Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

UMKM Toko Bangunan, Motor KUR Perumahan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
  • visibility 1.458
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA perumahan itu sebuah hajatan kampung, maka developer besar biasanya jadi tuan rumah yang nyediain tenda dan kursi. Tapi jangan salah, tanpa ibu-ibu yang masak di dapur, hajatan bisa bubar jalan. Dalam ekosistem perumahan, ibu-ibu dapur itu ya… toko bangunan dan UMKM kecil. Mereka yang jual semen, pasir, cat, sampai paku, barang-barang yang kalau nggak ada, rumah impian tinggal jadi gambar di brosur.

Sekarang bayangin, pemerintah lagi bagi-bagi amplop kondangan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Bedanya, ini bukan buat belanja baju lebaran, tapi buat modal kerja. Bunganya disubsidi pemerintah, jadi lebih ringan. Mirip kayak warung kopi yang kasih promo beli satu gratis segelas air putih, tetap saja menguntungkan buat pelanggan.

Ambil contoh Yasin, pemilik toko bangunan dari Cirebon, katanya, dia siap banget ambil KUR Perumahan, buat Yasin, modal segar itu ibarat tabung gas cadangan bikin kompor usaha nggak gampang padam. Lalu ada Ita dari Garut, seorang pengembang rumah subsidi. Tahun ini dia bangun 213 unit, tapi dengan KUR, targetnya bisa melonjak jadi 500 unit. Coba bayangin, dari 213 jadi 500, itu kayak kamu niat buka warung pecel lele cuma satu lapak, eh tiba-tiba punya cabang di lima kota.

Cerita mereka ini menunjukkan satu hal, KUR Perumahan bukan cuma bancakan untuk konglomerat properti, tapi bisa jadi bensin oktan tinggi buat motor ekonomi kecil yang sehari-hari mondar-mandir di jalan kampung.

Pernah dengar pepatah “sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”?. Nah, di sektor perumahan, pepatah itu berlaku banget, setiap satu rumah dibangun, puluhan karung semen terjual, ratusan batang kayu berpindah tangan, ribuan paku masuk ke ember tukang.

Efek bergandanya dahsyat, sopir truk dapet setoran, warung nasi di dekat proyek kebanjiran pembeli, bahkan tukang tambal ban di pojokan pun kecipratan rezeki.

Artinya, KUR Perumahan bukan sekadar kredit, tapi seperti jaring ikan yang sekali tebar bisa nangkep banyak, modal cair ke toko bangunan, toko bangunan jual barang ke pengembang, pengembang bayar tukang, tukang belanja di warung. Roda berputar, ekonomi lokal berdendang.

Tapi tunggu dulu, program bagus itu sering kandas di lapangan gara-gara birokrasi ribet, syarat kredit tebalnya bisa ngalahin skripsi mahasiswa, prosesnya lama kayak antre berobat gratis. Padahal UMKM butuh cepat, sederhana, jelas, jangan sampai KUR Perumahan yang harusnya jadi motor malah berubah kayak sepeda ontel ban kempes, jalannya seret, bikin ngos-ngosan.

Pepatah Jawa bilang “Alon-alon asal kelakon”, betul sih, tapi kalau soal ekonomi, alon-alon bisa bikin proyek mandek. Ingat, tukang bangunan nggak bisa nunggu lima bulan hanya karena formulirnya kurang tanda tangan RT, jadi, perbankan harus bisa kayak kasir minimarket: gesek kartu, langsung bunyi ting modal masuk.

KUR Perumahan ini pada dasarnya bentuk gotong royong modern, pemerintah kasih subsidi bunga, bank salurkan kredit, UMKM manfaatkan, rakyat punya rumah. Semua pihak pegang sendok masing-masing di dapur besar pembangunan, kalau salah satu sendok hilang, masakannya hambar.

Jadi jangan heran kalau menteri sampai keliling sosialisasi ke kampus, asosiasi, bahkan hotel-hotel, karena program ini baru pertama kali ada dalam sejarah Indonesia merdeka. Ibarat baru buka warung sate pertama di kota harus gencar promo biar pembeli datang, jangan sampai ayamnya gosong tapi nggak ada yang makan.

Program sebesar Rp 130 triliun akan percuma kalau nggak menyentuh orang-orang seperti Yasin dan Ita. Jangan sampai kredit ini cuma mampir ke developer gede yang sudah kenyang modal. Ingat pepatah Minang “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan amal”.

Nah, pemerintah pun akan diingat bukan dari berapa kali pidato soal KUR, tapi sejauh mana program itu bikin rakyat kecil senyum karena punya rumah dan punya kerja.

Pada akhirnya, rumah itu bukan sekadar tembok dan atap, rumah adalah simbol kemandirian, dan di balik setiap rumah, ada toko kecil yang jual semen, ada sopir yang nganter pasir, ada tukang yang keringetan pasang bata. KUR Perumahan harus jadi bensin agar motor ekonomi kecil bisa terus ngebut, bukan mogok di tikungan.

Kalau ini berhasil, kita akan melihat perumahan bukan lagi sekadar proyek, tapi hajatan nasional, dari rakyat, untuk rakyat, dengan cara gotong royong. Jadi, jangan ragu kasih akses modal ke toko bangunan di pojokan desa, karena dari situlah semen berubah jadi senyum, dan paku kecil bisa ikut memaku kokoh masa depan bangsa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stylo160 Disulap, Drama 4 Bulan Jadi Motor Keren Dunia

    Stylo160 Disulap, Drama 4 Bulan Jadi Motor Keren Dunia

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.588
    • 0Komentar

    PEPATAH bilang, “Sabar itu bukan cuma menunggu, tapi bagaimana kamu bersikap saat menunggu”, maka Vulla Hendrata paham betul maknanya. Empat bulan terakhir, dia tidak cuma menunggu motor selesai, tapi merasakan roller coaster emosi sambil ngulik Honda Stylo160 jadi Neo Boardtracker futuristik yang bakal bikin juri Mooneyes Yokohama melotot kagum. Bayangkan saja, dari skutik stylish biasa […]

  • Jasad Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Hadir Di Akad Nikah Anaknya

    Jasad Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Hadir Di Akad Nikah Anaknya

    • calendar_month Rabu, 25 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.153
    • 0Komentar

    DIBAWAH cuaca mendung dan tidak bersahabat tidak menghalangi Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin, H. Slamet untuk menghadiri acara akad nikah, salah satu korban kecelakaan Bus Sriwijaya di Jurang Liku Lematang, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Selain menghadiri dan menjadi saksi, kedatangan Wakil Bupati, juga sekalian melayat Almarhum Warsono di rumah duka tersebut. Tampak suasana duka menyimuti hari […]

  • Sumsel Persiapkan Diri Menjadi Tuan Rumah PTQ Nasional  2020

    Sumsel Persiapkan Diri Menjadi Tuan Rumah PTQ Nasional  2020

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    SUMATERA Selatan siap menjadi tuan rumah Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) Radio Republik Indonesia (RRI) pada tahun depan. Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Akhmad Najib, SH, M. Hum mengatakan ajang perlombaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) yang diadakan di Pontianak Kalimantan Barat akan jadikan sebagi ajang latihan dan persiapan Sumsel. […]

  • Tol Betung–Tempino, Mulus di Aspal, Seret di Lahan

    Tol Betung–Tempino, Mulus di Aspal, Seret di Lahan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DI peta, ruas Tol Betung–Tempino terlihat seperti garis lurus yang menjanjikan pasalnya menghubungkan wilayah, memangkas waktu tempuh, dan kalau semua berjalan lancar menggerakkan roda ekonomi Sumatera Selatan  (Sumsel) dan Jambi. Tapi di lapangan, ceritanya tak sesederhana garis di peta. Aspalnya memang sudah terbentang di beberapa titik. Kendaraan bahkan sudah bisa melintas. Namun, kata orang, ini […]

  • Jokowi Tak Mau Bernasib Seperti Hillary Clinton

    Jokowi Tak Mau Bernasib Seperti Hillary Clinton

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID,PALEMBANG -Calon Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pendukungnya agar waspada dan belajar dari fenomena kemenangan Donald Trump mengalahkan Hillary Clinton dalam pemilu di AS. “Kalau kita lihat Hillary Clinton dengan Donald Trump, semua survei Hillary menang, tidak ada satu pun survei, Donald Trump yang kalah. Terus akhirnya apa, kejadiannya apa, Hillary kalah Trump menang,” kata […]

  • Bank Lagi Sehat, Kok Nilainya Malah Turun?

    Bank Lagi Sehat, Kok Nilainya Malah Turun?

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    INDUSTRI perbankan Indonesia sedang berada dalam kondisi yang solid, namun penilaian dari lembaga pemeringkat global justru bergerak ke arah sebaliknya. Kontradiksi ini bukan berasal dari melemahnya kinerja bank, melainkan dari perubahan persepsi risiko terhadap Indonesia secara keseluruhan. Di atas kertas, angkanya sulit untuk dibantah. kredit tumbuh mendekati dua digit, dana pihak ketiga meningkat lebih cepat, […]

expand_less
WordPress Archive Dunker – Fashion and Clothing Shop WordPress Theme Dunmedic – Medical & Healthcare Elementor Template Kit Duo – PWA Mobile Kit Duos Product Tabs Duplicator Pro D’Urban – Digital Agency Elementor Pro Full Site Template Kit Dustri – Factory & Industrial Elementor Template Kit Dustro – Construction Company Elementor Template Kit Dvents – Events Management Companies and Agencies WordPress Theme DVPN | Multipurpose VPN WordPress Theme