Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kisah Kapten Trawl & Pasukan Maling Ikan, Terjebak di Laut yang Salah hingga Seribu Kesalahan

Kisah Kapten Trawl & Pasukan Maling Ikan, Terjebak di Laut yang Salah hingga Seribu Kesalahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 1.042
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di tengah Laut Natuna Utara, dua kapal asing berlayar santai. Air laut membiru, angin bertiup sok romantis, dan langit tampak cerah seperti hati anak kos pas tanggal gajian. Tapi, seperti biasa, ketenangan itu cuma kulit luar, karena di balik kabin, ada niat buruk sedang matang seperti tempe tiga hari di pojok dapur.

Kapal bernomor 936 TS dan 5762 TS ini bukan lagi turis nyasar. Mereka tahu betul di mana mereka berada di wilayah laut Indonesia, lebih tepatnya di zona WPP 711. Tapi tetap nekat pakai alat tangkap pair trawl, ibarat maling masuk rumah orang tapi bawa buldoser buat sekalian jebol dapur.

“Eh, kita pasti aman kan, Kapten? Lautnya sepi-sepi aja nih,” tanya salah satu anak buah kapal, ABK Vietnam yang rambutnya dikuncir kayak tokoh anime.

“Tenang, kita udah biasa di sini. Laut Indonesia tuh luas, pengawasnya jarang kelihatan. Kita narik jaring dulu, baru kabur kalau ada yang datang,” jawab Kapten dengan gaya ala aktor laga pensiunan.

Tapi mereka lupa satu hal Orca 03 udah bangun dan bosen diem-diem bae.

“Pak Ma’ruf! Radar mendeteksi dua kapal asing lagi maen trawl di koordinat 5 derajat utara!” ujar petugas jaga KP ORCA 03 dengan nada panik tapi excited, kayak anak muda yang nemu diskonan iPhone.

“Siap, arahkan kapal ke sana. Biar maling-maling ini tahu, laut kita bukan tempat kemping ilegal,” ujar Kapten Ma’ruf, komandan kapal pengawas dengan sorot mata penuh dendam ikan-ikan kecil yang pernah dijarah.

Orca 03 melaju membelah ombak. Nggak pakai sirine, tapi vibes-nya udah kayak mobil patroli lewat gang sempit.
Melihat dua kapal itu panik dan mulai kabur, Pak Ma’ruf langsung buka jurus pamungkas

“Turunkan RIB sekarang! Kita kejar sebelum mereka menyelam ke dasar rasa bersalah!”

Rigid Inflatable Boat (RIB) dikeluarkan. Anak buah kapal pengawas loncat ke air, naik ke RIB, dan ngegas ke arah dua kapal yang kabur. Ombak naik, semangat pun berkobar. Mereka bukan cuma mau nangkap kapal, tapi juga harga diri negeri.

Dalam hitungan menit, dua kapal itu berhasil dilumpuhkan. Isi perut kapalnya?
4.500 kilogram ikan campur aduk, dari tongkol sampai cumi yang masih bingung kenapa hidupnya harus berakhir di kapal ilegal.

Dan jumlah awak kapalnya?
30 orang ABK berkewarganegaraan Vietnam, yang sekarang hanya bisa duduk diam, tatap-tatapan penuh penyesalan sambil nyesel kenapa nggak daftar kerja di kafe aja.

Setelah kapal dibawa ke Batam, konferensi pers digelar. Dirjen PSDKP Pung Nugroho Saksono alias Pak Ipunk, muncul dengan gaya karismatik dan gaya bicara yang seperti tukang servis laut bocor  lugas, to the point, tapi menyelamatkan.

“Pair trawl ini ibarat mantan yang suka ghosting. Kelihatannya produktif, padahal merusak. Ikan kecil ketarik, terumbu karang rusak, dan nelayan lokal gigit jari. Kita nggak bisa biarkan!”

Ipunk juga mengungkap nilai kerugian yang berhasil diselamatkan negara Rp152,8 miliar. Wah..uang segede itu kalau dijadikan koin logam, bisa buat nutup lubang Palung Mariana.

Dua kapal Vietnam itu sekarang berstatus tersangka perairan, didakwa melanggar berbagai pasal dalam Undang-Undang Perikanan yang tebalnya bisa dijadikan bantal. Pasal 92, Pasal 85, dan sekutunya siap menyambut.

Sementara itu, Menteri Sakti Wahyu Trenggono tak tinggal diam.
“Meski anggaran lagi diet ketat, pengawasan tetap jalan. Kami libatkan teknologi, aparat, dan rakyat. Laut adalah rumah kita semua,” katanya dengan semangat seperti nelayan baru dapet rejeki nomplok.

Laut Indonesia bukan warung kelontong tengah malam yang bisa dimasukin sembarangan. Dan trawl itu bukan jaring suci yang bisa dimaafkan hanya karena niat cari nafkah. Ini soal kedaulatan, ekologi, dan masa depan.

Laut Indonesia adalah rumah besar bagi ratusan juta nyawa yang hidup di darat dan di air. Ia bukan supermarket bebas ambil. Ketika dua kapal asing datang seenaknya, mencuri dengan trawl, itu sama saja menyapu piring makan anak-anak nelayan. Dan negeri ini sudah terlalu lama membiarkan hal itu jadi kebiasaan.

Tapi kini, satu per satu gigi penjaga laut mulai tumbuh. Sudah saatnya kita tak cuma jadi bangsa bahari di buku pelajaran, tapi juga di laut lepas dengan kapal yang sigap, hukum yang tegak, dan cerita-cerita seperti ini yang tak cuma heroik, tapi juga penuh peringatan jangan main-main di Laut Natuna, karena laut kami punya penjaga.

Dua kapal itu salah besar mereka datang dengan niat culas, dan lupa bahwa laut ini dijaga bukan cuma dengan hukum, tapi juga dengan hati.

Jadi buat siapa pun di luar sana yang masih mikir mau nyolong ikan di laut kita, ingatlah kisah Kapten Trawl dan Pasukan Maling Ikan.

Karena di Indonesia, laut bukan tempat main-main.
Dan Orca 03?
Dia tidak tidur.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14 tahun rumah nenek Suhartini tak dialiri listrik, ini reaksi Pj Bupati Muba

    14 tahun rumah nenek Suhartini tak dialiri listrik, ini reaksi Pj Bupati Muba

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Nenek Suhartini (74) warga Jalan H Nazom Nurhawi Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu sangat terharu lantaran rumahnya tak lagi gelap karena Pj Bupati Muba Pj Bupati Apriyadi Mahmud membantu pemasangan listrik PLN. Pantauan akhir pekan ini di lokasi tampak mantan Kadinsos Pemprov Sumsel itu mengisi langsung pulsa token listrik kediaman Suhartini yang baru […]

  • Tekan AKI, AKB, dan AKABA Dinkes Muba Gelar Pertemuan Orientasi Kader Posyandu

    Tekan AKI, AKB, dan AKABA Dinkes Muba Gelar Pertemuan Orientasi Kader Posyandu

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    PEMKAB  Musi Banyuasin dibawah komando Penjabat Bupati H Apriyadi terus berupaya melakukan percepatan penurunan angka kematian Ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan angka kematian balita (AKABA) melalui pemberdayaan masyarakat. Kali ini bertempat di ruang pertemuan Gambo Hotel dan Residence Sekayu, Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan Muba menggelar kegiatan pertemuan Orientasi Kader Posyandu di Kabupaten […]

  • Asa Wawako Palembang saat lantik pengurus PMI

    Asa Wawako Palembang saat lantik pengurus PMI

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.476
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang -Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Sukarami yang dilantik diharapkan dapat pro aktif pasalnya kebutuhan darah setiap bulannya terus meningkat. Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda melantik pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Sukarami, Selasa (21/2/2023). “Pengurus kecamatan inilah nantinya yang akan mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya donor darah dan manfaatnya,” katanya. […]

  • Cegah Karhutbunlah, Siagakan Alat Berat Untuk Buka Lahan Pertanian

    Cegah Karhutbunlah, Siagakan Alat Berat Untuk Buka Lahan Pertanian

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    SOSIALISASI pencegahan Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) hingga kini terus dilakukan di tengah Wabah Pandemi COVID-19.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab), melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP), menyiapkan Brigade berupa alat berat jenis Excavator sebanyak 24 unit tersebar di tiga kecamatan. Alat itu untuk dimanfaatkan pembukaan atau perbaikan lahan Tanaman Pangan Dan Hortikultura, dengan […]

  • Awal Februari, DPC PKB Palembang Akan Laksanakan Raker

    Awal Februari, DPC PKB Palembang Akan Laksanakan Raker

    • calendar_month Selasa, 25 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.331
    • 0Komentar

      DEWAN Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Palembang akan menggelar Rapat Kerja yang akan dihadiri seluruh Pengurus Cabang Pembantu (PAC) pada Februari mendatang. Dalam rapat kerja ini akan ditentukan arah program DPC ke depan, setidaknya target kita untuk pemilihan presiden dan pemilihan umum. “Itu yang akan menjadi topik pembahasan kita pada raker ini,” kata Ketua […]

  • Hindari berita hoax terkait napi meninggal, Lapas Kayuagung beri penjelasan

    Hindari berita hoax terkait napi meninggal, Lapas Kayuagung beri penjelasan

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

    TERKAIT adanya kabar kematian TP (45), warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kayuagung sempat mengundang sorotan publik. Pasalnya, sebelumnya berhembus kabar bahwa napi yang terjerat pidana pasal 351 ini sendiri meninggal tidak wajar di dalam lapas. Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kayuagung Reza Meidiansyah Purnama melalui Kasubsi Perawatan, Yayan menepis isu yang beredar. Pihaknya memandang perlu […]

expand_less
WordPress Archive CETUS – Creative Portfolio Elementor Template Kit CF 7 Connector (MailChimp, MailerLite and Zapier) CF7 Envato Market Item Support Request Form – Contact Form 7 Form With Purchase Code Verification CF7 International SMS Chakra – Yoga Retreat & Leisure Center WordPress Theme Chakta – Auto Parts Store & Accessories Elementor Template Kit Chameleon Audio Player Addon for WPBakery Page Builder Chameleon HTML5 Audio Player With/Without Playlist ChangaLab – Currency Exchange WordPress Plugin Changelog & Custom List for Elementor – Logger