Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Langkah Terakhir di Lereng Rinjani, Benedikt, Heli, & Asa di Tengah Kabut

Langkah Terakhir di Lereng Rinjani, Benedikt, Heli, & Asa di Tengah Kabut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 716
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DARI kaki Rinjani yang megah, setiap langkah pendaki adalah bait doa, setiap nafas adalah perjuangan. Namun di tengah medan yang menantang, alam tak selalu membalas dengan pelukan hangat. Kadang, ia menyelipkan ujian tak untuk menakut-nakuti, tapi mungkin sekadar mengingatkan bahwa manusia, betapapun kuatnya, tetap hanya tamu di rumah sang gunung.

Pada Rabu siang, 16 Juli 2025, kabar darurat menyambar seperti petir di siang bolong, seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, 46 tahun, mengalami kecelakaan di jalur menuju Danau Segara Anak.

Lokasinya?, sekitar 25 menit sebelum jembatan besi yang dikenal sebagai pintu gerbang menuju lanskap surgawi. Tapi hari itu, surga di depan mata berubah menjadi ujian berat bagi tubuh dan nyawa.

Guide dan porter yang menyertainya melaporkan kondisi serius, pendarahan dan dugaan patah tulang di beberapa bagian tubuh.

Dalam istilah sehari-hari, ini bukan cuma “keseleo dikit” atau “jatuh lucu-lucuan”. Ini adalah momen di mana detik bisa berubah menjadi penghalang antara hidup dan kehilangan.

Seketika, seperti alarm di markas superhero, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bergerak cepat. Koordinasi dilakukan dengan tim Edelweis Medical Help Center (EMHC), tim yang namanya mungkin tidak setenar tokoh film laga, tapi kerja nyatanya tidak main-main.

Dalam 5 menit setelah laporan masuk, alat evakuasi dan logistik mulai dikumpulkan, di gunung, waktu bukan sekadar angka, ia adalah harapan.

Namun Rinjani bukan trotoar kota, jalurnya menanjak, licin, dan terkadang membuat sinyal handphone seperti mantan yang susah dihubungi hilang muncul tanpa aba-aba. Dalam kondisi begitu, pertolongan pertama pun menjadi hal mewah.

Untungnya, semesta ikut membantu, seorang pengunjung dari grup lain ternyata adalah seorang dokter, seperti dalam sinetron, datangnya tak terduga, tapi perannya penting.

Ia menyarankan evakuasi udara karena membawa korban turun bisa menambah risiko pendarahan. Kata pepatah “jangan paksa jalan kaki kalau sayap sedang tersedia”

Pada pukul 12.15 WITA, BTNGR langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Mataram. Seperti skenario cepat dalam film aksi, Pos SAR Kayangan digerakkan.

Negeri salju

Rinjani Squad di Pos 2 pun tak tinggal diam, mereka bukan cuma sekadar “squad” dalam nama, tapi pasukan yang siap menerjang kabut, lumpur, dan keterbatasan sinyal demi satu nyawa.

Sementara itu, komunikasi dengan pihak heli (Bali Air) dimulai. Koordinasi, video lokasi, dan analisis pendaratan dilakukan. Ya, mendaratkan heli di lereng gunung bukan seperti parkir motor di minimarket. Perlu pertimbangan cuaca, angin, dan kontur tanah. Pada pukul 15.00 WITA, kabar baik datang heli akan diterbangkan, dengan catatan langit tidak ngambek.

Bila semuanya lancar, Benedikt akan langsung dibawa ke RS Nusa Medica, Bali. Asuransi pribadi telah menghubungi rumah sakit, sebuah konfirmasi bahwa sistem tidak hanya berjalan, tapi berlari.

Kisah Benedikt bukan hanya tentang evakuasi, namun bisa juga sebagai pengingat bahwa keindahan alam selalu berdampingan dengan potensi bahaya. Rinjani bukan cuma tempat selfie dan sunrise, tapi ruang sakral di mana kehidupan bisa bergantung pada tali carabiner dan keputusan dalam hitungan menit.

Benedikt datang dari negeri salju, mendaki gunung tropis, dan bertemu takdir di lereng berdebu, tapi dari peristiwa itu, kita belajar satu hal solidaritas tidak kenal paspor, dari porter, guide, dokter dadakan, hingga petugas heli semua menyatu dalam satu misi menyelamatkan.

Kata orang tua kita, “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”,  di lereng Rinjani, pepatah itu bukan sekadar teori, ia menjelma nyata dalam bentuk gotong-royong menyelamatkan nyawa.

Kisah ini mungkin akan menjadi cerita heroik yang disampaikan di ruang tamu keluarga Benedikt nanti, atau bahkan menjadi pengingat bagi siapa pun yang ingin bersahabat dengan alam, Mendaki bukan sekadar mengejar puncak, tapi juga menghargai proses, menjaga diri, dan tak lupa memastikan kita selalu mendaki dengan persiapan, bukan hanya semangat.

Di tengah semua itu, Rinjani tetap berdiri anggun, seperti ibu yang memeluk anaknya, lalu pelan-pelan berkata “Bermainlah, tapi jangan lupa pulang dengan selamat”. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Prabowo, Jalan Baru untuk Santri

    Jejak Prabowo, Jalan Baru untuk Santri

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 903
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada pepatah Arab kuno yang berbunyi, “Man jadda wajada, man MoU-an fadhilah.” Artinya kurang lebih, siapa yang bersungguh-sungguh akan dapat hasil, dan siapa yang teken MoU akan dapat beasiswa dan pelatihan singkat. Ya… kurang lebih begitu, meski agak ngarang. Tapi toh isinya mirip dengan kabar segar dari Timur Tengah beberapa hari lalu. Kementerian […]

  • Dorong Pendidikan Nutrisi Masyarakat untuk Tahun Kedua Berturut-turut, Herbalife Nutrition Bekerja Sama dengan AmCham Taiwan

    Dorong Pendidikan Nutrisi Masyarakat untuk Tahun Kedua Berturut-turut, Herbalife Nutrition Bekerja Sama dengan AmCham Taiwan

    • calendar_month Kamis, 15 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TAIPEI, TAIWAN –  Perusahaan nutrisi global utama Herbalife Nutrition telah bergabung dengan Kamar Dagang Amerika di Taiwan (AmCham Taiwan) untuk mendorong pendidikan nutrisi melalui Forum Kesehatan Warga 2022. Ini merupakan tahun kedua Herbalife Nutrition bermitra dengan AmCham Taiwan mengadakan forum kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan bagi masyarakat umum.   Menampilkan […]

  • Tingkatkan Syiar Islam, Plt Bupati Beni Hernedi Sambangi Masjid Desa Pagarkaya

    Tingkatkan Syiar Islam, Plt Bupati Beni Hernedi Sambangi Masjid Desa Pagarkaya

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    MENGINJAK hari ke 9 Bulan Suci Ramadhan 1443 H, Plt Bupati Muba Beni Hernedi melakukan Kunjungan Kerja dalam Rangka Safari Ramadhan 1443 H / 2022 M. Safari Ramadhan dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Acara dilaksanakan di Masjid Raudhatul Jannah Desa Pagarkaya Kecamatan Sungai Keruh, Senin (11/04/2022).   […]

  • Jadi Perhatian, Gambo Muba Ikut Dipamerkan Di HPN, Begini Komen dari Ketua PWI & Wakil Ketua Dewan Pers

    Jadi Perhatian, Gambo Muba Ikut Dipamerkan Di HPN, Begini Komen dari Ketua PWI & Wakil Ketua Dewan Pers

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    GAMBO Muba, jumputan khas Musi Banyuasin jadi pusat perhatian ratusan wartawan Sumetera Selatan yang berkumpul di peringatan Hari Pers Nasional XL­VII dan HUT Ke-75 PWI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan ya­ng diselenggarakan di Kabupaten Banyuasi­n, Kamis (24/6/2021). Peringatan HPN  dihadiri langsung Ketua Umum PWI Pusat Atal S Dep­ari dan Wakil Ketua Dew­an Pers Hendry​ Ch​ Bangun. […]

  • Polrestabes Palembang Terima penghargaan Satgas Pungli terbaik II Nasional

    Polrestabes Palembang Terima penghargaan Satgas Pungli terbaik II Nasional

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    SEPAK terjang Satuan Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Polrestabes Palembang, menarik pusat perhatian pemerintah pusat. Tim satgas yang terdiri dari satuan kerja, yakni, Kejaksaan, Kepolisian dan dari birokrasi Inspektorat ini, dinobatkan sebagai Satgas terbaik II tingkat nasioanal tahun 2021 dalam membrantas  pungli di kota Palembang. Walikota Palembang H.Harnojoyo di dampingi Wakapolrestabes Kota Palembang, AKBP Andes Purwanti, […]

  • Tiga Wilayah Harus Dipercepat Vaksinasi, Dimana Saja Lokasinya ?

    Tiga Wilayah Harus Dipercepat Vaksinasi, Dimana Saja Lokasinya ?

    • calendar_month Sabtu, 17 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk fokus melakukan percepatan vaksinasi pada tiga wilayah ini. Sebab, masih ada wilayah yang masih termasuk dalam kategori rendah dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Tiga wilayah tersebut antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Sebab, ketiga wilayah tersebut masih mempunyai kemampuan vaksinasi yang tergolong cukup rendah yakni berkisar […]

expand_less
WordPress Archive Flatsome | Multi-Purpose Responsive WooCommerce Theme Flavia – Kids Shop WooCommerce WordPress Theme Flavius – Lawyer and Attorney WordPress Theme Fleet Manager – Vehicle Management & Booking System FleetCart – Modern eCommerce CMS Flex Mag – Responsive WordPress News Theme FLEX – Multi-Purpose Joomla Template Flexblog – A Personal WordPress Blog Theme Flexbox Tables Flexible Checkout Fields PRO WooCommerce