Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Rumah Idaman Wartawan, Dari Deadline ke Dinding Sendiri

Rumah Idaman Wartawan, Dari Deadline ke Dinding Sendiri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
  • visibility 760
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Sudah terlalu lama wartawan hidup di bawah bayang-bayang berita orang lain. Hari ini meliput pejabat yang punya rumah mewah dengan tujuh kamar dan kolam renang berbentuk kepala naga. Besoknya wawancara artis yang baru beli vila di Puncak, lengkap dengan gazebo dan kucing Persia. Tapi begitu pulang kerja? Mereka tidur di kos-kosan selebar papan ketik, kamar mandi luar, dan jendela yang langsung menghadap… tembok tetangga.

Itu pun kalau nggak disuruh pindah karena kontrakan mau direnovasi, atau karena pemilik rumah tiba-tiba pengin “menempati sendiri”, istilah halus dari “udah capek kamu nunggak terus”.

Lalu datanglah kabar seperti oase di padang pasir yang panas -panas karena deadline dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. Dalam sebuah acara yang judulnya panjang banget (kayak judul skripsi) Sosialisasi Program Akselerasi Kepemilikan Rumah bagi Karyawan Industri Media, Nezar datang membawa kabar baik Pemerintah lewat program FLPP, siap menyediakan 1.000 unit rumah buat para pekerja media. wartawan, editor, kameramen, penyiar, bahkan yang bagian jaga ruang editing juga boleh daftar. Asal kerja di media, masuk.

Kalau kamu pernah nulis berita, ngedit artikel, atau ngangkat tripod sambil dikejar deadline, selamat! Kamu masuk kategori manusia yang berhak dapat atap dan dinding sendiri.

Nezar tahu betul, di tengah kehidupan keras pekerja media yang tiap hari dicekokin isu korupsi, krisis ekonomi, sampai rebutan stasiun TV digital, mereka juga manusia. Mereka butuh rumah, bukan cuma ruang redaksi.

“Banyak dari mereka yang selama ini hidup di kos-kosan sempit, ngontrak dari gang ke gang. Mimpi punya rumah sendiri kayak mimpi mau wawancara presiden bisa, tapi perlu mukjizat,” ucap Nezar, dengan gaya blak-blakan tapi bersahaja.

Dan tentu saja, ada yang nyinyir. “Lho, ini rumah gratis buat wartawan? Wah, jangan-jangan ada udang di balik karpet!” Tuduhan pun berseliweran, seolah-olah rumah ini adalah strategi sunyi alias  cara halus [tanda kutip] untuk meredam “kritik dari insan media”.

Tapi Nezar langsung pasang badan. “Nggak ada itu cerita. Ini bukan rumah penghapus idealisme. Ini cuma rumah buat ngasih napas. Biar teman-teman media nggak lagi mikirin bayar kontrakan sambil nulis berita soal harga rumah yang makin absurd.”

Bayangkan pagi hari, seorang wartawan bangun dari ranjangnya yang bukan pinjaman. Bukan dari kasur busa empuk karena terpaksa (karena lantainya dingin banget). Tapi dari kasur sendiri, di rumah sendiri, di kamar sendiri. Ada meja kerja, ada rak buku (yang isinya belum tentu dibaca), dan dapur kecil buat bikin kopi sambil ngedit naskah.

Nggak perlu lagi sibuk mikirin, “Kalau bulan depan kontrakan naik, gue pindah ke mana?” atau “Kalau listrik mati, itu tanggung jawab siapa?” Kini ada kepastian. Rumah FLPP ini bikin para jurnalis bisa fokus ke liputan, bukan ngitung sisa uang sewa.

Dan jangan bayangkan rumahnya kayak rumah pinjaman zaman dulu. Ini rumah beneran. Bisa KPR, cicilan ringan, subsidi pemerintah. Udah gitu, kalau peminatnya banyak, bisa ditambah kuotanya. Tinggal minta ke Menteri Perumahan. Nggak perlu pakai demo atau tulis petisi.

Nezar juga mengajak asosiasi media, dari TV sampai radio, dari cetak sampai digital, buat bantu menyebarkan kabar baik ini. Bahkan, perusahaan media didorong supaya bisa masukkan ini jadi bagian dari program kesejahteraan karyawan. Jangan cuma kasih penghargaan jurnalis terbaik, kasih juga kesempatan punya rumah.

Bayangkan sebuah media yang bukan cuma punya rubrik properti, tapi juga bantu karyawannya punya properti. Indah, bukan?

Wartawan bukan cuma tukang ketik berita. Mereka penutur zaman, penyalur keresahan publik, dan kadang juga tempat curhat warga yang WA tengah malam soal jalan rusak. Tapi mereka juga manusia. Butuh ruang untuk rehat. Butuh dapur yang bukan kompor portable, kamar mandi yang nggak numpang, dan atap yang bisa dibilang, “Ini rumah gue.”

Program FLPP ini bukan hadiah. Tapi jalan. Jalan agar para pekerja media tak lagi jadi peliput kehidupan orang lain tanpa bisa membangun hidupnya sendiri. Jalan agar mereka bisa punya tempat pulang, setelah bertahun-tahun pulang ke tempat yang numpang.

Karena pada akhirnya, setiap orang berhak punya rumah. Termasuk mereka yang selama ini cuma punya tempat buat mengetik tapi belum punya tempat untuk istirahat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Palembang Mampu Tekan Volume Sampah di Anak Sungai Musi

    Palembang Mampu Tekan Volume Sampah di Anak Sungai Musi

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    Pemkot Palembang akan memulai lelang ini sekitar April-Mei 2018.

  • Menpora Saksikan Pemberian Hadiah Rumah  di Lokasi Elite, Untuk  Greysia Polii-Apriyani Peraih Emas Olimpiade

    Menpora Saksikan Pemberian Hadiah Rumah di Lokasi Elite, Untuk Greysia Polii-Apriyani Peraih Emas Olimpiade

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, bersama Ketum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Agung Firman Sampurna dan Direktur Utama Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Nono Sampono, menyaksikan peraih medali emas ganda putri bulutangkis Indonesia pada Olimpiade Tokyo, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Coach Eng Hian, menerima hadiah rumah dari pengembang Agung Sedayu […]

  • Perkiraan Cuaca Sepekan

    Perkiraan Cuaca Sepekan

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.117
    • 0Komentar

    HASIL analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia. Selain itu, […]

  • Tampung 40 Ribu Meter Kubik Air, Embung Konservasi Solusi Atasi Banjir di OKI

    Tampung 40 Ribu Meter Kubik Air, Embung Konservasi Solusi Atasi Banjir di OKI

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.500
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII membangun dan menyulap lahan rawa seluas 3 hektare jadi embung Konservasi untuk Mencegah Banjir dan Kekeringan. Embung seluas 3 Hektare tersebut mampu menampung debit air mencapai 40 ribu meter kubik. Pembangunan embung yang dimulai sejak tahun 2019 itu dapat digunakan untuk mengatur dan […]

  • Wow, Ini Tarif Spesial di Lapas Sukamiskin Sebut KPK

    Wow, Ini Tarif Spesial di Lapas Sukamiskin Sebut KPK

    • calendar_month Minggu, 22 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Komisi Pemberantas Komisi (KPK) menyebutkan bahwa untuk mendapatkan fasilitas mewah (Tarif Spesial) di Lapas Sukamiskin, Bandung, Narapidana membayar Rp200 Juta-Rp500 juta. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengungkapkan saat ini KPK masih meneliti. “Ya, itu salah satu yang sedang kami teliti berapa seseorang itu membayar. Dari informasi awal ada rentangnya, sekitar Rp200-500 […]

  • Butuh Kearifan Lokal Tangkal Teroris & Radikalisme

    Butuh Kearifan Lokal Tangkal Teroris & Radikalisme

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.110
    • 0Komentar

    DIREKTUR Pencegahan BNPT yang diwakili Kasubdit Teknologi Informasi, AKBP Astuti Idris mengatakan terorisme adalah tindak kejahatan luar biasa, terorisme bukan hanya merusak stabilitas negara namun juga sistem ekonomi dan lainnya. Menurutnya pelaku teroris tidak hanya membunuh manusia yang tidak berdosa, namun menghadirkan ketakutan bagi semua manusia. “Maka itu mari kita bersama-sama untuk mencegah terorisme begitu juga […]

expand_less
WordPress Archive Timex – Creative Template For Coming Soon Page Tinja – Gaming & eSports Elementor WordPress Theme Tipsy – Liquor Store & Wine Shop WordPress Theme Titan | Photography WordPress Tiva Events Calendar For WordPress Tiva Testimonials Slider For WordPress Tiva Timetable For WordPress Tmexco – Digital Marketplace WooCommerce Theme TMfeed – WordPress Embeddable Post Widgets For Elementor TMusers – bbPress Forum Member Directory For Elementor