Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Digitalisasi Sastra Baik atau Sebaliknya

Digitalisasi Sastra Baik atau Sebaliknya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
  • visibility 1.949
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SASTRAWAN sekaligus penyair senior Acep Zamzam Noor dalam sebuab seminar Sastra di Bandung mengatakan digitalisasi tak mengubah aspek fundamental sastra, terutama proses kreatif. Kendati untuk keperluan unggahan media sosial, penyair tetap perlu khusyuk dan mempunyai  persiapan beserta keilmuan matang saat membuat karya.

Dari statmen itu ada kegundahan dari seorang Asep bahwa era hari ini, dimana semua orang bisa membuat karya sastra namun minim kualitas, karena digitalisasi sastra sama sekali tidak mengubah aspek fundamental sastra, karena minim ilmu dan tidak khusyuk saat mempublikasikan karya sastranya di media sosial.

Namun, Asep mengakui jika proses digitalisasi membantu karyanya untuk dibaca lebih luas, maka dia membiarkan pengguna media sosial mengutip utuh, atau bagian tertentu atas karya puisinya.

“Pengguna media sosial yang mengutip puisi-puisi karya secara serampangan memang merupakan persoalan. Kendati demikian, ibarat dua sisi mata pisau, pengguna media sosial itu membuat sebaran karyanya semakin luas,”katanya.

Disisi lain, kelahiran digitalisasi sastra atau sastra  digital merupakan angin segar bagi para penulis pemula. Kemuncul Instagram, Facebook, website hingga blog menjadi sarana yang murah dan mudah bagi penulis untuk membagikan karya. Kehadiran media-media sosial itu memiliki implikasi yang cukup baik terhadap dunia sastra. Media-media itu membuat karya sastra lebih membumi dan tidak lagi terasing. Dengan kehadiran media-media itu, karya sastra makin mudah diakses oleh setiap orang.

Digitalisasi Sastra

Dengan fenomena ini jelas bahwa posisi sastra makin cair dan terbuka karena bisa menjangkau siapa saja selagi masih ada paketan. Lantas apa yang bisa kita ambil dari fenomena ini, ibarat virus corona, dia menyebarkan benih-benih cinta sastra kepada masyarakat yang lebih luas dengan segala pemahaman sastra yang mereka miliki.

Jujur, dulu orang tidak terlalu suka sastra, karena dianggap  membaca puisi hanya membuang waktu, sekarang coba lihat baju-baju kaos milinial dipenuhi kutipan-kutipan teks milik penyari top, seperti WS Rendra, Sapardi dan Chairl.. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana adalah kutipan favorit di undangan pernikahaan anak-anak muda. Potongan itu bagian kecil dari kata-kapat puisi milik Sapardi Djoko Damano (SDD).

Nah, tidak berhenti disana, karya-karya yang  dipublikasikan di media sosial lebih mendekatkan penulis dengan pembaca karena disana ada kolom komentar dan sebagainya. Poinnya adalah dengan kelahiran sastra digital, akses yang terbatas itu bisa terpangkas. Dan memublikasikan karya sastra memang terbilang sangat mudah pada era teknologi ini. Tak bisa dimungkiri, kehadiran fenomena sastra digital membuat publikasi karya sastra begitu mudah. Sebelum ada internet, para penulis begitu sulit memublikasikan karya.

Era digitla juga memberikan data yang cukup signifikan bahwa Tanda pagar (tagar) atas kata puisi di Instagram mencapai sekitar 2,1 juta. Jumlah tagar nama penyair Chairil Anwar mencapai sekitar 30,8 ribu. Tagar nama sastrawan Sapardi DJoko Damono mencapai 44,4 ribu. Tagar mengenai karya-karya puisi WS Rendra di Instagram juga banyak, mencapai sekitar 24,7 ribu. (pikiran rakyat, 2019)

Ada perdebatan dikalangan akademisi sastra bahwa kemudahan yang ada dalam publikasikan itu tidak sebanding dengan kualitas, sebab pengarang tanpa ada penyaringan terlebih dahulu langsung mempublikasikan, sehingga istilah Asep tadi bahwa minim ilmu dan tak khuyusu dalam publikasi benar adanya, namun bukan berarti karya sastra digital tidak ada yang berkualitas. Mengatasi persoalan ini tentu dengan cara meningkat kualitas dari sastra digital agar dia bisa dikategorikan menjadi sesuatu yang memang layak untuk dibaca bukan hanya sekedar publikasi semata.

Poin lain kemudahan itu adalah interaksi dalam bentuk kolom komentar,  sepengamatan kami misalnya, ada di dalam komentar sebuah blog yang menyatakan puisi si penyair A tidak cermat karena banyak typo (kesalahan ketik), tentu komentar ini karena minimnya ilmu yang dimiliki karena   dalam puisi bahasa simbolik banyak mewarnai bahasa puisi,  seperti tanda seru yang dibuah lebih dari tiga (karena berdasar aturan penulisan minimal !!!) tetapi dalam puisi ada lebih dari itu,  hal itu jelas memiliki arti, sama ketika pilihan kata (diksi), luka ku bagaikan diiiris sembilu (bukan pisau (sembilu adalah kulit atau buluh yang tajam seperti pisau).

Akhirnya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, maka era digitalisasi sudah harus dilalui, dan kita berharap bahwa proses ini dapat menguntungan semua pihak, terutam dalam kehidupan bersastra. Dari akademik, kami pun juga mempunyai tanggunga jawab untuk mendorong terus dikembangkannya karya-karya sasta melalui media sosial. Kami berpikir bahwa media soial adalah candradimuka untuk  menemukan penyair, pengarang dan penulis sastra yang hebat dan bermanfaat. Karya sastra yang baik adalah karya sastra yang memiliki manfaat baik dari sisi keindahan dan fungsi (dulce and utile).[****]

 

Oleh Dr. Arif Ardiansyah

Dosen  Sastra Pascasarjana UPGRI Palembang 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Dialog Kebangsaan, Menhub : Rakyat Sumsel Harus Bangga Punya Angkutan Massal Moderen

    Hadiri Dialog Kebangsaan, Menhub : Rakyat Sumsel Harus Bangga Punya Angkutan Massal Moderen

    • calendar_month Minggu, 27 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi menjelaskan rakyat Sumsel harus bangga karena memiliki moda transportasi massal yang canggih,bahkan Sumsel menjadi daerah percontohan untuk daerah lain dalam hal transportasi moderen. Hal itu disampaikan dalam menghadiri dialog kebangsaan dan memberi bantuan bus untuk Universitas Sriwidjaja (Unsri) Palembang, Minggu (27/5/2018). Menurutnya Light Rail Transit(LRT) […]

  • Ground Breaking  Pembangunan  Pelabuhan Tanjung Carat Ditargetkan  Pada  Juni 2022

    Ground Breaking  Pembangunan  Pelabuhan Tanjung Carat Ditargetkan  Pada  Juni 2022

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru bersama Menteri Perhubungan (Menhub)  RI, Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi dalam mewujudkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat  yang dilakukan secara virtual  di Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (24/5). Dalam rapat yang dipimpin langsung Menhub RI Budi Karya Sumadi tersebut disepati proses pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat segera dimulai yang diawali dengan  […]

  • Musikal Kembang Api Hitung Mundur Tahun Baru Terbesar di Hong Kong Menyambut Tahun 2024

    Musikal Kembang Api Hitung Mundur Tahun Baru Terbesar di Hong Kong Menyambut Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    (Dewan Pariwisata Hong Kong menyediakan siaran langsung satelit dan streaming langsung media sosial tentang perayaan hitung mundur di Pelabuhan Victoria. Gulir ke bawah untuk detailnya.) Sumselterkini.co.id, TORONTO,  (GLOBE NEWSWIRE) — Saat dunia sangat menantikan datangnya tahun 2024, semua mata tertuju ke Hong Kong untuk menyaksikan pertunjukan kembang api Malam Tahun Baru terbesar di kota itu […]

  • Dukung GSMP, Setda Provinsi  dan PUBM Berikan Bantuan Polybag

    Dukung GSMP, Setda Provinsi  dan PUBM Berikan Bantuan Polybag

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    GERAKAN Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasi Gubernur Sumsel H. Herman Deru terus menuai dukungan dari berbagai kalangan. Terbaru, dukungan ini diberikan oleh Sekretariat Daerah (Setda)  Provinsi Sumsel dan Dinas PU Bina Marga melalui penyerahan bantuan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel,  Selasa (22/2) siang. Pj Sekda Provinsi Sumsel S.A. Supriono mengatakan selain […]

  • Antisipasi Libur Panjang dan Mudik

    Antisipasi Libur Panjang dan Mudik

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Libur panjang mengakibatkan kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia jeda antara libur panjang dan kenaikan kasus sekitar 10-14 hari. Dampak terasa minimal 3 pekan. Jangan ulangi kesalahan dengan mudik di hari raya idul fitri 1442.[***]

  • calon-secaba

    Orang Tua Sambut Kelulusan Secaba dengan Rasa Haru

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.928
    • 0Komentar

    Tangis harus dan sedih mewarnai sidang penetapan kelulusan penerimaan Secaba Polri tahun anggaran 2017 di Gedung Warsito Pakri, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/8/2017).

expand_less
WordPress Archive North – One Page Parallax WordPress Theme Nostalgia – Portfolio WordPress Theme Notariz – Notary Public & Legal Services Elementor Template Kit Notech – IT Solutions & Services WordPress Theme Notescape – One-Page Music WordPress Theme NotificationX Pro Notify – Notification Email + Themebuilder Access NouHotel – Resort & Hotel Booking WordPress Theme Nouveau | Multi-Purpose Retina WordPress Theme Novely Book Store Elementor Template Kit