Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Gubernur Ikut Program Subuh Berjamaah Pemkot Palembang

Gubernur Ikut Program Subuh Berjamaah Pemkot Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Jan 2019
  • visibility 966
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Palembang – Jangan gengsi untuk kerja konkrit. Demikian pernyataan yang ditegaskan Gubernur Sumsel H.Herman Deru kepada tamu yang hadir pada acara Silaturahmi dan Sinkronisasi Program Pembangunan Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang, di Kediaman Pribadi Gubernur Sumsel Herman Deru di kawasan Gandus, Kamis (24/1/2019).

“Dak apo-apo gubernur melok subuh berjamaah program Walikota. Mak itu jugo dak apo-apo kalo Pak Harno nak melok Safari Jumat samo Gubernur dak usah malu. Jangan ado istilah gengsi. Dak apo, wong nak ngomong Herman Deru, Mawardi, Harnojoyo pemimpin dusun pegilah. Tapi itulah yang real dan konkrit kito memang turun ke lapangan. Bukan cuma nunggu reses bae,” tegasnya saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan tidak ada alasan bagi pejabat untuk tidak turun ke lapangan karena tugas pemerintah adalah mensejahterakan masyarakat. Karena itu ia mengaku lebih senang jika stafnya pergi dinas ke dalam provinsi daripada jauh-jauh keluar kecuali memang sangat dibutuhkan.

Melalui pertemuan kali ini Herman Deru yakin akan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang otentik. Untuk itu dia meminta pejabat yang hadir tidak egois tapi merespon cepat dan segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan aksi konkret.

” Kami berdua pak Wako ingin setiap  kebijakan dari buah pikiran ini ado manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Diapun mengakui bahwa untuk membuat Sumsel menjadi provinsi yang maju diperlukan sinkronisasi yang baik antara Pemprov dengan seluruh Kabupaten dan Kota. Meski ia seorang gubernur  tidak mungkin  bisa bekerja sendiri-sendiri tapi harus bekerja secara komperhensif. Untuk itulah ia meyakini potensi 17 kab/ kota akan menjadi kekuatan yang luar biasa bagi Sumsel.

Untuk itu pula melalui silaturahmi ini Gubernur Sumsel itu mengajak agar semua pihak mengawali kerjasama gerakan dengan transparan.

“Saya senang pak wali nyampeke keluhannyo. Tapi bukan itu bae, kadang ado permasalahan yang idak tampak. Makanya tadi saya datang ke peresmian RPH. Ini khusus kareno aku ado misi disini soalnyo selamo ini kito makan-makan bae daging. Tapi dak tau apo sudah dipotong dengan syari atau belum. Nah ini penting,” jelas pria yang akrab disapa Deru tersebut.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga menanggapi keluhan Walikota Palembang terkait banjir, kemacetan dan rencana penataan Sungai Sekanak yang akan menjadi salah satu destinasi wisata di Palembang.

“Soal banjir kito lah tau galo. Kalo hujan lebih dari 3 jam Palembang pasti stuck. Ini balek lagi soal kesadaran masyarakat dan ini harus terus kito edukasi. Nah disinilah peran ulama mereka bisa membantu kita mengajak masyarakat terutama yang di pinggir sungai tidak buang sampah sembarangan. Kita butuh sekali dengan ulama ini karena nasihat mereka banyak didengar” ujarnya.

 

Moment sambang Kota ini lanjut Herman Deru juga diharapkan menjadi titik awal penyamaan persepsi antara Pemprov dan pemkot. Untuk itu diapun berencana melakukan sambang lainya ke kabupaten dan kota secara berkelanjutan untuk Sumsel yang lebih kuat. Hal ini penting dilakukan terutama untuk menekan angka kemiskinan Sumsel yang masih di atas nasional, yakni 12,80%.

Sementara itu Walikota Palembang Harnojoyo mdalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah poin keluhannya. Selain banjir ia juga banyak membahas soal kemacetan di Palembang dan upaya Pemkot meningkatkan PAD.

“Seneng nian aku diundang Pak Gubernur. Walaupun informasinyo baru pagi tadi aku tetap nak datang. Ado beberapo isu di Palembang yang membutuhkan bantuan Pemprov untuk penyelesaiannyo. Nah jadi nian untuk disampeke,” ujarnya.

Dikatakan Harnojoyo, masalah utama di Palembang yang perlu mendapat perhatian adalah genangan air pasca pembangunan LRT yang harus dikebut. Sehingga ada beberapa parit jadi menyempit dan menyebabkan kantung banjir baru di beberapa titik dalam kota seperti di Jalan Jendral Sudirman dan Tengkuruk.

Kemudian yang kedua adalah masalah DAS Sungai Bendung yang sudah diuoayakan dengan pompanisasi mencapai 36.000 liter /detik. Serta kemacetan yang mulai terurai dengan dibukanya Jembatan Musi IV.

” Nanti ada Musi III, dan rencana membuat destinasi dari Sungai Sekanak ke Sungai Lambidaroh. Ini membutuhkan dana Rp245 miliar. Saat ini kanan kiri sungai 7 meter sudah kita bebaskan. Tanpa bantian Gubernur dan Pemprov ini past sulit. Makanya untung sekali ada moment ini, kami bisa minta bantuan dan dukungan,” ujar Harnojoyo.[**]

Penulis : As

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asa Walkot Saat Paparan dengan BBPJN V Kementrian PUPR Terkait Pembangunan Infrastruktur di Palembang  

    Asa Walkot Saat Paparan dengan BBPJN V Kementrian PUPR Terkait Pembangunan Infrastruktur di Palembang  

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.238
    • 0Komentar

    MELALUI kegiatan paparan bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Walikota Palembang, H. Harnojoyo sampaikan bahwa saat ini berbagai usulan telah disampaikan oleh Pemerintah kota Palembang kepada Kementerian dalam pembangunan kota Palembang 2020-2021. “Jadi ada beberapa proyek strategis yang sudah kita usulkan kepada Kementerian, yang pertama yaitu terkait […]

  • Wawako Palembang Dorong Pelaku Usaha Pasang Sertifikat & Stiker POSS HA

    Wawako Palembang Dorong Pelaku Usaha Pasang Sertifikat & Stiker POSS HA

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    GUNA memastikan makanan aman dan layak makan, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mendorong pelaku usaha untuk memasang sertifikat dan stikerisasi Olahan Siap Saji Higienis dan Aman (POSS HA). “Stikerisasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi konsumen. Sehingga dengan stiker ini dapat menjaga higienitas makanan yang dijual oleh pelaku usaha. Melalui kegiatan ini kita terus […]

  • Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Prov. Sumsel Terkait ISPA

    Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Prov. Sumsel Terkait ISPA

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.519
    • 0Komentar

    Kabut asap sangat rentan bagi anak- anak di bawah umur lima tahun sangat berbahaya, terutama anak-anak yang sebelumnya telah terjangkit penyakit sesak napas, ganguan paru-paru.

  • Usai Asian Games, 2 Daerah Ini akan Dilibatkan Pemprov.Sumsel untuk Pengelolaan LRT

    Usai Asian Games, 2 Daerah Ini akan Dilibatkan Pemprov.Sumsel untuk Pengelolaan LRT

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    Pertama tim inventarisasi aset, tim bisnis plan, tim kelembagaan, dan tim intergrasi antar moda transportasi.

  • Lima Sekolah Percontohan Buka Penerimaan Siswa Lebih Awal

    Lima Sekolah Percontohan Buka Penerimaan Siswa Lebih Awal

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    PENERIMAAN Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri di Kota Palembang sudah dibuka dan ada lima sekolah percontohan lebih awal menerima siswa baru. Di tahun ini, ada 5 sekolah percontohan yang membuka pendaftaran terlebih dahulu. Kelima sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1, SMPN 8, SMPN 9, SMPN 10 dan SMPN 15 Palembang. Kepala Dinas Pendidikan […]

  • Agar Ekosistem & Biota Tetap Hidup, Muba Berencana Gunakan Bio Cleaner

    Agar Ekosistem & Biota Tetap Hidup, Muba Berencana Gunakan Bio Cleaner

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    PERSOALAN ekosistem dan biota sungai menjadi konsen Pemerintah Kabupaten Muba, oleh sebab itu Muba gencar menjaga sungai dari  pencemaran lingkungan. Berkaitan dengan masalah itu Muba berencana menerapkan sistem bio cleaner untuk diterapkan di Muba. Bio Cleaner ini semacam sistem memperbaiki air sungai yang rusak yang menyebabkan biota sungai sebagai supply makanan bagi ikan yang hilang di sungai akibat limbah […]

expand_less
WordPress Archive Bookup Book Store Elementor Template Kit Bookworm – Bookstore & Bookshop WooCommerce Theme Boom – Single Product Shopify Theme BoomBox – Viral Magazine WordPress Theme Boomi – Environment & Ecology WordPress Theme Boos – Business Elementor Template Kit Boosin – Book Store WordPress Theme Boosted Elements – Page Builder Add-on for Elementor Booster - Digital Marketing Elementor Template Kit Booster Plus for WooCommerce