Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » EKONOMI DIGITAL : “CB Fest 2025 – Karnaval Bank Sentral, Dompet Digital Jadi Drum Band Baru & Jaringan Pembayaran Global”

EKONOMI DIGITAL : “CB Fest 2025 – Karnaval Bank Sentral, Dompet Digital Jadi Drum Band Baru & Jaringan Pembayaran Global”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 1.036
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU di kampung, bulan Agustus biasanya ramai lomba panjat pinang, tarik tambang, dan karnaval 17-an. Anak-anak pakai kostum pahlawan, emak-emak dandan ala Putri Indonesia, bapak-bapak ngibrit bawa obor bambu. Semua ikut pawai, meriah sekali. Nah, minggu ini Jakarta juga kebagian pawai. Bedanya, bukan karnaval RW, tapi karnaval bank sentral dunia, yakni Central Banking Services Festival (CB Fest) 2025.

Misalnya saja, gubernur bank sentral dari Rusia, India, Korea, sampai Timor Leste berkumpul di Jakarta, tapi jangan dibayangkan mereka bawa marching band. Instrumen mereka bukan terompet, tapi Digital Rupiah, QRIS cross-border, BI-FAST, SNAP, hingga manajemen risiko, kalau di kampung ada yang teriak “Merdeka!”, di CB Fest ini yang diteriakkan “Interoperabilitas! Konektivitas! Digitalisasi!”.

CB Fest ini memang seperti pesta rakyat versi elit keuangan, dari luar, tampak kaku jas resmi, pidato serius, layar LED besar. Tapi kalau kita kulik, sesungguhnya ini adalah arena tukar pikiran, sekaligus tukar kode QR. Pepatah lama bilang, “dimana ada gula, di situ ada semut”. Nah, di era sekarang, “dimana ada QR, di situ ada transaksi.”

Kalau di festival rakyat hadiahnya kipas angin, di festival bank sentral hadiahnya lebih mahal konektivitas lintas negara, stabilitas sistem pembayaran, dan peluang kedaulatan digital.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, tampil bagai dirijen orkestra, tangannya tidak mengayun tongkat kayu, tapi visi kebijakan.
Beliau tegas bilang prioritas BI adalah digitalisasi dan integrasi sistem pembayaran domestik dan global. Mulai dari BI-FAST, QRIS, SNAP, sampai wacana besar bernama Digital Rupiah.

Kalau dipikir-pikir, Perry ini mirip kepala desa visioner, bedanya, kalau kepala desa mikirin jalan aspal dan lomba gaplek, Perry mikirin jalan tol digital untuk uang, dan jalan tol ini bukan cuma buat Indonesia, tapi bisa nembus Vietnam, Laos, bahkan Papua Nugini.

Dulu, diplomasi antarnegara biasanya lewat kopi, sate, atau kain batik. Kini, diplomasi bisa lewat QR, bayangkan turis Filipina datang ke Bali, jajan bakso Malang, cukup scan QRIS, tak perlu repot tukar rupiah. Itu bukan sekadar transaksi, tapi simbol persahabatan antarbangsa.

Kalau pepatah Jawa bilang “mangan ora mangan sing penting kumpul”, maka di era digital jadi “belanja ora belanja sing penting scan”.

Tapi hati-hati. Jangan sampai digitalisasi ini jadi pesta untuk kalangan kota saja bagaimana dengan petani di pelosok yang masih pusing sinyal 4G? dan bagaimana dengan nelayan yang lebih hafal arah angin ketimbang arah aplikasi dompet digital?

CB Fest memang panggung besar, tapi panggung kecil di desa dan pasar tradisional juga harus ikut disiapkan. Digitalisasi jangan jadi ajang “siapa cepat dia dapat”, tapi harus merangkul semua, karena kalau rakyat bawah tidak ikut, ini ibarat karnaval tanpa penonton, ramai di panggung, sepi di jalanan.

CB Fest 2025 membuktikan bahwa bank sentral tidak lagi sekadar tukang jaga stabilitas inflasi. Mereka kini jadi arsitek jalan raya digital, membangun jembatan pembayaran lintas negara.

Pesta ini adalah karnaval masa depan, di mana uang tak lagi dibawa dalam dompet kulit, tapi dalam aplikasi. Dan Indonesia sudah pasang spanduk besar “Selamat Datang di Era Digital Rupiah”, seperti pepatah Minang “Alam takambang jadi guru”

Dari pasar rakyat hingga forum global, satu pelajaran yang sama ekonomi butuh kepercayaan, bahkan di era dompet digital, kepercayaan itu diwujudkan lewat keamanan sistem, keadilan akses, dan kerja sama antarbangsa.

CB Fest 2025 bukan sekadar ajang teknis, tapi pesta ide, diplomasi, dan masa depan, kalau karnaval kampung menyatukan warga lewat tawa dan topeng badut, CB Fest menyatukan bangsa lewat dompet digital dan interoperabilitas.

Dan jangan lupa di balik semua teknologi canggih ini, ada satu hal yang tetap berlaku sejak zaman nenek moyang
“Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi kalau bisa dipakai lintas negara pakai QR, setidaknya beli es kelapa muda di Kamboja jadi lebih gampang”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Bumi M4,8 Kep. Tanimbar

    Gempa Bumi M4,8 Kep. Tanimbar

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.002
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan [BMKG] melaporkan telah terjadi gempa bumi berkuatan M4,8 [Magnitudo], Rabu, 11Januari 2023, pukul 18:53:30 WIB. Gempa tersebut berada di kedalaman 56 km,dengan lokasi 6.81 LS – 131.53 BT. Pusat gempa berada di laut 43 km Barat Laut Larat – Kep. Tanimbar.Dirasakan (Skala MMI): II-III Molu Maru.[***]

  • Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Sekda Pemkab Muara Enim Wujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang & Keluarga Berkualitas

    Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Sekda Pemkab Muara Enim Wujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang & Keluarga Berkualitas

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.586
    • 0Komentar

    MEMPERINGATI Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Emran Tabrani, M.Si., mewakili Bupati Muara Enim, Kamis (24/06) membuka dan meresmikan kegiatan pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) IUD dan pemasangan cangkok (implant) satu batang gratis secara serentak sejuta akseptor yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) […]

  • Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

    Indonesia 80% Bebas Malaria, Tapi Ancaman Belum Selesai

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INDONESIA boleh bernafas lebih lega, tapi belum bisa benar-benar tenang. Hingga tahun 2026, sekitar 80 persen wilayah kabupaten dan kota di Indonesia sudah dinyatakan bebas malaria. Dari 514 daerah, sebanyak 412 wilayah telah berhasil memutus penularan penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles ini. Namun di balik angka keberhasilan itu, ada satu fakta yang tidak bisa diabaikan: […]

  • Insya Allah, September Lalan Terang Menderang

    Insya Allah, September Lalan Terang Menderang

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.909
    • 0Komentar

    “Hari ini bersama dengan  PT Hindoli, PLN dan Camat Lalan beserta tim meninjau lokasi untuk memastikan adanya koordinasi yang baik. Memang ada masalah seperti beberapa pemindahan-pemindahan jalur, karena menyangkut safety dan juga akhirnya sudah disepakati. Nanti dalam waktu dekat akan dikerjakan bersama-sama,”

  • Masa Jabatan Anggota DK OJK Akan Berakhir, Pansel Undang Putra Dan Putri Terbaik

    Masa Jabatan Anggota DK OJK Akan Berakhir, Pansel Undang Putra Dan Putri Terbaik

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 687
    • 0Komentar

    PANITIA Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Periode 2022-2027 mengundang putra-putri terbaik bangsa dan warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki kualifikasi sesuai dengan Undang-undang OJK untuk bisa turut mengambil bagian dan mendaftar sebagai calon Anggota DK OJK karena jabatan jasa keuangan itu akan berakhir. “Kami mengundang mereka yang memiliki […]

  • Warga 15 Ilir Keluhkan Jalan Rusak & Rumah Retak Gegara Proyek IPAL, Wawako Kasih Respon Begini…

    Warga 15 Ilir Keluhkan Jalan Rusak & Rumah Retak Gegara Proyek IPAL, Wawako Kasih Respon Begini…

    • calendar_month Kamis, 6 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.570
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Sejumlah warga yang tinggal di Jalan Lakitan, 15 Ilir mengeluh lantaran pembangunan pengelohan air limbah [IPAL] oleh PT Waskita, mengakibatkan jalan banyak yang rusak dan rumah retak. Wakil Wali Kota (Wawako) Fitrianti Agustinda, pun langsung merespon,” “Saya sudah dengarkan keluhan warga, meminta pihak Waskita segera merespon cepat,”kata Wawako, Kamis (6/4). Wawako juga menyayangkan apabila ada rumah […]

expand_less
WordPress Archive The Shop – PWA eCommerce CMS The Spice Lounge – Restaurant / Cafe HTML5 Template The Team Pro – Team Showcase WordPress Plugin The Trial – Law WordPress Theme The Wall – Media Gallery – jQuery Powered The Wavo – Portfolio Showcase WordPress Theme The Way – Creative OnePage & MultiPurpose WordPress The Workout – Trainer Fitness WordPress Theme The7 — Ultimate Website & Online Store Builder for WordPress & WooCommerce The7 — Website and eCommerce Builder for WordPress