Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Langkah Terakhir di Lereng Rinjani, Benedikt, Heli, & Asa di Tengah Kabut

Langkah Terakhir di Lereng Rinjani, Benedikt, Heli, & Asa di Tengah Kabut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 712
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DARI kaki Rinjani yang megah, setiap langkah pendaki adalah bait doa, setiap nafas adalah perjuangan. Namun di tengah medan yang menantang, alam tak selalu membalas dengan pelukan hangat. Kadang, ia menyelipkan ujian tak untuk menakut-nakuti, tapi mungkin sekadar mengingatkan bahwa manusia, betapapun kuatnya, tetap hanya tamu di rumah sang gunung.

Pada Rabu siang, 16 Juli 2025, kabar darurat menyambar seperti petir di siang bolong, seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, 46 tahun, mengalami kecelakaan di jalur menuju Danau Segara Anak.

Lokasinya?, sekitar 25 menit sebelum jembatan besi yang dikenal sebagai pintu gerbang menuju lanskap surgawi. Tapi hari itu, surga di depan mata berubah menjadi ujian berat bagi tubuh dan nyawa.

Guide dan porter yang menyertainya melaporkan kondisi serius, pendarahan dan dugaan patah tulang di beberapa bagian tubuh.

Dalam istilah sehari-hari, ini bukan cuma “keseleo dikit” atau “jatuh lucu-lucuan”. Ini adalah momen di mana detik bisa berubah menjadi penghalang antara hidup dan kehilangan.

Seketika, seperti alarm di markas superhero, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bergerak cepat. Koordinasi dilakukan dengan tim Edelweis Medical Help Center (EMHC), tim yang namanya mungkin tidak setenar tokoh film laga, tapi kerja nyatanya tidak main-main.

Dalam 5 menit setelah laporan masuk, alat evakuasi dan logistik mulai dikumpulkan, di gunung, waktu bukan sekadar angka, ia adalah harapan.

Namun Rinjani bukan trotoar kota, jalurnya menanjak, licin, dan terkadang membuat sinyal handphone seperti mantan yang susah dihubungi hilang muncul tanpa aba-aba. Dalam kondisi begitu, pertolongan pertama pun menjadi hal mewah.

Untungnya, semesta ikut membantu, seorang pengunjung dari grup lain ternyata adalah seorang dokter, seperti dalam sinetron, datangnya tak terduga, tapi perannya penting.

Ia menyarankan evakuasi udara karena membawa korban turun bisa menambah risiko pendarahan. Kata pepatah “jangan paksa jalan kaki kalau sayap sedang tersedia”

Pada pukul 12.15 WITA, BTNGR langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Mataram. Seperti skenario cepat dalam film aksi, Pos SAR Kayangan digerakkan.

Negeri salju

Rinjani Squad di Pos 2 pun tak tinggal diam, mereka bukan cuma sekadar “squad” dalam nama, tapi pasukan yang siap menerjang kabut, lumpur, dan keterbatasan sinyal demi satu nyawa.

Sementara itu, komunikasi dengan pihak heli (Bali Air) dimulai. Koordinasi, video lokasi, dan analisis pendaratan dilakukan. Ya, mendaratkan heli di lereng gunung bukan seperti parkir motor di minimarket. Perlu pertimbangan cuaca, angin, dan kontur tanah. Pada pukul 15.00 WITA, kabar baik datang heli akan diterbangkan, dengan catatan langit tidak ngambek.

Bila semuanya lancar, Benedikt akan langsung dibawa ke RS Nusa Medica, Bali. Asuransi pribadi telah menghubungi rumah sakit, sebuah konfirmasi bahwa sistem tidak hanya berjalan, tapi berlari.

Kisah Benedikt bukan hanya tentang evakuasi, namun bisa juga sebagai pengingat bahwa keindahan alam selalu berdampingan dengan potensi bahaya. Rinjani bukan cuma tempat selfie dan sunrise, tapi ruang sakral di mana kehidupan bisa bergantung pada tali carabiner dan keputusan dalam hitungan menit.

Benedikt datang dari negeri salju, mendaki gunung tropis, dan bertemu takdir di lereng berdebu, tapi dari peristiwa itu, kita belajar satu hal solidaritas tidak kenal paspor, dari porter, guide, dokter dadakan, hingga petugas heli semua menyatu dalam satu misi menyelamatkan.

Kata orang tua kita, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”,  di lereng Rinjani, pepatah itu bukan sekadar teori, ia menjelma nyata dalam bentuk gotong-royong menyelamatkan nyawa.

Kisah ini mungkin akan menjadi cerita heroik yang disampaikan di ruang tamu keluarga Benedikt nanti, atau bahkan menjadi pengingat bagi siapa pun yang ingin bersahabat dengan alam, Mendaki bukan sekadar mengejar puncak, tapi juga menghargai proses, menjaga diri, dan tak lupa memastikan kita selalu mendaki dengan persiapan, bukan hanya semangat.

Di tengah semua itu, Rinjani tetap berdiri anggun, seperti ibu yang memeluk anaknya, lalu pelan-pelan berkata “Bermainlah, tapi jangan lupa pulang dengan selamat”. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Besok Dodi Reza Ikuti Ujian Naskah Disertasi Tertutup di Unpad

    Besok Dodi Reza Ikuti Ujian Naskah Disertasi Tertutup di Unpad

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    BERDASARKAN Surat Nomor: 14956/U6.G/DL/2019 yang ditandatangani Dekan FISIP Universitas Padjajaran Dr A Widya Setiabudi Sumadinata, Selasa (8/10/2019) Bupati Muba Dodi Reza akan mengikuti sidang tertutup naskah disertasi di Ruang Sidang Program Pascasarjana FISIP Universitas Padjajaran Gedung A Lantai 2. Hal ini pula dibenarkan oleh Kadinkominfo Muba Heryyandi Sinulingga AP didampingi Plt Kabag Humas Muba Yettria SKM […]

  • Gunakan Protokes Ketat, Gelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) 2021 STQH XXVI Tingkat Nasional  Bakal Berlangsung di Maluku

    Gunakan Protokes Ketat, Gelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) 2021 STQH XXVI Tingkat Nasional  Bakal Berlangsung di Maluku

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama akan menggelar Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) tahun 2021. STQH XXVI tingkat Nasional akan berlangsung di Maluku Utara, 14 – 23 Oktober 2021. Ajang dua tahunan ini akan diikuti 589 peserta dari 34 provinsi. Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa STQH akan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. “Kami telah […]

  • KPK Sebut MCP Sumsel 2019 Masih Rapor Merah

    KPK Sebut MCP Sumsel 2019 Masih Rapor Merah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.442
    • 0Komentar

    KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan Skor Monitoring for Prevention (MCP) Sumsel Tahun 2019 masih memperlihatkan rapor merah di beberapa wilayah, terutama terkait pelaksanaan dan pelaporan dana desa yang belum dikelola dengan baik. Oleh karena Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Ghufron menjelaskan, KPK akan terus melakukan monitor terkait dana desa Pemda di Sumsel. “Walaupun dana desa itu […]

  • Ibu Menyusui & Wanita Hamil Bisakah di Vaksin ?

    Ibu Menyusui & Wanita Hamil Bisakah di Vaksin ?

    • calendar_month Rabu, 11 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    VAKSIN COVID-19 kini sudah bisa diberikan kepada wanita hamil dan ibu menyusui. Untuk vaksin bagi wanita hamil, sesuai rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Sementara Kementerian Kesehatan menyatakan vaksinasi COVID-19 aman bagi ibu menyusui. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan untuk proses skrining terhadap […]

  • Bank Sumsel Babel Catat Pertumbuhan Laba Bersih Setelah Pajak 16,72%

    Bank Sumsel Babel Catat Pertumbuhan Laba Bersih Setelah Pajak 16,72%

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.819
    • 0Komentar

    BANK Sumsel mencatat pertumbuhan laba bersih setelah pajak tahun 2020  cukup baik yakni sebesar Rp423 miliar [YoY] atau tumbuh 16,72% dibandingkan tahun buku 2019  Rp362,9 miliar. Adapun peningkatan Laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga 2.83% dan penuruan beban bunga sebesar 6.13% dibanding tahun 2019. Direktur Utama BSB, Achmad Syamsudin menjelaskan kinerja selama  2020, Bank Sumsel Babel juga mengalami peningkatan /pertumbuhan […]

  • Perkembangan Cukup Signifikan,  Potensi Ekonomi Digital Sekarang Ini Cukup Menjanjikan

    Perkembangan Cukup Signifikan, Potensi Ekonomi Digital Sekarang Ini Cukup Menjanjikan

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.349
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sea Labs Indonesia, Selasa (01/03/2022), di Gedung Pacific Century Place, SCBD, Jakarta. Kepala Negara menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi digital karena cukup menjanjikan. “Potensi ekonomi digital Indonesia ini di tahun 2025 diperkirakan 146 miliar US Dollar dan kontribusi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan naik delapan kali di […]

expand_less
WordPress Archive Flatsome | Multi-Purpose Responsive WooCommerce Theme Flavia – Kids Shop WooCommerce WordPress Theme Flavius – Lawyer and Attorney WordPress Theme Fleet Manager – Vehicle Management & Booking System FleetCart – Modern eCommerce CMS Flex Mag – Responsive WordPress News Theme FLEX – Multi-Purpose Joomla Template Flexblog – A Personal WordPress Blog Theme Flexbox Tables Flexible Checkout Fields PRO WooCommerce