Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Golput Dipelaksanaan Pemilu

Golput Dipelaksanaan Pemilu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
  • visibility 1.856
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAHASAN mengenai masa Demokrasi Pancasila tidak akan lengkap jika tidak membahas Golput. Menjelang pemilihan umum tahun 1977 timbul suatu gerakan di antara beberapa kelompok generasi muda, terutama mahasiswa, untuk memboikot pemilihan umum karena dianggap kurang memenuhi syarat yang diperlukan untuk melaksanakan pemilihan umum secara demokratis. Yang disebut antara lain ialah kurang adanya kebebasan- kebebasan (civil liberties) yang merupakan prasyarat bagi suatu pemilihan umum yang jujur dan adil. Untuk melaksanakan sikap ini mereka bertekad untuk tidak mengunjungi masing-masing tempat pemilihan umum (TPS). Mereka menamakan dirinya Golongan Putih atau Golput.

 

Banyak media massa kemudian mempunyai keinginan untuk mengukur pengaruh dari Golput ini atas pemilihan umum. Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa kategori pemilih resmi yang ditentukan oleh pemerintah. Di antaranya ada dua kategori yang relevan, yaitu kategori suara tak sah dan kategori yang tak menggunakan hak pilih. Dalam banyak media massa dua kategori ini dijadikan satu, dan Golput dinyatakan termasuk di dalamnya. Pengelompokan itu memang menghasilkan angka yang cukup tinggi yaitu 6,6% (1971), 9,1% (1977), 8,5% (1982), 8.7% (1987), dan 9,1% (1992).

 

Pandangan ini dapat diragukan kebenarannya karena secara teoritis Golput tidak termasuk kategori suara tidak sah, kecuali jika di antara mereka ada yang dengan sengaja merusak kertas pemilihan. Lebih besar kemungkinan Golput termasuk kategori yang tak menggunakan hak pilih. Jumlah kategori ini (termasuk Golput) adalah 0,7% (1971), 3,5% (1977), 4,8% (1982), 3,8% (1987), dan 4,9% (1992), jelas lebih rendah.

 

Mengenai kategori tidak menggunakan hak pilih perlu disadari bahwa kategori ini sukar dihitung karena tidak hanya mencakup Golput namun juga menyangkut orang yang tidak datang ke TPS karena sakit, atau sedang dalam perjalanan, atau yang tidak peduli. Sekalipun demikian, harus diakui bahwa angka dari mereka yang “tak menggunakan hak pilih” dalam pemilihan umum 1977 dan pemilihan umum berikutnya, menunjukkan kenaikan dibanding dengan hasil pemilihan umum 1971. Bagaimanapun juga gerakan Golput telah menunjuk pada salah satu kelemahan dari rezim otoriter Orde Baru dan hal itu patut dihargai.

Di daerah-daerah pedesaan masyarakat yang enggan berbaur di partisipasi Politik dikarenakan mereka tidak mau masuk ke dalam urusan politik banyak masyarakat yang sengaja tidak datang ke TPS dan memilih untuk pergi ke kebun, ini dikarenakan sudah ada kejanggalan dan hal yang membuat rasa kepercayaan mereka berkurang kepada calon pemimpin, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

 

Dengan banyaknya presentase masyarakat di Indonesia yang melakukan golput dari tahun ke tahun, tentunya ini sangat berpengaruh pada sistem demokrasi di negara kita . Negara demokrasi yang seharusnya seluruh masyarakatnya mengikuti partisipasi Politik dan menggunakan hak pilihnya , malah tidak menggunakan hak pilihnya. Tentunya untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat, sistem pemilu di negara kita harus sesuai dengan perosedur berdasarkan peraturan perundang undangan tanpa adanya kecurangan di saat pelaksanaan pemilu.[***]

 

Penulis: M Dapid Saputra

Mahasiswa Ilmu Politik

UIN Raden Fatah Palembang

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2025, Ditargetkan seluruh aset Pemkab OKI tuntas disertifikasi

    2025, Ditargetkan seluruh aset Pemkab OKI tuntas disertifikasi

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten OKI Joni Efendi, SH, M.Kn mengatakan jika ada usulan Pemkab OKI untuk sertifikasi aset akan segera proses, dan ditargetkan pada 2025 seluruh aset Pemkab OKI tuntas disertifikasi demi keamanan aset agar ke depan  Pemda aman, tidak terjadi konflik dan adanya kepastian. Ia menjelaskan pihaknya sangat mendukung proses sertifikasi aset-aset […]

  • Siaga Karhutla 2020, Pemprov Tak Main-Main

    Siaga Karhutla 2020, Pemprov Tak Main-Main

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.338
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan nampaknya tidak akan main-main dalam menangani permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di wilayah Sumsel. Tidak hanya ribuan personil yang dikerahkan, bahkan Pemrov Sumsel telah memberikan bantuan keuangan kepada 10 kabupaten berdampak Karhutla dengan total Rp 45 Miliar. Hal tersebut diungkapkan  Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Mawardi Yahya didampingi Kadis LHP […]

  • UEA : Palembang Luar Biasa

    UEA : Palembang Luar Biasa

    • calendar_month Rabu, 30 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Senior Manager Sekretariat Urban Environmental Accord (UEA), Kim Seonyoung mengungkapkan ketakjubannya saat berkunjung untuk kedua kalinya di kota pempek. Menurutnya perkembangan pembangunan di Palembang luar biasa. Dia makin yakin Palembang akan sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan UEA Palembang Summit 2019. “Kami sudah dua kali kesini dan beberapa kali rapat dengan beberapa instansi […]

  • Tahun Baru, Ayo Nonton Festival Rakyat di Jakabaring

    Tahun Baru, Ayo Nonton Festival Rakyat di Jakabaring

    • calendar_month Selasa, 26 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    Pada festival ini, warga akan dimanjakan dengan meriah festival lampion dan pertunjukan musik, dan diakhiri dengan Festival kembang Api

  • Pemkot Palembang Tambah Anggaran Untuk Pencegahan Covid-19

    Pemkot Palembang Tambah Anggaran Untuk Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menambah anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk penanganan Virus Corona atau COVID-19 di Palembang. Penambahan sebesar Rp 4 m, menambah anggaran pencegahan Virus Corona sebelumnya Rp 116 M. “Penambahan anggaran ini akan diambil dari pergeseran dana hibah dan lain-lain,” kata Walikota Palembang H.Harnojoyo Selasa (7/4/2020) usai rapat via video conference […]

  • Wawakot Palembang Pingin IPAL Ramah Lingkungan Bermanfaat untuk Masyarakat

    Wawakot Palembang Pingin IPAL Ramah Lingkungan Bermanfaat untuk Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

    “Saya akan terus membuka ruang aspirasi dari penduduk setempat ini. Jika masih ada yang dibutuhkan silakan disampaikan,”

expand_less
WordPress Archive Delimondo Responsive WordPress Theme | 5 Styles DeliPress – Magazine and Review WordPress Theme Deliver.ee – Instant/appointment delivery from Store Module Deliverra – Food & Grocery Delivery App Elementor Template Kit Delivery Boy For Multi-Restaurants Flutter App Delivery Drivers for Vendors MarketPlace Delivery Drivers Manager Delizus | Restaurant Cafe WordPress Theme Demed – Medical Clinic Elementor Template Kit Dement – Coffee Shop Elementor Template Kit