Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Langkah Terakhir di Lereng Rinjani, Benedikt, Heli, & Asa di Tengah Kabut

Langkah Terakhir di Lereng Rinjani, Benedikt, Heli, & Asa di Tengah Kabut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 726
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DARI kaki Rinjani yang megah, setiap langkah pendaki adalah bait doa, setiap nafas adalah perjuangan. Namun di tengah medan yang menantang, alam tak selalu membalas dengan pelukan hangat. Kadang, ia menyelipkan ujian tak untuk menakut-nakuti, tapi mungkin sekadar mengingatkan bahwa manusia, betapapun kuatnya, tetap hanya tamu di rumah sang gunung.

Pada Rabu siang, 16 Juli 2025, kabar darurat menyambar seperti petir di siang bolong, seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, 46 tahun, mengalami kecelakaan di jalur menuju Danau Segara Anak.

Lokasinya?, sekitar 25 menit sebelum jembatan besi yang dikenal sebagai pintu gerbang menuju lanskap surgawi. Tapi hari itu, surga di depan mata berubah menjadi ujian berat bagi tubuh dan nyawa.

Guide dan porter yang menyertainya melaporkan kondisi serius, pendarahan dan dugaan patah tulang di beberapa bagian tubuh.

Dalam istilah sehari-hari, ini bukan cuma “keseleo dikit” atau “jatuh lucu-lucuan”. Ini adalah momen di mana detik bisa berubah menjadi penghalang antara hidup dan kehilangan.

Seketika, seperti alarm di markas superhero, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bergerak cepat. Koordinasi dilakukan dengan tim Edelweis Medical Help Center (EMHC), tim yang namanya mungkin tidak setenar tokoh film laga, tapi kerja nyatanya tidak main-main.

Dalam 5 menit setelah laporan masuk, alat evakuasi dan logistik mulai dikumpulkan, di gunung, waktu bukan sekadar angka, ia adalah harapan.

Namun Rinjani bukan trotoar kota, jalurnya menanjak, licin, dan terkadang membuat sinyal handphone seperti mantan yang susah dihubungi hilang muncul tanpa aba-aba. Dalam kondisi begitu, pertolongan pertama pun menjadi hal mewah.

Untungnya, semesta ikut membantu, seorang pengunjung dari grup lain ternyata adalah seorang dokter, seperti dalam sinetron, datangnya tak terduga, tapi perannya penting.

Ia menyarankan evakuasi udara karena membawa korban turun bisa menambah risiko pendarahan. Kata pepatah “jangan paksa jalan kaki kalau sayap sedang tersedia”

Pada pukul 12.15 WITA, BTNGR langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Mataram. Seperti skenario cepat dalam film aksi, Pos SAR Kayangan digerakkan.

Negeri salju

Rinjani Squad di Pos 2 pun tak tinggal diam, mereka bukan cuma sekadar “squad” dalam nama, tapi pasukan yang siap menerjang kabut, lumpur, dan keterbatasan sinyal demi satu nyawa.

Sementara itu, komunikasi dengan pihak heli (Bali Air) dimulai. Koordinasi, video lokasi, dan analisis pendaratan dilakukan. Ya, mendaratkan heli di lereng gunung bukan seperti parkir motor di minimarket. Perlu pertimbangan cuaca, angin, dan kontur tanah. Pada pukul 15.00 WITA, kabar baik datang heli akan diterbangkan, dengan catatan langit tidak ngambek.

Bila semuanya lancar, Benedikt akan langsung dibawa ke RS Nusa Medica, Bali. Asuransi pribadi telah menghubungi rumah sakit, sebuah konfirmasi bahwa sistem tidak hanya berjalan, tapi berlari.

Kisah Benedikt bukan hanya tentang evakuasi, namun bisa juga sebagai pengingat bahwa keindahan alam selalu berdampingan dengan potensi bahaya. Rinjani bukan cuma tempat selfie dan sunrise, tapi ruang sakral di mana kehidupan bisa bergantung pada tali carabiner dan keputusan dalam hitungan menit.

Benedikt datang dari negeri salju, mendaki gunung tropis, dan bertemu takdir di lereng berdebu, tapi dari peristiwa itu, kita belajar satu hal solidaritas tidak kenal paspor, dari porter, guide, dokter dadakan, hingga petugas heli semua menyatu dalam satu misi menyelamatkan.

Kata orang tua kita, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”,  di lereng Rinjani, pepatah itu bukan sekadar teori, ia menjelma nyata dalam bentuk gotong-royong menyelamatkan nyawa.

Kisah ini mungkin akan menjadi cerita heroik yang disampaikan di ruang tamu keluarga Benedikt nanti, atau bahkan menjadi pengingat bagi siapa pun yang ingin bersahabat dengan alam, Mendaki bukan sekadar mengejar puncak, tapi juga menghargai proses, menjaga diri, dan tak lupa memastikan kita selalu mendaki dengan persiapan, bukan hanya semangat.

Di tengah semua itu, Rinjani tetap berdiri anggun, seperti ibu yang memeluk anaknya, lalu pelan-pelan berkata “Bermainlah, tapi jangan lupa pulang dengan selamat”. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesembuhan Pasien Corona Keberhasilan RSUD Sekayu

    Kesembuhan Pasien Corona Keberhasilan RSUD Sekayu

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    SUARA tepuk tangan dan suasana riang gembira tampak terlihat jelas di RSUD Sekayu, Senin (4/5/2020). Suasana ini rupanya kebahagiaan menghantarkan Pasien positif Covid-19  kasus 01 di Muba yang sebelumya dinyatakan positif dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekayu dan kini sudah sembuh dan kembali ke rumah. “Alhamdulillah, ini membuktikan kalau RSUD Sekayu berhasil menyembuhkan pasien […]

  • Seniman Dulmuluk Bersiasat di era Pandemi

    Seniman Dulmuluk Bersiasat di era Pandemi

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.928
    • 0Komentar

    Selama masa pandemi, kreativitas dan aktivitas seniman hanya tersalurkan melalui daring. Absen berkesenian secara tatap muka selama masa pandemi membuat rasa rindu membuncah di dada para seniman. Termasuk pelaku seni di Palembang. Buncahan kerinduan itu tak pelak direspon Dewan Kesenian Palembang (DKP). Sebuah gagasan untuk bersilaturahmi di penghujung masa pandemi pun telah dilaksanakan. Tentu saja, […]

  • Terharu..Cerita Sekda Kota Palembang Usai Jenguk Wartawan Senior yang Tengah Sakit

    Terharu..Cerita Sekda Kota Palembang Usai Jenguk Wartawan Senior yang Tengah Sakit

    • calendar_month Senin, 8 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.439
    • 0Komentar

    Sekda Kota Palembang Ratu Dewa membesuk wartawan senior H Kurnati Abdullah di kediamannnya Jalan Ariodillah Palembang. “Sudah lama kenal dengan beliau. Kami berinteraksi ketika saya bertugas di Humas Pemprov Sumsel. Dan sebelum beliau sakit pun masih sering kontak kontakkan,” ujar Ratu Dewa, kemarin. Saat itu Pak Kurnati lanjut menjabat sebagai Ketua PWI Sumsel. “Malah jadi ketua […]

  • API Award 2021, Rencananya Bakal Di Hadiri Kemenparekraf Sandiaga Uno

    API Award 2021, Rencananya Bakal Di Hadiri Kemenparekraf Sandiaga Uno

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    MENYAMBUT Puncak Anugerah Pesona Indonesia (API) Award tahun 2021 di Bumi Serasan Sekate pada 30 November nanti. Dimana pada tahun ini, Kabupaten Muba bertindak sebagai tuan rumah dan tentunya mempunyai tantangan tersendiri. Betapa tidak, dalam pelaksanaannya nanti event level nasional yang diikuti peserta dari 50 Kabupaten/Kota di Indonesia ini akan digelar dengan prokes ketat. “Nanti […]

  • 5 rumah warga Desa Ulak Teberau Muba hangus akibat kebakaran

    5 rumah warga Desa Ulak Teberau Muba hangus akibat kebakaran

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 831
    • 0Komentar

    PERISTIWA kebakaran yang terjadi di Desa Ulak Teberau, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (29/6/2022) siang menghanguskan lima unit rumah warga.   Kebakaran yang disebabkan oleh sebuah mobil pengangkut minyak solar olahan yang mengalami kecelakaan dan terbakar hingga menyambar ke rumah warga tersebut membuat aktifitas lalu lintas di sepanjang Jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau, Desa Ulak […]

  • unsri-depan

    Datangi DPRD Sumsel, Mahasiswa Unsri Tuntut Ini

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    Ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) dan perwakilan BEM Kampus se-Sumsel menggelar aksi damai di gedung DPRD Provinsi Sumsel yang terletak di Jalan Pom IX, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (4/8/2017).

expand_less
WordPress Archive Flatsome | Multi-Purpose Responsive WooCommerce Theme Flavia – Kids Shop WooCommerce WordPress Theme Flavius – Lawyer and Attorney WordPress Theme Fleet Manager – Vehicle Management & Booking System FleetCart – Modern eCommerce CMS Flex Mag – Responsive WordPress News Theme FLEX – Multi-Purpose Joomla Template Flexblog – A Personal WordPress Blog Theme Flexbox Tables Flexible Checkout Fields PRO WooCommerce