Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Demi Gerina, Bank Sumsel Babel Turun ke Sawah

Demi Gerina, Bank Sumsel Babel Turun ke Sawah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 1.121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kata orang tua, “dimana bumi dipijak, di situ dompet dibuka.” Maka ketika tanah Banyuasin dipijak, Bank Sumsel Babel tidak hanya buka dompet, tapi sekalian buka hati dan baju seragam dinas buat masuk sawah!

Biasanya bank dikenal dengan aktivitas yang penuh perhitungan bunga naik, tenor turun, dan nasabah deg-degan. Tapi kini, Bank Sumsel Babel justru ikut turun ke sawah, karena berani keluar dari zona nyaman dari ruang AC ke lahan persawahan, dari layar komputer ke lumpur petani demi program nasional Gerina yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Suasana sawah di Banyuasin tampak berubah total, bukan karena petani ganti playlist dangdut ke jazz, tapi karena kehadiran pejabat bank dan pejabat daerah yang ikut turun menyapa para petani binaan. Ada Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, dan Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel, Suroso Djailani. Yang datang bukan untuk cari spot selfie, tapi menandatangani akad KUR langsung di tengah semilir angin padi, Senin (28/4/2025).

Suroso dalam pernyataannya, “Kami ingin mendukung percepatan produksi pangan nasional,”.

Kalau diartikan ke bahasa petani,  “Kami datang bukan cuma bawa map, tapi juga niat,”.

Kredit Usaha Rakyat alias KUR ini ibarat payung di musim kemarau dan jas hujan di musim tanam. Dulu, petani kalau mau nanam harus rela ngutang ke tetangga atau tukang bakso. Tapi sekarang, dengan bunga cuma 6 persen setahun, mereka bisa mengajukan modal tanpa harus digaruk lintah perasaan dan keuangan.

Kalau dulu mimpi petani cuma sampai beli pupuk eceran, sekarang bisa beli dalam karungan. Bahkan ada yang sudah berani mikir beli drone penyemprot pupuk. Ya, meski sebagian baru tahu drone itu bukan nama tokoh sinetron.

“Lebih baik menanam di ladang yang subur, daripada menyimpan uang di celengan ayam yang bolong,” kata pepatah.

Coba intip Thailand, di sana ada BAAC (Bank for Agriculture and Agricultural Cooperatives) yang sudah sejak 1966 mendanai petani tanpa bikin kepala pening. Di Jepang, JA Bank bahkan menyediakan paket lengkap simpanan, kredit, koperasi tani, hingga layanan konsultasi pupuk sambil nyeruput teh matcha.

Di Indonesia, Bank NTB Syariah juga mulai digitalin proses tani. Tapi Bank Sumsel Babel tampil beda, mereka nggak banyak gaya, langsung nyebur ke lapangan, karena katanya, “Petani butuh kawan di lapangan, bukan kawan yang cuma kirim motivasi lewat WhatsApp.”

Asanya, Sumsel, terutama Banyuasin, dikenal sebagai lumbung padi, namun selama ini banyak petani yang hanya jadi penonton di drama pertumbuhan ekonomi. Padahal merekalah aktor utamanya. Nah, dengan masuknya KUR, alurnya jadi berubah petani jadi produsen, bukan cuma buruh musiman.

Bayangkan, jika satu petani dapat Rp25 juta dan digunakan untuk modal tanam, efeknya bukan cuma panen meningkat, tapi ekonomi desa pun ikut menggeliat. Warung kopi laku, penjual gorengan bahagia, dan tukang tambal ban bisa beli selang baru, kata pepatah“Sekali cangkul dua tiga petak terairi sekali kredit, satu kampung bisa ikut menanam rejeki”. Betul nggak!.

Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) bukan cuma slogan buat diketik di spanduk. Ini aksi nyata buat menyelamatkan negeri dari krisis pangan dan krisis kepercayaan, sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Sumsel Babel paham, bahwa petani tak butuh janji-janji manismereka butuh akses, alat, dan akal sehat.

Dan di tengah lumpur itu, Bank Sumsel Babel menjelma jadi mitra sejati bukan sekadar pencetak slip tabungan, tapi juga pencetak perubahan. Mereka tak lagi hanya berbicara dalam angka, tapi juga dalam aksara harapan.

Dan gerakan Indonesia Menanam (Gerina) bukan cuma soal tanam-menanam tanaman, tapi juga soal tanam-menanam kepercayaan. Dan dalam dunia pertanian yang sering dipenuhi cuaca tak menentu dan harga pupuk yang suka naik mendadak seperti harga tiket konser K-pop, hadirnya Bank Sumsel Babel dengan program KUR ini jadi angin segar yang nyata terasa.

Mereka membuktikan bahwa lembaga keuangan bisa lebih dari sekadar penjaga mesin ATM dan tukang hitung saldo, Bank Sumsel Babel hadir bukan untuk selfie bareng padi, tapi betul-betul nyemplung dan ikut menyelesaikan masalah paling mendasar yakni modal.

Di tengah program nasional yang sering kedengarannya megah tapi realisasinya suka malu-malu, Bank Sumsel Babel menunjukkan cara sederhana tapi berdampak datang, dengar, bantu, dan pulang dengan solusi, bukan sekadar laporan.

Dan Banyuasin pun pelan-pelan tak lagi hanya dikenal sebagai lumbung padi, tapi juga lumbung cerita perubahan di mana pertanian tumbuh bukan karena kebetulan, tapi karena memang disokong oleh sistem yang mulai waras.

Oleh sebab itu, kalau hari ini ada yang bilang bank itu dingin dan kaku, ajak saja mereka ke sawah Banyuasin. Di sana, ada bank yang rela nyemplung, bukan karena tergelincir, tapi karena punya misi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konvoi Kendaraan Ramah Lingkugan Tiba Di Bali

    Konvoi Kendaraan Ramah Lingkugan Tiba Di Bali

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.723
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bersamaan dengan Pertemuan Menteri Energi dan Forum Bisnis ASEAN di Bali, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif didampingi Menteri Energi dan Pertambangan Laos Phosay Sayasone dan Wakil Menteri Negara Pertambangan dan Energi Kamboja Victor Jona mengibarkan bendera Finish peserta ASEAN Green Transport Rally (ASEAN GTR) 2023 yang telah melakukan perjalanan […]

  • Korupsi Bank Sumsel Diduga Terkait Korupsi Pembangunan Pusri IIB

    Korupsi Bank Sumsel Diduga Terkait Korupsi Pembangunan Pusri IIB

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    KASUS korupsi di Bank Sumsel yang telah menyeret debitur bank plat merah itu ke hotel prodeo diduga terkait dugaan korupsi ratusan miliar Pembangunan Pusri II B. Selain itu, dugaan korupsi penjualan pupuk nonsubsidi juga diperkirakan menimbulkan kerugian ratusan miliar rupiah. Saat ini, kasus tersebut tengah diproses Kejati Sumsel. Sementara pihak Pusri belum memberikan tanggapan. Sekretaris […]

  • Green SM Masuk Palembang, Jangan Baru Datang Sudah Dipaksa Sempurna

    Green SM Masuk Palembang, Jangan Baru Datang Sudah Dipaksa Sempurna

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada satu hal yang sering kita lupa ketika melihat sesuatu yang baru. Barang baru hampir tidak pernah langsung sempurna. Selalu ada yang harus diperbaiki, disesuaikan, bahkan diuji berkali-kali sebelum benar-benar matang. Begitu juga dengan transportasi. Taksi listrik Green SM yang baru hadir di Palembang tentu tidak bisa dilepaskan dari pertanyaan, kritik dan pengawasan. Justru […]

  • SMS Blast Perkiraan Gempa Magnitudo 8.5, BMKG: Tidak Benar

    SMS Blast Perkiraan Gempa Magnitudo 8.5, BMKG: Tidak Benar

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    TERKAIT dengan tersebarnya informasi gempabumi berkekuatan M8,5 dan berpotensi Tsunami yang tersebar melalui saluran komunikasi SMS BMKG-Kominfo pada hari Kamis 27 Mei 2021 sekitar pukul 10.36 WIB, maka dapat kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut: BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami yang melalui […]

  • Percepat Transportasi, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Dukung Pembangunan Jalan Tol

    Percepat Transportasi, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat Dukung Pembangunan Jalan Tol

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.226
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah meminta kerjasama dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat guna percepatan pembangunan proyek nasional tol Padang-Pekanbaru agar cepat rampung. Ia mengharapkan, tidak ada lagi warga Sumbar yang mempertanyakan manfaat atau menolak pembangunan tol tersebut. Hal ini disampaikan Mahyeldi saat memberikan ceramah pada Safari Ramadhan Pemprov Sumbar Masjid Raya Cimpua […]

  • Sadar SDA –nya dari Agro Hingga Penyangga Food Estate Nasional, Iskandar Ingin Produksi Meningkat Berkali Lipat, Infrasruktur di 3 Wilayah Diresmikan Sekaligus    

    Sadar SDA –nya dari Agro Hingga Penyangga Food Estate Nasional, Iskandar Ingin Produksi Meningkat Berkali Lipat, Infrasruktur di 3 Wilayah Diresmikan Sekaligus    

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

        PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] meresmikan tiga infrastruktur perioritas antara lain Duplikasi Jembatan Air Dusun Anyar, Jembatan Air Talang Pangeran dan Jembatan Gantung Sungai Babatan Kecamatan Pedamaran. Tiga infrastruktur yang diresmikan ini guna mempermudah mobilitas dan konektivitas masyarakat dengan harapan meningkatkan perekonomian setempat.”Akses mudah dijangkau ini setidak dapat mendorong pertumbuhan tiga daerah […]

expand_less
WordPress Archive Autokar – Auto Care Elementor Template Kit AutoKit – Auto Dealership & Car Listing Elementor Template Kit AutomateWoo – Birthdays Add-on AutomateWoo – Marketing Automation for WooCommerce AutomateWoo – Refer A Friend Automatic.css - Utility Framework for WordPress Page Builders. Automatic Video Creator Plugin for WordPress Automatic WebP & Image Compression, Lazy Load for WordPress & WooCommerce Automations Jetpack CRX Addon Automaton – Artificial Intelligence & Technology Services El…or Template Kit