Peristiwa

Hujan Deras, Halaman dan Lorong Rumah Warga Banyak Terendam Air

Hampir setiap hujan deras yang turun lebih dari satu jam pasti mengenangi lorong dan halaman rumah.

foto : one

SUMSELTERKINI. ID, Palembang – Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang menjelang subuh, tepatnya pukul.03.00 WIB dini hari membuat sebagian halaman rumah warga, dan lorong di Jalan Harapan Jaya – Lebak Jaya, Kelurahan Sei-Selayur Palembang terendam air.

Genangan air berasal dari selokan (got) yang tidak mampu menampung air hujan yang turun lebih kurang 3 jam lebih sehingga lorong dan halaman rumah sebagian warga mengenangi sebatas  tumit kaki.

Sejumlah warga yang halaman rumah serta lorongnya terendam air mengaku, kondisi ini bukan kali pertama dirasakan, namun hampir setiap hujan deras yang turun lebih dari satu jam pasti mengenangi lorong dan halaman rumah.

Pantuan ST, Sabtu pagi (17/2/2018) dibeberapa titik di Jalan Harapan Jaya, dan Lebak Jaya air terlihat air masih mengenangi Jalan dan Lorong, karena air yang berasal dari got tidak lagi mengalir. Seperti di lorong tembusan antara Harapan Jaya-Lebak Jaya, dan dua titik di Lebak Jaya.

Bahkan, Puskesmas pembantu Kalidoni di Jalan Harapan Jaya halamannya tergenang air, akibat tinggi jalan dari halaman Puskemas.

“Sudah langganan mas, setiap hujan deras mengguyur selama 1 jam, pasti air masuk ke halaman rumah, bahkan jika 2 jam lebih air akan mengenangi sampai teras rumah,”ungkap Ari, warga Harapan Jaya I.

Menurutnya, meskipun sering dilakukan gotong royong, namun jika saluran air sering tersebut dan kecil, air tetap meluap, apalagi air diselokan atau got hanya berputar-putar saja tanpa mengalir ke sungai. “air hujan hanya mengalir sebagian rawa, “paparnya.

Ketika rawanya meluap karena tak mampu menampung air, sudah barang tentu air mengalir mengenangi halaman dan Jalan di Lorong-lorong kondisinya jalan lebih rendah dari jalan utama.

Hal senada diungkapkan Heri, Warga Lorong Tembusan, Jalan Harapan Jaya I, Sei-Selayur, Jalan di Lorong nya selalu mengalami banjir ketika hujan deras selama 2-3 jam, karena got sudah tidak bisa dialirin air lagi karena kurangnya daerah resapan air.

“Kalau dulu, air dari Harapan Jaya masih mengalir ke Lebak Jaya, namun sekarang daerah resapan air sudah semakin berkurang, akibat air hujan tidak tertampung lagi jika hujan turun 2 jam, apalagi lorong kami tidak pernah mendapat jatah pengecoran jalan, sehingga ketika jalan utama dicor semakin tinggi, air hujan tumpah pasti ke lorong kami,”akunya.

Dulu aku lagi pernah sekali di cor, sekitar 10 tahun yang lalu, namun setelah itu tidak pernah lagi mencicipi pengecoran jalan Lorong.”Ntah kenapa kami juga tidak tahu padahal Kelurahan Sei-Selayur tak jauh dari tempat kami tinggal,”ulasnya.

Dia berharap setelah Pilkada, ada perubahan khususnya lorong dimana tempat kami tinggal sehingga ada pemerataan dalam pembangunan. Siapa pun yang terpilih menjadi Walikota/wakil walikota.

“Kami sebagai warga hanya bisa berharap, yang melayani dan punya wewenang, ada dipemimpin kota ini,”urainya.

SUMSELTERKINI. ID, Palembang, Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang menjelang subuh, tepatnya pukul.03.00 WIB dini hari membuat sebagian halaman rumah warga, dan lorong di Jalan Harapan Jaya – Lebak Jaya, Kelurahan Sei-Selayur Palembang terendam air.

Genangan air berasal dari selokan (got) yang tidak mampu menampung air hujan yang turun lebih kurang 3 jam lebih sehingga lorong dan halaman rumah sebagian warga mengenangi diatas tumit kaki.

Sejumlah warga yang halaman rumah serta lorongnya mengaku, kondisi ini bukan kali pertama dirasakan, namun hampir setiap hujan deras yang turun lebih dari satu jam bakal mengenangi lorong dan halaman rumah.

Pantuan ST, Sabtu pagi (17/2/2018) dibeberapa titik di Jalan Harapan Jaya, dan Lebak Jaya air terlihat air masih mengenangi Jalan dan Lorong, karena air yang berasal dari got tidak lagi mengalir. Seperti di lorong tembusan antara Harapan Jaya-Lebak Jaya, dan dua titik di Lebak Jaya.

Bahkan, Puskesmas pembantu Kalidoni di Jalan Harapan Jaya halamannya tergenang air, akibat tinggi jalan dari halaman Puskemas.

“Sudah langganan mas, setiap hujan deras mengguyur selama 1 jam, pasti air masuk ke halaman rumah, bahkan jika 2 jam lebih air akan mengenangi sampai teras rumah,”ungkap Ari, warga Harapan Jaya I.

Menurutnya, meskipun sering dilakukan gotong royong, namun jika saluran air sering tersebut dan kecil, air tetap meluap, apalagi air diselokan atau got hanya berputar-putar saja tanpa mengalir ke sungai. “air hujan hanya mengalir sebagian rawa, “paparnya.

Ketika rawanya meluap karena tak mampu menampung air, sudah barang tentu air mengalir mengenangi halaman dan Jalan di Lorong-lorong kondisinya jalan lebih rendah dari jalan utama.

Hal senada diungkapkan Heri, Warga Lorong Tembusan, Jalan Harapan Jaya I, Sei-Selayur, Jalan di Lorong nya selalu mengalami banjir ketika hujan deras selama 2-3 jam, karena got sudah tidak bisa dialirin air lagi karena kurangnya daerah resapan air.

“Kalau dulu, air dari Harapan Jaya masih mengalir ke Lebak Jaya, namun sekarang daerah resapan air sudah semakin berkurang, akibat air hujan tidak tertampung lagi jika hujan turun 2 jam, apalagi lorong kami tidak pernah mendapat jatah pengecoran jalan, sehingga ketika jalan utama dicor semakin tinggi, air hujan tumpah pasti ke lorong kami,”akunya.

Dulu aku lagi pernah sekali di cor, sekitar 10 tahun yang lalu, namun setelah itu tidak pernah lagi mencicipi pengecoran jalan Lorong.”Ntah kenapa kami juga tidak tahu padahal Kelurahan Sei-Selayur tak jauh dari tempat kami tinggal,”ulasnya.

Dia berharap setelah Pilkada, ada perubahan khususnya lorong dimana tempat kami tinggal sehingga ada pemerataan dalam pembangunan. Siapa pun yang terpilih menjadi Walikota/wakil walikota.

“Kami sebagai warga hanya bisa berharap, yang melayani dan punya wewenang, ada dipemimpin kota ini,”urainya.[one]

Comments

Terpopuler

To Top