Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “UMKM Indonesia, Saatnya Dagang Global Pakai QRIS”

“UMKM Indonesia, Saatnya Dagang Global Pakai QRIS”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 970
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH  lama bilang “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, maka di era digital sekarang pepatahnya berubah jadi “scan-scan ke awal, transfer-transfer ke rekening”. Ya, begitulah kira-kira gambaran masa depan transaksi lintas negara dengan QRIS antarnegara dan Local Currency Transaction (LCT) yang sedang diuji coba Indonesia-Tiongkok.

Sebagai penulis yang sering nongkrong di warung kopi sambil mendengar curhat pedagang kecil, saya melihat langkah ini bukan sekadar jargon ekonomi. Ini senjata baru bagi UMKM Indonesia, bukan hanya untuk bertahan, tapi juga menyerang dalam arti merambah pasar global tanpa perlu drama konversi dolar yang bikin pusing.

Sebut saja Pak Tono, pemilik warung kelontong di Palembang, dulu dia hanya pusing kalau pembeli bayar pakai receh segenggam. Sekarang, dengan QRIS antarnegara, bayangkan dia bisa terima pembayaran langsung dari pembeli di Shanghai. Tinggal scan, saldo masuk, kalau dulu dagangannya cuma di kampung, kini bisa sampai luar negeri.

Lucunya, saat pertama kali coba QRIS, Pak Tono sempat panik “Lho, kok duitnya masuk nggak lewat teller bank? Apa jangan-jangan ini sulap?”. Untung ada penjelasan dari petugas BI yang sabar, akhirnya Pak Tono paham kalau ini bukan dukun, tapi teknologi finansial modern.

Di sinilah saya melihat daya tariknya QRIS dan LCT itu bukan teori rumit untuk para ekonom doang, tapi solusi nyata yang bisa bikin dagang kecil rasa Internasional.

Kalau ditarik ke atas, ada analisa menarik, LCT Indonesia–Tiongkok sudah tembus 6,23 miliar dolar AS ekivalen di Januari–Juli 2025, naik hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. Ini sinyal bahwa Indonesia pelan-pelan mengurangi ketergantungan pada dolar.

Kenapa penting? karena terlalu bergantung pada satu mata uang ibarat menggantungkan hidup pada satu keran air, kalau kerannya macet, ya kita kehausan. Dengan LCT, kita bisa buka keran lain, yuan, yen, ringgit, bahkan dirham. Risiko lebih kecil, ongkos konversi juga lebih hemat.

Artinya, bukan cuma UMKM yang diuntungkan, ekonomi nasional juga lebih stabil, kalau pepatah bilang “sediakan payung sebelum hujan”, maka LCT inilah payungnya di tengah badai global.

Saya suka membandingkan QRIS dengan kopi sachet, dulu kalau mau minum kopi enak, harus repot beli bubuk, gula, air panas, takaran pas. Sekarang tinggal sobek sachet, tuang, aduk, beres. Sama dengan QRIS, dulu transaksi lintas negara harus pakai dolar, transfer bank lama, biaya tinggi, sekarang? tinggal scan QR, duit langsung masuk, nggak pake ribet.

Tapi, seperti kopi sachet, rasanya tetap tergantung cara menyajikan, kalau UMKM nggak mau belajar, ya QRIS tetap cuma jadi stiker nempel di meja, butuh literasi digital, pendampingan, dan keberanian pedagang untuk benar-benar memanfaatkannya.

Ada pepatah Jawa bilang “alon-alon asal kelakon”, tapi dalam dunia bisnis digital, pepatahnya harus dimodifikasi “cepet-cepet asal selamat” UMKM yang terlalu lambat belajar teknologi bisa ketinggalan.

QRIS antarnegara dan LCT bukan hanya soal pembayaran, tapi soal mindset, UMKM harus berani berpikir bahwa dagangannya bukan hanya buat tetangga, tapi juga untuk orang Singapura, Jepang, bahkan Tiongkok.

Di sinilah pemerintah juga punya peran penting, jangan biarkan UMKM jalan sendiri. Edukasi, pendampingan, bahkan humor dalam sosialisasi harus dipakai supaya masyarakat nggak alergi dengan istilah ribet seperti “LCT” atau “cross-border payment.”

Bagi saya, langkah Indonesia -Tiongkok memperkuat LCT dan QRIS antarnegara adalah kombinasi antara strategi ekonomi jangka panjang dan peluang keseharian UMKM.

UMKM dapat pasar lebih luas, negara dapat stabilitas ekonomi, semua orang dapat kemudahan.

Jadi kalau ada yang masih bilang teknologi keuangan itu ribet, coba ingat cerita Pak Tono, dari warung kelontong kampung bisa langsung jadi “merchant internasional”, tinggal scan, saldo masuk, senyum merekah.

Karena pada akhirnya, dagang itu soal rasa percaya, dan dengan QRIS plus LCT, kepercayaan itu tak lagi terbatas jarak.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi, Pusri Akhiri Pengantongan Pupuk 2019 & Awali Pengantongan 2020  

    Resmi, Pusri Akhiri Pengantongan Pupuk 2019 & Awali Pengantongan 2020  

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.102
    • 0Komentar

    PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mengakhiri pengantongan pupuk pada tahun ini dan mengawali pengantongan pupuk 2020. Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu secara keseluruhan pada 2019 memproduksi pabrik eksisting untuk urea realisasinya sebesar 2.204.818 ton per tahun, Amoniak sebesar 1.443.213 ton per tahun dan NPK I sebesar 102.767 ton per tahun. “Pengantongan pupuk akhir 2019 […]

  • Pesan AKHOR Lewat Pantonim

    Pesan AKHOR Lewat Pantonim

    • calendar_month Kamis, 19 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Salah satu seniman Palembang membuat kampanye simpatik melalui pantonim  sebagai bentuk kecintaan terhadap Paslon Independen Akbar dan Hernoe (AKHOR).  Dengan pantonim ada pesan yang ingin disampaikan kepada para penguna jalan. “Paslon AKHOR ini adalah harapan baru bagi perubahan Kota Palembang,  Paslon AKHOR adalah representasi dari suara rakyat maka dari itu kami bergerak melakukan […]

  • Ukir prestasi, pesan disampaikan Pemkab OKI

    Ukir prestasi, pesan disampaikan Pemkab OKI

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    DUTA literasi Kabupaten Ogan Komering Ilir M. Alki Ardhiansyah mengapresasi pemuda-pemudi yang tergabung dalam kontingen Jambore pemuda Kabupaten OKI. “Saya ingin mengapresiasi teman-teman yang tergabung dalam kontingen Jambore Pemuda OKI yang telah membawa harum nama Kabupaten OKI di ajang Jambore Pemuda Sumatera Selatan 2 tahun berturut-turut” ujar Alki pada acara apresiasi pemuda di Kayuagung, Jum’at […]

  • Berkah Sumsel di Lampung, Raih 2 Penghargaan, Apa Saja ?

    Berkah Sumsel di Lampung, Raih 2 Penghargaan, Apa Saja ?

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    SUMATERA Selatan [Sumsel] kembali menorehkan prestasi. Tak tanggung-tanggung Sumsel berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang Pekan Raya Lampung – Lampung Fair 2019 yang digelar di Pusat Kebudayaan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung, 19 April hingga 3 Mei lalu. Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh  Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Pemprov Sumatera Selatan Sumsel […]

  • Hentikan Menuding Jokowi Tidak Pro Umat Islam, Ini Faktanya

    Hentikan Menuding Jokowi Tidak Pro Umat Islam, Ini Faktanya

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, YOGYAKARTA -Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif meminta, agar pihak-pihak yang menuduh Presiden Joko Widodo tidak memperhatikan umat Islam dihentikan. Pasalnya, fakta yang terjadi ialah sebaliknya. Menurutnya, kebijakan Presiden Jokowi justru banyak berpihak kepada umat Islam, khususnya Muhammadiyah. “Beberapa waktu lalu, Presiden menyerangkan 6 SK bagi sekolah tinggi Muhammadiyah di Lamongan. Dan nanti presiden […]

  • Positif terkonfirmasi  Covid-19 di Muba hari ini Bertambah 6 Kasus

    Positif terkonfirmasi  Covid-19 di Muba hari ini Bertambah 6 Kasus

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    JURU Bicara  Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin mengkonfirmasi ada penambahan 6 kasus positif Covid-19 di Musi Banyuasin, Kamis (28/5/2020). Bertambahnya 6 kasus positif Covid-19 ini setelah dikeluarkannya hasil swab dari BBLK Kemenkes di Palembang, dengan bertambah 6 kasus tersebut total positif Covid-19 di Muba menjadi 15 kasus. “Ada penambahan 6 kasus, 4 dirawat di […]

expand_less
WordPress Archive iDent – Dentist & Medical WordPress Theme IDonatePro - Blood Donation, Request And Donor Management WordPress Plugin Idoni – Creative Agency WordPress Theme iDonte – Charity Non-Profit Elementor Template Kit Idonte – Charity NonProfit WordPress Theme If-So Dynamic Content Pro Ignavo – Auto Parts WooCommerce Theme iGUE – Podcaster Elementor Template Kit Ijin – Legal Business & Tax Consultant Services Elementor Template Kit Ika – Portfolio