Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
  • visibility 768
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA mengangkat empat isu utama untuk dibahas bersama oleh negara anggota G20. Yakni, kualitas pendidikan untuk semua, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, dan masa depan dunia kerja.

Isu pendidikan menjadi hal strategis yang dibahas dalam pertemuan negara-negara Group of Twenty atau G20. Presidensi atau Keketuaan Indonesia berperan menentukan agenda prioritas dalam rangkaian pertemuan G20.

Dari sekian isu domestik maupun global, hal ihwal pendidikan, khususnya di masa pandemi Covid-19, dibahas dalam Kelompok Kerja Pendidikan G20 atau Education Working Group (EdWG).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memimpin Education Working Group ini. Kelompok tersebut diketuai oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril.

Dalam kepemimpinannya di EdWG G20, Kemendikbudristek mengangkat empat isu utama untuk dibahas bersama oleh negara anggota G20.

Keempat isu itu adalah kualitas pendidikan untuk semua (universal quality education), teknologi digital dalam pendidikan (digital technologies in education), solidaritas dan kemitraan (solidarity and partnership), dan masa depan dunia kerja pascapandemi Covid-19 (the future of work post Covid-19).

Dirjen GTK Iwan Syahril mengatakan, isu pertama mengenai kualitas pendidikan untuk semua merupakan penegasan kembali komitmen Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua golongan. “Jadi pendidikan ini inklusif untuk hal yang sangat luas, bukan hanya buat anak disabilitas, tapi juga kelompok-kelompok marjinal yang rentan,” ujar Iwan Syahril, saat meninjau Sekretariat EdWG G20 di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, komitmen tersebut juga menegaskan keberpihakan Indonesia dalam sustainable development goal (SDG) 4 tahun 2030 tentang tujuan pendidikan global, di mana dunia membutuhkan pemulihan di sektor pendidikan pascapandemi Covid-19.

“Sekali lagi bukan secara domestik, tapi juga global. Jadi kita juga melihat negara-negara yang mungkin perlu mendapatkan perhatian komunitas global. Karena kita hanya bisa maju jika kita terus bersama-sama,” katanya.

Kesenjangan pendidikan antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi di Indonesia masih menjadi problem besar. Kondisi ini makin diperparah oleh pandemi corona. Mengutip riset Data Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek RI bersama Inovasi, kerugian belajar (learning loss) akibat pandemi terjadi secara tidak merata.

Setelah satu tahun pandemi, hasil belajar literasi dan numerasi siswa di wilayah timur Indonesia tertinggal sekitar 8 bulan belajar dibanding mereka yang tinggal di wilayah barat. Siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar, seperti buku teks, tertinggal 14 bulan belajar dibanding mereka yang memilikinya.

Sementara itu, siswa yang ibunya tidak bisa membaca bahkan tertinggal 20 bulan belajar dibanding mereka yang ibunya bisa membaca. Jadi, bagaimana bagi siswa yang tidak memiliki perangkat digital dan akses internet di daerah? Tentu situasinya makin pelik dan menambah kesenjangan kualitas meraih pendidikan yang berkualitas.

Adapun data Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa sekolah yang melayani siswa dari keluarga miskin secara rata-rata tertinggal tiga sampai empat tahun pelajaran dibanding yang melayani siswa dari kelas sosial-ekonomi atas.

Isu kedua yang diangkat Indonesia dalam EdWG G20 adalah Teknologi Digital dalam Pendidikan. Menurut Iwan, telah terjadi akselerasi yang luar biasa dalam pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan selama masa pandemi Covid-19.

Dia kemudian menyebut platform Guru Belajar dan Guru Berbagi yang sudah menjangkau lebih dari 70 persen guru di sekolah-sekolah di Indonesia. Dalam forum G20, Indonesia ingin berbagi pengalamam guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Belajar dan Guru Berbagi.

Komunitas itu justru diikuti oleh 40 persen guru di daerah terpencil. Pengalaman ini sebagai bukti tingkat resiliensi yang ditunjukkan guru-guru di tanah air.

Di samping itu, isu kedua ini juga akan membahas bagaimana teknologi digital bisa menjadi jawaban atas permasalahan akses, kualitas, dan keadilan sosial di bidang pendidikan.

Kemudian isu ketiga adalah mengenai solidaritas dan kemitraan. Menurut Iwan, isu ini menegaskan komitmen Indonesia untuk bekerja sama dengan negara lain dan memiliki rasa solidaritas dalam suatu kelompok, dikaitkan dengan budaya gotong-royong bangsa Indonesia.

Yang terakhir, isu pendidikan yang diangkat Indonesia dalam EdWG G20 adalah mengenai masa depan dunia kerja. Menurut Dirjen GTK, prediksi mengenai kebutuhan di dunia kerja pascapandemi Covid-19 mengalami perubahan antara kebutuhan yang diperlukan untuk dunia masa kini dan di masa depan.

Dunia kemudian harus berpikir ulang tentang bagaimana peran pendidikan dalam dunia kerja dan relevansinya. Juga, menautkan dunia pendidikan dan industri, seperti halnya dalam pendidikan vokasi.

“Mudah-mudahan empat isu ini bisa kita kawal. Kemarin kita sudah melakukan meeting dengan sherpa dan tanggapannya sangat baik dari berbagai negara yang sudah memberikan pandangan. Umumnya mereka melihat empat isu ini sangat relevan. Nanti akan kita tajamkan lagi. Mudah-mudahan kita bisa membuat sebuah kesepakatan antara menteri-menteri pendidikan tentang apa yang bisa kita lakukan atau call to action dalam menyikapi kondisi untuk recover together, recover stronger,” tutur Iwan.

“Recover Together, Recover Stronger” atau “Pulih Bersama” adalah tema utama yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia. Presidensi G20 merupakan pintu bagi Indonesia untuk mendapatkan kepercayaan internasional.

Menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Melalui tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia. Bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, mnelainkan juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Pembahasan isu dalam Presidensi G20 Indonesia sepanjang Desember 2021–November 2022 terbagi menjadi dua jalur, yaitu Financial Track (Jalur Keuangan) dan Sherpa Track (Jalur Nonkeuangan). Sejumlah isu dalam Sherpa Track, antara lain, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pertanian, ekonomi digital, serta lingkungan dan iklim.
Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Tertembak, KKB Kembali Berulah Tembaki Pos TNI dan Polsek Sugapa

    Dua Tertembak, KKB Kembali Berulah Tembaki Pos TNI dan Polsek Sugapa

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 678
    • 0Komentar

    KELOMPOK Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi penembakan di Kabupaten Intan Jaya yang mengakibatkan dua (2) orang masyarakat terkena tembakan dan satu (1) diantaranya meninggal dunia. Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Drs. A. M Kamal, SH Mengatakan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata melakukan penembakan terhadap Pos Koramil dan Polsek Sugapa sehingga personil membalas tembakan dan terjadi […]

  • “Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

    “Lapang Dada”: Belajar Menerima Tanpa Harus Memperlebar Dada

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada ungkapan dalam bahasa Indonesia yang bisa membuat orang membayangkan hal yang aneh, mungkin saya salah satunya. Nama saya “lapang dada.” Jangan buru-buru mengambil meteran untuk mengukur ukuran dada. Saya tidak membuat dada seseorang bertambah lebar seperti binaragawan. Saya juga bukan hasil latihan push-up selama berbulan-bulan. Saya hanyalah sebuah ungkapan, saya sering […]

  • Dodi dan SMI

    Dodi dan SMI

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.418
    • 0Komentar

    DI sebuah media online saya membaca berita tentang Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengajukan peminjaman dana sebesar Rp539.851.548.950 kepada pemerintah pusat. Dalam berita tersebut mantan anggota DPRD Sumsel Agus Sutikno menyatakan peluang tersebut harus ditangkap, kalau tidak provinsi lain yang akan mengambilnya. Berita tersebut mengingatkan saya pada pembicaraan dua tahun tahun lalu.  Seorang wartawan senior […]

  • “Strategi Naik Kelas IKM Kosmetik & Herbal: Curhat CEO Wardah & Sido Muncul, dari Dapur ke Pasar Global!”

    “Strategi Naik Kelas IKM Kosmetik & Herbal: Curhat CEO Wardah & Sido Muncul, dari Dapur ke Pasar Global!”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Kemenperin Dukung Ekspor Kosmetik & Obat Tradisional, IKM Lokal Siap Lawan Brand Korea! DARI dapur kecil beraroma rimpang sampai ke rak toko di Malaysi,a IKM kosmetik dan obat tradisional Indonesia kini makin pede tampil global. Lewat strategi “naik kelas” dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), ribuan pelaku usaha lokal didorong bukan cuma bikin kulit glowing dan badan […]

  • JK Tinjau Venue Jakabaring Palembang

    JK Tinjau Venue Jakabaring Palembang

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    “Luar biasa, saya apresiasi komitmen Sumsel mampu membangun seluruh venue sesuai target,”

  • Sampah Plastik Bernilai Ekonomis

    Sampah Plastik Bernilai Ekonomis

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba resmi mengirim Sampah Plastik Bernilai Ekonomis, pada Tempat Pemilihan Sampah Terpadu (TPST), Kampung Teladan Kecamatan Sekayu, (10/11/2020). Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro SH MHum, mengatakan, kegiatan tersebut adalah penyaluran sampah plastik dari kelompok sosial masyarakat (KSM) Tempat Pemilahan Sampah Terpadu (TPST) Teladan yang mengelola sampah […]

expand_less
WordPress Archive Clino – Cleaning Business Elementor Template Kit Clipboard Total Control – Control what happen when somebody copy your text – WordPess Plugin Clivo – Portfolio & Agency WordPress Theme Clix – Creative Digital Agency WordPress Theme Clloh Chosen Field for Elementor Form Clotya - Fashion Store eCommerce Theme CloudArcade – HTML5 / Web Game Portal CMS Cloudme Host - WordPress Hosting Theme Cloudy 7 – Hosting Service & WHMCS WordPress Theme Cloux | Game & Gaming Theme