HARI ini, Istana Negara tak sekadar ramai dengan sidang kabinet paripurna. Nuansa Ramadan terasa lebih hangat karena Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih menunaikan zakat melalui Baznas. Kegiatan simbolik ini dikemas dengan tajuk “Zakat Menguatkan Indonesia”, tapi maknanya jauh lebih dari seremonial.
Di Konter Zakat Istana, terlihat 111 muzaki menyalurkan zakat mereka. Total dana yang terkumpul lebih dari Rp3,8 miliar, yang menandai kepedulian nyata pejabat dan masyarakat terhadap kesejahteraan umat. Presiden Prabowo menekankan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban spiritual, tapi juga instrumen penting untuk pemberdayaan ekonomi.
“Kita menunaikan zakat sebagai contoh. Baznas harus terus didorong, diberdayakan dengan teknologi dan koordinasi yang baik, supaya zakat bisa memberdayakan ekonomi umat secara nyata,” ujar Presiden Prabowo saat membuka sidang kabinet paripurna.
Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, menyatakan rasa syukur atas momentum ini. “Hari ke-23 Ramadan ini, menerima zakat dari Presiden, Wakil Presiden, dan jajaran kabinet memberi nilai luar biasa bagi Baznas. Ini menguatkan gerakan zakat nasional,” katanya.
Target Baznas tahun ini cukup ambisius. Untuk Ramadan 2026, Baznas menargetkan penghimpunan Rp515 miliar, sementara target nasional mencapai Rp66 triliun, meliputi seluruh Baznas pusat, daerah, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia. “Zakat adalah penolong umat. Baznas siap menyalurkan dana sesuai prinsip amanah dan syariat,” tambah Sodik.
Acara ini bukan hanya simbolis. Keteladanan Presiden dan Wapres diharapkan menular ke pejabat negara, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Setiap rupiah yang disalurkan dapat membantu pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat kesejahteraan umat. Wakil Ketua Baznas Zainut Tauhid Sa’adi dan jajaran pimpinan Baznas hadir memastikan setiap zakat dikelola transparan dan tepat sasaran.
Selain itu, momentum ini menjadi ajakan bagi masyarakat luas. Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan dengan niat ikhlas mampu memperkuat solidaritas sosial dan ekonomi umat. “Zakat menolong umat, zakat menolong di akhirat,” tegas Sodik.
Bagi yang ingin menunaikan zakat melalui Baznas, informasi lengkap tersedia di portal Kementerian Agama di https://kemenag.go.id/layanan. Dari situ, masyarakat bisa memilih jenis zakat, prosedur pembayaran, hingga memastikan dana tersalurkan kepada mustahik secara aman dan tepat sasaran.
Hari ini, Istana bukan sekadar pusat pemerintahan, tapi juga simbol kepedulian dan pemberdayaan umat. Dari total Rp3,8 miliar yang terkumpul, masyarakat dan pejabat diajak untuk menyadari bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tapi juga cara konkret memperkuat ekonomi bangsa.
Momentum Ramadan ini menjadi pengingat bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, tapi dilakukan dengan niat tulus, berdampak nyata, dan bisa menular ke seluruh lapisan masyarakat.(***)