WNI di Kumamoto Mulai Bangkit Setelah Gempa Jepang, KBRI Pastikan Pemantauan Berlanjut
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemlu.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Kumamoto mulai terpantau setelah gempa Jepang mengguncang wilayah tersebut pada 28 Juli 2026. Sebanyak 214 WNI tercatat sempat terdampak akibat bencana tersebut.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menyebut terdapat sekitar 5.032 WNI yang tinggal di Kumamoto. Tim tanggap darurat terus melakukan pemantauan dan mendatangi sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak, termasuk Uto, Uki, dan Yatsushiro.
Pada masa awal setelah gempa, sejumlah WNI mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama keterbatasan air bersih dan pasokan makanan. KBRI Tokyo bersama komunitas Indonesia di Jepang kemudian menyalurkan bantuan berupa air mineral, makanan instan, serta perlengkapan makan bagi WNI yang membutuhkan.
Salah satu WNI yang mengalami langsung dampak gempa menceritakan situasi sulit setelah bencana. Nurul Khotimah, pekerja pabrik pengolahan makanan yang baru delapan bulan berada di Jepang, mengatakan guncangan gempa terasa sangat kuat hingga menyebabkan kerusakan pada tempat tinggalnya.
“Selama dua hari kami sangat kesulitan air minum dan bahan makanan. Apartemen yang saya huni bersama teman-teman mengalami kerusakan, seperti tembok retak serta pintu dan jendela yang sulit dibuka,” ujar Nurul.
Seiring kondisi yang mulai membaik, sebagian WNI kini telah kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Beberapa warga yang sebelumnya tinggal di tempat penampungan sudah kembali ke hunian masing-masing, sementara sebagian lainnya masih bertahan di lokasi pengungsian karena tempat tinggal mereka mengalami kerusakan.
Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, memastikan KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan otoritas Jepang dan komunitas WNI untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
KBRI Tokyo juga mengimbau WNI di wilayah terdampak agar tetap mengikuti informasi resmi dan segera menghubungi perwakilan RI apabila membutuhkan bantuan darurat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
