Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Mengenal Masjid Tua di Solok, Masjid Tuo Kayu Jao

Mengenal Masjid Tua di Solok, Masjid Tuo Kayu Jao

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 3 Mei 2022
  • visibility 791
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASYARAKAT yang tinggal di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tentu sudah mengenal masjid yang satu ini. Namanya Masjid Tuo Kayu Jao dan menjadi saksi bisu syiar Islam di Sumatera Barat, khususnya kawasan Solok di mana masjid ini berada. Rumah ibadah umat Islam ini juga menjadi salah satu yang tertua di Nusantara dimana berdiri sekitar 1567.

Masjid ini ada di Kampung Kayu Jao, Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Dari pusat Kota Padang, masjid ini dapat dicapai setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam.

Lokasinya di perbukitan hijau yang sejuk di ketinggian 1.152 meter di atas permukaan laut. Masjid berdekatan dengan perkebunan teh di sebuah lembah kecil sehingga membuat Masjid Tuo Kayu Jao seperti dibentengi perbukitan.

Sebuah sungai kecil dengan aliran dari mata air lumayan deras berada di sisi timur hingga melingkar ke selatan masjid. Aliran dari mata air jernih dijadikan sumber wudu bagi jamaah ketika akan menunaikan salat lima waktu. Tempat berwudunya berada di sisi selatan masjid.

Di halaman sisi timur, terdapat beduk atau tabuah dalam bahasa setempat yang telah diberi bangunan cungkup pelindung dengan tiang kayu dan atap ijuk. Beduk ini sudah ada sejak masjid didirikan. Sedangkan pada arah kiblat masjid terdapat sebuah makam para pendiri masjid.

Sebagaimana publikasi pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbar di website Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, masjid didirikan oleh dua tokoh ulama di Solok, Angku Masyhur dan Angku Labai pada tahun 1567. Mereka dibantu oleh masyarakat tiga nagari yaitu Kayu Aro, Kayu Jao, dan Lubuk Selasih.

Salah satu keturunan pendiri masjid yaitu Pendri Agusmal Rianto menyebut angka 1419 Masehi sebagai awal pembangunan. Angku Masyhur dikenal sebagai imam bersuara merdu ketika melantunkan ayat-ayat suci Alquran dalam bacaan salatnya sehingga banyak dikagumi orang. Angku Labai kerap bertindak sebagai bilal atau pelantun azan penanda masuknya waktu salat.

Seperti halnya Angku Masyhur, suara Angku Labai pun terbilang nyaring dan merdu saat melantunkan azan. Sehingga, orang yang mendengarnya tertarik untuk datang dan melaksanakan ibadah salat bersama di masjid itu.

Bangunan masjid memadukan ciri Islam dengan corak Minangkabau yang sangat kental. Atapnya yang bersusun tiga tingkat melambangkan tiga tungku sajorangan yang dalam budaya Minangkabau merupakan alim ulama, ninik mamak, dan kelompok cerdik pandai.

Pada puncak atap berbentuk limas yang di ujungnya diberi mestaka ini ditutupi anyaman ijuk setebal 15 sentimeter dan disusun pada kerangka bambu. Bentuk atap masjid sedikit cekung, dimaksudkan untuk mempercepat aliran air hujan menuju ke bawah. Sayangnya pada beberapa sisi atap ijuk sudah ditumbuhi lumut dan semak kecil.

Pada tiap bagian atap susun diberi pembatas dengan hiasan ukiran terawangan tembus bermotif geometris. Pembatas berukir ini dimanfaatkan juga sebagai ventilasi udara dan jalur masuk cahaya ke dalam masjid. Antara satu tingkat atap dan lainnya ada dua ukiran lingkaran seperti roda.

Ukiran unik juga dapat dijumpai pada keempat sudut dinding bagian luar dan permukaan beduk. Sedangkan tonggak dan pondasi masjid terbuat dari kayu jao yang dikenal kuat, keras, dan sangat alot.

Masjid berbentuk bujur sangkar ini tampak menjorok keluar pada bagian barat, ukurannya 2,1 meter x 3,5 meter dan beratap ijuk membentuk seperti tanduk atau dikenal sebagai gonjong. Tepat di bawah gonjong ini, yaitu di bagian dalam masjid berdiri sebuah mihrab, atau area imam memimpin salat dipadu sebuah mimbar dari kayu berukir motif sulur.

Untuk masuk ke dalam masjid, kita mesti melewati lima anak tangga yang melambangkan rukun Islam. Lebar anak tangga 80 sentimeter. Sebuah pintu masuk selebar 1 meter tipe ganda atau dua daun pintu akan langsung menyambut kita. Posisi pintu berada di sisi timur bangunan. Seluruh material dinding, plafon dan tiang terbuat dari bahan kayu dan dicat cokelat tua dari sebelumnya berwarna putih. Terdapat pula 13 jendela yang melambangkan rukun salat.

Kecuali tiang tengah mulai dari tanah sampai pada permukaan plafon lantai dua telah diganti cor beton oleh masyarakat karena material sebelumnya dari kayu telah lapuk dan hancur. Lantai masjid terbuat dari papan dan dibuat lebih tinggi 30 sentimeter dari permukaan tanah. Meskipun pernah dipugar, bentuk asli masjid ini masih dipertahankan.

Sebanyak 27 tiang setinggi 15 meter dan sebuah tiang utama di bagian tengah bangunan yang disebut sebagai tiang macu. Ke-27 tiang tadi selain menjadi penyangga kokohnya masjid, sekaligus simbolisasi dari enam suku di kawasan masjid berdiri, ditambah empat unsur pemerintahan, serta tiga unsur agama yaitu khatib, imam, dan bilal atau pelantun azan.

Saat ini masjid selain tetap dipakai untuk beribadah, juga telah menjelma sebagai objek wisata religi masyarakat. Masjid ini oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya bernomor 06/BCB.TB/A/15.2007. Masjid Tuo Kayu Jao menurut Pendri Agusmal Rianto, pernah menerima bantuan dari Bank Indonesia (BI) sebagai bagian dari Program Sosial BI 2017. Bantuan itu berupa karpet masjid warna hijau yang menutupi seluruh lantai dalam masjid dan pembangunan fasilitas toilet dan tempat wudu. Indonesia.go.id (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMB II Kembali Internasional, Giliran Kreativitas yang Bicara?

    SMB II Kembali Internasional, Giliran Kreativitas yang Bicara?

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Setelah lama menunggu, akhirnya langit Sumatera Selatan kembali bergema dengan deru jet internasional. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang resmi membuka kembali rute reguler internasional perdana Palembang–Kuala Lumpur bersama AirAsia, sebuah langkah maju yang layak disambut hangat, namun jangan sampai tepuk tangannya lebih keras dari kerja kita menyambut peluang ini. Dulu, […]

  • Tak Perlu Lama-lama, Tim Macan Komering Mesuji Raya Ringkus 2 Garong

    Tak Perlu Lama-lama, Tim Macan Komering Mesuji Raya Ringkus 2 Garong

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.537
    • 0Komentar

    LANGKAH pasti dibuktikan Tim Macan Komering Polsubsektor Mesuji Raya, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, mereka berhasil meringkus dua dari empat orang komplotan rampok di wilayah hukumnya, Kamis (07/11/19). Penangkapan para dua garong tersebut dipimpin langsung Kapolsubsektor Mesuji Raya, Ipda Ilham Parlindungan berhasil meringkus dua dari empat orang komplotan rampok di wilayah hukumnya, kemarin. Kapolsubsektor Mesuji […]

  • Tambang Emas Rakyat Sumsel Masuk Babak Baru, Cik Ujang Kejar IPR dari NTB

    Tambang Emas Rakyat Sumsel Masuk Babak Baru, Cik Ujang Kejar IPR dari NTB

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengelolaan tambang emas rakyat Sumsel memasuki tahap baru. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kini mendorong agar aktivitas pertambangan rakyat yang telah memiliki wilayah pertambangan dapat berjalan melalui mekanisme perizinan yang jelas. Langkah itu salah satunya ditempuh Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang dengan mempelajari tata kelola Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Provinsi Nusa Tenggara […]

  • Tempoyak, Tanjak Bawa Palembang Terima Penghargaan Warisan Budaya

    Tempoyak, Tanjak Bawa Palembang Terima Penghargaan Warisan Budaya

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    SAMBAL Tempoyak dan Tanjak memperoleh penghargaan sebagai warisan budaya. Penghargaan itu diberikan Kota Palembang dalam kegiatan Apresiasi Penetapan Warisan Budaya Takbenda diwakili Pemprov Sumatera Selatan di Istora Senayan Jakarta, kemarin. Selain itu juga sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, tentunya Palembang masih banyak potensi warisan budaya yang akan membawa kota empek-empek tersebut dikenal se Indonesia dan […]

  • Liga OPD Prov. Sumsel Siap Digelar

    Liga OPD Prov. Sumsel Siap Digelar

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang–   Setelah resmi digulirkannya turnamen Sumsel Super League (SSL) dan Piala Gubernur U-20 Tahun 2019 yang baru saja ditandai Kick Off oleh Gubernur  Sumsel H. Herman Deru di  Muaraenim, Minggu (31/3) beberapa waktu lalu. Kini giliran liga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov. Sumsel akan segera digelar. Sejumlah turnamen sepak bola tersebut merupakan bentuk keseriusan […]

  • Pemanasan, Palembang Benar-benar Putih Meski Diguyur Hujan

    Pemanasan, Palembang Benar-benar Putih Meski Diguyur Hujan

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.750
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Meski pun hujan turun sangat deras di Bumi Sriwijaya, namun tak membuat ribuan masyarakat Palembang untuk membatalkan niatnya ikut dalam Acara Jalan  Jalan Santai Ukhuwah yang di Gelar oleh Relawan Prabowo – Sandi  sehingga membuat Palembang benar-benar putih. Ini memberikan buktinya kepada pasangan Calon Presiden Prabowo-Sandi, dan sebagai ajang pemanasan Kampanye Akbar […]

expand_less
WordPress Archive Themify Builder Timeline Addon Themify Builder Typewriter Addon Themify Builder WooCommerce Addon Themify Corporate WordPress Theme Themify Elegant WordPress Theme Themify Elemin WordPress Theme Themify Event WordPress Theme Themify Flatshop WooCommerce Theme Themify Float WordPress Theme Themify Fullpane WordPress Theme