Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

Tingkatkan Kualitas SDM, Pendidikan Jadi Isu G20

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
  • visibility 734
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA mengangkat empat isu utama untuk dibahas bersama oleh negara anggota G20. Yakni, kualitas pendidikan untuk semua, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, dan masa depan dunia kerja.

Isu pendidikan menjadi hal strategis yang dibahas dalam pertemuan negara-negara Group of Twenty atau G20. Presidensi atau Keketuaan Indonesia berperan menentukan agenda prioritas dalam rangkaian pertemuan G20.

Dari sekian isu domestik maupun global, hal ihwal pendidikan, khususnya di masa pandemi Covid-19, dibahas dalam Kelompok Kerja Pendidikan G20 atau Education Working Group (EdWG).

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memimpin Education Working Group ini. Kelompok tersebut diketuai oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek Iwan Syahril.

Dalam kepemimpinannya di EdWG G20, Kemendikbudristek mengangkat empat isu utama untuk dibahas bersama oleh negara anggota G20.

Keempat isu itu adalah kualitas pendidikan untuk semua (universal quality education), teknologi digital dalam pendidikan (digital technologies in education), solidaritas dan kemitraan (solidarity and partnership), dan masa depan dunia kerja pascapandemi Covid-19 (the future of work post Covid-19).

Dirjen GTK Iwan Syahril mengatakan, isu pertama mengenai kualitas pendidikan untuk semua merupakan penegasan kembali komitmen Indonesia untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi semua golongan. “Jadi pendidikan ini inklusif untuk hal yang sangat luas, bukan hanya buat anak disabilitas, tapi juga kelompok-kelompok marjinal yang rentan,” ujar Iwan Syahril, saat meninjau Sekretariat EdWG G20 di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, komitmen tersebut juga menegaskan keberpihakan Indonesia dalam sustainable development goal (SDG) 4 tahun 2030 tentang tujuan pendidikan global, di mana dunia membutuhkan pemulihan di sektor pendidikan pascapandemi Covid-19.

“Sekali lagi bukan secara domestik, tapi juga global. Jadi kita juga melihat negara-negara yang mungkin perlu mendapatkan perhatian komunitas global. Karena kita hanya bisa maju jika kita terus bersama-sama,” katanya.

Kesenjangan pendidikan antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi di Indonesia masih menjadi problem besar. Kondisi ini makin diperparah oleh pandemi corona. Mengutip riset Data Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek RI bersama Inovasi, kerugian belajar (learning loss) akibat pandemi terjadi secara tidak merata.

Setelah satu tahun pandemi, hasil belajar literasi dan numerasi siswa di wilayah timur Indonesia tertinggal sekitar 8 bulan belajar dibanding mereka yang tinggal di wilayah barat. Siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar, seperti buku teks, tertinggal 14 bulan belajar dibanding mereka yang memilikinya.

Sementara itu, siswa yang ibunya tidak bisa membaca bahkan tertinggal 20 bulan belajar dibanding mereka yang ibunya bisa membaca. Jadi, bagaimana bagi siswa yang tidak memiliki perangkat digital dan akses internet di daerah? Tentu situasinya makin pelik dan menambah kesenjangan kualitas meraih pendidikan yang berkualitas.

Adapun data Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa sekolah yang melayani siswa dari keluarga miskin secara rata-rata tertinggal tiga sampai empat tahun pelajaran dibanding yang melayani siswa dari kelas sosial-ekonomi atas.

Isu kedua yang diangkat Indonesia dalam EdWG G20 adalah Teknologi Digital dalam Pendidikan. Menurut Iwan, telah terjadi akselerasi yang luar biasa dalam pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan selama masa pandemi Covid-19.

Dia kemudian menyebut platform Guru Belajar dan Guru Berbagi yang sudah menjangkau lebih dari 70 persen guru di sekolah-sekolah di Indonesia. Dalam forum G20, Indonesia ingin berbagi pengalamam guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Belajar dan Guru Berbagi.

Komunitas itu justru diikuti oleh 40 persen guru di daerah terpencil. Pengalaman ini sebagai bukti tingkat resiliensi yang ditunjukkan guru-guru di tanah air.

Di samping itu, isu kedua ini juga akan membahas bagaimana teknologi digital bisa menjadi jawaban atas permasalahan akses, kualitas, dan keadilan sosial di bidang pendidikan.

Kemudian isu ketiga adalah mengenai solidaritas dan kemitraan. Menurut Iwan, isu ini menegaskan komitmen Indonesia untuk bekerja sama dengan negara lain dan memiliki rasa solidaritas dalam suatu kelompok, dikaitkan dengan budaya gotong-royong bangsa Indonesia.

Yang terakhir, isu pendidikan yang diangkat Indonesia dalam EdWG G20 adalah mengenai masa depan dunia kerja. Menurut Dirjen GTK, prediksi mengenai kebutuhan di dunia kerja pascapandemi Covid-19 mengalami perubahan antara kebutuhan yang diperlukan untuk dunia masa kini dan di masa depan.

Dunia kemudian harus berpikir ulang tentang bagaimana peran pendidikan dalam dunia kerja dan relevansinya. Juga, menautkan dunia pendidikan dan industri, seperti halnya dalam pendidikan vokasi.

“Mudah-mudahan empat isu ini bisa kita kawal. Kemarin kita sudah melakukan meeting dengan sherpa dan tanggapannya sangat baik dari berbagai negara yang sudah memberikan pandangan. Umumnya mereka melihat empat isu ini sangat relevan. Nanti akan kita tajamkan lagi. Mudah-mudahan kita bisa membuat sebuah kesepakatan antara menteri-menteri pendidikan tentang apa yang bisa kita lakukan atau call to action dalam menyikapi kondisi untuk recover together, recover stronger,” tutur Iwan.

“Recover Together, Recover Stronger” atau “Pulih Bersama” adalah tema utama yang diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia. Presidensi G20 merupakan pintu bagi Indonesia untuk mendapatkan kepercayaan internasional.

Menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Melalui tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia. Bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, mnelainkan juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Pembahasan isu dalam Presidensi G20 Indonesia sepanjang Desember 2021–November 2022 terbagi menjadi dua jalur, yaitu Financial Track (Jalur Keuangan) dan Sherpa Track (Jalur Nonkeuangan). Sejumlah isu dalam Sherpa Track, antara lain, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, pertanian, ekonomi digital, serta lingkungan dan iklim.
Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh, Capai 1.400 Ton per Hari, Wawako Palembang : Seluruh Kelurahan Wajib Olah Sampah

    Duh, Capai 1.400 Ton per Hari, Wawako Palembang : Seluruh Kelurahan Wajib Olah Sampah

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    PENGELOLAAN sampah yang menjadi fokus utama Pemerintah kota Palembang saat ini ternyata menjadi target dalam memperoleh piala Adipura tahun 2020 mendatang. Namun dibalik target tersebut tentunya ada beberapa hal yang harus dibenahi mulai dari armada yang ada serta kesiapan per kecamatan dalam mengelolah sampah yang ada di wilayah setempat. Hal ini dibenarkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti […]

  • Pantau Titik Banjir di Perum Pesona Harapan,Begini Menurut Fitri

    Pantau Titik Banjir di Perum Pesona Harapan,Begini Menurut Fitri

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memantau kondisi Perumahan Pesona Harapan, Jalan KH.Azhari RT50, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni Palembang. Dalam kunjungan berserta rombongannya, ia menelurusi daerah yang menjadi titik genangan air di Tahap II perumahan tersebut. Sembari menggunakan sepatu bot dengan menggunakan masker bertanya dengan Ketua RT 50 Muhammad Pazri Harfidiah, Ketua RT 50, ia sempat […]

  • Pj. Bupati Apriyadi Antar Langsung Santunan BPJS Ketenagakerjaan ke Kediaman Almarhum Sekdes Sungai Batang

    Pj. Bupati Apriyadi Antar Langsung Santunan BPJS Ketenagakerjaan ke Kediaman Almarhum Sekdes Sungai Batang

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Suasana duka masih tampak dari keluarga almarhum Davit Apriyansyah yang merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Sungai Batang Kecamatan Sekayu. Kamis (14/3/2024) siang, kediaman Davit didatangi langsung Pj. Bupati Muba Apriyadi Mahmud bersama pihak BPJS Ketenagakerjaan. Suasana tersebut rupanya Pj. Bupati Apriyadi Mahmud mengantarkan langsung santunan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 42 Juta yang diterima oleh […]

  • Begini Alasannya, Kenapa Muba Bikin Festival Pangan Lokal B2SA

    Begini Alasannya, Kenapa Muba Bikin Festival Pangan Lokal B2SA

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Muba gelar Festival Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) Tingkat kabupaten bertempat di Halaman Kantor DKP Kabupaten Muba, Senin (8/7/2019). Menurut Kepala DKP Muba H Ali Badri ST MT melaporkan tujuan pelaksanaan yaitu, mendorong penerapan konsumsi pangan B2SA dengan memanfaatkan olahan pangan lokal, mendorong […]

  • Resmi Fornas VI Sumsel Digelar, ini asa Menpora RI

    Resmi Fornas VI Sumsel Digelar, ini asa Menpora RI

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, akan membuka secara langsung Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI Sumatera Selatan (Sumsel). Kehadiran Menpora Amali dalam kegiatan tersebut sekaligus mewakili Presiden Joko Widodo yang pembukanya dijadwalkan hari ini. Demikian disampaikan Menpora Amali saat menerima kunjungan Ketua Komite Olahraga Masyaraat Indonesia (Kormi) Nasional, Hayono Isman, […]

  • Sebar Ujar Kebencian, Polda Sita YouTube Edy Mulyadi

    Sebar Ujar Kebencian, Polda Sita YouTube Edy Mulyadi

    • calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    BARESKRIM Polri telah menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terkait pernyataan Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. Edy Mulyadi juga langsung ditangkap dan ditahan selama 20 hari ke depan oleh penyidik Bareskrim Polri. Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., menjelaskan selain menetapkan Edy sebagai tersangka, Kepolisian juga […]

expand_less
WordPress Archive Clino – Cleaning Business Elementor Template Kit Clipboard Total Control – Control what happen when somebody copy your text – WordPess Plugin Clivo – Portfolio & Agency WordPress Theme Clix – Creative Digital Agency WordPress Theme Clloh Chosen Field for Elementor Form Clotya - Fashion Store eCommerce Theme CloudArcade – HTML5 / Web Game Portal CMS Cloudme Host - WordPress Hosting Theme Cloudy 7 – Hosting Service & WHMCS WordPress Theme Cloux | Game & Gaming Theme