Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Gotong Royong yang Dipanggil Saat Banjir, Lupa Dirawat Sehari-hari

Gotong Royong yang Dipanggil Saat Banjir, Lupa Dirawat Sehari-hari

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • visibility 739
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir Belitang dan tradisi lama yang kembali dicari

GOTONG royong itu sekarang nasibnya mirip genset. Sehari-hari jarang disentuh, tapi begitu listrik mati atau banjir datang, semua orang langsung teriak, “Kemana gotong royong?” Jumat (9/1/2025) kemarin, (jawabnya lagi ngumpulin warga sekampung) … saat banjir merendam Desa Nusa Jaya sampai Raman Jaya di Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, genset sosial itu kembali dinyalakan.

Air naik pelan tapi konsisten. Awalnya cuma betis, tahu-tahu sudah setinggi dada. Di kampung, tanda banjir itu sederhana motor lebih sering didorong daripada dinaiki, kursi plastik mulai mengapung, dan sandal jepit kehilangan identitas. Tapi yang menarik, di tengah genangan, warga Belitang tidak tenggelam dalam panik. Yang muncul justru kebiasaan lama yang sempat terlupakan gotong royong.

Bagi generasi 90-an ke bawah, gotong royong itu bukan reaksi darurat, gotong royong adalah rutinitas, biasanya dilaksanakan minggu pagi. Tanpa undangan, tanpa aba-aba dari RT, lurah, camat, apalagi wali kota. Warga sudah tahu perannya masing-masing. Ada yang bersihkan parit, ada yang timbun jalan berlubang, ada yang nanam pohon. Kopi diseduh, canda dilempar, kerja jalan. Tidak datang? Siap-siap dicari bukan pakai surat, tapi pakai sindiran.

Sekarang, tradisi itu pelan-pelan terkikis. Parit dibiarkan sampai jadi museum lumpur. Jalan rusak menunggu proyek, pohon ditebang, lupa diganti. Gotong royong bukan hilang, tapi jarang dipakai sampai akhirnya banjir datang sebagai alarm keras.

Di Belitang II, saat air naik, warga bergerak tanpa rapat resmi, barang tetangga diangkat ramai-ramai. Perahu pinjaman jadi transportasi umum dan dapur umum berdiri dari patungan. Gotong royong yang lama tertidur mendadak bangun dan langsung kerja lembur.

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang turun langsung ke lokasi melihat sendiri situasi itu. Yang ia cek pertama bukan hanya genangan, tapi keselamatan warga.
“Hal pertama yang saya cek adalah apakah ada korban jiwa atau tidak. Alhamdulillah tidak ada,” ujarnya.

Kepedulian kolektif

Oleh sebab itu, kalimat ini penting, nihil korban jiwa bukan hasil keberuntungan. Itu buah dari kepedulian kolektif.,warga saling mengingatkan, saling membantu evakuasi, saling jaga. Gotong royong bekerja sebelum air benar-benar tinggi.

Secara data, banjir ini bukan cerita kecil. Camat Belitang II, Suyadi, melaporkan dari 24 desa, ada 8 desa terdampak. Sebanyak 871 rumah terendam dan 692 hektare sawah ikut kebanjiran. Di wilayah Belitang Mulia, Camat Sigit HY menyebut 5 desa terdampak, 126 rumah terendam, dan 243 hektare lahan pertanian tergenang. Angka-angka ini berat, tapi tidak mematikan semangat warga.

Dalam kunjungan itu, Herman Deru didampingi Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., menyerahkan bantuan sembako dan memastikan infrastruktur masih relatif aman. Ia juga menegaskan agar kewaspadaan dijaga dan koordinasi terus berjalan.

Soal sawah yang terendam, harapan tidak ikut hanyut. Herman Deru memastikan setelah banjir surut, Pemprov Sumsel akan memberikan bantuan benih agar petani bisa segera tanam kembali. Pendataan diminta cepat, supaya bantuan tidak nyasar ke sawah yang cuma kebagian cipratan.

Banjir Belitang memberi pelajaran yang sering kita abaikan, yaitu gotong royong jangan cuma dipanggil saat musibah, gotong royong itu bukan alat pemadam kebakaran sosial, sebab menjadi fondasi. Kalau dulu parit rutin dibersihkan, jalan dirawat bersama, pohon ditanam ramai-ramai, mungkin air tidak mudah mampir ke ruang tamu.

Kalau gotong royong dirawat di hari cerah, banjir mungkin tidak perlu sering datang sebagai pengingat, air pasti surut. Aktivitas akan pulih. Tapi jangan sampai setelah itu, gotong royong kembali disimpan di gudang dan hanya diingat saat alarm berbunyi lagi. Karena sejatinya, gotong royong bukan tradisi usang, sebab menjadi kebiasaan baik yang terlalu sering kita tunda. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Saatnya Punya Tablet Flagship Serbaguna yang Terjangkau: Galaxy Tab S9 FE!

    Ini Saatnya Punya Tablet Flagship Serbaguna yang Terjangkau: Galaxy Tab S9 FE!

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

      Promo sampai 12 Oktober jangan kelewatan! Belajar, bekerja, susun ide kreatif dan streaming makin lancar pakai Galaxy Tab S9 FE     Sumselterkini.co.id, -Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan Galaxy Tab S9 FE series, yang memberikan pengalaman selayaknya tablet flagship seperti berkreasi dengan S Pen, layar luas yang bisa dibagi untuk multitasking membuka beberapa aplikasi, ataupun […]

  • KKP Nyatakan, Pemulihan Terumbu Karang di Lombok Tanggung Jawab Perusahaan Kapal

    KKP Nyatakan, Pemulihan Terumbu Karang di Lombok Tanggung Jawab Perusahaan Kapal

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.317
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, melakukan pemantauan langsung terhadap kapal ferry yang kandas di Gosong Gili Kapal, perairan Selat Alas bagian utara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kandasnya kapal tersebut mengakibatkan terumbu karang hancur, pecah-pecah, dan patah karena tertabrak kapal. Luasan area yang […]

  • 3 Puskesmas di OKI raih predikat paripurna pada Akreditasi Puskesmas 2024

    3 Puskesmas di OKI raih predikat paripurna pada Akreditasi Puskesmas 2024

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tiga puskesmas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dinyatakan memenuhi predikat paripurna pada Akreditasi Puskesmas 2024. Predikat ini merupakan nilai lulus yang sempurna bagi puskesmas sebagai penyelenggara layanan kesehatan. Ketiga Puskesmas tersebut antara lain, Puskemas Pangaraian Kecamatan Tanjung Lubuk, Puskesmas Tugu Mulyo Kecamatan Lempuing dan Puskesmas Kerta Mukti Kecamatan Mesuji Raya Ogan Komering […]

  • Face Book Sediakan Biaya Bulanan untuk Keanggotaan Eksklusif

    Face Book Sediakan Biaya Bulanan untuk Keanggotaan Eksklusif

    • calendar_month Sabtu, 23 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID ,Jakarta – Facebook akan mengenakan biaya bulanan US$4,99-29,99 untuk keanggotaan eksklusif di grup tertentu, menurut pengumuman terbaru di blog resmi mereka. Grup versi tidak berbayar akan tetap ada, namun segera akan ada opsi untuk sub-grup versi premium. Dikutip dari laman The Verge di Jakarta, Jumat (22/6/2018), grup yang akan diuji coba antara lain mengenai memasak, bersih-bersih […]

  • PON XX Papua Selesai, Hari Ini Rencananya Ditutup Wapres

    PON XX Papua Selesai, Hari Ini Rencananya Ditutup Wapres

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 896
    • 0Komentar

    PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 rencanya akan ditutup Wakil Presiden Ma’ruf Amin, berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Jumat (15/10/2021). Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali  mengatakan besok siang rencananya beliau tiba, dari sebelumnya melakukan kunjungan kerja dibeberapa tempat,” kata Menpora Amali di Stadion Mandala Jayapura, Menpora […]

  • Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” jadi salah satu pusat perhatian pengunjung

    Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” jadi salah satu pusat perhatian pengunjung

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.203
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Damaskus, Suriah – Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung yang datang dari kalangan korps diplomatik, pejabat Suriah, pengusaha, dan masyarakat umum. Bazar ini diawali dengan sambutan dari Presiden DCOS, yang saat ini dijabat oleh Istri Dubes Libya di Damaskus, dan secara resmi dibuka oleh Ibu Shukria […]

expand_less
WordPress Archive NadTek – IT Solutions & Technology WordPress Theme Nadus – Creative WordPress Theme Nail&Knot - Carpentry & Woodworking Service Elementor Pro Template Kit Nakamura – Minimal Photography and Portfolio WordPress Theme Nala – Beauty & Spa Template Kit Namex – Cyber Security Services Company Elementor Template Kit Namm – Grocery Shop WordPress Theme Nanotech – Creative Portfolio WordPress Theme Nanovi – Resort and Hotel WordPress Theme NapApp – WordPress App Landing Page