Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » CERBUNG, Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi

CERBUNG, Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 1.009
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di sebuah kampung bernama Talang Petai, yang kalau sinyalnya ditarik garis lurus ke Mars masih lebih kencang suara emak manggil anak waktu magrib, hiduplah seorang pemuda bernama Sarip.

Usianya 36, tapi wajahnya 46, hati 66, dan dompetnya minus. Itu pun kalau dompetnya nggak lagi dipakai ayahnya buat ganjel pintu dapur. Warga kampung biasa manggil dia Sarip Petir, bukan karena dia bisa nyetrum mantan dari jauh, tapi karena waktu kecil pernah kesamber petir pas ngambil layangan nyangkut di tiang listrik. Ajaibnya, alih-alih gosong, Sarip malah nyanyi lagu Rhoma Irama sambil goyang pinggul. Sejak itu, warga yakin dia ketempelan jin lucu.

Dari sawah ke tambak, dari kebun karet ke grup WhatsApp keluarga, hidup Sarip ibarat sinetron panjang tanpa jeda iklan bikin lelah tapi susah berhenti. Yang bikin makin dramatis, ia punya ayam kesayangan bernama Pitik, yang selalu nempel di pundaknya ke mana pun ia pergi. Pitik bukan ayam biasa. Dia kadang berkokok pas adzan subuh kesiangan dan sesekali melirik sinis kalau Sarip ngelamun sambil pegang kalender 2019 yang gambarnya cewek petik padi.

“Masih aja kamu liatin itu, Rip? Cewek kalender nggak akan bales chat-mu,” sindir Pitik dalam batin, mungkin.

Pagi itu, matahari kelihatan kayak lampu taman habis kehujanan ada, tapi males bersinar. Sarip baru tidur dua jam habis nobar sinetron kolosal tentang kerajaan yang tokohnya ngobrolnya pelan tapi durasi episodenya lebih pendek dari iklan pomade.

Ia nyeduh kopi hitam pake gelas retak warisan neneknya. Rumah Sarip berdinding papan dan harapan, berlantai tanah dan beban hidup. Tiba-tiba, datanglah Pak RT, mendadak muncul seperti notifikasi pinjol saat gajian.

“Rip, kamu dipanggil ke kantor dusun. Ada surat penting dari pusat,” katanya sambil nyodorin amplop cokelat yang udah lecek kayak surat lamaran kerja Sarip tahun 2012.

Sarip melongo. “Dari pusat mana, Pak? Pusat grosir? Pusat galaksi? Jangan-jangan ini undangan reuni mantan yang gagal move on”.

“Pusat beneran, Rip, katanya ada program luar biasa untuk kamu. Gitu katanya,” ujar Pak RT dengan senyum kayak abis dapet honor narasumber pelatihan parenting.

Sarip ragu. Jangan-jangan ini jebakan, dulu dia pernah daftar kerja, katanya jadi petugas sensus, ternyata malah disuruh jaga stan cilok pas pasar malam. Tapi rasa penasaran Sarip lebih besar daripada saldo rekeningnya.

Di kantor dusun, suasana tegang kayak pengumuman CPNS. Kepala Dusun, Pak Mudakir, berdiri di depan papan tulis yang biasa dipake buat jadwal posyandu. Tapi hari itu, tertulis besar-besar
“PROGRAM TKI ANTARGALAKSI – PENGIRIMAN PEJUANG KE PLANET KARMELIA”

Sarip hampir keselek kopi imajiner.

“TKI… antargalaksi, Pak? Kita mau disuruh manen kentang di Uranus?”

Pak Mudakir ketawa sambil garuk-garuk perut. “Bukan, Rip, Planet Karmelia itu pusat agrikultur bintang 9, mereka butuh buruh perkebunan graviton, sejenis tanaman yang bisa bikin gravitasi naik-turun kayak harga cabe”.

“Gajinya sepuluh kali UMR, bisa kirim paket lewat sinar laser, dan katanya… tiap buruh dikasih asrama plus karaoke hologram”

Warga heboh. Sebagian kagum, sebagian lapar. Sarip mikir, “Di kampung, aku cuma jadi buruh cangkul. Kalau di planet, siapa tahu bisa naik pangkat jadi mandor teleportasi”

Pitik melenguh pelan di pundaknya, seolah berkata, “Jangan sampe ini MLM lintas galaksi lagi, Rip. Kamu udah kapok beli kalung kesehatan dari alien Venus”

Akhirnya, Sarip daftar juga. Proses seleksi lebih gampang dari ujian tryout SD. Cuma push-up lima kali, nyebut alfabet dari belakang, dan jawab kuis “Apa nama ibukota Planet Neptunus?”

“Neptokyo,” jawab Sarip ngasal. Tetap lolos.

Mereka dikarantina tiga hari di gedung serbaguna yang dulu bekas gudang pupuk. Pelatihnya robot Jakarta yang mukanya kayak guru honorer tapi suaranya kayak Google Translate kena sindrom motivator.

“Kalian akan jadi pahlawan interplanet,” katanya. “Ingat, di Karmelia, jangan kentut di helm astronot. Kalau meledak, itu bukan cuma aib pribadi, tapi ancaman tata surya”

Hari H pun tiba. Seluruh warga kampung ngantar Sarip. Ibu-ibu nangis, bapak-bapak nyumbang dua butir telur rebus, anak-anak minta dibawain oleh-oleh bintang jatuh. Pitik naik pundak Sarip sambil diam. Mungkin dia tahu ini perpisahan besar. Atau cuma lagi masuk angin.

Pesawat warna ungu metalik bersinar di landasan, pilotnya robot nge-rap bernama BANG_JOE88.
“Yo, kita terbang ke Karmelia kerja keras, bukan wisata.
Jangan lupa sabuk, jangan lupa doa,
Kalo mual, jangan muntah di celana!”

Warga tepuk tangan, Sarip tersenyum. Ia melangkah masuk pesawat, memandang kampung terakhir kali.
“Titip sawah, titip Pitik, titip utang warung Bu Jum,” bisiknya haru.

Dalam perjalanan yang ditempuh dengan teknologi quantum-tekdung-tekdung, Sarip tak tidur, Ia merenung dari tukang bajak sawah jadi calon buruh luar angkasa, kalau ini sinetron, pasti judulnya “Sarip Petir: Dari Talang ke Tata Surya”.

Pitik mengangguk pelan di pundaknya, seolah bilang, “Selamat datang di hidup yang makin ngawur, Rip”

Dan di luar jendela pesawat, bintang-bintang menyambut.
Di Planet Karmelia, petualangan baru sudah menunggu
…dan mungkin, utang juga. [Bersambung ke Bab 2]

 

Ceritanya tentang negeri fiksi supermakmur, adil, dan sejahtera,di mana rakyatnya hidup bahagia, listrik nggak pernah mati, dan minyak goreng ada terus walau Lebaran. Sarip Petir bakal hijrah ke sana jadi TKI, dan matanya melek “Oh, ternyata dunia bisa kayak gini ya!”

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasabah Bank Sumsel Babel Pendopo Kecewa, Jam Kantor Tutup Lebih Awal

    Nasabah Bank Sumsel Babel Pendopo Kecewa, Jam Kantor Tutup Lebih Awal

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.509
    • 0Komentar

    NASABAH Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Pendopo, Kabupaten PALI, Sumsel kecewa karena Bank plat merah milik Pemda se Sumsel dan Babel tersebut  menutup kantornya lebih awal. Hal tersebut disampaikan petugas keamanan BSB, yang mengatakan seluruh karyawan akan berangkat menghadiri acara di Muara Enim sehingga tidak bisa menerima seluruh nasabah. Salah satu nasabahnya BSB, Efran yang […]

  • ATFX Perluas Jangkauan Globalnya dengan Akuisisi Rakuten Securities Australia

    ATFX Perluas Jangkauan Globalnya dengan Akuisisi Rakuten Securities Australia

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.586
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SYDNEY, AUSTRALIA – Media OutReach – ATFX, broker CFD perdagangan online global terkemuka, telah mengumumkan akuisisi Rakuten Securities Australia Pty Ltd (“RSA”), anak perusahaan Rakuten Securities, Inc., yang semakin memperkuat posisinya di pasar Australia dan memperluas jejak globalnya. Langkah strategis ini menandai tonggak penting bagi ATFX karena terus memantapkan posisinya sebagai broker online tepercaya […]

  • Varian Delta Menyebar Cepat, Ini Penyebabnya!

    Varian Delta Menyebar Cepat, Ini Penyebabnya!

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    KITA sekarang tahu bahwa varian Delta dapat menyebar cepat, terutama di dalam ruangan penuh orang yang tidak #PakaiMasker dan belum divaksinasi. Cegah Varian Delta menginfeksi kita dengan #SemuaWajibPakaiMasker dan segera jadwalkan vaksinasi COVID-19 begitu vaksinnya tersedia. Hindari beraktivitas dengan orang lain atau di tempat ramai jika kita menunjukkan gejala COVID-19. Segera isolasi mandiri atau minta […]

  • Komite BPH Migas Usahakan Sub Penyalur BBM Lebih Banyak  di Sumsel

    Komite BPH Migas Usahakan Sub Penyalur BBM Lebih Banyak  di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.846
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Komite BPH Migas, Ir Ahmad Rizal mengatakan akan mengupayakan sub penyalur Bahan Bakar Minyak [BBM] di Sumsel lebih banyak lagi menyusul selama dua tahun belakangan sub penyalur di Sumsel baru mencapai 2 dari 130 penyalur di NKRI. “Pada 2016 ada PP SDM Nomor 16 tentang BBM satu harga, BPH migas membuat penyalur […]

  • Mudik Makin Asik! Ada Vitamin, Bingkisan Hingga Pit Stop Anti Capek

    Mudik Makin Asik! Ada Vitamin, Bingkisan Hingga Pit Stop Anti Capek

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Mudik itu bukan cuma perjalanan pulang, tapi juga petualangan. Bagi sebagian orang, ini momen reuni keluarga setelah setahun sibuk merantau. Tapi sayangnya, di balik euforia mudik, ada cerita lelah di jalan, macet panjang, dan kendaraan mogok di tengah tol. Nah, biar perjalanan nggak berakhir jadi kisah horor, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) turun […]

  • Aktor Laga di Film ‘Si Buta dari Gua Hantu’ Avent Bangun Tutup Usia

    Aktor Laga di Film ‘Si Buta dari Gua Hantu’ Avent Bangun Tutup Usia

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.380
    • 0Komentar

    Kondisi kesehatan semakin hari memang terus menurun.

expand_less
WordPress Archive Phami – Medical & Health WooCommerce WordPress Theme PharmaBee – Pharmacy & Drug Store Website Elementor Template Kit PharmaCare – Pharmacy and Medical Store WordPress Theme Pharmacy Storefront WooCommerce Theme Pharmaton – Medical and Pharmacy WordPress Theme Phlox Pro – Elementor MultiPurpose WordPress Theme PHLY – Versatile Coming Soon Template PhoneRepair – Mobile Device Shop WordPress Theme Photas – Email Marketing Company Elementor Template Kit Photo Nexus | WordPress Theme