Sebelum Hujan Datang, Kolam Retensi Simpang Polda Dikebut
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperluas Kolam Retensi Simpang Polda Palembang yang saat ini hanya memiliki kapasitas 9.600 meter kubik. Untuk mendukung proyek tersebut, lahan eks Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel diserahkan untuk menambah area kolam retensi.
Kolam retensi saat ini dinilai daya tampungnya belum ideal untuk menghadapi debit air yang meningkat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Oleh karena itu, perluasan kolam menjadi salah satu langkah yang didorong Pemprov Sumsel untuk mengurangi risiko genangan di kawasan sekitar Simpang Polda.
Langkah penting yang kini sudah dilakukan pemerintah, lahan eks Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel resmi diserahkan untuk mendukung proyek perluasan kolam retensi tersebut.
Dengan tersedianya lahan tambahan, pekerjaan fisik, termasuk pengerukan dan peningkatan kapasitas kolam, diharapkan dapat segera bergerak lebih cepat.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta momentum musim kemarau dimanfaatkan semaksimal mungkin. Menurutnya, pekerjaan tidak boleh berjalan lambat karena manfaat dari penambahan kapasitas kolam sangat dibutuhkan ketika musim hujan tiba.
“Kalender kerja harus sesuai waktu. Mumpung sedang kemarau, kolam retensi Simpang Polda bisa mengejar volume penampungan air, sehingga saat musim hujan tiba tahun ini manfaatnya bisa dirasakan,” tegas Herman Deru saat penyerahan lahan di Palembang, Senin (5/10/2026).
Pemerintah ingin pekerjaan dilakukan dengan perhitungan waktu yang ketat. Kemarau menjadi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan yang akan jauh lebih sulit dikebut ketika curah hujan mulai meningkat.
Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda diharapkan mampu menambah kemampuan kawasan tersebut dalam menahan dan mengatur aliran air. Dengan kapasitas yang lebih besar, tekanan air saat hujan deras diharapkan dapat ditekan sehingga potensi genangan di sejumlah titik rawan bisa berkurang.
Pemprov Sumsel juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang. Penanganan banjir dinilai tidak cukup hanya mengandalkan satu infrastruktur, tetapi membutuhkan dukungan antarpemerintah agar sistem pengendalian air di kawasan perkotaan dapat bekerja lebih optimal. Kini, pekerjaan itu berpacu dengan waktu, sebelum hujan kembali datang, kapasitas Kolam Retensi Simpang Polda diharapkan sudah lebih siap menampung air. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
