Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Wisuda Era Digital: Saat Laptop Jadi Senjata, Wi-Fi Jadi Kawan & Lulusan UT Jadi Pasukan Inovasi”

“Wisuda Era Digital: Saat Laptop Jadi Senjata, Wi-Fi Jadi Kawan & Lulusan UT Jadi Pasukan Inovasi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • visibility 1.397
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA bayangkan wisuda zaman dulu identik dengan toga, senyum malu-malu, dan orang tua sibuk berebut kursi paling depan. Nah, wisuda Universitas Terbuka (UT) punya cerita berbeda. Di balik senyum para wisudawan, terselip kisah heroik ala “Avengers” dunia pendidikan, berjuang sambil kerja, menjaga anak, bahkan kadang sambil “perang sinyal” lawan kuota internet yang lebih sering habis ketimbang bensin motor matic.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, datang dengan pesan serius nan berat “Era digitalisasi, globalisasi, dan persaingan dunia kerja menuntut kita untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan mengembangkan keterampilan”. Bahasa gampangnya, kalau dulu cukup jago ngetik di Microsoft Word sudah dianggap “hebat”, sekarang anak TK pun sudah bisa bikin presentasi PowerPoint lengkap dengan animasi terbang. Dunia kerja makin buas, bung!

Tapi justru di sinilah menariknya, lulusan UT sebenarnya punya “jurus ninja” yang jarang dimiliki kampus konvensional, terbiasa belajar digital sejak awal. Kalau mahasiswa kampus lain masih ngeluh soal Zoom error pas pandemi, mahasiswa UT cuma angkat alis sambil berkata, “Bro, kami sudah online sejak zaman Blackberry masih berjaya”.

Kepala Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Dr. Maman Rumanta, dengan bangga bilang “Meraih gelar sarjana di UT tidaklah mudah, perlu kemandirian, ketekunan, dan penuh pengorbanan”. Betul sekali, Prof, kalau boleh jujur, mahasiswa UT itu semacam “kombinasi Superman dan emak-emak pasar” super tangguh, tapi tetap bisa multitasking sambil masak sayur lodeh atau ngurus invoice kantor.

Ada pepatah lama yang cocok untuk mereka “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”, bedanya, bagi mahasiswa UT, jalannya seringkali lewat jalur tol aplikasi online, bukan trotoar kampus. Mereka belajar di sela-sela shift kerja, atau bahkan tengah malam setelah anak-anak tidur. Kalau bukan kemandirian namanya, lalu apa?

Era digital ibarat pisau bermata dua, di satu sisi, membuka peluang tanpa batas, akses Jurnal Internasional, kuliah daring, networking global. Di sisi lain, membuka pintu distraksi, TikTok lima menit bisa berubah jadi lima jam, apalagi kalau isinya resep kopi dalgona atau video kucing nge-dance.

Namun, mahasiswa UT justru terbiasa menaklukkan distraksi ini, mereka belajar mengubah gadget dari alat rebahan jadi senjata produktif. Seperti pepatah modern “Bukan salah YouTube kalau skripsi tak selesai, salah jempol yang kebablasan klik rekomendasi”.

Wagub Cik Ujang benar, tantangan globalisasi itu berat, pesaing kita bukan lagi tetangga sebelah, tapi anak muda di Vietnam, India, bahkan Estonia. Kalau skill kita stagnan, ya siap-siap jadi penonton.

Namun di sisi lain, globalisasi juga membuka pintu kolaborasi, lulusan UT yang terbiasa daring punya modal adaptasi lebih cepat. Mereka bukan hanya siap jadi pekerja, tapi juga pencipta lapangan kerja digital freelancer global, startup founder, atau bahkan content creator edukatif. Dunia kerja sekarang bukan hanya soal siapa paling pintar, tapi siapa paling bisa nge-klik ide baru.

Ada perumpamaan bagus “Biji kopi menunjukkan kualitasnya saat direbus, bukan saat dipamerkan”, begitu juga lulusan UT, nilai mereka bukan sekadar IPK di kertas, tapi ketangguhan menghadapi tekanan hidup, disiplin waktu, dan adaptasi teknologi. Mereka sudah direbus dalam “panci” pendidikan jarak jauh, jadi aromanya lebih harum saat masuk ke dunia kerja.

Kalau ditarik garis besar, ada tiga modal utama lulusan UT di era digital,yakni

  1. Literasi teknologi – terbiasa dengan platform daring, jadi tidak gagap digital.

  2. Kemandirian dan disiplin – terbiasa mengatur waktu tanpa dosen cerewet di depan kelas.

  3. Resiliensi sosial – terbiasa menghadapi cibiran (“kuliah online emang serius?”) tapi tetap bisa buktikan hasilnya nyata.

Inilah bekal yang sangat relevan dengan kebutuhan global saat ini.

Dari wisuda ini kita belajar, pendidikan itu bukan sekadar gelar, tapi perjalanan membentuk mental tahan banting, lulusan UT membuktikan bahwa teknologi bukan alasan untuk malas, tapi justru alat untuk naik kelas.

Pepatah Tiongkok bilang “Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun lalu, waktu terbaik berikutnya adalah hari ini”. begitu pula dengan pendidikan, tak peduli kapan memulainya, yang penting tekadnya.

Wisuda Universitas Terbuka Palembang kali ini bukan cuma seremoni pakai toga, ia adalah simbol transformasi dari perjuangan individu menuju kekuatan kolektif yang siap bersaing di era digital.

Kalau ada yang bilang lulusan UT “hanya kuliah online”, jawab saja dengan santai “Bro, justru karena online, kami lebih siap jadi offline di dunia nyata”.

Oleh sebab itu, selamat untuk para pejuang pendidikan mandiri, ingatlah pesan moralnya, laptop bisa rusak, Wi-Fi bisa lemot, tapi semangat belajar jangan pernah buffering.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bekali Perempuan Indonesia Kemampuan Digital 

    Bekali Perempuan Indonesia Kemampuan Digital 

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memberikan perhatian terhadap kesetaraan talenta digital perempuan. Lewat Program Digital Talent Scholarship, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya meminimalkan kesenjangan digital dan disparitas gender di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba menyatakan Program Digital Talent Scholarship bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan keterampilan talenta muda, termasuk perempuan Indonesia. “Berdasarkan data dari Kominfo, antara pria dan wanita […]

  • “Pemkot Bandung Tertibkan Kebun Binatang, Satwa Tetap Aman?”

    “Pemkot Bandung Tertibkan Kebun Binatang, Satwa Tetap Aman?”

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Bandung menegaskan langkah tegas menertibkan Kebun Binatang Bandung untuk memastikan kepastian hukum atas aset daerah sekaligus melindungi satwa yang ada di dalamnya. Langkah ini menyusul pengosongan aktivitas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) dan pencabutan izin Lembaga Konservasi (LK) YMT oleh Kementerian Kehutanan. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan […]

  • Kasus COVID – 19 di Muba Kembali Bertambah,  Ada Penambahan 21 Kasus Sembuh, 13 Positif, dan 2 Meninggal Dunia

    Kasus COVID – 19 di Muba Kembali Bertambah, Ada Penambahan 21 Kasus Sembuh, 13 Positif, dan 2 Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (21/8/2021) mengkonfirmasikan bahwa ada penambahan 21 kasus sembuh, 13 positif, dan 2 meninggal dunia. “Ada penambahan 21 kasus sembuh, 13 positif, dan 2 meninggal dunia per 21 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya […]

  • Siapkan Melanium Dibidang Otomotif, Bikin Pelatihan Wirausaha

    Siapkan Melanium Dibidang Otomotif, Bikin Pelatihan Wirausaha

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 718
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pemuda Bidang Perbengkelan Motor Tahun 2021 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Sekayu,kemarin. Plt Bupati Muba Beni Hernedi SIP melalui Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba, Muhammad Fariz SSTP MM yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan pemuda yang memiliki skill atau […]

  • Bikin Lomba Foto Berhadiah Jutaan Rupiah, Kominfo Berkolaborasi dengan Bank Sumsel Bebel OKI Ajak Kaum Milanial Jadi Agen Perubahan Terapkan Protokes 6 M

    Bikin Lomba Foto Berhadiah Jutaan Rupiah, Kominfo Berkolaborasi dengan Bank Sumsel Bebel OKI Ajak Kaum Milanial Jadi Agen Perubahan Terapkan Protokes 6 M

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.058
    • 0Komentar

    DINAS Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkolaborasi dengan Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Kayuagung menggugah para milenial untuk taat Protokol Kesehatan (Prokes) 6 M melalui lomba photo bernilai jutaan rupiah.   “Kita ingin menggugah para milenial khususny untuk menjadi agen protokol kesehatan (Prokes) melalui lomba photo prokes bersama Bank Sumsel Babel” Ungkap […]

  • Cyber Muba: Siapa Sangka Laptop Bisa Jadi ‘Benteng’ Pemerintah!

    Cyber Muba: Siapa Sangka Laptop Bisa Jadi ‘Benteng’ Pemerintah!

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.864
    • 0Komentar

    SERANGAN siber itu seperti banjir bandang yang tiba-tiba menerjang rumah warga. Eh, bedanya, kali ini yang terancam bukan rumah, tapi data dan aplikasi pemerintah yang harus aman, biar rakyat nggak pusing tujuh keliling saat mau urus administrasi. Nah, Kominfo Musi Banyuasin kemarin jadi “bendungan super” yang menahan arus digital itu. Di Aula BSSN Depok, Kepala […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Save Progress Ninja Forms Secure Form Ninja Forms Slack Ninja Forms Stripe Ninja Forms Table Editor Ninja Forms Text Message Notifications Ninja Forms Trello Ninja Forms Twilio SMS Ninja Forms – Unique Fields Ninja Forms User Management