Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Membangun Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Millenial

Membangun Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Millenial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 10 Des 2022
  • visibility 2.142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berbicara tentang moderasi beragama di Indonesia tidak lepas dari sejarah Panjang para Founding Father mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena kemajemukan bangsa sudah tercipta bahkan sebelum negara Indonesia lahir pada tanggal 17 Agustus 1945. Ini terbukti dari tercetus nya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu berkumpullah seluruh pemuda dari wilayah yang ada di Nusantara. Sejarah mencatat bahwa konferensi itu Sumpah Pemuda ini lahir dari sebuah Kongres Pemuda Kedua yang digagas Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan organisasi berisi kumpulan pelajar dari seluruh Indonesia. Para wakil organisasi kepemudaan ikut hadir dalam kongres itu. Mereka adalah Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, dan Jong Ambon. Meski pada kongres tersebut tidak membahas tentang agama, namun dari wilayah masing masing perwakilan sedikit banyak menggambarkan perbedaan agama mereka, karena sebagaimana kita ketahui bahwa daerah tertentu di Indonesia memiliki agama mayoritas yang di peluk oleh masyarakatnya. Jong Batak misalnya, mayoritas agama yang di peluk adalah Kristen, begitu pula dengan Jong Ambon. Sedangkan Jong Java, Jong Sumatranen dan Jong Islamieten mayoritas agama yang di peluk adalah Islam. Hal ini membuktikan bahwa sejak dulu semangat toleransi dan moderasi beragama sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia, khususnya para pemuda. Pun demikian yang dilakukan para Founding Father kita dalam memandang kemajemukan khususnya dalam keyakinan umat beragama di Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara adalah cerminan dari keanekaragaman tsb. Awalnya Pancasila yang kita kenal saat ini berasal dari hasil kesepakatan para Founding Father dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945, yang butir butir nya adalah sebagai berikut :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi
  2. Kemanusiaan yang adil dan
  3. Persatuan
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Apabila kita bandingkan dengan Pancasila saat ini ada sedikit perubahan pada butir sila Pertama, yaitu : Ketuhanan Yang Maha Esa . Perubahan tersebut terjadi dalam sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada sidang tanggal 18 Agustus 1945. Meski pembahasannya tidak semudah yang kita bayangkan akan tetapi secara sepakat Pancasila di tetapkan sebagai dasar negara Republik Indonesia dan menjadi ideologi bangsa pada tanggal 18 Agustus 1945, dengan butir butir sila sebagai berikut :

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indoensia
  4. Kerakyatan yang di pimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawatah Perwakilam
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Hal ini membuktikan bahwa sejak lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia telah melaksanakan nilai nilai dalam hal menjunjung tinggi kemajemukan khususnya kemajemukan agama yang di yakini oleh seluruh rakyat Indonesia. Rasa saling menghormati dan menghargai antar pemeluk umat beragama, saling toleransi dan kerjasama dalam membangun bangsa adalah nilai nilai luhur yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Nilai nilai ini adalah sebuah proses dari pemahaman moderasi umat beragama di Indonesia. Namun dalam perjalanan nya di usia 77 tahun Negara Indonesia pada tahun 2022 ini tentu mengalami banyak pergeseran dan perubahan nilai nilai yang di yakini tersebut. Pengaruh kemajuan zaman dan perkembangan teknologi pada akhirnya akan mewarnai budaya masyarakat Indonesia khususnya generasi muda. Tidak bisa di pungkiri bagaimana pengaruh arus globalisasi memberi perubahan akan pola pikir dan perilaku khususnya generasi muda bangsa. Pertukaran budaya menjadi sebuah niscaya dan tentu saja ini akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap nilai nilai global yang belum tentu selaras dengan budaya luhur bangsa.

Dinamika ini harus menjadi perhatian kita bersama khususnya Pemerintah dan Masyakarat. Banyak aliran ideologi yang berusaha masuk dan berkembang di Indonesia, misalnya ideologi liberal dan komunis, atau paham paham yang menekankan pada kekerasan atau ekstremisme.

Generasi muda yang kita kenal saat ini adalah generasi milenial, artinya generasi yang sudah sangat mengenal teknologi digital. Dari bangun tidur sampai tidur lagi seluruh aktifitas tidak akan lepas dari teknologi digital tersebut Dari mencari dan mendapatkan informasi, bermain dan belajar, bahkan belanja dan semua hiburan menggunakan semua aplikasi yang berbasis tenologi digital. Hal ini akan membawa perubahan tidak saja dalam perilaku, tapi yang lebih penting adalah perubahan pola pikir atau mindset mereka. Budaya luar akan mudah masuk kehidupan mereka sehari hari, berbagai aliran pun akan mudah mereka temukan dalam genggaman tangan mereka. Ini tentu saja akan lebih sulit bagi orang tua dalam melakukan pengawasan. Oleh karena nya peranan Pemerintah sangat di perlukan dalam hal ini, termasuk di dalamnya peran tenaga pendidik dan peran Sekolah dan Perguruan Tinggi. Pemerintah bertugas mengawasi dan mengontol aktivitas digital terutama terkait dengan konten konten pornograpi dan pornokasi, juga mengontrol aliran aliran ekstrisme yang ada di masyarakat baik itu dalam media massa maupun media sosial.

Para tenaga pendidik selalu berupaya menanamkan nilai nilai luhur bangsa dalam setiap kegiatan belajar mengajar yang di lakukan, juga memberikan contoh yang baik sebagai role model bagi siswanya. Sekolah dan Perguruan Tinggi membantu pemerintah dengan merumuskan kurikulum yang bermanfaaat dalam pembentukan dan pengembangan karakter di sekolah dan Perguruan Tinggi. Bagi sekolah sekolah yang berbasis keagamaan tanamkan karakter kuat dalam penerapan nilai nilai agama yang nanti nya akan sangat bermanfaat dalam membentuk kepribadian sehingga menjadi budaya bangsa. Penanaman toleransi dan moderasi beragama sejak dini akan membentuk pola pikir (mindset) generasi muda di masa yang akan datang, karena mereka lah yang akan menentukan nasib bangsa dan negara ke depannya. Mari bersama kita wujudkan negara Indonesia yang adil dan makmur dengan mempersiapkan generasi muda sebagai penerus bangsa yang kuat dan tangguh dan mampu menghadapi segala tantangan dengan ilmu dan iman dan pemahaman pentingnya menjalankan toleransi dan moderasi di dalam kehidupan mereka sehari hari.

Penulis :Deany Afriany, S,IP, M.Si

Dosen Prodi Ilmu Politik

FISIP UIN Raden Fatah Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencegah Kebocoran Pajak Reklame

    Mencegah Kebocoran Pajak Reklame

    • calendar_month Rabu, 27 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.400
    • 0Komentar

    PADA 2019 ini Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang tengah gesit-gesitnya menarik pajak reklame, kini, komitmen itu pun dibuktikan Palembang dengan melakukan penyisiran dibeberapa titik yang berpotensi mengalami kebocoran terkait penerimaan pajak reklame. Bahkan tak tanggung-tanggung bukti nyata agar pendapatan asli daerah meningkat dari sektor pajak reklame, gebrakan awal di tahun ini Pemkot Palembang melakukan kerjasama pendampingan dengan […]

  • Kunjungi Muba, DPRD Rejang Lebong Ingin Adopsi Perda Ini

    Kunjungi Muba, DPRD Rejang Lebong Ingin Adopsi Perda Ini

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    DPRD Rejang Lebong Bengkulu tertarik belajar Perda Nomor 16 Tahun 2020 terkait penangangan Covid-19 Kabupaten Muba. Peraturan Daerah Musi Banyuasin Nomor 16 Tahun 2020 itu isinya tentang Pelaksanaan pola hidup masyarakat yang sehat, disiplin dan produktif di era kebiasaan baru Corona Virus Disease 2019. Ketertarikan pihak luar atas isi Perda ini terungkap saat Pokja I […]

  • HUT TNI ke-73, Pangdam II/Sriwijaya Ajak Doakan Korban Gempa –Tsunami Sulteng

    HUT TNI ke-73, Pangdam II/Sriwijaya Ajak Doakan Korban Gempa –Tsunami Sulteng

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Oleh : Faldy Ronaldo SUMSELTERKINI.CO.ID,PALEMBANG –  Peringatan HUT ke 73 TNI tahun 2018 di Stadion Garuda Sriwijaya (SGS) KM 9 Palembang, Jumat (5/10) berlangsung khidmat. Upacara yang diikuti oleh pasukan TNI dipimpin langsung Inspektur Upacara Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. Hadir pula Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, […]

  • HUT TNI, Presiden Harap TNI Terus Berkolaborasi Hadapi Tantangan

    HUT TNI, Presiden Harap TNI Terus Berkolaborasi Hadapi Tantangan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

      PRESIDEN Joko Widodo berharap, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus aktif dalam membantu mengatasi berbagai tantangan yang tengah melanda tanah air saat ini. Sehingga, tantangan itu dapat segera diatasi dalam waktu yang relatif lebih cepat. “Kepada jajaran TNI yang selalu menjadi penjaga utama kedaulatan bangsa, menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan […]

  • Asa dari Festival Kuliner Palembang Mendunia

    Asa dari Festival Kuliner Palembang Mendunia

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.378
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan meski banyak kekurangan, namun berharap Festival Kuliner Palembang Mendunia menjadi agenda tahunan [Annual Event]. Hal itu disampaikannya saat menutup Festival Kuliner Palembang Mendunia di Cafe Debury Museum, Palembang, Selasa [1/10/2019]. Menurutnya kegiatan ini sangat penting, apalagi mengenalkan kuliner khas daerah, selain itu beragam perlombaan lainnya, seperti perlombaan Foto […]

  • Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    Apa Makna Dari Logo & Tagline HUT ke-74 OKI, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    HUT Kabupaten Komering Ilir [OKI] yang jatuh pada Jumat [11/10/2019] besok merupakan hari sakral bagi masyarakat OKI, dimana Kabupaten ‘Bende Seguguk’ tersebut telah berusia 74 tahun. Di usianya yang hampir satu abad ini, Pemkab OKI pun membuat branding logo dan tagline . Logo dan tagline tersebut tidak sembarang dibuat, karena memiliki filosofi dan penuh makna. Tim branding […]

expand_less
WordPress Archive Browcraft – Microblading & Eyebrow Beauty Salon WordPress Theme Brutal | Creative Agency & Advertising Service Elementor Template Kit Bryan – Resume WordPress Theme BS GMaps PRO – Google Map Widget for Elementor BS Input – Social Login and Register Popup With Shortcode & Site Locker Btext – Creative Portfolio & Digital Agency WordPress Elementor Theme Btourq – WordPress News Magazine Theme Bubup — Kids Store & Baby Shop Elementor Template Kit BUCKET A Digital Magazine Style WordPress Theme Budapest – Minimal Multi-Purpose Portfolio WordPress Theme