Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Makan Gratis, Otak Cerdas & Investasi Pendidikan

Makan Gratis, Otak Cerdas & Investasi Pendidikan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 1.328
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAHKAH Anda mendengar pepatah Jawa, “Wong urip iku kudu mangan, yen ora mangan yo ora iso mikir”?, artinya, hidup itu ya harus makan, kalau tidak makan, mana bisa berpikir? Nah, pemerintah rupanya paham betul filosofi ini. Maka lahirlah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekilas terdengar remeh, “ah cuma makan gratis”, tapi jangan salah, di balik nasi bungkus dan sayur bening yang tampak sederhana, tersimpan investasi jangka panjang yang nilainya bisa melebihi deposito bank, mencetak generasi sehat, cerdas, dan berprestasi.

Kata Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, makanan MBG disusun mengikuti konsep gizi seimbang ala “Isi Piringku”. Jadi bukan asal kenyang, ada sayur, buah, lauk, dan karbohidrat, bukan nasi kucing yang lauknya cuma seiris teri. Ini strategi serius, bukan dagelan, sebab kalau anak sekolah perutnya lapar, jangankan menghafal rumus fisika, mengingat nama gebetan saja bisa ambyar.

Perumpamaannya begini, otak itu seperti mesin motor, kalau bensinnya oplosan, hasilnya ngadat di tengah jalan. Begitu pula anak sekolah, kalau asupannya gorengan lima ribu tanpa nutrisi, ya jangankan berprestasi, ujian lari 100 meter saja sudah ngos-ngosan.

Lihat saja testimoni siswa SMPN 1 Teras, Boyolali, ada yang bilang, “Alhamdulillah bisa hemat uang jajan, bisa ditabung”. Ini efek domino yang jarang dipikirkan. Uang saku anak bisa dialihkan untuk beli buku, alat tulis, atau minimal top up kuota biar bisa ikut kelas daring. Orang tua pun terbantu, beban ekonomi berkurang. Dari sini kita bisa belajar pepatah, “Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit”. Tabungan anak sekolah bisa jadi modal mimpi masa depan.

Selain hemat, MBG juga punya misi kesehatan serius, mencegah stunting, obesitas, dan gizi buruk, jadi sekolah sekarang bukan hanya tempat belajar matematika, tapi juga klinik gizi berjalan, bayangkan, anak-anak bukan cuma diajar menghitung volume tabung, tapi juga volume sayur dalam piringnya, pendidikan jadi holistik, otak diisi ilmu, perut diisi gizi.

Oleh sebab itu, jika stunting berkurang, kualitas SDM meningkat, kalau kualitas SDM meningkat, produktivitas bangsa naik. Dan kalau produktivitas naik, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan cuma jargon di spanduk, tapi kenyataan di depan mata.

Coba pikirkan, kalau semua anak sekolah di Indonesia dapat makan bergizi gratis tiap hari, efeknya? semangat belajar naik, angka putus sekolah turun, prestasi meningkat. Ibarat menanam padi, kalau lahannya subur, bibitnya bagus, dan dirawat dengan air cukup, panennya melimpah. Begitu juga generasi kita, kalau gizinya baik, pendidikannya terjaga, hasilnya generasi emas yang siap bersaing.

Kata pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”, pemerintah sedang mengajak kita berakit-rakit lewat MBG, meski harus melewati tantangan anggaran dan logistik. Tapi hasil akhirnya adalah generasi yang bukan hanya kenyang, tapi cerdas, sehat, dan tangguh.

Di era serba digital, kadang kita lupa bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum Merdeka Belajar, bukan juga sekadar soal ranking PISA. Pendidikan juga soal nutrisi sederhana yang masuk ke perut anak, sepiring nasi dengan lauk bergizi bisa jadi lebih menentukan masa depan bangsa ketimbang pidato panjang di seminar pendidikan.

Ayo dukung program MBG ini dengan sepenuh hati, orang tua, guru, hingga pemerintah daerah harus bahu-membahu memastikan program berjalan lancar. Jangan sampai ada yang main-main, apalagi korupsi lauk ayam jadi ceker. Ingat pepatah, “Sedumuk bathuk sanyari bumi ditohi tekan pati” – demi kebaikan anak bangsa, kita harus rela berjuang habis-habisan.

Program MBG ini bukan sekadar makan gratis, ia adalah strategi pendidikan, investasi masa depan, dan ikhtiar mencetak generasi sehat, cerdas, dan berprestasi. Kita bisa belajar satu hal penting, pendidikan yang kuat dimulai dari perut yang kenyang dan gizi yang seimbang.

Jadi, kalau ada yang masih menganggap MBG hanya urusan nasi bungkus, mari kita jawab dengan santai, “lha.. wong otakmu saja bisa encer gara-gara kopi susu, apalagi anak sekolah yang dapat menu gizi lengkap tiap hari”.

Itulah kuncinya, dari sepiring nasi bergizi, lahirlah masa depan bangsa yang cemerlang.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 70 Juta Bibit Tersedia, Kemampo Banyuasin Bisa Produksi hingga 10 Juta Batang per Tahun

    70 Juta Bibit Tersedia, Kemampo Banyuasin Bisa Produksi hingga 10 Juta Batang per Tahun

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 70 juta bibit tersedia di jaringan pusat persemaian di Indonesia. Salah satu fasilitas dengan kapasitas produksi terbesar berada di Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) dan mampu menghasilkan hingga 10 juta batang bibit setiap tahun. Kapasitas tersebut membuat Kemampo diproyeksikan menjadi salah satu pemasok bibit untuk berbagai kegiatan penghijauan dan […]

  • Lawan Covid 19, Karang Taruna Bagikan Masker dan Lakukan Penyemprotan

    Lawan Covid 19, Karang Taruna Bagikan Masker dan Lakukan Penyemprotan

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.958
    • 0Komentar

    SEMAKIN gencarnya aksi lawan penyebaran Virus Covid 19 ini, diikuti juga oleh Karang Taruna Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bersama Karang Taruna Kecamatan Sekayu, dan Pemerintah Kecamatan. Kali ini, aksi lawan Covid 19 yang dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan tersebut, bersama unsur pemerintahan kecamatan dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker gratis kepada masyarakat. Ketua Karang Taruna […]

  • Kemiskinan ekstrem di Muba turun dratis jadi 0,9 persen, Pj Bupati puas dengan kinerja OPD

    Kemiskinan ekstrem di Muba turun dratis jadi 0,9 persen, Pj Bupati puas dengan kinerja OPD

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kemiskinan ekstrem di Muba pada  tahun 2023 turun drastis dari sebelumnya tahun 2022 4,7 persen di tahun 2023  menjadi 0,9 persen menyusul masif program pengendalian dan penanganan inflasi dengan masif di Muba sehingga membuat Pj Bupati puas dengan kinerja OPD. Hal ini terungkap saat Pj Bupati Apriyadi Mahmud Menerima Kepala Badan Pusat Statistik […]

  • Triathlon Segmen Pasar yang Tepat  Kembangkan Wisata Olahraga

    Triathlon Segmen Pasar yang Tepat  Kembangkan Wisata Olahraga

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    KEMENPAREKRAF/Baparekraf telah membuat hand book atau buku panduan mengenai protokol kesehatan berbasis CHSE yang dapat diunduh melalui situshttps://chse.kemenparekraf.go.id/. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Rizki Handayani, saat memberikan sambutan di acara Belitung Triathlon 2021, di Sheraton Belitung, dalam keterangan rilisnya. Rizki Handayani  menjelaskan, selama ini olahraga renang, bersepeda, dan lari termasuk olahraga yang sangat […]

  • 1,3 Juta Hektare Lahan Kebun Sawit di OKI Berpontesi Timbulkan Konflik

    1,3 Juta Hektare Lahan Kebun Sawit di OKI Berpontesi Timbulkan Konflik

    • calendar_month Selasa, 9 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Direktur Eksekutif Walhi Sumsel M Hairul Sobri mengatakan sejak dibentuk dan Lahirnya Undang-Undang Agraria, Nasib para kaum tani tak pernah berubah. ”Sejak Lahirnya Undang-Undang Agraria, Nasib Para Kaum Tani Tidak Pernah Berubah. Mulai Dari Tidak Memiliki Lahan, Kemiskinan Akibat Dampak Ketimpangan Penguasaan Lahan, Alif Fungsi Lahan  Menjadi Pertambangan Batubara”, […]

  • Di Muba, PMI Dibentuk Hingga Kecamatan dan Desa

    Di Muba, PMI Dibentuk Hingga Kecamatan dan Desa

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi selaku Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Muba menutup Musyawarah Kerja Daerah PMI Muba yang sebelumnya dibuka dibuka oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex di Opprom Pemkab Muba. Beni mengatakan musyawarah kerja bersama pengurus PMI kabupaten dan pengurus PMI kecamatan tersebut untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam menyusun rencana […]

expand_less
WordPress Archive Ai Zenius – AI Writer & Copywriting WordPress Theme AidUs – Fundraising & Charity WordPress Theme Aikeedo AI – SAAS / OpenAI – AI Chat, Content, Image, Voice, Code Ailsa – Personal Blog WordPress Theme Aimer – Wedding WordPress Theme For Lovers Aimo – AI Agency & Technology WordPress Theme AiNext – AI Agency & Startup WordPress Theme Aiomatic - Automatic AI Content Writer & Editor, GPT-3 & GPT-4, ChatGPT ChatBot & AI Toolkit Air Conditioner & HVAC Repair WordPress Theme Aira – Conditioning