Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Wisuda Era Digital: Saat Laptop Jadi Senjata, Wi-Fi Jadi Kawan & Lulusan UT Jadi Pasukan Inovasi”

“Wisuda Era Digital: Saat Laptop Jadi Senjata, Wi-Fi Jadi Kawan & Lulusan UT Jadi Pasukan Inovasi”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
  • visibility 1.413
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA bayangkan wisuda zaman dulu identik dengan toga, senyum malu-malu, dan orang tua sibuk berebut kursi paling depan. Nah, wisuda Universitas Terbuka (UT) punya cerita berbeda. Di balik senyum para wisudawan, terselip kisah heroik ala “Avengers” dunia pendidikan, berjuang sambil kerja, menjaga anak, bahkan kadang sambil “perang sinyal” lawan kuota internet yang lebih sering habis ketimbang bensin motor matic.

Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, datang dengan pesan serius nan berat “Era digitalisasi, globalisasi, dan persaingan dunia kerja menuntut kita untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan mengembangkan keterampilan”. Bahasa gampangnya, kalau dulu cukup jago ngetik di Microsoft Word sudah dianggap “hebat”, sekarang anak TK pun sudah bisa bikin presentasi PowerPoint lengkap dengan animasi terbang. Dunia kerja makin buas, bung!

Tapi justru di sinilah menariknya, lulusan UT sebenarnya punya “jurus ninja” yang jarang dimiliki kampus konvensional, terbiasa belajar digital sejak awal. Kalau mahasiswa kampus lain masih ngeluh soal Zoom error pas pandemi, mahasiswa UT cuma angkat alis sambil berkata, “Bro, kami sudah online sejak zaman Blackberry masih berjaya”.

Kepala Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Dr. Maman Rumanta, dengan bangga bilang “Meraih gelar sarjana di UT tidaklah mudah, perlu kemandirian, ketekunan, dan penuh pengorbanan”. Betul sekali, Prof, kalau boleh jujur, mahasiswa UT itu semacam “kombinasi Superman dan emak-emak pasar” super tangguh, tapi tetap bisa multitasking sambil masak sayur lodeh atau ngurus invoice kantor.

Ada pepatah lama yang cocok untuk mereka “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”, bedanya, bagi mahasiswa UT, jalannya seringkali lewat jalur tol aplikasi online, bukan trotoar kampus. Mereka belajar di sela-sela shift kerja, atau bahkan tengah malam setelah anak-anak tidur. Kalau bukan kemandirian namanya, lalu apa?

Era digital ibarat pisau bermata dua, di satu sisi, membuka peluang tanpa batas, akses Jurnal Internasional, kuliah daring, networking global. Di sisi lain, membuka pintu distraksi, TikTok lima menit bisa berubah jadi lima jam, apalagi kalau isinya resep kopi dalgona atau video kucing nge-dance.

Namun, mahasiswa UT justru terbiasa menaklukkan distraksi ini, mereka belajar mengubah gadget dari alat rebahan jadi senjata produktif. Seperti pepatah modern “Bukan salah YouTube kalau skripsi tak selesai, salah jempol yang kebablasan klik rekomendasi”.

Wagub Cik Ujang benar, tantangan globalisasi itu berat, pesaing kita bukan lagi tetangga sebelah, tapi anak muda di Vietnam, India, bahkan Estonia. Kalau skill kita stagnan, ya siap-siap jadi penonton.

Namun di sisi lain, globalisasi juga membuka pintu kolaborasi, lulusan UT yang terbiasa daring punya modal adaptasi lebih cepat. Mereka bukan hanya siap jadi pekerja, tapi juga pencipta lapangan kerja digital freelancer global, startup founder, atau bahkan content creator edukatif. Dunia kerja sekarang bukan hanya soal siapa paling pintar, tapi siapa paling bisa nge-klik ide baru.

Ada perumpamaan bagus “Biji kopi menunjukkan kualitasnya saat direbus, bukan saat dipamerkan”, begitu juga lulusan UT, nilai mereka bukan sekadar IPK di kertas, tapi ketangguhan menghadapi tekanan hidup, disiplin waktu, dan adaptasi teknologi. Mereka sudah direbus dalam “panci” pendidikan jarak jauh, jadi aromanya lebih harum saat masuk ke dunia kerja.

Kalau ditarik garis besar, ada tiga modal utama lulusan UT di era digital,yakni

  1. Literasi teknologi – terbiasa dengan platform daring, jadi tidak gagap digital.

  2. Kemandirian dan disiplin – terbiasa mengatur waktu tanpa dosen cerewet di depan kelas.

  3. Resiliensi sosial – terbiasa menghadapi cibiran (“kuliah online emang serius?”) tapi tetap bisa buktikan hasilnya nyata.

Inilah bekal yang sangat relevan dengan kebutuhan global saat ini.

Dari wisuda ini kita belajar, pendidikan itu bukan sekadar gelar, tapi perjalanan membentuk mental tahan banting, lulusan UT membuktikan bahwa teknologi bukan alasan untuk malas, tapi justru alat untuk naik kelas.

Pepatah Tiongkok bilang “Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun lalu, waktu terbaik berikutnya adalah hari ini”. begitu pula dengan pendidikan, tak peduli kapan memulainya, yang penting tekadnya.

Wisuda Universitas Terbuka Palembang kali ini bukan cuma seremoni pakai toga, ia adalah simbol transformasi dari perjuangan individu menuju kekuatan kolektif yang siap bersaing di era digital.

Kalau ada yang bilang lulusan UT “hanya kuliah online”, jawab saja dengan santai “Bro, justru karena online, kami lebih siap jadi offline di dunia nyata”.

Oleh sebab itu, selamat untuk para pejuang pendidikan mandiri, ingatlah pesan moralnya, laptop bisa rusak, Wi-Fi bisa lemot, tapi semangat belajar jangan pernah buffering.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tertipu Sembako Murah Ratusan Juta, Lapor Polisi

    Tertipu Sembako Murah Ratusan Juta, Lapor Polisi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    BENAR– benar  tidak punya kemanusiaan, selagi orang kesulitan ekonomi ditengah Pademi COVID-19,  sebaliknya ada oknum yang memanfaatkannya untuk mencari keuntungan dengan cara menipu dengan menawarkan sembako murah. Pelaku menawarkan sembako murah ke masyarakat dengan harga Rp100 per paket. Tiap paket berisikan beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, tepung terigu satu kilogram, dan mie instan […]

  • Ganjar Pamit dari Jateng : Jenengan Semua Bagian dari Saya

    Ganjar Pamit dari Jateng : Jenengan Semua Bagian dari Saya

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ribuan orang memadati Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan, Semarang, Jateng, Rabu (5/9). Tak hanya dari Semarang, warga yang tumpah ruah di semua sudut kantor gubernur juga berasal dari sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran mereka untuk melepas Ganjar dari kursi Jateng 1 dalam acara bertajuk […]

  • Duet dengan GOJEK, Dewa Dorong Digitalisasi Pengusaha Pempek

    Duet dengan GOJEK, Dewa Dorong Digitalisasi Pengusaha Pempek

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.592
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Pemerintah Kota Palembang Ratu Dewa mendorong seluruh pengusaha pempek di Seberang Ulu I, Kota Palembang memanfaatkan digitalisasi melalui jualan daring, guna memajukan industri rumah tangga. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka sosialisasi sistem penjualan pempek melalui sistem penjualan online. Sosialisasi yang diselenggarakan antara Pemerintah kota Palembang bersama PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK) ini […]

  • Tidak Seru Lagi Aah, Khabarnya Harno-Finda Borong 80 % Suara di DPRD Palembang ?

    Tidak Seru Lagi Aah, Khabarnya Harno-Finda Borong 80 % Suara di DPRD Palembang ?

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    “Kemungkinan pertengahan November partai pengusung akan deklarasi secara resmi. Ada kemungkinan deklarasinya serentak,”

  • Angkat Derajat Petani Gambir, Bawa Gambo Mendunia

    Angkat Derajat Petani Gambir, Bawa Gambo Mendunia

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    KETUA TP PKK Musi Banyuasin Thia Yufada Dodi Reza kembali meraih penghargaan berupa Apresiasi Perempuan Hebat Indonesia 2019. Penghargaan yang diberikan oleh Sindo Weekly bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) ini digelar di Hotel Aryaduta Jakarta, Jumat (18/10/2019). Pada acara ini Thia menerima anugerah perempuan hebat yang telah telah menunjukan dedikasi, prestasi, keteladanan, inspiratif, […]

  • Momen Maulid Nabi Muhammad SAW Dimanfaatkan Bupati Muba Temui Nelayan Babat Toman, Apa Yang Dibicarakan ?

    Momen Maulid Nabi Muhammad SAW Dimanfaatkan Bupati Muba Temui Nelayan Babat Toman, Apa Yang Dibicarakan ?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    MOMENTUM perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam Desa Muara Punjung Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (21/11/2019) menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga setempat. Selain mendapat kunjungan kerja langsung dari Bupati Muba Dodi Reza, dalam momentum tersebut warga Desa Muara Punjung yang sebagian besar berpenghasilan dari nelayan ikan mendapatkan bantuan perahu dan fasilitas untuk […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Save Progress Ninja Forms Secure Form Ninja Forms Slack Ninja Forms Stripe Ninja Forms Table Editor Ninja Forms Text Message Notifications Ninja Forms Trello Ninja Forms Twilio SMS Ninja Forms – Unique Fields Ninja Forms User Management