Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Golput Dipelaksanaan Pemilu

Golput Dipelaksanaan Pemilu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Mei 2023
  • visibility 1.839
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAHASAN mengenai masa Demokrasi Pancasila tidak akan lengkap jika tidak membahas Golput. Menjelang pemilihan umum tahun 1977 timbul suatu gerakan di antara beberapa kelompok generasi muda, terutama mahasiswa, untuk memboikot pemilihan umum karena dianggap kurang memenuhi syarat yang diperlukan untuk melaksanakan pemilihan umum secara demokratis. Yang disebut antara lain ialah kurang adanya kebebasan- kebebasan (civil liberties) yang merupakan prasyarat bagi suatu pemilihan umum yang jujur dan adil. Untuk melaksanakan sikap ini mereka bertekad untuk tidak mengunjungi masing-masing tempat pemilihan umum (TPS). Mereka menamakan dirinya Golongan Putih atau Golput.

 

Banyak media massa kemudian mempunyai keinginan untuk mengukur pengaruh dari Golput ini atas pemilihan umum. Perlu diperhatikan bahwa ada beberapa kategori pemilih resmi yang ditentukan oleh pemerintah. Di antaranya ada dua kategori yang relevan, yaitu kategori suara tak sah dan kategori yang tak menggunakan hak pilih. Dalam banyak media massa dua kategori ini dijadikan satu, dan Golput dinyatakan termasuk di dalamnya. Pengelompokan itu memang menghasilkan angka yang cukup tinggi yaitu 6,6% (1971), 9,1% (1977), 8,5% (1982), 8.7% (1987), dan 9,1% (1992).

 

Pandangan ini dapat diragukan kebenarannya karena secara teoritis Golput tidak termasuk kategori suara tidak sah, kecuali jika di antara mereka ada yang dengan sengaja merusak kertas pemilihan. Lebih besar kemungkinan Golput termasuk kategori yang tak menggunakan hak pilih. Jumlah kategori ini (termasuk Golput) adalah 0,7% (1971), 3,5% (1977), 4,8% (1982), 3,8% (1987), dan 4,9% (1992), jelas lebih rendah.

 

Mengenai kategori tidak menggunakan hak pilih perlu disadari bahwa kategori ini sukar dihitung karena tidak hanya mencakup Golput namun juga menyangkut orang yang tidak datang ke TPS karena sakit, atau sedang dalam perjalanan, atau yang tidak peduli. Sekalipun demikian, harus diakui bahwa angka dari mereka yang “tak menggunakan hak pilih” dalam pemilihan umum 1977 dan pemilihan umum berikutnya, menunjukkan kenaikan dibanding dengan hasil pemilihan umum 1971. Bagaimanapun juga gerakan Golput telah menunjuk pada salah satu kelemahan dari rezim otoriter Orde Baru dan hal itu patut dihargai.

Di daerah-daerah pedesaan masyarakat yang enggan berbaur di partisipasi Politik dikarenakan mereka tidak mau masuk ke dalam urusan politik banyak masyarakat yang sengaja tidak datang ke TPS dan memilih untuk pergi ke kebun, ini dikarenakan sudah ada kejanggalan dan hal yang membuat rasa kepercayaan mereka berkurang kepada calon pemimpin, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

 

Dengan banyaknya presentase masyarakat di Indonesia yang melakukan golput dari tahun ke tahun, tentunya ini sangat berpengaruh pada sistem demokrasi di negara kita . Negara demokrasi yang seharusnya seluruh masyarakatnya mengikuti partisipasi Politik dan menggunakan hak pilihnya , malah tidak menggunakan hak pilihnya. Tentunya untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat, sistem pemilu di negara kita harus sesuai dengan perosedur berdasarkan peraturan perundang undangan tanpa adanya kecurangan di saat pelaksanaan pemilu.[***]

 

Penulis: M Dapid Saputra

Mahasiswa Ilmu Politik

UIN Raden Fatah Palembang

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    Ini Yang Dilakukan Pemda, Agar Kontingen PON Papua Terhindar Wabah Malaria

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    PROVINSI Papua merupakan salah satu daerah endemis dari kasus malaria yang masih tinggi di Indonesia dan kontingen PON harus terhindar dari wabah tersebut. Dilansir dari InfoPublik.id Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mimika, Raynold R. Ubra, mengatakan pihaknya telah melakukan pencegahan malaria satu tahun sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di mulai. “Yaitu melakukan melakukan […]

  • Katanya Kontingen Porwil Sumsel Harus Juara, Tapi Prestasinya Malah Anjlok, Kok Bisa Ya ?

    Katanya Kontingen Porwil Sumsel Harus Juara, Tapi Prestasinya Malah Anjlok, Kok Bisa Ya ?

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    PADA saat dilepas, para atlet Kontingen Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumsel di Bengkulu,yang baru saja di tutup [3-9 November 2019] mengemban target juara umum, namun sayang target tersebut jauh dari harapan, bahkan anjlok ke ranking 9 dari 10 Provinsi peserta di Sumatera atau satu strip di atas Kepulauan Riau sebagai juru kunci. Perlu diketahui setiap ikut […]

  • CATATAN PINGGIR : Kisah Kompa Air yang Setia Tapi Bau Besi Tua

    CATATAN PINGGIR : Kisah Kompa Air yang Setia Tapi Bau Besi Tua

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Di pojokan teras, ada satu benda keramat yang setiap harinya kami elus penuh kasih sayang, yakni kompa air tua. Usianya sudah kayak pensiunan guru PNS, tapi masih disuruh kerja rodi nyedot air sumur. Suaranya? Hmm… jangan ditanya. Setiap dinyalakan, dia berdengung kayak grup rebana yang salah tempo ngok ngek ngok ngek,  diselingi desahan mirip dinosaurus […]

  • Ustadz, Bolehkah Kita I’tikaf Di Rumah Di Saat Pandemik Ini ?…

    Ustadz, Bolehkah Kita I’tikaf Di Rumah Di Saat Pandemik Ini ?…

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.475
    • 0Komentar

    “Assalamualikum wr wb. Sekarang ini sudah masuk 10 hari tekahir di bulan Ramadhan, biasanya orang-orang melakukukan i’tikaf di masjid-masjid, dengan kondisi pandemik Covid 19 ini boleh tidak i’tikaf dilakukan di rumah? Mohon penjelasannya ustadz. Terimakasih”. Jawaban: Secara definisi yang dimaksud dengan i’tikaf itu adalah berdiam diri (mengurung diri) di masjid dengan niat ibadah kepada Allah […]

  • Dishub Muba Siap Gelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan

    Dishub Muba Siap Gelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    UNTUK meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kualitas Pelayanan Pengemudi Angkutan Umum di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Dinas Perhubungan Kabupaten Muba akan menggelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan (supir) atau Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Tingkat Kabupaten Muba Tahun 2019, bertempat di Kantor Dishub Muba pada tanggal 25 – 26 Juni 2019 mendatang. Menurut Kadishub Muba, H […]

  • Gubernur Sambangi Kediaman Uskup Agung

    Gubernur Sambangi Kediaman Uskup Agung

    • calendar_month Selasa, 25 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    Palembang – Ditengah agenda acara yang padat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru  masih menyempatkan diri menyambangi kediaman Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso yang terletak  di samping Gereja Santa Maria di Jalan Tasik Kambang Iwak Palembang, Selasa (25/12/2018). Selain Gubernur, ikut serta dalam rombongan diantaraya  Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan,  Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain […]

expand_less
WordPress Archive Delimondo Responsive WordPress Theme | 5 Styles DeliPress – Magazine and Review WordPress Theme Deliver.ee – Instant/appointment delivery from Store Module Deliverra – Food & Grocery Delivery App Elementor Template Kit Delivery Boy For Multi-Restaurants Flutter App Delivery Drivers for Vendors MarketPlace Delivery Drivers Manager Delizus | Restaurant Cafe WordPress Theme Demed – Medical Clinic Elementor Template Kit Dement – Coffee Shop Elementor Template Kit