Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

“Bumi Tak Minta Banyak, Hanya Sedikit Peduli”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
  • visibility 735
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA pepatah lama yang bilang, “jangan biarkan rumput tetangga lebih hijau, apalagi kalau rumput sendiri udah pada gundul, gersang, dan jadi tempat nongkrong belalang stres”. Nah, kurang lebih itulah keadaan sebagian lahan kita hari ini. Saking keringnya, jangankan nanam jagung, nanam niat baik aja bisa layu sebelum berkembang.

Maka dari itu, peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (WDCD) 2025 ini bukan sekadar seremoni pakai batik, foto-foto, dan ngeteh di gedung ber-AC. Ini momen yang seharusnya bikin kita merenung lahan-lahan kita sudah terlalu lama jadi korban PHP /Pembangunan Hanya Pencitraan.

Bayangkan saja, dari 120 juta hektar kawasan hutan, kita masih punya PR memulihkan 12,7 juta hektar lahan kritis. Ini ibarat punya rumah mewah, tapi WC-nya mampet dan dapurnya kebakaran. Gengsi dong, masa negara segede ini, tapi lahannya pada botak?

Lahan itu ibarat simpanan masa depan. Kalau tanahnya sehat, hidup pun ikut sehat. Kalau tanahnya rusak, jangan salahkan kalau nanti pas beli beras aja harus kredit.

Lahan rusak bukan cuma soal kehutanan, ini soal masa depan, soal kedaulatan pangan, soal air minum cucian beras yang makin keruh, dan bahkan soal ketersediaan wifi stabil di tengah hutan.

Eh, serius ini, banyak daerah hulu sumber air bersih rusak, karena hutan ditebang sembarangan, akhirnya bukan cuma kekeringan, tapi banjir bandang juga rajin mampir.

Makanya, kata Wamenhut, pemulihan lahan itu bukan sekadar tanam-tanam lalu selfie lalu pulang. Itu mah cocoknya buat konten YouTube.

Pemerintah bilang pendekatannya “berbasis tapak”. Wah, ini istilah keren, tapi sederhananya sih, kerja dari bawah, bukan dari panggung seminar, dan ini disambut dengan strategi macam-macam, dari menjaga keanekaragaman hayati sampai diversifikasi usaha hutan yang konon bisa jadi tempat orang kerja, bukan tempat jin buang data.

Negara-negara tetangga udah pada tancap gas, Cina misalnya, bikin “Great Green Wall”, ngerestorasi sabana mereka sampai sejauh mata memandang hijau.

India udah nanam miliaran pohon sejak 2016, dan rakyatnya ramai-ramai ikut lomba tanam pohon, bukan lomba lempar tanggung jawab, bahkan Brazil juga walau sibuk ngurus Amazon, tetep ngegas program restorasi 12 juta hektare sampai 2030. Mereka lari kencang, kita harus lebih baik lagi dari mereka.

Kalau terus kayak gini, bisa-bisa nanti ada orang luar negeri yang datang ke Indonesia bukan buat lihat hutan tropis, tapi buat studi kasus “bagaimana lahan subur bisa jadi tempat parkir matahari”

Yang paling penting sekarang bukan hanya soal tanam pohon, tapi tanam komitmen. Kata Dirjen PDASRH, Dyah Murtiningsih, ada tiga langkah penting, antara lain kesadaran, rehabilitasi, dan komitmen. Nah, tiga kata ini harusnya dijadikan lagu dangdut biar gampang diingat. “Sadar dulu, rawat kemudian, janji setia sampai akhir musim hujan”.

Oleh karena itu yang sering tumbuh subur bukan pohon, tapi wacana, ditanam dari rapat ke rapat, disiram dengan kata-kata indah, dipupuk oleh sambutan pejabat, tapi gagal panen karena nggak ada aksi.

Hari ini, saat dunia memperingati WDCD, kita diingatkan bahwa bumi bukan warisan nenek moyang yang bisa dipakai seenaknya, tapi titipan anak cucu yang harus dikembalikan utuh, atau setidaknya masih bisa dipakai buat main layangan dan narik sinyal.

Bercocok tanamlah di hati, jangan di status. Tanamkan kesadaran bahwa memulihkan lahan bukan kerja semusim, tapi kerja lintas generasi. Kalau bukan kita yang mulai, jangan kaget nanti cucu kita mewarisi lahan yang cuma cocok buat syuting film Mad Max.

Kalau tanah sudah pulih, peluang akan terbuka. Ekonomi bisa hidup, desa bisa berkembang, air mengalir tanpa pakai pompa. Seperti tema WDCD “Restore the Land. Unlock the Opportunities”. Tapi ingat! kalau cuma dibaca tanpa aksi, itu cuma jadi slogan yang ditanam di spanduk lalu ditiup angin kenyataan.

Jadi, yuk tanam yang benar, rawat yang tulus, dan panen masa depan, karena kalau lahan rusak terus, jangan-jangan yang kering bukan cuma tanah… tapi juga akal sehat kita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Lockdown, KBRI Kuala Lumpur dan Ormas Kirim Logistik untuk PMI di Malaysia

    Dampak Lockdown, KBRI Kuala Lumpur dan Ormas Kirim Logistik untuk PMI di Malaysia

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur bekerja sama dengan organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia (AOMI) di Malaysia, pada Senin (7/6/2021), telah mengirimkan bantuan logistik kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak total lockdown atau pembatasan pergerakan penuh. Di antara salah satu penerima bantuan logistik adalah para PMI yang […]

  • Dishub Muba Siap Gelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan

    Dishub Muba Siap Gelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    UNTUK meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kualitas Pelayanan Pengemudi Angkutan Umum di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Dinas Perhubungan Kabupaten Muba akan menggelar Pemilihan Abdi Yasa Teladan (supir) atau Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Tingkat Kabupaten Muba Tahun 2019, bertempat di Kantor Dishub Muba pada tanggal 25 – 26 Juni 2019 mendatang. Menurut Kadishub Muba, H […]

  • Tidak Layak, Gubernur Sumsel Perintahkan Pjs Walikota Palembang untuk Renov Pasar Lemabang  

    Tidak Layak, Gubernur Sumsel Perintahkan Pjs Walikota Palembang untuk Renov Pasar Lemabang  

    • calendar_month Senin, 11 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Sepekan menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan Pjs. Walikota Palembang Akhmad Najib melakukan sidak ke pasar-pasar traditional maupun pasar swalayan yang ada di Kota Palembang, Minggu (10/06). Sidak pasar diawali dengan mendatangi pasar Perumnas, pasar Lemabang kemudian Palembang Square. […]

  • Kemenkeu RI  Kasih Penghargaan untuk Muba Karena Hal Ini

    Kemenkeu RI  Kasih Penghargaan untuk Muba Karena Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    TIDAK hanya konsisten menjadi yang tercepat dalam penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama tiga tahun berturut-turut, namun Pemkab Muba yang dinahkodai Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP juga telah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan […]

  • Dari Tali Rapiah, Kita Belajar Siaga

    Dari Tali Rapiah, Kita Belajar Siaga

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 735
    • 0Komentar

    DESA Rantau Panjang, jalan utama mendadak berubah nasib jadi korban PHK oleh alam. Belum sempat pamit, dia amblas begitu saja, seperti cinta sepihak yang digerus waktu dan derasnya air mata… eh, air sungai maksudnya. Sabtu pagi itu, warga Dusun 5 masih santai ngopi dan ngerumpi, ketika suara “krek-krek-kresek” seperti kertas kontrak rumah tangga yang diremas-remas, […]

  • Pemkot Palembang Pesan 8.000 Rapid Test Untuk Warga

    Pemkot Palembang Pesan 8.000 Rapid Test Untuk Warga

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota [Pemkot] Palembang memesan sebanyak 8.000 rapid test  untuk dialokasikan kepada warga Palembang dalam mencegah COVID-19. Namun saat ini rapid test tersebut masih menunggu dari pusat karena rapid test yang mana direkomendasikan dari pusat. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Ayus, menuturkan,nanti alat tersebut akan disalurkan ke Puskesmas karena menjadi pusat untuk melakukan […]

expand_less
WordPress Archive Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu JetAppointments Booking JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor JetCompareWishlist For Elementor JetElements - Widget Addon for Elementor Page Builder JetEngine - Adding & Editing Dynamic Content with Elementor JetMenu For Elementor