Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 1.448
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA perumahan itu sebuah hajatan kampung, maka developer besar biasanya jadi tuan rumah yang nyediain tenda dan kursi. Tapi jangan salah, tanpa ibu-ibu yang masak di dapur, hajatan bisa bubar jalan. Dalam ekosistem perumahan, ibu-ibu dapur itu ya… toko bangunan dan UMKM kecil. Mereka yang jual semen, pasir, cat, sampai paku, barang-barang yang kalau nggak ada, rumah impian tinggal jadi gambar di brosur.

Sekarang bayangin, pemerintah lagi bagi-bagi amplop kondangan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Bedanya, ini bukan buat belanja baju lebaran, tapi buat modal kerja. Bunganya disubsidi pemerintah, jadi lebih ringan. Mirip kayak warung kopi yang kasih promo beli satu gratis segelas air putih, tetap saja menguntungkan buat pelanggan.

Ambil contoh Yasin, pemilik toko bangunan dari Cirebon, katanya, dia siap banget ambil KUR Perumahan, buat Yasin, modal segar itu ibarat tabung gas cadangan bikin kompor usaha nggak gampang padam. Lalu ada Ita dari Garut, seorang pengembang rumah subsidi. Tahun ini dia bangun 213 unit, tapi dengan KUR, targetnya bisa melonjak jadi 500 unit. Coba bayangin, dari 213 jadi 500, itu kayak kamu niat buka warung pecel lele cuma satu lapak, eh tiba-tiba punya cabang di lima kota.

Cerita mereka ini menunjukkan satu hal, KUR Perumahan bukan cuma bancakan untuk konglomerat properti, tapi bisa jadi bensin oktan tinggi buat motor ekonomi kecil yang sehari-hari mondar-mandir di jalan kampung.

Pernah dengar pepatah “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”?. Nah, di sektor perumahan, pepatah itu berlaku banget, setiap satu rumah dibangun, puluhan karung semen terjual, ratusan batang kayu berpindah tangan, ribuan paku masuk ke ember tukang.

Efek bergandanya dahsyat, sopir truk dapet setoran, warung nasi di dekat proyek kebanjiran pembeli, bahkan tukang tambal ban di pojokan pun kecipratan rezeki.

Artinya, KUR Perumahan bukan sekadar kredit, tapi seperti jaring ikan yang sekali tebar bisa nangkep banyak, modal cair ke toko bangunan, toko bangunan jual barang ke pengembang, pengembang bayar tukang, tukang belanja di warung. Roda berputar, ekonomi lokal berdendang.

Tapi tunggu dulu, program bagus itu sering kandas di lapangan gara-gara birokrasi ribet, syarat kredit tebalnya bisa ngalahin skripsi mahasiswa, prosesnya lama kayak antre berobat gratis. Padahal UMKM butuh cepat, sederhana, jelas, jangan sampai KUR Perumahan yang harusnya jadi motor malah berubah kayak sepeda ontel ban kempes, jalannya seret, bikin ngos-ngosan.

Pepatah Jawa bilang “Alon-alon asal kelakon”, betul sih, tapi kalau soal ekonomi, alon-alon bisa bikin proyek mandek. Ingat, tukang bangunan nggak bisa nunggu lima bulan hanya karena formulirnya kurang tanda tangan RT, jadi, perbankan harus bisa kayak kasir minimarket: gesek kartu, langsung bunyi ting modal masuk.

KUR Perumahan ini pada dasarnya bentuk gotong royong modern, pemerintah kasih subsidi bunga, bank salurkan kredit, UMKM manfaatkan, rakyat punya rumah. Semua pihak pegang sendok masing-masing di dapur besar pembangunan, kalau salah satu sendok hilang, masakannya hambar.

Jadi jangan heran kalau menteri sampai keliling sosialisasi ke kampus, asosiasi, bahkan hotel-hotel, karena program ini baru pertama kali ada dalam sejarah Indonesia merdeka. Ibarat baru buka warung sate pertama di kota harus gencar promo biar pembeli datang, jangan sampai ayamnya gosong tapi nggak ada yang makan.

Program sebesar Rp 130 triliun akan percuma kalau nggak menyentuh orang-orang seperti Yasin dan Ita. Jangan sampai kredit ini cuma mampir ke developer gede yang sudah kenyang modal. Ingat pepatah Minang “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan amal”.

Nah, pemerintah pun akan diingat bukan dari berapa kali pidato soal KUR, tapi sejauh mana program itu bikin rakyat kecil senyum karena punya rumah dan punya kerja.

Pada akhirnya, rumah itu bukan sekadar tembok dan atap, rumah adalah simbol kemandirian, dan di balik setiap rumah, ada toko kecil yang jual semen, ada sopir yang nganter pasir, ada tukang yang keringetan pasang bata. KUR Perumahan harus jadi bensin agar motor ekonomi kecil bisa terus ngebut, bukan mogok di tikungan.

Kalau ini berhasil, kita akan melihat perumahan bukan lagi sekadar proyek, tapi hajatan nasional, dari rakyat, untuk rakyat, dengan cara gotong royong. Jadi, jangan ragu kasih akses modal ke toko bangunan di pojokan desa, karena dari situlah semen berubah jadi senyum, dan paku kecil bisa ikut memaku kokoh masa depan bangsa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segera Vaksinasi Booster,  Masyarakat Diimbau Secepatnya Lakukan Vaksinasi Lanjutan

    Segera Vaksinasi Booster, Masyarakat Diimbau Secepatnya Lakukan Vaksinasi Lanjutan

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

    MASYARAKAT yang sudah mendapat vaksinasi dosis kedua diimbau untuk segera melakukan vaksinasi lanjutan atau booster COVID-19 jika telah memenuhi syarat, di lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, mengatakan bahwa program vaksinasi lanjutan mulai dilaksanakan di berbagai daerah untuk menjaga imunitas masyarakat dari penularan COVID-19. “Segera laksanakan vaksinasi booster […]

  • ICMI Berperan Turunkan Angka Kemiskinan

    ICMI Berperan Turunkan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    SEBAGAI organisasi intelektual dan religius,  Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya berharap Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumsel dapat menyumbangkan ide dan program dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Sumsel. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII ICMI Organisasi Wilayah Sumsel yang digelar di Asrama Haji Palembang, sabtu (19/3) siang. Selain hal di atas, […]

  • Tendangan Cilik Menuju Panggung Juara: O2SN Muba 2025, Tempat Anak SD Dilatih Jadi ‘Ronaldo Berkarakter’ & ‘Cendekia Berotot’!

    Tendangan Cilik Menuju Panggung Juara: O2SN Muba 2025, Tempat Anak SD Dilatih Jadi ‘Ronaldo Berkarakter’ & ‘Cendekia Berotot’!

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    ADA pepatah “Anak panah masa depan ditempa dari busur masa kini.” maka Sabtu 19 Juli 2025 lalu, Kabupaten Muba udah resmi jadi toko besi dan bengkel tempa generasi tangguh! Ya, lewat hajatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional alias O2SN tingkat SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muba nggak cuma bikin lomba, tapi bikin semangat juang anak-anak […]

  • Pilkades Serentak di OKI Jadi Percontohan Ditengah Pandemi, Wabup Tekankan Tetap Utamakan Protokes Ketat

    Pilkades Serentak di OKI Jadi Percontohan Ditengah Pandemi, Wabup Tekankan Tetap Utamakan Protokes Ketat

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Pemilihan Kepala Desa langsung di Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan menjadi cerminan proses demokrasi bangsa ditengah pandemi. Pilkades yang digelar pada Selasa, kemarin di 156 desa itu merupakan ke dua se Indonesia setelah adanya penundaan pelaksanaan pilkdes dan pemilihan antar waktu (PAW) di masa pandemi. Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Dr. Yusharto Huntoyungo, […]

  • Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru bersama dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Hermanto mencanangan Desa Batu Mas dan Desa Mangulak di Wilayah OKU Timur sebagai kampung tangguh anti intoleransi dan radikalisme. Pencanangan kampung tangguh ini dilakukan di Balai Rakyat Pemda OKU Timur, Kamis (2/6). Menurut Herman Deru langkah  deteksi  dini yang dilakukan Polda Sumsel, Pemkab […]

  • Targetkan Sebelum Hari Raya Idul Fitri, KKP Targetkan Tanam 56 Hektare Mangrove di NTB

    Targetkan Sebelum Hari Raya Idul Fitri, KKP Targetkan Tanam 56 Hektare Mangrove di NTB

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.825
    • 0Komentar

    MENTERI Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan penanaman 56 Hektare mangrove sebelum Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 ini di Nusa Tengara Barat (NTB). Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat kunjungan kerjanya ke tempat pembibitan (nursery) mangrove di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB beberapa waktu lalu. “Saya hadir di sini […]

expand_less
WordPress Archive Dunker – Fashion and Clothing Shop WordPress Theme Dunmedic – Medical & Healthcare Elementor Template Kit Duo – PWA Mobile Kit Duos Product Tabs Duplicator Pro D’Urban – Digital Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Dustri – Factory & Industrial Elementor Template Kit Dustro – Construction Company Elementor Template Kit Dvents – Events Management Companies and Agencies WordPress Theme DVPN | Multipurpose VPN WordPress Theme