Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekolah Rakyat, dari Kolong Jembatan ke Kolong Langit Indonesia Emas

Sekolah Rakyat, dari Kolong Jembatan ke Kolong Langit Indonesia Emas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
  • visibility 706
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kalau dulu, anak-anak miskin banyak yang ‘bersekolah’ di jalanan duduk di emperan, menggambar pakai arang, dan hafal lagu pengamen lebih cepat dari rumus matematikakini muncul harapan baru lewat gebrakan bernama Sekolah Rakyat. Jangan bayangkan ini seperti sekolah biasa. Ini bukan sekadar bangunan berisi papan tulis dan absen hari Senin, tapi sebuah hajatan nasional untuk memuliakan wong cilik agar kelak bisa ikut memegang obor Indonesia Emas 2045.

Gagasan ini begitu radikal dan manis, seperti nonton sinetron tapi tanpa adegan ditampar mertua. Digarap oleh Kementerian Sosial, didukung penuh oleh Kemendagri, dan dipayungi langsung oleh visi Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ibarat kost-kostan masa depan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, lengkap dengan pendidikan karakter, asrama, dan (yang tak kalah penting) harapan.

Dan ini bukan mimpi di siang bolong. Sudah ada 356 usulan lokasi, dengan target 200 titik dibangun tahun ini, dan 53 di antaranya siap jadi rumah belajar anak-anak kita pada tahun ajaran 2025/2026. Tapi seperti masak rendang, tak cukup bumbu dan api perlu kompor gas lokal, alias dukungan pemerintah daerah.

Menteri Tito tegas-tegas bilang, lahan sengketa? Coret. Tanah kosong tanpa status hukum jelas? Coret juga. Yang bisa lanjut hanya tanah siap pakai, legal, dan kalau bisa udah ada gedungnya. Kalau bisa juga ada AC-nya sekalian, tapi itu bonus. Jadi, wahai bupati, wali kota, gubernur, inilah waktunya unjuk gigi. Tak cukup sekadar ngetwit dukungan, tapi harus siap sedia warisan tanah dinas buat jadi pondasi generasi emas.

Karena kalau pemerintah daerah cuek, program ini bisa jeblok seperti ujian matematika di hari puasa.

Model pendidikan ini sebetulnya bukan hal baru di dunia. Banyak negara pernah menerapkan pendidikan khusus untuk kelompok masyarakat marjinal. Di Brazil, misalnya, ada gerakan Escola Popular, sekolah rakyat yang tumbuh dari semangat komunitas untuk mendobrak ketimpangan pendidikan. Di Kenya, sistem Alternative Basic Education memungkinkan anak-anak miskin belajar lewat model non-formal yang fleksibel tapi tetap berkualitas.

India punya Navodaya Vidyalaya, sekolah asrama untuk anak berbakat dari pedesaan. Bedanya, Sekolah Rakyat Indonesia bukan cuma untuk anak pintar, tapi juga anak miskin yang ingin punya masa depan. Jadi ini bukan elitisme pendidikan, tapi humanisme terstruktur. Dan itu keren.

Format berasrama Sekolah Rakyat mungkin bikin anak-anak sempat deg-degan “Duh, tinggal jauh dari emak, bisa kuat enggak ya?” Tapi justru di sinilah rahasianya: mereka tidak cuma diajari calistung, tapi juga diajari bagaimana bangun subuh tanpa disuruh emak, belajar gotong-royong tanpa disuruh pak RT, dan menjadi manusia tangguh tanpa harus jadi superhero.

Orang tua pun diajak ikut serta. Ini bukan sistem titip anak, tapi sistem kaderisasi keluarga. Orang tua mesti berkomitmen mendampingi. Karena memutus rantai kemiskinan butuh lebih dari sekadar buku tulis dan papan absenperlu keluarga yang siap berjuang bersama.

Program Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata keberpihakan negara pada kelompok yang selama ini sering disebut dalam pidato tapi jarang disentuh dalam kebijakan. Maka, dukungan pemerintah daerah harus total. Jangan sampai niat baik ini mandek karena alasan teknis, apalagi alasan politis. Jangan sampai anak-anak gagal punya sekolah cuma karena surat tanah nyangkut di laci camat.

Kita butuh lebih dari gedung dan kurikulum kita butuh semangat kolektif. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, bahkan tetangga sekitar lokasi sekolah, semua harus punya semangat yang sama bahwa anak-anak miskin bukan beban, tapi bibit unggul yang belum sempat disiram.

Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia adalah infrastruktur cita-cita. Bayangkan, dari gedung sederhana di pelosok, lahir dokter, guru, teknokrat, petani inovatif, sampai pemimpin masa depan. Dan mereka semua akan tahu, bahwa jalan mereka dimulai dari ruang kelas berasrama, dari nasi sederhana di kantin Sekolah Rakyat, dari guru-guru berdedikasi yang digaji bukan karena kemewahan, tapi karena panggilan hati.

Jadi, kalau ada yang bertanya bisa apa sih sekolah untuk orang miskin?

Jawabannya bisa segalanyaasal negara, daerah, dan rakyat saling gotong-royong. Karena sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat membangun harapan. Dan harapan, kalau diberi rumah, bisa tumbuh lebih cepat dari pohon jati.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DWP Sumsel Maksimalkan Fungsinya

    DWP Sumsel Maksimalkan Fungsinya

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    PENGUKUHAN Kepengurusan Dharma Wanita Persatuan (DPW) Provinsi Sumsel masa bakti 2019-2024 di Auditorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Selasa (14/7/2020). Terlebih, sambungnya, di masa pandemi Covid-19 saat ini tentu peran dari DWP Sumsel sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak. “DWP Sumsel harus ada di tengah-tengah masyarakat. Apalagi di saat pandemi ini, pengurus dan anggota harus ada […]

  • Jubir Covid-19 Ingatkan Warga Sumsel Tetap Extra Waspadai OTG

    Jubir Covid-19 Ingatkan Warga Sumsel Tetap Extra Waspadai OTG

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    JURU bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel dr.Zen Ahmad SpPD (K) merilis update Covid-19 di Provinsi Sumsel melalui video conference di Command Centre Pemprov Sumsel, kemarin sore. Berdasarkan hasil yang diterimanya, untuk Jumat (24/4/2020) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumsel bertambah 13 orang dari sebelumnya 93 orang sehingga totalnya menjadi 106 kasus terkonfirmasi […]

  • Politisi Demokrat Chandri Puspitasari Tinjau Jembatan Putus di Desa Tanjung Laga

    Politisi Demokrat Chandri Puspitasari Tinjau Jembatan Putus di Desa Tanjung Laga

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    SALAH satu politisi Anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir dari daerah pemilihan (Dapil VII) yang meliputi Kecamatan Tanjung Lubuk dan Telok Gelam. Chandri Puspitasari  politisi Partai Demokrat memanfaatkan masa reses III masa sidang III Tahun 2024-2025 dengan melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa daerah di dapilnya. Dalam agenda reses tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat, tokoh […]

  • Peduli Lingkungan, Berikan Penghargaan Kepada 44 Komunitas Peduli Sungai Provinsi Maluku

    Peduli Lingkungan, Berikan Penghargaan Kepada 44 Komunitas Peduli Sungai Provinsi Maluku

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penghargaan kepada 44 Komunitas Peduli Sungai (KPS) atas dedikasinya dalam menjaga lingkungan dan merawat ekosistem sungai sebagai sumber penghidupan sekaligus upaya pengurangan risiko bencana di Provinsi Maluku. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2021 yang diselenggarakan di Kota Ambon. Kepala BNPB Letjen […]

  • Di Duga Bom Bunuh Diri Diledakan di Dekat Pos Polisi Kartasura-Sukoharjo

    Di Duga Bom Bunuh Diri Diledakan di Dekat Pos Polisi Kartasura-Sukoharjo

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    SEORANG pelaku meledakan diri di dekat  Pospam 1 Tugu Kartasura, Jl. Ahmad Yani Bundaran Kartasura [ Dekat Pos Polisi] di Sukoharjo, sekitar pukul 22.30 WIB, Senin malam [3/6/2019]. Menurut saksi Rakian Rangga Putra [25 ], Warga Ngepos Rt. 01 Rw. 03 Kel. Kartasura Kec. Kartasura Pospam 1 Tugu Kartasura,  Jl. Ahmad Yani Bundaran, Kartasura,  saat […]

  • kebakaran hutan dan lahan

    Tinjau Posko Karhutla Di Ogan Ilir, Asops Kapolri Apresiasi Kinerja Tim Satgas

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    Sumselterkini.id, Palembang – Asistensi Asops Kapolri Irjen Pol Muhammad Iriawan mengapresiasi kerja keras Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini ungkapkannya saat Kunjungan Kerja meninjau Pos Aju Satgas Terpadu Penanggulangan Karhutla di Desa Sungai Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan Selasa (15/8/2017).

expand_less
WordPress Archive Sheipa – Spa & Beauty Elementor Template Kit Shelly – School Template Kit for Elementor Sheon – Multipurpose WooCommerce Theme ShiftCV | Blog Resume Portfolio WordPress Shina – Real State Property WordPress Theme Shindig – A Rocking Single Event WordPress Theme Shine – WooCommerce Responsive Theme Shipping Details Plugin for WooCommerce Shokusei – Japanese Restaurant & Sushi Bar Elementor Template Kit Shop (Shopping Cart) & APIs Modules for Stock Manager Advance