Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Membangun Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Millenial

Membangun Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Millenial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 10 Des 2022
  • visibility 2.149
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berbicara tentang moderasi beragama di Indonesia tidak lepas dari sejarah Panjang para Founding Father mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena kemajemukan bangsa sudah tercipta bahkan sebelum negara Indonesia lahir pada tanggal 17 Agustus 1945. Ini terbukti dari tercetus nya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu berkumpullah seluruh pemuda dari wilayah yang ada di Nusantara. Sejarah mencatat bahwa konferensi itu Sumpah Pemuda ini lahir dari sebuah Kongres Pemuda Kedua yang digagas Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan organisasi berisi kumpulan pelajar dari seluruh Indonesia. Para wakil organisasi kepemudaan ikut hadir dalam kongres itu. Mereka adalah Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, dan Jong Ambon. Meski pada kongres tersebut tidak membahas tentang agama, namun dari wilayah masing masing perwakilan sedikit banyak menggambarkan perbedaan agama mereka, karena sebagaimana kita ketahui bahwa daerah tertentu di Indonesia memiliki agama mayoritas yang di peluk oleh masyarakatnya. Jong Batak misalnya, mayoritas agama yang di peluk adalah Kristen, begitu pula dengan Jong Ambon. Sedangkan Jong Java, Jong Sumatranen dan Jong Islamieten mayoritas agama yang di peluk adalah Islam. Hal ini membuktikan bahwa sejak dulu semangat toleransi dan moderasi beragama sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia, khususnya para pemuda. Pun demikian yang dilakukan para Founding Father kita dalam memandang kemajemukan khususnya dalam keyakinan umat beragama di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara adalah cerminan dari keanekaragaman tsb. Awalnya Pancasila yang kita kenal saat ini berasal dari hasil kesepakatan para Founding Father dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945, yang butir butir nya adalah sebagai berikut :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
  2. Kemanusiaan yang adil dan
  3. Persatuan
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Apabila kita bandingkan dengan Pancasila saat ini ada sedikit perubahan pada butir sila Pertama, yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa . Perubahan tersebut terjadi dalam sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada sidang tanggal 18 Agustus 1945. Meski pembahasannya tidak semudah yang kita bayangkan akan tetapi secara sepakat Pancasila di tetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia dan menjadi ideologi bangsa pada tanggal 18 Agustus 1945, dengan butir butir sila sebagai berikut :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indoensia
  4. Kerakyatan yang di pimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawatah Perwakilam
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Hal ini membuktikan bahwa sejak lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia telah melaksanakan nilai nilai dalam hal menjunjung tinggi kemajemukan khususnya kemajemukan agama yang di yakini oleh seluruh rakyat Indonesia. Rasa saling menghormati dan menghargai antar pemeluk umat beragama, saling toleransi dan kerjasama dalam membangun bangsa adalah nilai nilai luhur yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Nilai nilai ini adalah sebuah proses dari pemahaman moderasi umat beragama di Indonesia. Namun dalam perjalanan nya di usia 77 tahun Negara Indonesia pada tahun 2022 ini tentu mengalami banyak pergeseran dan perubahan nilai nilai yang di yakini tersebut. Pengaruh kemajuan zaman dan perkembangan teknologi pada akhirnya akan mewarnai budaya masyarakat Indonesia khususnya generasi muda. Tidak bisa di pungkiri bagaimana pengaruh arus globalisasi memberi perubahan akan pola pikir dan perilaku khususnya generasi muda bangsa. Pertukaran budaya menjadi sebuah niscaya dan tentu saja ini akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap nilai nilai global yang belum tentu selaras dengan budaya luhur bangsa.

Dinamika ini harus menjadi perhatian kita bersama khususnya Pemerintah dan Masyakarat. Banyak aliran ideologi yang berusaha masuk dan berkembang di Indonesia, misalnya ideologi liberal dan komunis, atau paham paham yang menekankan pada kekerasan atau ekstremisme.

Generasi muda yang kita kenal saat ini adalah generasi milenial, artinya generasi yang sudah sangat mengenal teknologi digital. Dari bangun tidur sampai tidur lagi seluruh aktifitas tidak akan lepas dari teknologi digital tersebut Dari mencari dan mendapatkan informasi, bermain dan belajar, bahkan belanja dan semua hiburan menggunakan semua aplikasi yang berbasis tenologi digital. Hal ini akan membawa perubahan tidak saja dalam perilaku, tapi yang lebih penting adalah perubahan pola pikir atau mindset mereka. Budaya luar akan mudah masuk kehidupan mereka sehari hari, berbagai aliran pun akan mudah mereka temukan dalam genggaman tangan mereka. Ini tentu saja akan lebih sulit bagi orang tua dalam melakukan pengawasan. Oleh karena nya peranan Pemerintah sangat di perlukan dalam hal ini, termasuk di dalamnya peran tenaga pendidik dan peran Sekolah dan Perguruan Tinggi. Pemerintah bertugas mengawasi dan mengontol aktivitas digital terutama terkait dengan konten konten pornograpi dan pornokasi, juga mengontrol aliran aliran ekstrisme yang ada di masyarakat baik itu dalam media massa maupun media sosial.

Para tenaga pendidik selalu berupaya menanamkan nilai nilai luhur bangsa dalam setiap kegiatan belajar mengajar yang di lakukan, juga memberikan contoh yang baik sebagai role model bagi siswanya. Sekolah dan Perguruan Tinggi membantu pemerintah dengan merumuskan kurikulum yang bermanfaaat dalam pembentukan dan pengembangan karakter di sekolah dan Perguruan Tinggi. Bagi sekolah sekolah yang berbasis keagamaan tanamkan karakter kuat dalam penerapan nilai nilai agama yang nanti nya akan sangat bermanfaat dalam membentuk kepribadian sehingga menjadi budaya bangsa. Penanaman toleransi dan moderasi beragama sejak dini akan membentuk pola pikir (mindset) generasi muda di masa yang akan datang, karena mereka lah yang akan menentukan nasib bangsa dan negara ke depannya. Mari bersama kita wujudkan negara Indonesia yang adil dan makmur dengan mempersiapkan generasi muda sebagai penerus bangsa yang kuat dan tangguh dan mampu menghadapi segala tantangan dengan ilmu dan iman dan pemahaman pentingnya menjalankan toleransi dan moderasi di dalam kehidupan mereka sehari hari.

Penulis :Deany Afriany, S,IP, M.Si

Dosen Prodi Ilmu Politik

FISIP UIN Raden Fatah Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PB PGRI Apresiasi Bupati Muba

    PB PGRI Apresiasi Bupati Muba

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    SEJAK dua tahun belakangan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru di Kabupaten Muba menjadi program prioritas Bupati Muba Dr (Cand) H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Meski belum terealisasi dengan merata, namun hingga saat ini Kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut terus gencar menjalankan program Pemerintahan yang pro kesejahteraan guru. Alhasil, dari program-program pro kesejahteraan guru […]

  • Bagikan 139 Ribu Sertifikat Tanah Untuk Warga Sumsel

    Bagikan 139 Ribu Sertifikat Tanah Untuk Warga Sumsel

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menyerahkan139 ribu persil sertifikat hak milik bidang tanah yang masuk dalam Program Nasional Agraria (Prona) Tahun 2020 yang tersebar di 17 Kabupaten/kota di Sumsel. Penyerahan sertifikat tanah tersebut dilakukan oleh Herman Deru secara simbolis disela-sela  Penyerahan Sertifikat Untuk Rakyat Oleh Presiden Jokowi Secara Virtual, bertempat di Auditorium Graha Bina Praja […]

  • CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA: Cinta Tumis di Balik Dandang – Resep Tumis Bunga Pepaya ala Manado

    CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA: Cinta Tumis di Balik Dandang – Resep Tumis Bunga Pepaya ala Manado

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.160
    • 0Komentar

    BICIK Moya,  perawan muda berumur 20 tahun asal Palembang yang tinggal di RT8 Lorong Suka Sama Suka ini, hobinya di dapur, bahkan jiwanya seperti mak-mak Ilir-Ulu yang lidahnya sudah lulus S3 rasa”. Meski lidah Bicik Moya yang baru dua dasawarsa lewat dikit itu tumbuh besar di tempoyak dan pindang, tapi hatinya selebar tampah dihajatan dan […]

  • Polresta Palembang Jaring Puluhan Pasangan Tak Resmi Di Bulan Ramadhan

    Polresta Palembang Jaring Puluhan Pasangan Tak Resmi Di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 997
    • 0Komentar

    UNIT Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Sat Sabhara Polrestabes Palembang mengamankan belasan muda-mudi pasangan tak resmi dan tak memiliki identitas berupa KTP pada Rabu (6/5/2020) malam. Sebanyak 17 muda-mudi diamankan dari sejumlah tempat penginapan di Palembang. Kasat Sabhara Polrestabes Palembang, AKBP Sonny Triyanto mengatakan, operasi cipta kondisi (cipkon) di bulan Ramadan ini merupakan rangkaian kegiatan patroli […]

  • Tekan Potensi Karhutbunlah, Perbanyak Embung 

    Tekan Potensi Karhutbunlah, Perbanyak Embung 

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    MESKI di tengah wabah COVID-19 namun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah komando Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP tak lengah untuk mengantisipasi penyebaran potensi hot spot dan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunlah). Betapa tidak, di tahun 2016 dan 2017 karhutlah menurun drastis, yakni 420 […]

  • Xoxoday Bermitra dengan Workato untuk Ubah Penghargaan dan Pengakuan

    Xoxoday Bermitra dengan Workato untuk Ubah Penghargaan dan Pengakuan

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.000
    • 0Komentar

      SINGAPURA –  Xoxoday, platform hadiah dan insentif terkemuka, hari ini mengumumkan kemitraan strategis baru dengan Workato, platform otomatisasi dan integrasi perusahaan terkemuka. Kemitraan ini akan memungkinkan Xoxoday untuk membuat program penghargaan dan pengakuan karyawan dan pelanggan otomatis yang sangat dipersonalisasi untuk kliennya.   Platform Xoxoday menyediakan berbagai solusi keterlibatan karyawan dan pelanggan, termasuk program […]

expand_less
WordPress Archive Browcraft – Microblading & Eyebrow Beauty Salon WordPress Theme Brutal | Creative Agency & Advertising Service Elementor Template Kit Bryan – Resume WordPress Theme BS GMaps PRO – Google Map Widget for Elementor BS Input – Social Login and Register Popup With Shortcode & Site Locker Btext – Creative Portfolio & Digital Agency WordPress Elementor Theme Btourq – WordPress News Magazine Theme Bubup — Kids Store & Baby Shop Elementor Template Kit BUCKET A Digital Magazine Style WordPress Theme Budapest – Minimal Multi-Purpose Portfolio WordPress Theme