Digital Ekonomi

Luar Biasa, Setahun, Muba Punya 15 Inovasi Pelayanan Publik

Humas Muba

MEMANG benar kata orang tua, kerja itu harus diam dan gak perlu banyak omong, jika banyak ngomong tapi hasilnya belum memenuhi harapan, pasti akan malu-maluin, jika kerja dengan penuh ikhlas dan fokus pasti hasilnya sangat memuaskan, setelah itu baru hasil kerjaannya dibuktikan, Nah itu baru bener, he..he becanda.

Seperti dilakukan Musi Banyuasi [Muba], diam-diam, ternyata kabupaten ini belum satu tahun sudah memiliki 15 inovasi pelayanan publik, bahkan katanya menjadi sorotan publik dan Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Sumsel, apa bener ?

Begini keterangan Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi saat menghadiri Sharing Knowledge Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dan Penandatanganan Dukungan Kepala Daerah Tentang One Agency One Inovation di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten/Kota Tahun 2019 se-Sumsel di Griya Agung, Kamis (24/10/2019).

“Jadi, Pemkab Muba melalui Perangkat Daerah masing-masing jauh dari sebelum penandatanganan ini sudah menciptakan 15 pelayanan publik yang memberikan kontribusi positif untuk warga Muba khususnya,” ungkap Sekda.

Inovasi-inovasi pelayanan publik tersebut sudah tersebar di masing-masing OPD, yakni diantaranya RSUD Sekayu yang mempunyai Sih Larajaket (Layanan Rawat Jalan Tanpa Kertas), Saroale (Sistem Pendaftaran Online Whatsapp dan Telegram, Gemulai Merindu (Gerakan Mutu Layanan Mengetahui Riwayat Diabetes Militus Terpadu), Perkadima (Perawatan Luka di Rumah), Layanan Si Debat (Sistem Delivery Obat).

Kemudian, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada inovasi Berseni (Belajar Seni untuk Memajukan Seni dan Budaya Daerah), DPMPTSP: Saji-Muba (Siap Antar Jemput Izin-Mudah dan Berbantuan), Si Pissat (Sistem Informasi Pelayanan SP2D Satu Jam Tuntas), Dinas Kependudukan Catatan Sipil: SIDAK (Sistem Data Administrasi Kependudukan) pelayanan untuk kroscek data administrasi kependudukan, Bagian Penyelesaian Batas Setda Muba: Bawildes (Pelayanan terhadap masyarakat dalam mengatasi konflik batas desa/kelurahan dan Kecamatan).

Selain itu, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan: Pengintegrasian Arsip Statis Berbasis Digital, Dinas Perikanan: Sukaresaan (Inventarisasi Data Usaha Perikanan dan Pembinaan Usaha Berkelanjutan), BKPSDM Si Kupek Muba Sistem Informasi Keunggulan Kepegawaian Muba.

“Selanjutnya, ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa: Klinik Jaguk Jasa Layanan Aset, Giat Usaha Desa dan Keuangan, dan Dinas Perhubungan: Si Randik Sistem Informasi Manajemen Pengujian Kendaraan Bermotor,” ungkapnya, wah…banyak kali.

Lanjut Apriyadi, inovasi ini akan terus digencarkan di setiap OPD. “Jadi, bagi OPD yang belum punya inovasi pelayanan publik akan terus di support untuk menciptakan pelayanan publik. Khusus di Muba tidak hanya menciptakan inovasi pelayanan publik tapi inovasi tersebut harus terus berjalan dan berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru terus mensupport Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumsel untuk menggencarkan OPD melakukan terobosan inovasi di bidang pelayanan publik. “Terus dikembangkan dan dipertahankan. Ini demi kepentingan masyarakat di daerah masing-masing,” pungkasnya.[**]

Gak sia-siakan, jika sudah ada hasilnya dan dapat dibuktikan ke publik..!! [**]

 

Penulis : one

 

 

Comments

Terpopuler

To Top