Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Teliti Ulang Klaim “Lebih Hijau” di Sekitarmu

Teliti Ulang Klaim “Lebih Hijau” di Sekitarmu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Okt 2021
  • visibility 2.218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETIKA masalah iklim menjadi semakin populer di tengah masyarakat, akan semakin banyak pula perusahaan yang mencoba membangun image “lebih hijau”.

Hal ini sangat berkaitan dengan greenwashing. Sudah tahu soal kosakata ini?

Greenwashing adalah klaim yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan untuk membuat kamu percaya kalau mereka sudah melakukan sesuatu untuk bumi. Padahal mungkin nyatanya tidak demikian.

Menurut Earth.org, secara mendasar greenwashing adalah praktek ketika organisasi atau perusahaan menggunakan lebih banyak waktu dan uang untuk mempromosikan diri mereka dengan label sustainable alias berkelanjutan daripada benar-benar meminimalkan dampak lingkungan yang mereka hasilkan.

Sayangnya, ini juga yang terjadi dalam dokumen RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) 2021-2030 yang baru dirilis dan diklaim “lebih hijau”.

Menurut Peneliti Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Adila Isfandiari, klaim bahwa RUPTL 2021-2030 berorientasi hijau tidak tepat. Pasalnya, masih ada rencana penambahan PLTU sebesar hampir 13,8 Gigawatt (atau setara 43% kapasitas PLTU yang ada sekarang) dalam periode 2021-2030.

Selain itu, batu bara juga memiliki porsi sebesar 59,4% pada bauran energi di tahun 2030, atau lebih dari dua kali lipat dari porsi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dengan 24,8% yang sebagian besar bersumber dari air dan panas bumi.

Dalam dokumen tersebut, pemanfaatan EBT juga menjadi pertanyaan besar soal klaim “lebih hijau” karena penambahan kapasitas yang bersumber dari energi terbarukan yakni angin dan surya tidak signifikan, tapi justru memberikan tempat bagi solusi semu lewat energi baru.

Di tengah desakan dari para peneliti untuk menjaga suhu bumi di bawah 1,5 derajat celcius, terutama setelah peluncuran laporan IPCC, Indonesia lewat dokumen RUPTL-nya belum menunjukan sinyal yang kuat untuk meninggalkan energi batu bara secepatnya.

Indonesia malah masih akan membangun PLTU batu bara baru yang menjadikannya sebagai salah satu dari lima negara Asia yang menguasai 80% investasi pembangunan pembangkit batu bara baru di dunia.

Jika mengacu pada laporan Greenpeace “Southeast Asia Power Sector Scorecard: Assessing the Progress of National Energy Transition against 1.5 Degree Pathway”, agar berada di jalur 1,5 derajat Celcius, pada 2030 diperlukan 50% energi terbarukan dalam sektor kelistrikan. Dalam skenario terbaik Indonesia tanpa PLTU batu bara baru, Indonesia hanya bisa berada di titik 26%.

Indonesia pun harus memberhentikan pembangunan PLTU batu bara baru saat ini juga untuk memberikan ruang bagi energi terbarukan (ET) untuk berkembang dan mencapai target tersebut.

Greenwashing dan investasi berkelanjutan juga memiliki hubungan yang erat. Laporan semi-tahunan Global Financial Stability milik IMF mencatat, aset dalam dana investasi berkelanjutan telah berlipat ganda selama empat tahun terakhir menjadi sekitar $3,6 triliun.

Namun, mengutip Financial Times, IMF menilai industri investasi berkelanjutan terlalu kecil untuk mendorong transisi dan perkembangan global ke ekonomi rendah karbon. Perlu adanya mekanisme pengawasan dan verifikasi peraturan yang tepat sangat penting untuk menghindari greenwashing.

Dana investasi berkelanjutan bisa tumbuh dengan cepat, ujar IMF, bila ada penyelarasan kebijakan terkait pengembangan kerangka hijau baru untuk membantu mengarahkan aliran investasi ke proyek-proyek seperti infrastruktur energi terbarukan.

Kita harus terus mendesak pemerintah untuk secepatnya mengurangi penggunaan energi kotor batu bara demi masa depan Indonesia dan memberikan ruang untuk investasi hijau yang sebenarnya tanpa greenwashing.

Yang juga harus kamu tahu…

Greenpeace merilis serial terbaru berjudul Demi 1%. Serial ini menyoroti satu tahun disahkannya Omnibus Law, UU yang diklaim mampu membuka lapangan pekerjaan dan menyederhanakan birokrasi tapi nyatanya malah memangkas perlindungan lingkungan dan pekerja. UU ini juga malah menguntungkan Oligarki.

Tonton serialnya di Youtube channel Watchdoc Indonesia dan bersama kami lawan monster Oligarki dengan menandatangani petisi ini.[***]

Salam hijau damai,
Greenpeace Indonesia

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Jarak Pengendara, Muba Buat Marka Jalan ala MotoGP 

    Jaga Jarak Pengendara, Muba Buat Marka Jalan ala MotoGP 

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    MENEKAN kerumunan orang hingga pengendara kendaraan roda dua dan roda empat disiasati Satlantas Polres Muba dengan bekerjasama Dishub dan Dinas PUPR Muba dengan membuat starting grid ala MotoGP. Pantauan di lampu merah Jalan Kolonel Wahid Udin, Rabu (15/7/2020) tepat di depan Rumah Dinas Bupati Muba tampak starting grid sudah terpasang dan dijaga langsung anggota Polres […]

  • Ditengah Pandemi Covid-19, BUMD Disarankan Bentuk Tim Kreatif Berisikan Kaum Milanium

    Ditengah Pandemi Covid-19, BUMD Disarankan Bentuk Tim Kreatif Berisikan Kaum Milanium

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    BADAN Usaha Milik Daerah [BUMD] disarankan membentuk tim kreatif yang berisikan kaum milanium, sehingga dengan langkah inovatif tersebut dapat berkontribusi terhadap pendapatan, terutama di tengah pandemi covid-19. “Potensi yang ada harus dilakukan salah satunya dengan mengembangkan usaha lain yang inovatif. Bisa juga dengan membuat terobosan baru dengan membuat tim kreatif untuk berinovasi,” kata Sekretaris Daerah […]

  • Kapolda dan Kapolsek Bagi-Bagi Masker

    Kapolda dan Kapolsek Bagi-Bagi Masker

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 967
    • 0Komentar

    DEMI memutus rantai virus Covid-19, berbagai upaya dilakukan Kepolisian Sektor (Polsek) Ilir Timur (IT) I Palembang. Dalam kunjungan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM, Kapolsek IT I, AKP Ginanjar Aliya Sukmana membagikan ratusan masker guna menekan angka penyebaran Virus Covid-19 di wilayah Sumsel, khususnya di Kelurahan 20 Ilir Tiga, Kecamatan […]

  • Muba Bantu Realisasikan Kantor PWNU di Jakabaring, Begini Respon  Said Aqil Sirodj

    Muba Bantu Realisasikan Kantor PWNU di Jakabaring, Begini Respon  Said Aqil Sirodj

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    PIMPINAN Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan (Sumsel) bakal berkantor di wilayah Jakabaring. Pembangunan ini turut dibantu oleh Mustaysar PWNU Sumsel, salah satunya Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Diketahui, pada era kepemimpinan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang juga Mustasyar PWNU Sumsel, PWNU Sumsel juga turut diberi bantuan lahan […]

  • Tambahan 2.500 Kuota JarGas Rumah Tangga untuk Muba dari PGN

    Tambahan 2.500 Kuota JarGas Rumah Tangga untuk Muba dari PGN

    • calendar_month Kamis, 28 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    Sebagai daerah yang memiliki gas bumi terbesar, Pemerintah Kabupaten Muba terus berupaya agar pasokan gas Rumah Tangga di Bumi Serasan Sekate yang menyasar langsung ke warga dapat terpenuhi secara merata. “Pada Juli 2022 ini kita dapat kuota 1.000 sambungan JarGas Rumah Tangga di Sekayu, dan Alhamdulillah bakal mendapatkan tambahan 2.500 sambungan lagi,” ungkap Pj Bupati […]

  • Sumsel Ingin Kawasan Wisata Petanang Diisi Pustaka Literasi 

    Sumsel Ingin Kawasan Wisata Petanang Diisi Pustaka Literasi 

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.025
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Walikota Lubuk Linggau Prana Putra Sohe dengan resmi meletakan batu pertama Kawasan Wisata Petanang Kota Lubuk Linggau, sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Lubuk Linggau bersama PT Silampari Wisata Sejahtera. Bertempat di Kawasan Wisata Terpadu Petanang (17/10), dalam kata sambutan […]

expand_less
WordPress Archive Ember – Digital Marketing Agency WordPress Theme Emberlyn | Personal Stylist & Fashion Clothing WordPress Theme Embrad – Event & Conference WordPress Theme EMO Focus – Modern Lightweight News Magazine theme EMO Reactions Pro – WordPress Plugin Emoji – Event Agency Elementor Template Kit EmojiNation | Night Club & Concert Event WordPress Theme Empic – Ajax Powered Multi-Concept WooCommerce Theme Emporium – Angular 20 Material Design eCommerce Template Emporium – Material Design eCommerce WordPress Theme