Karhutla Kalimantan Barat Muncul 198 Hotspot, Prabowo Turun Cek Langsung dan Siapkan OMC
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Kalimantan Barat terpantau dengan 198 titik panas (hotspot) tingkat kepercayaan tinggi dalam pemantauan selama 24 jam. Kondisi ini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang langsung menggelar rapat penanganan setelah tiba di Pangkalan TNI AU Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026).
Rapat berlangsung di Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Pontianak. Prabowo meminta laporan mengenai kondisi terkini sebelum memastikan langkah penanganan di lapangan.
“Saya datang untuk melihat keadaan setempat yang nyata. Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi,” ujar Prabowo.
Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo kemudian memaparkan hasil pemantauan satelit. Selain 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, terdeteksi pula 3.100 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Untuk sektor selatan, sebaran dominan berada di Kabupaten Ketapang, Kubu Raya, dan Kayong Utara.
Sementara di wilayah timur, hotspot terpantau di Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Sambas.
Prabowo Minta Kondisi Lapangan Dipastikan
Kunjungan Prabowo sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan laporan pemerintah pusat dan daerah mengenai kondisi karhutla. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut delapan pimpinan kementerian/lembaga pusat dan 10 unsur pemerintah daerah hadir dalam rapat tersebut.
Jajaran yang mengikuti rapat mencakup unsur pemerintah daerah, gubernur, kepolisian, TNI, Basarnas, BMKG, hingga BNPB daerah.
Selain memantau titik panas, pemerintah membahas peluang hujan yang dapat membantu penanganan karhutla. Berdasarkan pemantauan, hujan ringan berpotensi terjadi terutama di wilayah timur Kalimantan Barat pada periode 21-27 Agustus 2026.
Pemerintah juga kembali menyiapkan operasi modifikasi cuaca atau OMC. Sebelumnya, operasi tersebut telah dilakukan pada 11-18 Agustus 2026, tetapi dihentikan karena tidak terdapat potensi awan yang memadai.
Hasil koordinasi dengan BMKG menunjukkan peluang kondisi awan yang mendukung OMC mulai tersedia pada 23-27 Agustus 2026.
“Kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awal akan terjadi pada tanggal 23-27 sehingga kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” kata Bulo.
Dengan pemantauan hotspot, prakiraan cuaca, dan persiapan OMC tersebut, pemerintah memperkuat langkah penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Prabowo juga memastikan kondisi di lapangan menjadi dasar dalam menentukan langkah berikutnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
