Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Digitalisasi Sastra Baik atau Sebaliknya

Digitalisasi Sastra Baik atau Sebaliknya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
  • visibility 1.963
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SASTRAWAN sekaligus penyair senior Acep Zamzam Noor dalam sebuab seminar Sastra di Bandung mengatakan digitalisasi tak mengubah aspek fundamental sastra, terutama proses kreatif. Kendati untuk keperluan unggahan media sosial, penyair tetap perlu khusyuk dan mempunyai  persiapan beserta keilmuan matang saat membuat karya.

Dari statmen itu ada kegundahan dari seorang Asep bahwa era hari ini, dimana semua orang bisa membuat karya sastra namun minim kualitas, karena digitalisasi sastra sama sekali tidak mengubah aspek fundamental sastra, karena minim ilmu dan tidak khusyuk saat mempublikasikan karya sastranya di media sosial.

Namun, Asep mengakui jika proses digitalisasi membantu karyanya untuk dibaca lebih luas, maka dia membiarkan pengguna media sosial mengutip utuh, atau bagian tertentu atas karya puisinya.

“Pengguna media sosial yang mengutip puisi-puisi karya secara serampangan memang merupakan persoalan. Kendati demikian, ibarat dua sisi mata pisau, pengguna media sosial itu membuat sebaran karyanya semakin luas,”katanya.

Disisi lain, kelahiran digitalisasi sastra atau sastra  digital merupakan angin segar bagi para penulis pemula. Kemuncul Instagram, Facebook, website hingga blog menjadi sarana yang murah dan mudah bagi penulis untuk membagikan karya. Kehadiran media-media sosial itu memiliki implikasi yang cukup baik terhadap dunia sastra. Media-media itu membuat karya sastra lebih membumi dan tidak lagi terasing. Dengan kehadiran media-media itu, karya sastra makin mudah diakses oleh setiap orang.

Digitalisasi Sastra

Dengan fenomena ini jelas bahwa posisi sastra makin cair dan terbuka karena bisa menjangkau siapa saja selagi masih ada paketan. Lantas apa yang bisa kita ambil dari fenomena ini, ibarat virus corona, dia menyebarkan benih-benih cinta sastra kepada masyarakat yang lebih luas dengan segala pemahaman sastra yang mereka miliki.

Jujur, dulu orang tidak terlalu suka sastra, karena dianggap  membaca puisi hanya membuang waktu, sekarang coba lihat baju-baju kaos milinial dipenuhi kutipan-kutipan teks milik penyari top, seperti WS Rendra, Sapardi dan Chairl.. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana adalah kutipan favorit di undangan pernikahaan anak-anak muda. Potongan itu bagian kecil dari kata-kapat puisi milik Sapardi Djoko Damano (SDD).

Nah, tidak berhenti disana, karya-karya yang  dipublikasikan di media sosial lebih mendekatkan penulis dengan pembaca karena disana ada kolom komentar dan sebagainya. Poinnya adalah dengan kelahiran sastra digital, akses yang terbatas itu bisa terpangkas. Dan memublikasikan karya sastra memang terbilang sangat mudah pada era teknologi ini. Tak bisa dimungkiri, kehadiran fenomena sastra digital membuat publikasi karya sastra begitu mudah. Sebelum ada internet, para penulis begitu sulit memublikasikan karya.

Era digitla juga memberikan data yang cukup signifikan bahwa Tanda pagar (tagar) atas kata puisi di Instagram mencapai sekitar 2,1 juta. Jumlah tagar nama penyair Chairil Anwar mencapai sekitar 30,8 ribu. Tagar nama sastrawan Sapardi DJoko Damono mencapai 44,4 ribu. Tagar mengenai karya-karya puisi WS Rendra di Instagram juga banyak, mencapai sekitar 24,7 ribu. (pikiran rakyat, 2019)

Ada perdebatan dikalangan akademisi sastra bahwa kemudahan yang ada dalam publikasikan itu tidak sebanding dengan kualitas, sebab pengarang tanpa ada penyaringan terlebih dahulu langsung mempublikasikan, sehingga istilah Asep tadi bahwa minim ilmu dan tak khuyusu dalam publikasi benar adanya, namun bukan berarti karya sastra digital tidak ada yang berkualitas. Mengatasi persoalan ini tentu dengan cara meningkat kualitas dari sastra digital agar dia bisa dikategorikan menjadi sesuatu yang memang layak untuk dibaca bukan hanya sekedar publikasi semata.

Poin lain kemudahan itu adalah interaksi dalam bentuk kolom komentar,  sepengamatan kami misalnya, ada di dalam komentar sebuah blog yang menyatakan puisi si penyair A tidak cermat karena banyak typo (kesalahan ketik), tentu komentar ini karena minimnya ilmu yang dimiliki karena   dalam puisi bahasa simbolik banyak mewarnai bahasa puisi,  seperti tanda seru yang dibuah lebih dari tiga (karena berdasar aturan penulisan minimal !!!) tetapi dalam puisi ada lebih dari itu,  hal itu jelas memiliki arti, sama ketika pilihan kata (diksi), luka ku bagaikan diiiris sembilu (bukan pisau (sembilu adalah kulit atau buluh yang tajam seperti pisau).

Akhirnya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, maka era digitalisasi sudah harus dilalui, dan kita berharap bahwa proses ini dapat menguntungan semua pihak, terutam dalam kehidupan bersastra. Dari akademik, kami pun juga mempunyai tanggunga jawab untuk mendorong terus dikembangkannya karya-karya sasta melalui media sosial. Kami berpikir bahwa media soial adalah candradimuka untuk  menemukan penyair, pengarang dan penulis sastra yang hebat dan bermanfaat. Karya sastra yang baik adalah karya sastra yang memiliki manfaat baik dari sisi keindahan dan fungsi (dulce and utile).[****]

 

Oleh Dr. Arif Ardiansyah

Dosen  Sastra Pascasarjana UPGRI Palembang 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERADI Sebagai Pelayanan Masyarakat Dalam Keadilan

    PERADI Sebagai Pelayanan Masyarakat Dalam Keadilan

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menghadiri Pelantikan Pengurus DPC PERADI Cabang Palembang, Dewan Kehormatan Daerah, Komisi Pengawasan Advokat Daerah di Auditorium Graha Bina Praja, kemaren. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum DPN Peradi, Prof Otto Hasibuan dan ditandai dengan pemberian bendera pataka kepada Ketua DPC PERADI Cabang Palembang, Dr. […]

  • Khataman Ratusan Santri, Cetak Generasi Qurani Sejak Dini

    Khataman Ratusan Santri, Cetak Generasi Qurani Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, 331 orang Santri TK/TPA Al-Quran tingkat Kabupaten Ogan Komering Ilir melaksanakan Khataman Quran yang digelar Pemerintah Kabupaten OKI melalui bagian Kesra Sekretariat Daerah bertempat di kampus MAN IC OKI. Selasa, (19/01/23). Bupati OKI melalui Sekretaris Daerah, Ir. Asmar Wijaya, M.Si mengatakan pembinaan keagamaan memiliki peran yang fundamental untuk membentuk generasi penerus yang berkualitas, profesional […]

  • Pandemi Covid-19  Meningkat, Kapolda Metro Jaya Melepas Tim Patroli PPKM Mikro di Tingkat RT

    Pandemi Covid-19 Meningkat, Kapolda Metro Jaya Melepas Tim Patroli PPKM Mikro di Tingkat RT

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 675
    • 0Komentar

    KAPOLDA Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran melepas tim yang siap melaksanakan patroli dalam rangka memperkuat PPKM skala mikro di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terus meningkat kasus hariannya. Irjen Pol Fadil Imran menerangkan, tim patroli tersebut nantinya akan beroperasi di tingkat RT dan RW atau kampung, untuk mengurangi mobilitas masyarakat. “Semua dilaksanakan beriringan bentuknya, […]

  • BumDes Mart Sidorejo Raih Omzet Rp 209 Juta Per bulan

    BumDes Mart Sidorejo Raih Omzet Rp 209 Juta Per bulan

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, KELUANG – Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mart Sidorejo, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin [MUBA] sangat positif meski pun baru seumur jagung, namun sudah meraih omzet Rp209 Juta per bulan. “BumDes Mart Sidorejo dibangun  dengan menggunakan Dana Desa. Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Mart Sidorejo Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin juga menjual hasil […]

  • Rumah Impian Generasi Muda, Antara KPR Panjang & Mimpi Indah

    Rumah Impian Generasi Muda, Antara KPR Panjang & Mimpi Indah

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    KONON katanya, rumah adalah surga kecil yang dibangun dengan keringat dan doa, tapi bagi sebagian besar generasi muda sekarang, rumah impian itu lebih mirip mimpi indah di siang bolong. Bagaimana tidak? Harga rumah di kota besar melesat lebih cepat daripada roket Elon Musk, sementara gaji bulanan jalan pelan-pelan seperti odong-odong keliling kampung. Coba bayangkan, dulu […]

  • Patuhi Prokes, Perayaan Imlek Akan Aman

    Patuhi Prokes, Perayaan Imlek Akan Aman

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 618
    • 0Komentar

    PEMERINTAH meminta agar perayaan Tahun Baru Imlek 2022 dilakukan secara sederhana. Hal ini dikarenakan masih merebaknya virus COVID-19 di Indonesia, bahkan dunia sehingga penyebaran Pandemi Corona tersebut dapat diantisipasi. Meskipun perayaannya diimbau sederhana, namun penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat, tetap menjadi perhatian. “Kita berharap perayaan Imlek pada 1 Februari 2022 dapat berjalan aman bagi semua. […]

expand_less
WordPress Archive North – One Page Parallax WordPress Theme Nostalgia – Portfolio WordPress Theme Notariz – Notary Public & Legal Services Elementor Template Kit Notech – IT Solutions & Services WordPress Theme Notescape – One-Page Music WordPress Theme NotificationX Pro Notify – Notification Email + Themebuilder Access NouHotel – Resort & Hotel Booking WordPress Theme Nouveau | Multi-Purpose Retina WordPress Theme Novely Book Store Elementor Template Kit