Di Tengah Target Indonesia Emas 2045, Ratu Dewa Justru Titip Pesan Soal Ibu kepada Mahasiswa UIN Raden Fatah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 22 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – PBAK UIN Raden Fatah Palembang tahun ini membawa mahasiswa baru pada gagasan besar tentang generasi intelektual transformatif dan Indonesia Emas 2045. Namun, di tengah tema besar tersebut, Ratu Dewa justru menitipkan pesan yang sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa: jangan pernah melupakan doa ibu.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa ketika menghadiri Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) SWARNA di Gedung Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, akhir pekan lalu.
Sebagai alumni UIN Raden Fatah, Ratu Dewa datang bukan hanya untuk memberikan motivasi kepada ribuan mahasiswa baru. Ia mengajak mereka melihat masa kuliah sebagai proses panjang untuk membentuk kemampuan, wawasan, sekaligus karakter sebelum terjun ke tengah masyarakat.
Menurut Ratu Dewa, mahasiswa perlu menggunakan masa perkuliahan untuk mengembangkan potensi dan memperluas wawasan. Pendidikan, katanya, harus menjadi bekal agar generasi muda mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa.
“Jadikan masa perkuliahan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujar Ratu Dewa.
Tetapi ketika berbicara tentang bagaimana mahasiswa mencapai cita-cita, pesannya tidak berhenti pada prestasi akademik.
Ratu Dewa mengingatkan bahwa kerja keras tetap membutuhkan doa dan restu orang tua. Ia meminta mahasiswa baru UIN Raden Fatah tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan selama menjalani pendidikan.
“Teruslah berjuang. Kerja keras harus selalu diiringi dengan doa dan restu dari kedua orang tua,” katanya.
Ada satu bagian yang secara khusus ditekankan Ratu Dewa. Ia meminta mahasiswa tidak melupakan sosok ibu dalam perjalanan pendidikan mereka.
“Secara khusus, jangan lupa meminta doa kepada ibu. Beliau adalah sumber kekuatan dan keberkahan dalam menempuh perjalanan pendidikan,” ujarnya.
Pesan tersebut memberi warna berbeda pada PBAK SWARNA yang tahun ini mengusung tema “Membentuk Generasi Intelektual Transformatif Berlandaskan Nilai Keislaman Menuju Indonesia Emas 2045”.
Sebab, di balik target besar membentuk generasi yang mampu menghadapi masa depan, Ratu Dewa justru mengingatkan mahasiswa pada sesuatu yang paling dekat dengan perjalanan mereka saat ini.
Yakni keluarga yang memberi dukungan ketika mereka mulai menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Bagi Ratu Dewa, kemampuan akademik dan semangat mengejar masa depan tetap perlu berjalan bersama nilai keislaman serta keteguhan dalam menjalani proses. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki wawasan luas, tetapi juga memiliki karakter dan daya juang.
Ia berharap mahasiswa baru UIN Raden Fatah mampu memanfaatkan masa kuliah untuk membangun bekal tersebut. Bukan hanya untuk mendapatkan gelar, tetapi untuk mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
PBAK SWARNA sendiri merupakan agenda tahunan UIN Raden Fatah Palembang untuk memperkenalkan budaya akademik, nilai-nilai keislaman, serta kehidupan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru.
Dan di tengah semua pembicaraan tentang masa depan, Indonesia Emas dan generasi intelektual, pesan Ratu Dewa kepada mahasiswa baru kembali pada satu hal sederhana: setinggi apa pun cita-cita yang dikejar, jangan sampai lupa pada doa orang tua yang mengiringinya.
- Penulis: Irwan Wahyudi
