Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kisah Kapten Trawl & Pasukan Maling Ikan, Terjebak di Laut yang Salah hingga Seribu Kesalahan

Kisah Kapten Trawl & Pasukan Maling Ikan, Terjebak di Laut yang Salah hingga Seribu Kesalahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 1.057
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di tengah Laut Natuna Utara, dua kapal asing berlayar santai. Air laut membiru, angin bertiup sok romantis, dan langit tampak cerah seperti hati anak kos pas tanggal gajian. Tapi, seperti biasa, ketenangan itu cuma kulit luar, karena di balik kabin, ada niat buruk sedang matang seperti tempe tiga hari di pojok dapur.

Kapal bernomor 936 TS dan 5762 TS ini bukan lagi turis nyasar. Mereka tahu betul di mana mereka berada di wilayah laut Indonesia, lebih tepatnya di zona WPP 711. Tapi tetap nekat pakai alat tangkap pair trawl, ibarat maling masuk rumah orang tapi bawa buldoser buat sekalian jebol dapur.

“Eh, kita pasti aman kan, Kapten? Lautnya sepi-sepi aja nih,” tanya salah satu anak buah kapal, ABK Vietnam yang rambutnya dikuncir kayak tokoh anime.

“Tenang, kita udah biasa di sini. Laut Indonesia tuh luas, pengawasnya jarang kelihatan. Kita narik jaring dulu, baru kabur kalau ada yang datang,” jawab Kapten dengan gaya ala aktor laga pensiunan.

Tapi mereka lupa satu hal Orca 03 udah bangun dan bosen diem-diem bae.

“Pak Ma’ruf! Radar mendeteksi dua kapal asing lagi maen trawl di koordinat 5 derajat utara!” ujar petugas jaga KP ORCA 03 dengan nada panik tapi excited, kayak anak muda yang nemu diskonan iPhone.

“Siap, arahkan kapal ke sana. Biar maling-maling ini tahu, laut kita bukan tempat kemping ilegal,” ujar Kapten Ma’ruf, komandan kapal pengawas dengan sorot mata penuh dendam ikan-ikan kecil yang pernah dijarah.

Orca 03 melaju membelah ombak. Nggak pakai sirine, tapi vibes-nya udah kayak mobil patroli lewat gang sempit.
Melihat dua kapal itu panik dan mulai kabur, Pak Ma’ruf langsung buka jurus pamungkas

“Turunkan RIB sekarang! Kita kejar sebelum mereka menyelam ke dasar rasa bersalah!”

Rigid Inflatable Boat (RIB) dikeluarkan. Anak buah kapal pengawas loncat ke air, naik ke RIB, dan ngegas ke arah dua kapal yang kabur. Ombak naik, semangat pun berkobar. Mereka bukan cuma mau nangkap kapal, tapi juga harga diri negeri.

Dalam hitungan menit, dua kapal itu berhasil dilumpuhkan. Isi perut kapalnya?
4.500 kilogram ikan campur aduk, dari tongkol sampai cumi yang masih bingung kenapa hidupnya harus berakhir di kapal ilegal.

Dan jumlah awak kapalnya?
30 orang ABK berkewarganegaraan Vietnam, yang sekarang hanya bisa duduk diam, tatap-tatapan penuh penyesalan sambil nyesel kenapa nggak daftar kerja di kafe aja.

Setelah kapal dibawa ke Batam, konferensi pers digelar. Dirjen PSDKP Pung Nugroho Saksono alias Pak Ipunk, muncul dengan gaya karismatik dan gaya bicara yang seperti tukang servis laut bocor  lugas, to the point, tapi menyelamatkan.

“Pair trawl ini ibarat mantan yang suka ghosting. Kelihatannya produktif, padahal merusak. Ikan kecil ketarik, terumbu karang rusak, dan nelayan lokal gigit jari. Kita nggak bisa biarkan!”

Ipunk juga mengungkap nilai kerugian yang berhasil diselamatkan negara Rp152,8 miliar. Wah..uang segede itu kalau dijadikan koin logam, bisa buat nutup lubang Palung Mariana.

Dua kapal Vietnam itu sekarang berstatus tersangka perairan, didakwa melanggar berbagai pasal dalam Undang-Undang Perikanan yang tebalnya bisa dijadikan bantal. Pasal 92, Pasal 85, dan sekutunya siap menyambut.

Sementara itu, Menteri Sakti Wahyu Trenggono tak tinggal diam.
“Meski anggaran lagi diet ketat, pengawasan tetap jalan. Kami libatkan teknologi, aparat, dan rakyat. Laut adalah rumah kita semua,” katanya dengan semangat seperti nelayan baru dapet rejeki nomplok.

Laut Indonesia bukan warung kelontong tengah malam yang bisa dimasukin sembarangan. Dan trawl itu bukan jaring suci yang bisa dimaafkan hanya karena niat cari nafkah. Ini soal kedaulatan, ekologi, dan masa depan.

Laut Indonesia adalah rumah besar bagi ratusan juta nyawa yang hidup di darat dan di air. Ia bukan supermarket bebas ambil. Ketika dua kapal asing datang seenaknya, mencuri dengan trawl, itu sama saja menyapu piring makan anak-anak nelayan. Dan negeri ini sudah terlalu lama membiarkan hal itu jadi kebiasaan.

Tapi kini, satu per satu gigi penjaga laut mulai tumbuh. Sudah saatnya kita tak cuma jadi bangsa bahari di buku pelajaran, tapi juga di laut lepas dengan kapal yang sigap, hukum yang tegak, dan cerita-cerita seperti ini yang tak cuma heroik, tapi juga penuh peringatan jangan main-main di Laut Natuna, karena laut kami punya penjaga.

Dua kapal itu salah besar mereka datang dengan niat culas, dan lupa bahwa laut ini dijaga bukan cuma dengan hukum, tapi juga dengan hati.

Jadi buat siapa pun di luar sana yang masih mikir mau nyolong ikan di laut kita, ingatlah kisah Kapten Trawl dan Pasukan Maling Ikan.

Karena di Indonesia, laut bukan tempat main-main.
Dan Orca 03?
Dia tidak tidur.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Bank Wakaf Mikro Ponpes  Nurul Huda, Gubernur Instruksikan Ini kepada Bank Sumsel Babel

    Resmikan Bank Wakaf Mikro Ponpes  Nurul Huda, Gubernur Instruksikan Ini kepada Bank Sumsel Babel

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.841
    • 0Komentar

    BERBAGAI upaya terus dilakukan Gubernur Sumsel H Herman Deru guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya yakni dengan meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) di Podok Pesantren Nurul Huda Desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur, Sabtu (28/11) Bank Wakaf Mikro tersebut diketahui merupakan yang pertama di Indonesia yang diinisiasi langsung oleh gubernur H. Herman Deru […]

  • “Mangrove, Motor Listrik & Mimpi Basah Anak Pulau, Dari Alas Purwo Menuju Asa Pesisir”

    “Mangrove, Motor Listrik & Mimpi Basah Anak Pulau, Dari Alas Purwo Menuju Asa Pesisir”

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 503
    • 0Komentar

    SAAT langit makin tipis, laut makin rakus, dan daratan makin cemberut, datanglah sejumput asa dari ujung Banyuwangi  bukan pesugihan, tapi pesta mangrove yang isinya tanam pohon sambil goyang motor listrik. Kementerian Kehutanan justru bikin gebrakan adem di Taman Nasional Alas Purwo, bukan dengan AC 3 PK atau kipas angin dari bantuan desa, tapi dengan festival […]

  • Sebagai Kepala Daerah Ketahanan Pangan, IJTI Jabar Beri Penghargaan

    Sebagai Kepala Daerah Ketahanan Pangan, IJTI Jabar Beri Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.467
    • 0Komentar

    IKATAN Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Barat memberikan penghargaan kepada almarhum Oded M. Danial sebagai Kepala Daerah Pencanangan Ketahanan Pangan di masa Pandemi Covid-19 lewat Program Buruan Sae (Sehat, Alami, Ekonomis). Penghargaan tersebut diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eric M. Attauriq pada acara Malam Anugerah IJTI Pengda Jawa Barat 2021, di Hotel Grand Preanger […]

  • Amankan PSU, Polda Papua Turunkan 310 Personel Gabungan

    Amankan PSU, Polda Papua Turunkan 310 Personel Gabungan

    • calendar_month Minggu, 23 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    DALAM rangka mengamankan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo, Polda Papua kerahkan 310 personel gabungan Polda Papua dan Polres Jajaran, belum lama ini. Personel yang dikerahkan ke tersebut merupakan personel gabungan dari masing-masing satker yang ada di Polda Papua dan juga dari Jajaran Polres untuk membackup Polres Yalimo. Pengiriman […]

  • Wahai Wisuda Polsri, Ingat - ingat Pesan Pak Sekda Ya..!!

    Wahai Wisuda Polsri, Ingat – ingat Pesan Pak Sekda Ya..!!

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.540
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Nasrun Umar hadir pada Upacara Wisuda XXXIII Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) di Kampus Polsri, Minggu (10/9/2017).

  • Kanwil DJP Sumsel Babel Apresiasi Kontribusi Pemkab OKI atas Capaian Pajak 2022

    Kanwil DJP Sumsel Babel Apresiasi Kontribusi Pemkab OKI atas Capaian Pajak 2022

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  OKI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepuluan Belitung memberikan apresiasi kepada 30 Wajib Pajak Badan (perusahaan) dan Pemerintah Daerah yang berkontribusi penuh terhadap capaian realisasi pajak tahun 2022. Pemkab OKI menjadi salah satu daerah yang menerima penghargaan yang diserahkan di Hotel The Zuri Palembang, Kamis (19/1) kemarin. Kepala Kanwil […]

expand_less
WordPress Archive CETUS – Creative Portfolio Elementor Template Kit CF 7 Connector (MailChimp, MailerLite and Zapier) CF7 Envato Market Item Support Request Form – Contact Form 7 Form With Purchase Code Verification CF7 International SMS Chakra – Yoga Retreat & Leisure Center WordPress Theme Chakta – Auto Parts Store & Accessories Elementor Template Kit Chameleon Audio Player Addon for WPBakery Page Builder Chameleon HTML5 Audio Player With/Without Playlist ChangaLab – Currency Exchange WordPress Plugin Changelog & Custom List for Elementor – Logger