Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Teliti Ulang Klaim “Lebih Hijau” di Sekitarmu

Teliti Ulang Klaim “Lebih Hijau” di Sekitarmu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
  • visibility 2.232
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETIKA masalah iklim menjadi semakin populer di tengah masyarakat, akan semakin banyak pula perusahaan yang mencoba membangun image “lebih hijau”.

Hal ini sangat berkaitan dengan greenwashing. Sudah tahu soal kosakata ini?

Greenwashing adalah klaim yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan untuk membuat kamu percaya kalau mereka sudah melakukan sesuatu untuk bumi. Padahal mungkin nyatanya tidak demikian.

Menurut Earth.org, secara mendasar greenwashing adalah praktek ketika organisasi atau perusahaan menggunakan lebih banyak waktu dan uang untuk mempromosikan diri mereka dengan label sustainable alias berkelanjutan daripada benar-benar meminimalkan dampak lingkungan yang mereka hasilkan.

Sayangnya, ini juga yang terjadi dalam dokumen RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) 2021-2030 yang baru dirilis dan diklaim “lebih hijau”.

Menurut Peneliti Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Adila Isfandiari, klaim bahwa RUPTL 2021-2030 berorientasi hijau tidak tepat. Pasalnya, masih ada rencana penambahan PLTU sebesar hampir 13,8 Gigawatt (atau setara 43% kapasitas PLTU yang ada sekarang) dalam periode 2021-2030.

Selain itu, batu bara juga memiliki porsi sebesar 59,4% pada bauran energi di tahun 2030, atau lebih dari dua kali lipat dari porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan 24,8% yang sebagian besar bersumber dari air dan panas bumi.

Dalam dokumen tersebut, pemanfaatan EBT juga menjadi pertanyaan besar soal klaim “lebih hijau” karena penambahan kapasitas yang bersumber dari energi terbarukan yakni angin dan surya tidak signifikan, tapi justru memberikan tempat bagi solusi semu lewat energi baru.

Di tengah desakan dari para peneliti untuk menjaga suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius, terutama setelah peluncuran laporan IPCC, Indonesia lewat dokumen RUPTL-nya belum menunjukan sinyal yang kuat untuk meninggalkan energi batu bara secepatnya.

Indonesia malah masih akan membangun PLTU batu bara baru yang menjadikannya sebagai salah satu dari lima negara Asia yang menguasai 80% investasi pembangunan pembangkit batu bara baru di dunia.

Jika mengacu pada laporan Greenpeace “Southeast Asia Power Sector Scorecard: Assessing the Progress of National Energy Transition against 1.5 Degree Pathway”, agar berada di jalur 1,5 derajat Celcius, pada 2030 diperlukan 50% energi terbarukan dalam sektor kelistrikan. Dalam skenario terbaik Indonesia tanpa PLTU batu bara baru, Indonesia hanya bisa berada di titik 26%.

Indonesia pun harus memberhentikan pembangunan PLTU batu bara baru saat ini juga untuk memberikan ruang bagi energi terbarukan (ET) untuk berkembang dan mencapai target tersebut.

Greenwashing dan investasi berkelanjutan juga memiliki hubungan yang erat. Laporan semi-tahunan Global Financial Stability milik IMF mencatat, aset dalam dana investasi berkelanjutan telah berlipat ganda selama empat tahun terakhir menjadi sekitar $3,6 triliun.

Namun, mengutip Financial Times, IMF menilai industri investasi berkelanjutan terlalu kecil untuk mendorong transisi dan perkembangan global ke ekonomi rendah karbon. Perlu adanya mekanisme pengawasan dan verifikasi peraturan yang tepat sangat penting untuk menghindari greenwashing.

Dana investasi berkelanjutan bisa tumbuh dengan cepat, ujar IMF, bila ada penyelarasan kebijakan terkait pengembangan kerangka hijau baru untuk membantu mengarahkan aliran investasi ke proyek-proyek seperti infrastruktur energi terbarukan.

Kita harus terus mendesak pemerintah untuk secepatnya mengurangi penggunaan energi kotor batu bara demi masa depan Indonesia dan memberikan ruang untuk investasi hijau yang sebenarnya tanpa greenwashing.

Yang juga harus kamu tahu…

Greenpeace merilis serial terbaru berjudul Demi 1%. Serial ini menyoroti satu tahun disahkannya Omnibus Law, UU yang diklaim mampu membuka lapangan pekerjaan dan menyederhanakan birokrasi tapi nyatanya malah memangkas perlindungan lingkungan dan pekerja. UU ini juga malah menguntungkan Oligarki.

Tonton serialnya di Youtube channel Watchdoc Indonesia dan bersama kami lawan monster Oligarki dengan menandatangani petisi ini.[***]

Salam hijau damai,
Greenpeace Indonesia

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Produksi, Gubernur Minta Daerah Lakukan Pembenahan Data Luas Baku Sawah

    Tingkatkan Produksi, Gubernur Minta Daerah Lakukan Pembenahan Data Luas Baku Sawah

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menginginkan semua pihak seperti Dinas Pertanian, Pemkab/kota, hingga pihak yang menjadi rekanan untuk fokus melakukan peningkatan produktivitas pertanian khususnya beras di Sumsel. Hal itu dilakukan agar Sumsel tetap menjadi lumbung pangan nasional. Menurutnya, berbagai langkah dapat dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian tersebut. Termasuk dengan menekan angka kerugian […]

  • 15 Pejabat Fungsional Pemkab Muba Dilantik

    15 Pejabat Fungsional Pemkab Muba Dilantik

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.116
    • 0Komentar

    SEBANYAK 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilantik dan diambil sumpah melalui teleconference oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba Drs H Yusuf Amilin, Selasa (6/10/2020). Diketahui, pengambilan sumpah atau janji ini jabatan fungsional ini didominasi oleh […]

  • 3 Bulan Gak  Dipake Sholat Jumat, Pengurus Masjid Sholihin Ngaku Begini, Bupati OKI Respon Ini …

    3 Bulan Gak  Dipake Sholat Jumat, Pengurus Masjid Sholihin Ngaku Begini, Bupati OKI Respon Ini …

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    PENGURUS Masjid Agung Solihin Kayuagung Ogan Komering Ilir menyambut baik kebijakan pembukaan tempat ibadah yang dimulai sejak, Kamis kemarin . Antonius Leonardo Ketua Yayasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung mengaku, kas masjid cukup terdampak ketika penyelenggaraan peribadatan dialihkan kerumah akibat Pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan tidak adanya pemasukan dari infak sedekah kotak amal yang bersumber dari […]

  • Tidak Ada Gangguan, Jaringan Internet 5G di Sirkuit Mandalika “Ngebut”

    Tidak Ada Gangguan, Jaringan Internet 5G di Sirkuit Mandalika “Ngebut”

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.488
    • 0Komentar

    JARINGAN 5G di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara barat (NTB) dipastikan moncer, berjalan dengan baik dan tidak menunjukkan terjadinya gangguan satelit sehingga berjalan dengan cepat alias “ngebut”. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, menyatakan hasil itu didapat dari uji coba infrastruktur teknolgi informasi dan komunikasi (TIK) serta penggunaan spektrum frekuensi radio […]

  • Tingkatkan Operasional Organisasi, Gubernur Sumbang Mobil

    Tingkatkan Operasional Organisasi, Gubernur Sumbang Mobil

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.409
    • 0Komentar

    GUNA menunjang kelancaraan koordinasi dan operasional pada organisasi Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumsel, Gubernur Sumsel H.Herman Deru memberikan bantuan satu unit kendaraan operasional. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur saat menghadiri milad Aisyiyah ke-104 sekaligus peresmian Busthanul Afthal Aisyiyah Utama Palembang, Selasa (25/5/2021). Gubernur menilai sejauh ini kontribusi yang telah diberikan Aisyiyah sangat banyak sekali untuk Sumsel baik […]

  • OKI Tata Masjid Agung Sholihin Jadi Pusat Kajian & Wisata Religius, Ini Harapan Iskandar

    OKI Tata Masjid Agung Sholihin Jadi Pusat Kajian & Wisata Religius, Ini Harapan Iskandar

    • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 997
    • 0Komentar

    PEMKAB Ogan Komering Ilir [OKI] menata Kawasan Masjid Agung Sholihin pada tahun ini guna meningkatkan geliat keagamaan serta wisata, khususnya dibidang religi di Kawasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung. Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE melalaui Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PRKP) OKI, Ir. Asmar Wijaya mengatakan pengembangan Kawasan masjid merupakan inisiasi Bupati Ogan Komering Ilir, […]

expand_less
WordPress Archive Ember – Digital Marketing Agency WordPress Theme Emberlyn | Personal Stylist & Fashion Clothing WordPress Theme Embrad – Event & Conference WordPress Theme EMO Focus – Modern Lightweight News Magazine theme EMO Reactions Pro – WordPress Plugin Emoji – Event Agency Elementor Template Kit EmojiNation | Night Club & Concert Event WordPress Theme Empic – Ajax Powered Multi-Concept WooCommerce Theme Emporium – Angular 20 Material Design eCommerce Template Emporium – Material Design eCommerce WordPress Theme