Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » EKONOMI DIGITAL : “CB Fest 2025 – Karnaval Bank Sentral, Dompet Digital Jadi Drum Band Baru & Jaringan Pembayaran Global”

EKONOMI DIGITAL : “CB Fest 2025 – Karnaval Bank Sentral, Dompet Digital Jadi Drum Band Baru & Jaringan Pembayaran Global”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 1.048
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU di kampung, bulan Agustus biasanya ramai lomba panjat pinang, tarik tambang, dan karnaval 17-an. Anak-anak pakai kostum pahlawan, emak-emak dandan ala Putri Indonesia, bapak-bapak ngibrit bawa obor bambu. Semua ikut pawai, meriah sekali. Nah, minggu ini Jakarta juga kebagian pawai. Bedanya, bukan karnaval RW, tapi karnaval bank sentral dunia, yakni Central Banking Services Festival (CB Fest) 2025.

Misalnya saja, gubernur bank sentral dari Rusia, India, Korea, sampai Timor Leste berkumpul di Jakarta, tapi jangan dibayangkan mereka bawa marching band. Instrumen mereka bukan terompet, tapi Digital Rupiah, QRIS cross-border, BI-FAST, SNAP, hingga manajemen risiko, kalau di kampung ada yang teriak “Merdeka!”, di CB Fest ini yang diteriakkan “Interoperabilitas! Konektivitas! Digitalisasi!”.

CB Fest ini memang seperti pesta rakyat versi elit keuangan, dari luar, tampak kaku jas resmi, pidato serius, layar LED besar. Tapi kalau kita kulik, sesungguhnya ini adalah arena tukar pikiran, sekaligus tukar kode QR. Pepatah lama bilang, “dimana ada gula, di situ ada semut”. Nah, di era sekarang, “dimana ada QR, di situ ada transaksi.”

Kalau di festival rakyat hadiahnya kipas angin, di festival bank sentral hadiahnya lebih mahal konektivitas lintas negara, stabilitas sistem pembayaran, dan peluang kedaulatan digital.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, tampil bagai dirijen orkestra, tangannya tidak mengayun tongkat kayu, tapi visi kebijakan.
Beliau tegas bilang prioritas BI adalah digitalisasi dan integrasi sistem pembayaran domestik dan global. Mulai dari BI-FAST, QRIS, SNAP, sampai wacana besar bernama Digital Rupiah.

Kalau dipikir-pikir, Perry ini mirip kepala desa visioner, bedanya, kalau kepala desa mikirin jalan aspal dan lomba gaplek, Perry mikirin jalan tol digital untuk uang, dan jalan tol ini bukan cuma buat Indonesia, tapi bisa nembus Vietnam, Laos, bahkan Papua Nugini.

Dulu, diplomasi antarnegara biasanya lewat kopi, sate, atau kain batik. Kini, diplomasi bisa lewat QR, bayangkan turis Filipina datang ke Bali, jajan bakso Malang, cukup scan QRIS, tak perlu repot tukar rupiah. Itu bukan sekadar transaksi, tapi simbol persahabatan antarbangsa.

Kalau pepatah Jawa bilang “mangan ora mangan sing penting kumpul”, maka di era digital jadi “belanja ora belanja sing penting scan”.

Tapi hati-hati. Jangan sampai digitalisasi ini jadi pesta untuk kalangan kota saja bagaimana dengan petani di pelosok yang masih pusing sinyal 4G? dan bagaimana dengan nelayan yang lebih hafal arah angin ketimbang arah aplikasi dompet digital?

CB Fest memang panggung besar, tapi panggung kecil di desa dan pasar tradisional juga harus ikut disiapkan. Digitalisasi jangan jadi ajang “siapa cepat dia dapat”, tapi harus merangkul semua, karena kalau rakyat bawah tidak ikut, ini ibarat karnaval tanpa penonton, ramai di panggung, sepi di jalanan.

CB Fest 2025 membuktikan bahwa bank sentral tidak lagi sekadar tukang jaga stabilitas inflasi. Mereka kini jadi arsitek jalan raya digital, membangun jembatan pembayaran lintas negara.

Pesta ini adalah karnaval masa depan, di mana uang tak lagi dibawa dalam dompet kulit, tapi dalam aplikasi. Dan Indonesia sudah pasang spanduk besar “Selamat Datang di Era Digital Rupiah”, seperti pepatah Minang “Alam takambang jadi guru”

Dari pasar rakyat hingga forum global, satu pelajaran yang sama ekonomi butuh kepercayaan, bahkan di era dompet digital, kepercayaan itu diwujudkan lewat keamanan sistem, keadilan akses, dan kerja sama antarbangsa.

CB Fest 2025 bukan sekadar ajang teknis, tapi pesta ide, diplomasi, dan masa depan, kalau karnaval kampung menyatukan warga lewat tawa dan topeng badut, CB Fest menyatukan bangsa lewat dompet digital dan interoperabilitas.

Dan jangan lupa di balik semua teknologi canggih ini, ada satu hal yang tetap berlaku sejak zaman nenek moyang
“Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi kalau bisa dipakai lintas negara pakai QR, setidaknya beli es kelapa muda di Kamboja jadi lebih gampang”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dakwah Ormas Islam Bergerak Bidang Pendidikan Gambaran Wajah Indonesia Masa Depan

    Dakwah Ormas Islam Bergerak Bidang Pendidikan Gambaran Wajah Indonesia Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 10 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengingatkan bahwa peran dan kontribusi omas-ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan ekonomi akan menentukan gambaran wajah Indonesia masa depan. Hal ini disampaikan Wamenag saat meyampaikan paparan dengan tema Peranan Ormas Islam di Era Digital dalam gelaran Halaqoh Penceramah Agama dan Lauching Aplikasi UstadzKita. Aplikasi milik Direktorat Penerangan […]

  • Selama Pandemi Covid-19, Banyuasin Bebaskan 4 Pajak, Apa Saja ?

    Selama Pandemi Covid-19, Banyuasin Bebaskan 4 Pajak, Apa Saja ?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab Banyuasin membebaskan 4 jenis pajak selama masa pandemic Covid-19. Empat jenis pajak tersebut, antara lain Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan dan Parkir. Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan kebijakan ini sudah berlangsung sejak 3 April – 29 Mei lalu. Menurutnya kebijakan ini dilakukan, untuk mengurangi beban para pengusaha maupun UMKM di Kabupaten Banyuasin […]

  • Dodi Reza Alex  Ajak Generasi Muda Tak Perlu Huru- hara Rayakan Tahun Baru, Kamu Generasi Z

    Dodi Reza Alex Ajak Generasi Muda Tak Perlu Huru- hara Rayakan Tahun Baru, Kamu Generasi Z

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.603
    • 0Komentar

    Belum pernah ada generasi yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi, seperti internet, sehingga generasi sekarang merupakan masa depan.

  • Caleg DPRD Pali Desak DPP PPP Copot Ketua DPW PPP Sumsel

    Caleg DPRD Pali Desak DPP PPP Copot Ketua DPW PPP Sumsel

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.018
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD PALI, Pebriyanti Handayani melalui kuasa hukumnya, M Napoleon,SH melaporkan Ketua DPW PPP Sumsel,  Agus Sutikno ke Polda Sumsel terkait dugaan pemalsuan surat sengketa Pergantian Antar Waktu (PAW) DPRD PALI hasil Pileg 2019. Didahului konvoi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat dan membawa bendera PPP […]

  • 3.500 Lebih Peserta di Digital Entertainment Leadership Forum (DELF) 2023, 90 Pakar Berkumpul di Forum untuk menganalisis Tren Hiburan Digital Masa Depan di Era Web3

    3.500 Lebih Peserta di Digital Entertainment Leadership Forum (DELF) 2023, 90 Pakar Berkumpul di Forum untuk menganalisis Tren Hiburan Digital Masa Depan di Era Web3

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 10.835
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Acara khas tahunan, Digital Entertainment Leadership Forum (DELF), berakhir hari ini di Cyberport. Acara yang berlangsung selama tiga hari (25-27 Agustus 2023) ini menghadirkan 90 pembicara dan lebih dari 3.500 peserta yang berpartisipasi secara fisik dan daring. DELF merupakan salah satu kegiatan perayaan 20 tahun Cyberport dan merupakan bagian penting […]

  • Komit dengan Illegal Fishing, 10 Kapal Ditenggelamkan Kemarin di Laut Natuna Utara

    Komit dengan Illegal Fishing, 10 Kapal Ditenggelamkan Kemarin di Laut Natuna Utara

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Republik Indonesia konsisten menyampaikan pesan tegas kepada para pelaku illegal fishing di laut Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kejaksaaan Republik Indonesia melaksanakan penenggelaman 10 kapal illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara pada Rabu (31/3/2021). Penenggelaman 10 kapal di Laut Natuna Utara ini semakin menguatkan pesan bahwa aparat Indonesia tidak akan berkompromi terhadap […]

expand_less
WordPress Archive The Shop – PWA eCommerce CMS The Spice Lounge – Restaurant / Cafe HTML5 Template The Team Pro – Team Showcase WordPress Plugin The Trial – Law WordPress Theme The Wall – Media Gallery – jQuery Powered The Wavo – Portfolio Showcase WordPress Theme The Way – Creative OnePage & MultiPurpose WordPress The Workout – Trainer Fitness WordPress Theme The7 — Ultimate Website & Online Store Builder for WordPress & WooCommerce The7 — Website and eCommerce Builder for WordPress