Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kuliah Rasa Kebun, Kerja Rasa Liburan, Strategi Muba Cetak SDM Unggul dari Ladang Ilmu

Kuliah Rasa Kebun, Kerja Rasa Liburan, Strategi Muba Cetak SDM Unggul dari Ladang Ilmu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 3.230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA memang terkenal dengan gudegnya yang manis, tapi kali ini yang manis bukan cuma masakannya melainkan rencana besar yang sedang diracik  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Musi Banyuasin (Muba).
Kadisnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, datang langsung ke Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bukan buat jalan-jalan, tapi buat “menyemai benih unggul SDM Muba” lewat kerja sama pendidikan vokasi bidang perkebunan.

Kalau anak muda zaman sekarang sibuk cari healing, Muba malah cari training.
Tujuannya sederhana tapi dalam, biar anak-anak Muba bukan cuma pintar menanam sawit, tapi juga bisa menanam masa depan.

Pendidikan vokasi ini ibarat ‘combo deal’ antara kuliah dan kerja.
“Belajar teori sambil nyemplung langsung di lapangan,” kata Pak Herryandi sambil nyengir, seperti habis nemu bibit unggul di pasar kaget.

Program ini mau bikin generasi muda Muba jadi orang-orang lapangan yang beneran paham tanah, bukan cuma paham Wi-Fi.
Karena jujur aja, kalau cuma belajar dari buku, yang tumbuh bukan pohon sawit, tapi ilusi.

Dengan sistem vokasi ini, anak-anak Muba bisa belajar nyadap karet langsung, bukan sekadar nyadap Wi-Fi gratisan di warung kopi.
Mereka bakal tahu gimana aroma tanah, gimana bedanya pupuk organik sama pupuk yang “cuma janji doang” yang di brosur hijau tapi hasilnya zonk.

Rencana kerja sama ini mencakup pengembangan kompetensi, penempatan kerja, hingga pengolahan data SDM. AKPY dan Dinas Tenaga Kerja Muba sepakat: kalau kebun butuh pemupukan, maka SDM juga butuh pupuk ilmu, karena SDM tanpa ilmu itu kayak sawit tanpa pupuk—tumbuh sih, tapi kurus dan gampang goyah.

“Anak-anak Muba jangan cuma kuat nyangkul, tapi juga tajam berpikir,” kata Pak Kadis.
Biar kalau besok jadi manajer kebun, mereka nggak kaget lihat spreadsheet biaya pupuk yang lebih tebal dari batang sawit.

Yang menarik dari pendidikan vokasi ini adalah praktiknya yang hidup.
Mahasiswa nggak disuruh hafal pasal atau teori panjang, tapi langsung disuruh turun ke tanah, karena di situlah ilmu paling jujur tumbuh.

Bagi Muba, perkebunan bukan cuma tempat cari rezeki, tapi juga laboratorium kehidupan.
Di kebun, anak-anak belajar kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab. Mereka belajar bahwa hasil panen itu nggak datang dari doa saja, tapi dari keringat dan ketekunan.

Dan siapa tahu, dari ladang sawit itu bakal lahir insinyur, inovator, bahkan pejabat masa depan yang tahu rasanya kerja di panas terik, bukan cuma di balik meja ber-AC.

Bagi Dinas Tenaga Kerja Muba, program ini bukan sekadar formalitas kerja sama di atas kertas.
Ini adalah ikhtiar spiritual dan sosial, mendidik generasi muda agar kerja bukan cuma demi gaji, tapi demi nilai hidup.

“Kerja itu ibadah, ilmu itu ladang,” kata Herryandi.
Muba pengen SDM-nya jadi manusia yang utuh, punya keahlian, punya hati, dan punya arah.

Karena buat Muba, membangun manusia lebih susah daripada membangun pabrik.
Bangun pabrik butuh semen dan besi, tapi bangun SDM butuh waktu, keteladanan, dan visi yang nggak pendek napas.

Anak-anak Muba nanti bakal belajar dari realita, bukan dari quotes Instagram.
Kalau di kebun, mereka belajar arti sabar karena sawit nggak tumbuh semalam.
Belajar arti tanggung jawab karena kalau lupa pupuk, ya panen cuma daun.

Di dunia kerja nanti, mereka bakal tahu bahwa rezeki itu hasil kerja keras, bukan hasil copy paste proposal.
Dan kerja sama dengan AKPY ini bikin Muba satu langkah lebih maju dalam menanam manusia sebelum menanam sawit.

Setiap kebun punya musim tanam, begitu juga manusia punya waktu belajar.
Kalau kebun dipupuk, panennya melimpah.
Kalau manusia diasah, hidupnya berkah.

Kerja sama ini bukan cuma tentang pendidikan vokasi, tapi tentang cetak generasi yang paham akar dan tahu arah.
Karena dunia kerja nggak butuh orang yang cuma bisa “ngomong kerja”, tapi yang benar-benar “paham makna kerja”.

Herryandi Sinulingga berharap, lewat kerja sama ini, Muba bisa menurunkan angka pengangguran sekaligus menaikkan angka harapan hidup bukan cuma secara statistik, tapi secara moral dan sosial.
Dengan SDM unggul, Muba bukan cuma punya banyak tenaga kerja, tapi juga banyak tenaga penggerak masa depan.

Seperti pepatah Jawa bilang, “Wit gedhé iku asalé saka wiji cilik” (Pohon besar itu asalnya dari biji kecil.)

Dan…., biji kecil itu kini sedang disemai di kebun ilmu bernama pendidikan vokasi.
Kalau dijaga, disiram, dan dipupuk dengan benar, bukan nggak mungkin, dari tanah Muba akan tumbuh generasi yang bikin Indonesia bangga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

    “Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    ADA pepatah lama yang bilang, “jangan biarkan rumput tetangga lebih hijau, apalagi kalau rumput sendiri udah pada gundul, gersang, dan jadi tempat nongkrong belalang stres”. Nah, kurang lebih itulah keadaan sebagian lahan kita hari ini. Saking keringnya, jangankan nanam jagung, nanam niat baik aja bisa layu sebelum berkembang. Maka dari itu, peringatan Hari Penanggulangan Degradasi […]

  • Wagub Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama, Gubernur sudah

    Wagub Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama, Gubernur sudah

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 906
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya (MY) hari ini, Rabu (24/3/2021) menjalani penyuntikan vaksinasi dosis pertama di RSUD Siti Fatimah Prov. Sumsel. Setelah melakukan observasi selama 30 menit, Wagub menjelaskan mengapa dirinya menunggu cukup lama untuk dilakukan vaksinasi yang harusnya terjadwal 20 hari yang lalu, “kenapa saya baru dilakukan vaksinasi sekarang, itu terkait dengan […]

  • BAZNAS Muba Turun Bagikan Sembako

    BAZNAS Muba Turun Bagikan Sembako

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    BAZNAS Muba turun menyalurkan bantuan sembakio masyarakat yang terdampak COVID-19. Ketua BAZNAS Muba Lukmanul Hakim, pihaknya turut prihatin dengan adanya virus Corona yang menyebar di negara kita ini, bantuan ini mungkin tidak seberapa tapi kami harap bisa membantu Pemkab untuk sama-sama berkontribusi dalam upaya penanggulangan warga terdampak Covid-19 ini dilingkungan Kabupaten Muba. “Alhamdulillah, hari ini, […]

  • Medmass vs Medsos: Berebut Pilar

    Medmass vs Medsos: Berebut Pilar

    • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.669
    • 0Komentar

    MEDIA massa adalah saluran komunikasi yang memiliki daya ubah luar biasa. Bentuknya, menurut Septiawan Sentana K (2006), di era terkini, terdiri dari media cetak, elektronik, dan online (daring/dalam jaringan). Ketiganya merupakan bentuk media jurnalistik. Jurnalistik membedakan ketiganya ke dalam banyak dimensi. Media cetak (pers), sebagai sejarah awal jurnalistik memiliki media tempat menyalurkan hasil kerja kewartawanannya. Yaitu […]

  • Pamit, Gubernur Sumsel Titip ke Sekda Naikan TPP ASN 100%

    Pamit, Gubernur Sumsel Titip ke Sekda Naikan TPP ASN 100%

    • calendar_month Rabu, 27 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.690
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin menggelar Halal Bihalal dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Honor dan Tenaga Sukarela (TKS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Halal Bihalal berlangsung di halaman Griya Agung, Selasa (26/6/2018). Dalam kesempatan tersebut Alex Noerdin sekaligus berpamitan dengan seluruh ASN dilingkungan Pemerintah […]

  • Inspirasi Bagi Pemuda : Keharusan Mencintai Ilmu ala Imam Khomeini

    Inspirasi Bagi Pemuda : Keharusan Mencintai Ilmu ala Imam Khomeini

    • calendar_month Kamis, 5 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.754
    • 0Komentar

    OLEH : Arafah Pramasto,S.Pd (Penulis Buku Kesejarahan dan History Blogger Palembang)   PARA orang tua mempunyai kewajiban dalam mengasuh anak-anaknya dengan tujuan jelas sebagai kader bangsa yang cinta agama dan cinta negara. Seperti di dalam keluarga maka dalam bernegara pun pemerintah memegang kewajiban penuh untuk melestarikan semangat cinta tanah air yang tak boleh padam. Keberlangsungan hidup […]

expand_less
WordPress Archive Taranto – WordPress Portfolio for Creatives Target – Business WordPress Theme Task Registration for WordPress Taskbot – A Freelancer Marketplace WordPress Plugin TASKLY – Project Management Tool Tastyc – Cafe Restaurant Theme Tattoo Studio – Responsive WordPress Theme TattooPress - A Wordpress Theme for Ink Artists Tawon – Agency Landing Page Elementor Template Kit Tax Exempt by user & user role for WooCommerce