Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Demokrasi, Survei dan Opini Publik

Demokrasi, Survei dan Opini Publik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
  • visibility 2.120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DALAM ingatan publik khususnya di daerah, survei politik atau opini publik sangat kental dengan musim pemilihan umum baik itu pemilihan presiden, kepala daerah dan anggota legislative, keadaan ini sama seperti ingatan publik tentang iklan sirup dan sarung di TV saat menjelang bulan Ramadhan. Ini menjadi catatan kritis bagi kiprah dan peran survei politik dan opini public khususunya di daerah. Untuk itu pertanyaan yang penting adalah Bagaimana seharusnya peran survei politik atau opini public dalam iklim demokrasi dan desentralisasi?

Berbicara jauh ke belakang, tren survei dan polling dalam pemilu berawal dari Ide subtansial tentang demokrasi yaitu, bagaimana menjalankan pemerintahan berdasarkan keinginan bersama, kehendak umum atau konsensus dalam masyarakat,  yang dalam kajian politik sering  diistilahkan dengan sebutan kedaulatan rakyat. Untuk itu, dalam sebuah negara demokratis  idealnya setiap kebijakan yang diambil dan diterapkan oleh pemerintah harus sesuai dan berdasarkan kehendak umum karena secara etis memberikan legitimate kepada pemerintah dalam menjalankan kekuasaannya. Dalam diskursus politik modern kehendak umum ini dikaitkan atau lebih tepatnya disamakan dengan opini publik.Salah satu “tool” yang digunakan dalam rangka menyerap dan merekam opini publik tersebut adalah survei dan polling, yang idealnya digunakan oleh pemerintah dalam menyusun kebijakan dan partai politik dalam rangka mengagregasi atau mengakomodasi kepentingan masyarakat.

Sebagai sebuah metode ilmiah dalam merekam dan menangkap kehendak masyarakat survei opini publik masih menjadi perdebatan serius secara teoritik, misalnya kaum marxian menganggap  bahwa pikiran, sikap dan perilaku seseorang terbentuk dari posisinya dalam struktur sosial, dalam pandangan kelompok ini masyarakat terbagi menjadi dua kelas yaitu borjouis dan buruh, yang dalam relasinya borjouis selalu mendominasi buruh (proletar), relasi ini pada nantinya akan mengaburkan kepentingan subyektif/objektif masyarakat. Sehingga  persepsi masyarakat terhadap realitas sosial, ekonomi dan politik menjadi tidak genuine akibat dari bentukan struktur tersebut. Persepsi, sikap dan perilaku ini menjadi –meminjam istilah Karl Max- kesadaran palsu. Kesadaran palsu dalam diri individu ini, dalam konteks survei opini publik berakibat kepada hasil survei yang “palsu” dan pastinya meragukan karena informasi informasi yang didapatkan dari responden  bukanlah kepentingan ‘asli’ dirinya, akan tetapi telah dikaburkan oleh kelas yang mendominasi, sehingga kesimpulan yang diambil dari survei opini meragukan. Argumen ini juga didukung dengan kondisi masyarakat kita yang tidak mendapatkan pendidikan dan sosialisasi politik yang memadai, sehingga setiap individu-individu yang menjadi responden tidak memahami/menguasai isu isu secara objektif bahkan mandapatkan informasi yang menipulatif.

Secara praktik, dalam konteks Indonesia khususnya di daerah, survei opini publik dan polling lebih marak dilaksanakan dalam rangka keperluan kontestasi politik, secara spesifik lebih fokus kepada perilaku pemilih. Survei dilaksanakan sebagai salah satu cara untuk memetakan strategi pemenangan kandidat dalam kontestasi, mengukur popularitas dan elektabilitas, sedangkan opini publik terkait isu-isu mendasar dalam masyarakat seperti ketimpangan ekonomi, kebijakan pemerintah terkait kesehatan dan pendidikan tidak mendapatkan perhatian yang serius dan hanya dikemas yang pada nantinya dijadikan bahan jani janji kampanye ansich. Hal ini bisa dibuktikan dengan rilis-rilis temuan lembaga survei di tingkat lokal yang hanya menampilkan bagian popularitas dan elektabilitas.

Lebih mendasar lagi, penarikan kesimpulan  survei terkait popularitas dan elektabilitas secara khusus atau pun perilaku memilih secara umum merupakan penggabungan dari informasi informasi yang didapatkan dari responden/individu, apabila tingkat pengetahuan responden rendah terkait isu-isu politik termsuk di dalamnya siapa yang mencalonkan diri, parpol pengusung yang bertarung dalam pilkada, maka  jawaban jawaban responden dalam survei opini publik sangat rawan untuk digiring dan direkayasa.

Terfokusnya survei opini publik pada bagian popularitas dan elektabilitas merupakan implikasi pragmatis yang dibentuk oleh partai politik sebagai lembaga yang otoritatif menentukan calon kandidat kepala daerah berdasarkan capaian popularitas dan elektabilitas. Sehingga calon kandidat yang ingin diusung oleh partai harus membuktikan tingkat popularitas dan elektabilitas untuk meyakinkan parpol pengusung. Keadaan ini mengharuskan para calon kandidat untuk memakai jasa lembaga survei untuk memetakan popularitas dan elektabilitas, bahkan demi meyakinkan parpol pengusung, kandidat terkadang memesan/merekayasa instrumen survei bahkan memesan angka (persentase) popularitas dan elektabilitas kepada lembaga survei tertentu.  inilah salah satu jawaban mengapa jasa survei masih laku keras menjelang pilkada dan ini menjadi “berkah” tersendiri bagi penyedia jasa survei. Parpol pengusung juga tidak jarang memfasilitasi para calon kandidat untuk melakukan survei dengan cara merekomendasikan lembaga penyedia jasa survei dan tentu saja dengan “kesepakatan-kesepakatan” tertentu.

Survei opini publik seharusnya menjadi medium evaluasi atas kekuasaan dan kebijakan penguasa sehingga rakyat dapat mengontrol dan memberikan catatan catatan kepada penguasa, survei opini public jangan  hanya muncul dan menjamur saat momentum kontestasi politik saja. Sudah saatnya survei politik dan opini public yang “dianggap ilmiah’ dibicarakan dan dibedah di perguruan perguruan tinggi dan diformulasikan menjadi rancangan kebijakan yang tepat sasaran sehingga public need dapat terpenuhi. KarenaTidak bisa dipungkiri demokrasi di tingkatan local saat ini sedang tertatih tatih, kebijakan tidak sesuai dengan kebutuhan public dan  akses terhadap kesejahteraan semakin jauh, yang salah satu penyebabnya adalah penguasa buta atau “pura-pura” buta terhadap public need. [***]

 

Oleh : Yulion Zalpa

Direktur Eksekutif lembaga Riset Politik Mahija Institute Yogyakarta/

Kepala Laboratorium Terfadu FISIP UIN Raden Fatah Palembang

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Lama Lebaran, Posko THR Kemnaker Terima 776 Laporan, Kenapa Ya ?

    Masih Lama Lebaran, Posko THR Kemnaker Terima 776 Laporan, Kenapa Ya ?

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.725
    • 0Komentar

    POSKO Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, ada 776 laporan pembayaran THR selama kurun waktu 20 hingga 30 April 2021. Jumlah tersebut terbagi dari 484 konsultasi THR dan 292 pengaduan THR. Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 ini diantaranya adalah ritel, jasa keuangan dan perbankan, konstruksi, […]

  • Usai 3 Jam Padamkan Api, Penyaluran BBM Beroperasi Kembali

    Usai 3 Jam Padamkan Api, Penyaluran BBM Beroperasi Kembali

    • calendar_month Sabtu, 4 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.804
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta,- Gerak cepat Pertamina bekerja sama dengan Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota (Sudin Damkar) Jakarta Utara dalam penanganan api di area pipa penerimaan BBM Integrated Terminal Plumpang berhasil memadamkan api sekitar 3  jam.   Sejak ditemukannya kebocoran pipa penerimaan BBM pada pukul 19.33 WIB dan diikuti dengan terjadinya kebakaran di area pemukiman […]

  • 3 Bulan Gak  Dipake Sholat Jumat, Pengurus Masjid Sholihin Ngaku Begini, Bupati OKI Respon Ini …

    3 Bulan Gak  Dipake Sholat Jumat, Pengurus Masjid Sholihin Ngaku Begini, Bupati OKI Respon Ini …

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    PENGURUS Masjid Agung Solihin Kayuagung Ogan Komering Ilir menyambut baik kebijakan pembukaan tempat ibadah yang dimulai sejak, Kamis kemarin . Antonius Leonardo Ketua Yayasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung mengaku, kas masjid cukup terdampak ketika penyelenggaraan peribadatan dialihkan kerumah akibat Pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan tidak adanya pemasukan dari infak sedekah kotak amal yang bersumber dari […]

  • Mengintip Aktivitas Rumah Makan Gratis Untuk Kaum Dhuafa, Milik Siapa ?

    Mengintip Aktivitas Rumah Makan Gratis Untuk Kaum Dhuafa, Milik Siapa ?

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

     NABI Muhammad SAW pernah menyampaikan kepada umatnya sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad, Al-Hakim, Ath-Thobroni bahwa “Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yang memberi makan”. Begitu mulia nya posisi seseorang jika secara ikhlas dengan Ridho Allah SWT memberikan makan. DI Kota Palembang saat ini, muncul rumah makan yang menyediakan makan gratis setiap Senin – Sabtu, rumah […]

  • Ekspor Ikan Hias Sumsel Naik 21%, Jenis Botia Mendominasi 

    Ekspor Ikan Hias Sumsel Naik 21%, Jenis Botia Mendominasi 

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Jenis Ikan Botia (Chromobotia macrachantus) mendominasi ekspor  ikan hias Palembang dengan total sebanyak 596.939 ekor. Sementara sisanya jenis ikan hias lain seperti ikan Dalum, Ikan Elang, Tiger Fish, Ikan Serandang, Ikan Betutu dan lainnya, dengan negara tujuan Singapura dan Malaysia. Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM), Sugeng […]

  • Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Jemaah Haji Indonesia, Ada Skuter & Kursi Roda untuk Tawaf & Sai, Mau Tahu Sewanya !

    Mudah-mudahan Bermanfaat untuk Jemaah Haji Indonesia, Ada Skuter & Kursi Roda untuk Tawaf & Sai, Mau Tahu Sewanya !

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    Makkah (Kemenag) -, Mudah-mudah bermanfaat untuk jamaah haji Indonesia yang membutuhkannya, ada layanan sewa skuter dan kursi roda di Masjidil Haram untuk Tawaf dan atau Sai. Jemaah yang membutuhkan, bisa memanfaatkan layanan ini saat akan Tawaf dan atau Sai. Haji adalah ibadah fisik. Saat umrah misalnya, jemaah harus Tawaf dan Sai. Tawaf dilakukan dengan mengitari Kabah […]

expand_less
WordPress Archive Ruby – IT Solutions Company Elementor Template Kit RubyBuild – Building & Construction WordPress Theme Rufers – Renovation Services WordPress Theme Ruffer – Roof Construction & Repair WordPress Theme Ruger – Digital Agency and Portfolio WordPress Theme Ruki – A Captivating Personal Blog Theme Rumma – Furniture Interior Elementor Template Kit RunCrew | Running Club, Marathon & Sports WordPress Theme Runda – Creative Agency Elementor Template Kit Rush – Esports & Gaming WordPress Theme