Selasa, 25 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Teliti Ulang Klaim “Lebih Hijau” di Sekitarmu

Teliti Ulang Klaim “Lebih Hijau” di Sekitarmu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
  • visibility 2.211
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETIKA masalah iklim menjadi semakin populer di tengah masyarakat, akan semakin banyak pula perusahaan yang mencoba membangun image “lebih hijau”.

Hal ini sangat berkaitan dengan greenwashing. Sudah tahu soal kosakata ini?

Greenwashing adalah klaim yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan untuk membuat kamu percaya kalau mereka sudah melakukan sesuatu untuk bumi. Padahal mungkin nyatanya tidak demikian.

Menurut Earth.org, secara mendasar greenwashing adalah praktek ketika organisasi atau perusahaan menggunakan lebih banyak waktu dan uang untuk mempromosikan diri mereka dengan label sustainable alias berkelanjutan daripada benar-benar meminimalkan dampak lingkungan yang mereka hasilkan.

Sayangnya, ini juga yang terjadi dalam dokumen RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) 2021-2030 yang baru dirilis dan diklaim “lebih hijau”.

Menurut Peneliti Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Adila Isfandiari, klaim bahwa RUPTL 2021-2030 berorientasi hijau tidak tepat. Pasalnya, masih ada rencana penambahan PLTU sebesar hampir 13,8 Gigawatt (atau setara 43% kapasitas PLTU yang ada sekarang) dalam periode 2021-2030.

Selain itu, batu bara juga memiliki porsi sebesar 59,4% pada bauran energi di tahun 2030, atau lebih dari dua kali lipat dari porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan 24,8% yang sebagian besar bersumber dari air dan panas bumi.

Dalam dokumen tersebut, pemanfaatan EBT juga menjadi pertanyaan besar soal klaim “lebih hijau” karena penambahan kapasitas yang bersumber dari energi terbarukan yakni angin dan surya tidak signifikan, tapi justru memberikan tempat bagi solusi semu lewat energi baru.

Di tengah desakan dari para peneliti untuk menjaga suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius, terutama setelah peluncuran laporan IPCC, Indonesia lewat dokumen RUPTL-nya belum menunjukan sinyal yang kuat untuk meninggalkan energi batu bara secepatnya.

Indonesia malah masih akan membangun PLTU batu bara baru yang menjadikannya sebagai salah satu dari lima negara Asia yang menguasai 80% investasi pembangunan pembangkit batu bara baru di dunia.

Jika mengacu pada laporan Greenpeace “Southeast Asia Power Sector Scorecard: Assessing the Progress of National Energy Transition against 1.5 Degree Pathway”, agar berada di jalur 1,5 derajat Celcius, pada 2030 diperlukan 50% energi terbarukan dalam sektor kelistrikan. Dalam skenario terbaik Indonesia tanpa PLTU batu bara baru, Indonesia hanya bisa berada di titik 26%.

Indonesia pun harus memberhentikan pembangunan PLTU batu bara baru saat ini juga untuk memberikan ruang bagi energi terbarukan (ET) untuk berkembang dan mencapai target tersebut.

Greenwashing dan investasi berkelanjutan juga memiliki hubungan yang erat. Laporan semi-tahunan Global Financial Stability milik IMF mencatat, aset dalam dana investasi berkelanjutan telah berlipat ganda selama empat tahun terakhir menjadi sekitar $3,6 triliun.

Namun, mengutip Financial Times, IMF menilai industri investasi berkelanjutan terlalu kecil untuk mendorong transisi dan perkembangan global ke ekonomi rendah karbon. Perlu adanya mekanisme pengawasan dan verifikasi peraturan yang tepat sangat penting untuk menghindari greenwashing.

Dana investasi berkelanjutan bisa tumbuh dengan cepat, ujar IMF, bila ada penyelarasan kebijakan terkait pengembangan kerangka hijau baru untuk membantu mengarahkan aliran investasi ke proyek-proyek seperti infrastruktur energi terbarukan.

Kita harus terus mendesak pemerintah untuk secepatnya mengurangi penggunaan energi kotor batu bara demi masa depan Indonesia dan memberikan ruang untuk investasi hijau yang sebenarnya tanpa greenwashing.

Yang juga harus kamu tahu…

Greenpeace merilis serial terbaru berjudul Demi 1%. Serial ini menyoroti satu tahun disahkannya Omnibus Law, UU yang diklaim mampu membuka lapangan pekerjaan dan menyederhanakan birokrasi tapi nyatanya malah memangkas perlindungan lingkungan dan pekerja. UU ini juga malah menguntungkan Oligarki.

Tonton serialnya di Youtube channel Watchdoc Indonesia dan bersama kami lawan monster Oligarki dengan menandatangani petisi ini.[***]

Salam hijau damai,
Greenpeace Indonesia

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Benar, Foto Kemacetan di Sawah Ini Diambil saat Mudik Lebaran, Ini Yang Sebenarnya

    Tidak Benar, Foto Kemacetan di Sawah Ini Diambil saat Mudik Lebaran, Ini Yang Sebenarnya

    • calendar_month Rabu, 12 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 674
    • 0Komentar

      BEREDAR foto di media sosial Facebook yang memperlihatkan kemacetan di sebuah jalan yang berada di tengah persawahan. Dalam foto tersebut, terlihat puluhan mobil yang terjebak di pertigaan jalan tanah yang sempit di tengah persawahan tersebut. Foto itu diklaim menunjukkan suasana mudik lebaran pada 2021. Dilansir dari Cekfakta Tempo, klaim bahwa foto kemacetan di sebuah […]

  • Muba Proyeksikan APBD 2019 Rp2,56 Triliun

    Muba Proyeksikan APBD 2019 Rp2,56 Triliun

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Bupati Muba Dodi Reza Alex memproyeksikan APBD Tahun 2019 sebesar Rp 2,56 triliun dengan difokuskan pada lima prioritas daerah sesuai arah kebijakan pembangunan Kabupaten Muba. H Dodi Reza Alex Noerdin pada Sidang Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke-25, Dalam Rangka Penyampaian Penjelasan Nota Keuangan Rancangan APBD (R-APBD) Kabupaten Muba tahun anggaran 2019, […]

  • Diingatkan, Senin ASN Muba Harus Masuk Kerja, Jika Bolos, Ini Sanksinya

    Diingatkan, Senin ASN Muba Harus Masuk Kerja, Jika Bolos, Ini Sanksinya

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    LIBUR perayaan Idul Fitri 1440 H telah usai, Senin (10/6/2019) besok Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan kembali beraktifitas seperti biasa. Aparatur sipil negara (ASN) yang membolos setelah libur Lebaran akan dikenai sanksi disiplin. Para ASN diharuskan kembali bekerja pada Senin,10 Juni 2019. Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik […]

  • OPPO kenalkan kertas putih 6G baru yang memeriksa masa depan mobilitas dunia

    OPPO kenalkan kertas putih 6G baru yang memeriksa masa depan mobilitas dunia

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 653
    • 0Komentar

        SHENZHEN, CHINA – Media OutReach – OPPO resmi merilis buku putih 6G barunya – 6G Serbaguna dengan Kernel yang Diminimalkan: Untuk Membangun Dunia Seluler. Berdasarkan penelitian dan eksplorasi OPPO yang berwawasan ke depan ke dalam 6G, kertas putih mengusulkan ‘sistem 6G serbaguna dengan kernel yang diminimalkan’ yang inovatif yang bertujuan untuk memberikan solusi […]

  • Sisir Kawasan Pedalaman, Edukasi Prokes ke SAD

    Sisir Kawasan Pedalaman, Edukasi Prokes ke SAD

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus melakukan aksi kemanusiaan di wilayah Bumi Serasan Sekate, kali ini dengan dipimpin langsung oleh Ketua PMI Muba Beni Hernedi SIP yang juga Wakil Bupati Muba menyusuri kawasan pedalaman. Tak tanggung-tanggung, dalam aksi kemanusiaan ini PMI Muba menghabiskan waktu selama 3 hari menyusuri DAS sungai /anak anak […]

  • Karhutla Jambi: PBPH Diminta Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

    Karhutla Jambi: PBPH Diminta Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Jambi menjadi fokus utama Kementerian Kehutanan menjelang musim kemarau. Melalui Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah IV, seluruh pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Provinsi Jambi diminta memperkuat kesiapsiagaan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan. Penguatan kesiapsiagaan tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang digelar di Jambi pada 30-31 […]

expand_less
WordPress Archive Ember – Digital Marketing Agency WordPress Theme Emberlyn | Personal Stylist & Fashion Clothing WordPress Theme Embrad – Event & Conference WordPress Theme EMO Focus – Modern Lightweight News Magazine theme EMO Reactions Pro – WordPress Plugin Emoji – Event Agency Elementor Template Kit EmojiNation | Night Club & Concert Event WordPress Theme Empic – Ajax Powered Multi-Concept WooCommerce Theme Emporium – Angular 20 Material Design eCommerce Template Emporium – Material Design eCommerce WordPress Theme