Pendidikan

SELFI di Palembang Ini Masuk 99 TOP Sinovik, Sekda Bilang Begini

Foto : Humas Pemkot Palembang

PROGRAM SELFI (Sekolah Filial Layanan Pendidikan Anak Berbasis Inklusi pada Lapas Klas IA Pakjo Palembang masuk dalam 99 TOP Inovasi Pelayanan Publik dari Kementrian PAN-RB.

Bertempat di gedung Kementrian PAN RB, konsep layanan pembinaan secara khusus melalui pendidikan inklusi ini di paparkan langsung Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa.

“Dari paparan kita tadi, sambutan delapan tim penilai sangat baik dan bagus,” ungkap Dewa usai paparan,Jum’at (11/7/2019).

Ratu Dewa pun memberikan apresiasi dengan terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan yang menggagas program SELFI ini sehingga dapat masuk menjadk 99 TOP Inovasi Pelayanan Publik dari Kemenpan RB.

Pasalnya sejak adanya kompetisi ini di tahun 2014, baru kali ini inovasi pelayanan publik di Kota Palembang masuk ke dalam 99 TOP Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB.

Dikatakan Dewa, digagasnya program SELFI ini untuk membantu para kaum marjinal terutama anak anak yang menjadi warga binaan agar dapat meneruskan pendidikan mereka meskipun sedang berada dalam pembinaan sesuai dengan amanat Undang Undang dan Peraturan Presiden.

Yang mana Program SELFI ini menerapkan kurikulum pelajaran yang sama pada sekolah sekolah formal pada umumnya disamping juga untuk menekan tingkat kriminalitas anak.

“Sehingga pada saat kembali kemasyarakat bisa meneruskan pendidikan mereka di sekolah manapun juga, karena dilengkapi dengan ijazah dan keterangan lulus juga ada,” terangnya.

Agar program SELFI ini dapat lebih berkembang lagi, terangnya ada masukan dari tim penilai agar inovasi yang bersentuhan langsung kemasyarakat marjinal seperti ini tidak hanya berupa pembelajaran formal saja, tetapi lebih kepada adanya perubahan prilaku dari peserta sendiri. Tidak hanya sebatas perkataan berjanji tidak kembali mengulang perbuatan perbuatan mereka.

“Harapan kita, program ini dapat menjadi tidak hanya rujukan nasional, tapi juga internasional,” harap Dewa.

Tidak hanya itu, tambah Dewa melalui kompetisi TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik ini dapat menjadi tolok ukur SKPD untuk tidak hanya terpaku dengan program rutin saja.

Melainkan bisa melahirkan inovasi- inovasi baru salah satunya program Si Abuh yang menjadi terobosan inovasi terbaru agar bisa dikembangkan dan ditingkatkan lagi.

Seperti program SELFI yang sudah masuk di 99 TOP Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB, kata Dewa akan dikejar agar bisa masuk di 45 besar. “Kalau bisa masuk di 45 besar akan ada bantuan bantuan dari pusat yang bisa didapatkan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Menengah Sekolah Pertama Negeri 22, Nurbaiti mengatakan, anak anak yang bersekolah di Sekolah Filial ini tidak hanya diberikan pembelajaran dengan kurikulum yang sama dengan sekolah formal umumnya. Tapi juga dibekali dengan pembentukan karakter anak. “Agar saat kembali ke masayarakat mereka tetap percaya diri,” ulasnya.[**]

Penulis : mad

 

Comments

Terpopuler

To Top