahu, tapi diajak mencoba. Dan bintang utama hari itu jelas APAR. Benda merah yang sering kita lihat di mana-mana, tapi jarang kita ajak kenalan serius. APAR itu seperti kenalan lama yang sering ketemu, tapi giliran disuruh kerja bareng, malah grogi.

Saat sesi praktik dimulai, ekspresi warga beragam dan itu menghibur. Ada yang pegang APAR sambil senyum dulu, ada yang nanya pelan, ada juga yang baru sadar, “Oh, ternyata nariknya ke sini.”

Bahkan, begitu api berhasil dipadamkan, ekspresinya langsung berubah. Bukan cuma lega, tapi bangga. Kayak habis menaklukkan level baru dalam hidup.

VP K3 PT Pusri Palembang, Eko Yunianto, menyampaikan keselamatan dan kesehatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Kalau diterjemahkan ke bahasa santai, maksudnya begini, jangan berharap jadi penonton kalau kejadian darurat datang. Soalnya sebelum bantuan tiba, yang pertama harus siap ya orang-orang di sekitar.

Yang bikin kegiatan ini terasa ringan adalah caranya. Tidak menegangkan, tidak bikin takut. Semua dilakukan aman dan terukur. Warga diajak belajar sambil tertawa kecil. Salah sedikit, ketawa. Coba lagi. Api padam, tepuk tangan. Ternyata belajar soal kebakaran tidak harus bikin jantung copot.

Yang lebih seru, suasana kebersamaannya terasa banget. Tim K3 Pusri dan warga tidak ada jarak. Ngobrol, bercanda, saling menyemangati. Edukasi berjalan, tapi rasanya seperti latihan bareng. Ilmunya masuk tanpa terasa digurui.

Efeknya tidak berhenti di lapangan. Ilmu seperti ini biasanya punya kebiasaan jalan-jalan. Sampai rumah, cerita ke keluarga. Ketemu tetangga, cerita lagi. Masuk grup media sosial seperti WhatsApp,  jadi bahan obrolan. Dari satu orang paham, satu rumah lebih siap. Dari satu rumah siap, satu lingkungan jadi lebih tenang.

Industri besar

Bulan K3 Nasional lewat kegiatan ini terasa lebih hidup. Tidak melulu soal slogan, tapi pengalaman. Tentang bagaimana industri besar mau turun langsung mengajarkan hal kecil yang dampaknya besar. Tentang bagaimana api yang biasanya bikin panik, bisa dihadapi dengan lebih tenang asal tahu caranya.

Jadi kegiatan ini sederhana tapi sangat penting, karena api  itu tidak perlu ditakuti berlebihan, tapi juga tidak boleh diremehkan. Dengan pengetahuan dasar dan latihan sederhana, warga bisa lebih siap menghadapi situasi darurat. Tidak panik, tidak bingung, tidak cuma berdiri sambil teriak.

Harapannya, setelah Safety Goes to Society ini, warga sekitar Pusri punya satu bekal penting dengan frase kunci utamanya yaitu rasa siap. Siap menghadapi api kecil, siap bertindak dengan benar, dan siap menjaga lingkungan tetap aman.

Karena keselamatan itu bukan soal siapa paling kuat, tapi siapa paling tahu harus berbuat apa.

Dan kalau api yang biasanya bikin jantung berdebar, akhirnya bisa dijinakkan dengan senyum dan pengetahuan, urusan keselamatan sehari-hari pun rasanya jadi jauh lebih bersahabat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 20 Karyawan Bank Sumsel Babel dari Kantor Cabang & Kas Terpapar Covid-19, 80 % Berstatus OTG

    20 Karyawan Bank Sumsel Babel dari Kantor Cabang & Kas Terpapar Covid-19, 80 % Berstatus OTG

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.414
    • 0Komentar

    TIM GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Provinsi Sumsel mengumumkan bahwa 20 karyawan Bank Sumsel Babel [BSB] terpapar Covid-19, dengan 80 persen berstatus Orang Tanpa Gejala [OTG]. “Kondisi 20 orang tersebut terserang sakit kepala tenggorokan yang disertai demam,” ujarnya,Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri, Senin [20/7/2020]. Yusri menjelaskan, semua karyawan yang terpapar […]

  • Samsung Siapkan Tren Terbaru dengan Galaxy AI

    Samsung Siapkan Tren Terbaru dengan Galaxy AI

    • calendar_month Minggu, 17 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.500
    • 0Komentar

    Melalui implementasi teknologi AI generatif di Galaxy AI, Samsung terus hadirkan mobile experience yang belum pernah ada. Sumselterkini.co.id, – Platform generative artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang generatif telah menjadi bagian penting dari keseharian generasi muda dalam mendorong produktivitas dan mengeksplorasi kreativitas. Google menemukan, 29% Gen Z menggunakan AI untuk menyelesaikan pekerjaan seperti menerjemahkan […]

  • Hujan Di Pagi Hari

    Hujan Di Pagi Hari

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.746
    • 0Komentar

    Pagi ini awan gelap menutupi langit Seketika dunia di hiasi gelap Segerombolan monyet bergelantungan Berisik riuh menyambut cuaca pagi ini   Tak lama berselang hujan pun turun Membasahi bumi Hembusan angin kencang menyertai Lengkaplah sudah hujan di pagi hari   Secangkir kopi dilengkapi pisang goreng Menemani sahabat membaca berita daring Dari  hari ke hari berita […]

  • Rapat Singkat di Palembang, Dampaknya Bisa Bertahun-Tahun

    Rapat Singkat di Palembang, Dampaknya Bisa Bertahun-Tahun

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 460
    • 0Komentar

    DI Indonesia, rapat sering kali seperti sinetron kejar tayang, episodenya panjang, ceritanya muter-muter, ending-nya menggantung. Namun Rapat Koordinasi pelaksanaan Sensus Sosial Ekonomi dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)  dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa justru memilih jalur sebaliknya, singkat, to the point, dan kalau serius dijalankan, efeknya bisa lebih panjang dari umur baliho kampanye. […]

  • KLH Gandeng Wahdah Islamiyah, Dai Disiapkan Jadi Penggerak Tobat Ekologis

    KLH Gandeng Wahdah Islamiyah, Dai Disiapkan Jadi Penggerak Tobat Ekologis

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng Wahdah Islamiyah untuk memperkuat gerakan Tobat Ekologis melalui peran para dai di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut salah satunya akan diwujudkan melalui Training of Trainers (ToT) bagi dai agar pesan pelestarian lingkungan dapat diterapkan hingga ke tingkat masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menyampaikan rencana […]

  • Pemkab Muba Gelar Coaching Clinic SAKIP

    Pemkab Muba Gelar Coaching Clinic SAKIP

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Dalam rangka mengoptimalkan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kabupaten Musi Banyuasin Pemkab Muba akhirnya melaksanakan kegiatan Coaching Clinic Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Perangkat Daerah Dalam Jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (29/3/2019) di Hotel Grand Inna. Tercatat, ada sebanyak 59 Kepala Perangkat Daerah dan Camat, Para Staf Ahli […]

expand_less
WordPress Archive HTML5 Video Player WordPress Plugin Hub – HTML Responsive Multi-Purpose Template Hub - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Hubhood - Directory & Listing WordPress Theme Hudebia – Restaurant WordPress Theme Hugge – Elementor WooCommerce WordPress Theme Huka – Shisha Bar & Hookah Lounge WordPress Theme Humani – Nonprofit & Charity WordPress Theme Humanite – Charity & Donation Elementor Template Kit Humton – Personal Portfolio Elementor Template Kits