Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Wonosobo Keberagaman Indonesia Sebenarnya

Wonosobo Keberagaman Indonesia Sebenarnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
  • visibility 954
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, WONOSOBO – Singkong goreng, salak, dan lemper terhidang di meja menemani carica, buah khas Wonosobo, Jawa Tengah. Sang tuan rumah, Kyai Haji Ahmad Haidar Idris tampak gayeng menerima tamu dari Istana siang itu.

Imam Masjid Agung Al Manshur, Wonosobo itu mempersilakan Doktor Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan untuk mencicipi carica, sejenis buah pepaya mini. Deputi Lima Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramordhawardani turut menemani mereka, Kamis (15/11), siang itu.

Tak lama berselang, KH Ahmad Haidar mengajak Moeldoko menuju Masjid Agung. Disana telah berkumpul sekitar 300 an orang memenuhi sebagian masjid yang telah berusia sekitar 200 tahun itu.

Mereka yang hadir bukan hanya muslim yang menjadi jamaah tetap masjid. Namun juga penganut agama lain, bahkan para pemeluk aliran-aliran minoritas turut hadir.

Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia bahkan perwakilan dari luar negeri. Para tamu itu sedang ikut serta dalam Festival Hak Asami Manusia (HAM) yang dimulai Selasa (13/11) lalu. Tidak kurang dari 66 organisasi dari dalam dan 5 lembaga internasional mengirimkan utusan.

Pada kesempatan itu Moeldoko mengingatkan alasan mereka berkumpul saat ini di Wonosobo. Berkumpulnya antar umat beragama bukan untuk menyamakan keyakinan. Tapi membangun kesadaran bersama ikut mengembangkan dan memahami nilai-nilai kemanusiaan.

“Keberagaman itu menjadi potensi, bukan malah menjadi ancaman,” kata Moeldoko pada para hadirin. Potensi tersebut yang harus membentuk harmonisasi. “Seperti gamelan. Semua unsur bunyi dengan harmonis yang bisa jadi kekuatan,” Moeldoko mengibaratkan.

Mantan Panglima TNI itu sangat mengapresiasi yang hadir adalah mereka yang peduli pada toleransi. “Inti toleransi adalah tidak ada lagi minoritas dan mayoritas,” kata Moeldoko. Selama bangsa ini masih mempersoalkan mayoritas dan minoritas, tidak akan pernah maju. Wonosobo dipenuhi oleh berbagai agama dan rukun. Tapi semua hidup rukun sehingga Wonosobo menjadi model daerah yang toleran.

Pemilihan Wonosobo sebagai tuan rumah bukanlah tanpa alasan. Kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang dikenal sebagai kota yang peduli pada kesetaraan HAM.

Kota dataran tinggi yang berudara sejuk ini, pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai kota yang menjadi tempat peristirahatan.

Ciri-ciri tata kotanya masih dipengaruhi arsitektur Eropa. Misalnya, infrastruktur trotoar yang tinggi. Namun setelah deklarasi Human Rights City pada 2014, pemerintah daerah memperbaiki infrastrukturnya. Fasilitas kota yang lebih ramah bagi pengguna kursi roda.

Pemerintah daerahnya pun berbenah. Mereka menggagas sebagai daerah ramah hak asasi manusia (HAM) yang layak dihuni semua golongan. Masyarakat mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar sebagai warga negara.

Kebutuhan dasar manusia seperti pangan, pendidikan, kesehatan, hingga rasa aman didapatkan sama bagi setiap warga. Tak heran jika Wonosobo mendapat gelar sebagai kabupaten ramah HAM.

Kesadaran masyarakat Wonosobo pada HAM tak lepas dari sejarah Masjid Al Manshur. Masjid ini dikenal sebagai pusat penyebaran agam islam di bumi Wonosobo, dan menjadi pendirian cikal bakal Kabupaten Wonosobo.

Tokoh penyebar Agama Islam di wilayah Wonosobo yakni Kyai Walik. Kyai Walik sendiri disebut sebagai perancang kota, yang dikenal sangat dekat di hati masyarakat. Masjid Al Manshur juga diketahui sebagai pekaringan atau tempat berjemur para wali. Di Masjid ini juga dikenal karena terdapat bencet atau jam matahari yang menjadi pathokan waktu salat.

Salah satu tradisi di Al Manshur, setiap sabtu selalu menggelar pengajian yang disebut setonan. Jamaah datang dari berbagai daerah dan terus mengalami peningkatan. Setidaknya 1.500 orang hadir setiap Sabtu.

Mereka datang dari organisasi Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, bahkan aliran-aliran lain yang hingga kini tersisihkan. Mereka mengaji di masjid yang sama, kitab yang sama. Sepulang mereka, seringkali membawa carica sebagai buah tangan. Seperti sajian siang itu.[**]

Penulis : KSP

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emak-emak Sambut Sandi- Zulkifli Di SMB II, Waduh Kerennya!!

    Emak-emak Sambut Sandi- Zulkifli Di SMB II, Waduh Kerennya!!

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kedatangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Calon Wakil Presiden No Urut 02,  Sandiaga Uno di Bandara SMB Palembang disambut oleh ratusan pendukungnya diantaranya puluhan emak- emak yang langsung spontan mengajak Cawpres berparas tampan itu saat ke luar dari pintu ruangbandara, Selasa (13/11/2018). Selain ratusan pendukungnya, Sandiaga Uno dan Zulkifli Hasan juga […]

  • Kembalikan Citra  & Kepercayaan Publik

    Kembalikan Citra  & Kepercayaan Publik

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) saat ini berbenah lebih baik lagi terutama menghindari dan mencegah terjadinya praktik korupsi khususnya dalam pelayanan publik dan pemerintahan di lingkungan Pemkab Muba. Hal ini ditegaskan Plt Bupati Beni Hernedi SIP, Jumat (4/2/2022) saat menghadiri Konsolidasi Kepala Daerah Gelombang II Seluruh Indonesia di Sekolah Partai DPPPDI Perjuangan, Jakarta Selatan. “Saat ini […]

  • Awal 2023, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, Ini Langkah-langkah Diambil Pelindo

    Awal 2023, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, Ini Langkah-langkah Diambil Pelindo

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.256
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta –  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo siapkan langkah-langkah antisipasi untuk menjamin kelancaran pelayanan operasional terminal-terminal yang dikelola Pelindo Group.   Langkah itu dilakukan menindaklanjuti prediksi potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga minggu pertama Januari 2023.   “Kami pastikan langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem telah diimplementasikan […]

  • Normal Tanpa Baru

    Normal Tanpa Baru

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.905
    • 0Komentar

    Karya Muhamad Nasir Bersin membuat takut Takut tertular doplet Takut divonis mengidap Masker jadi cadar yang dulu  banyak tak disuka umat Mungil bermahkota meraja tak bersinggasana juga gelar Juga tanpa tongkat komando bisa ditunjukkan dan diputar Apalagi suara keras menggelegar Membuat gemetar Memucatkan gentar Seperti petir menyambar Semuanya patuh dan tak berani sesumbar Hanya mengelus […]

  • Puskesmas Muba Persiapkan Diri Menuju BLUD

    Puskesmas Muba Persiapkan Diri Menuju BLUD

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    PEMKAB. Musi Banyuasin melalui Dinas Kesehatan Muba melakukan persiapan terhadap penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terhadap 28 Puskesmas yang ada di Kabupaten Muba, di Ruang Rapat Ranggonang Lantai 3 Senin (14/12/20). Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi […]

  • Masa Covid,  Presiden Nyatakan Manajemen Arus Mudik dan Balik Cukup Baik

    Masa Covid, Presiden Nyatakan Manajemen Arus Mudik dan Balik Cukup Baik

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.263
    • 0Komentar

    MANAJEMEN arus balik dan mudik sudah dikelola dengan baik oleh instansi pemerintah yang terkait. Sehingga, masyarakat dapat leluasa menjalankan tradisi pulang kampung untuk merayakan hari raya Idulfitri dan Pandemi Covid dapat dikendalikan. “Manajemen arus balik dan mudik secara umum, Alhamdulillah bisa dikelola dengan baik, betul-betul kita yakin COVID-19 dapat dikendalikan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) […]

expand_less
WordPress Archive Vihara – Ashram & Oriental Buddhist Temple Elementor Template Kit Vihara | Ashram Oriental Buddhist Temple WordPress Theme + RTL Viho – HTML, React Js, Angular , Nuxt Js, Next Js, Vue Js, Django , .NET Core & Laravel Dashboard Vikinger - BuddyPress and GamiPress Social Community Vilan Corporate, Shop & Forum WordPress Theme Villague – Private Villa & Resort elementor Template Kit Villahoya - Villa Vacation Rental Elementor Template Kit Villenoir – Wine Template Kit Villoz – Villa & Holidays Rental WordPress Theme Vimuse – HTML5 Media Player