Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Ilmu Hebat Tapi Adab Hilang? Jangan Sampai Gagal Jadi Manusia

Ilmu Hebat Tapi Adab Hilang? Jangan Sampai Gagal Jadi Manusia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

IlMU hebat tapi adab hilang? Jangan sampai gagal jadi manusia!, kalimat ini patut jadi renungan generasi saat ini ditengah -tengah kemajuan teknologi.

Meskipun kamu juara umum di sekolah, hafal semua rumus matematika, fisika, kimia sampai yang namanya kalkulator malu kalah cepat sembari mikir. “Kok aku kalah ya.dengan otak manusia?”

Namun, kalau masih tetap bohong dan lupa mengucapkan salam sama yang tua, main sikut, nyerobot antrean, atau pamer ilmu buat bikin orang lain malu… ya payah, bro jadinya!

Sehingga ilmu sehebat apapun tanpa adab cuma bikin kagum sebentar, terus bikin orang ilfil. Misalnya anak hafal teori ekonomi, tapi kalau disuruh bantu angkat galon air, malah pura-pura sibuk. Lucu? Iya. Miris? banget.

Apalagi kalau salah dikasih tahu malah cuek, kekeh menurutnya benar saja, inilah namanya nggak punya adab.

Di Pondok Pesantren Darussalam Tegal Rejo, ribuan santri belajar keseimbangan ilmu dan akhlak.

Mereka bercanda, tertawa, tapi tetap serius menekuni ilmu dan sopan santun.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bilang, “Ilmu tanpa adab itu seperti buah manis itu jadi tak berasa di lidah, nggak nikmat.”

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Fauzan, tak lupa juga mengingatkan menuntut ilmu itu wajib, tapi menuntut adab sama pentingnya. Oleh sebab itu, adab sama ilmu itu satu paket nggak selalu kompak seperti satu keluarga, jika mereka cerai, ya gawat dong jawabnya.

Anak muda bisa bikin robot sampai bikin Tony Stark iri, tapi kalau adab hilang, ya cuma bikin orang senyum tipis, sambil mikir, “Eh, ini anak pinter apa nyebelin sih?.”

Humor boleh, dagelan boleh, tapi adab itu lem super yang bikin ilmu menempel di hati. Tanpa adab, anak hafal semua rumus fisika, tapi kalau disuruh ucap salam malah pura-pura lihat langit. Kocak? Iya. Miris? Jangan ditanya.

Di pondok pesantren, santri diajarkan literasi moral dan literasi ilmu bersamaan. Mereka belajar sains, matematika, bahasa, sambil tetap menekankan doa, etika, dan sopan santun. Oleh sebab itu, “Ilmu tanpa adab cuma bikin kagum sebentar, adab tanpa ilmu cuma bikin blind spot di hidup.”

Kalau ilmu cuma dipakai buat pamer atau ego, dunia bisa kacau. Misalnya anak mengcoding bisa bikin AI pintar, tapi dipakai nge-prank tetangga.

Atau mahasiswa hafal teori ekonomi, tapi korupsi dimana-mana.

Identitas diri

Waduh… pusing kan? Humor boleh, dagelan boleh, tapi adab harus selalu hadir. Ilmu sehebat apapun tanpa adab cuma bikin kagum sebentar, terus bikin orang ilfil.

Generasi sekarang perlu mikir, ilmu hebat itu aset, adab itu identitas. Tanpa keseimbangan, bisa-bisa kita semua cuma jadi manusia “pinter tapi nyebelin”.

Momentum haul dan pengajian di Pondok Pesantren Darussalam jadi pengingat kuat “Ilmu tanpa adab itu kosong, adab tanpa ilmu itu buta.” Ribuan santri, sambil tertawa, bercanda, belajar sopan santun.

Bahkan Gubernur HD bilang, “Kalau anak muda bisa pinter tapi lupa hormat, sama aja kayak minum teh tapi gula habis pahit dan nggak nyambung di lidah!”

Jadi teman-teman, jangan cuma mengejar ranking, nilai tinggi, atau gaji fantastis. Mulai dari hal kecil ucap salam, bantu sesama, dan senyum sopan. Efeknya nggak ribet, tapi luar biasa.

Ilmu hebat itu penting, tapi adab lebih penting. Humor boleh, dagelan boleh, tapi adab harus selalu hadir biar ilmu bermanfaat.

Kalau Gubernur HD dan Wamendiktisaintek bisa hadir menyeimbangkan ilmu dan akhlak di pesantren.

Kita juga bisa menghadirkan keseimbangan itu di kehidupan sehari-hari. Nggak perlu podium, nggak perlu jas rapi cukup hati bersih, tangan siap menolong, dan senyum yang menawan.

Ingat, ilmu tanpa adab cuma bikin kagum sesaat, adab tanpa ilmu bikin kita gagap di dunia nyata. Jadi jangan sampai gagal jadi manusia, ya bro! (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Svvara, Wajah Baru Indie-Pop Palembang Rilis Debut EP

    Svvara, Wajah Baru Indie-Pop Palembang Rilis Debut EP

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.509
    • 0Komentar

    DIBENTUK sejak tahun 2019 melalui jaringan pertemanan yang kompak, kuartet indie-pop asal kota Palembang, Svvara, pada 22 Februari 2022 merilis EP atau mini album pertama mereka. Grup musik yang digawangi oleh Farid (vocal, guitar), Erik (gitar), Amad (bas), dan RM (drum) ini merupakan satu dari sekian generasi muda yang mampu mencuat di antara skena musik […]

  • WSBK di Sirkuit Mandalika Aman dan Terkendali

    WSBK di Sirkuit Mandalika Aman dan Terkendali

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 886
    • 0Komentar

    DALAM evaluasi pengamanan terkait gelaran World Superbike (WSBK) Championship dan Asia Talent Cup 2021 yang rampung digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan situasi keamanan sangat kondusif dan masyarakat terlayani dengan baik. “Kami sangat bersyukur pada Allah Subhanahu Wa Ta’alaa karena dua event internasional di Sirkuit Pertamina Kuta Mandalika berjalan […]

  • “Saung”

    “Saung”

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.288
    • 0Komentar

    “Saung” Di bawah sinar mentari yang lembut, Di lahan kosong, terdapat sebuah saung, Tempat di mana hati menjadi tenang, Di sana, semuanya menjadi terang. Di antara pohon-pohon yang rimbun, Tersembunyi saung yang menyejukkan, Kayu-kayu menjalin keindahan, Mengajakku dalam perjalanan. Duduklah di sana, di dalam saung, Rasakan hangatnya sentuhan kayu, Dengarlah bisikan angin yang berlalu, Menyampaikan […]

  • LSM Nyaris Bentrok di Ruang Dialog PT Pusri,  Mau Tahu Tuntutannya ?

    LSM Nyaris Bentrok di Ruang Dialog PT Pusri, Mau Tahu Tuntutannya ?

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.927
    • 0Komentar

    LSM menggugat sistem monopoli dilakukan Pusri yang mematikan kesempatan para pengusaha kecil dan kebijakan profit oriented pelayanan kesehatan di rumah sakit PT Pusri

  • Peci Guru, Topi Peradaban

    Peci Guru, Topi Peradaban

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di Halaman Kantor Wali Kota Palembang bukan cuma jadi tempat upacara, tapi juga berubah jadi panggung fashion show terbesar se-Sumsel. Ribuan peserta upacara berdiri gagah dengan pakaian adat seantero nusantara. Ada yang pakai baju bodo dari Sulsel, ulos dari Batak, sampai yang pakai blangkon dan celana batik tapi sepatu roda mungkin dia buru-buru […]

  • Dihadapan Warga Binaan Lapas Kelas IIb Kayuagung, Pj Bupati OKI Bicara Nilai-nilai Pancasila

    Dihadapan Warga Binaan Lapas Kelas IIb Kayuagung, Pj Bupati OKI Bicara Nilai-nilai Pancasila

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 1Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI juga menguatkan nilai-nilai Pancasila hingga di Lapas. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk untuk menguatkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di Lapas Kelas IIb Kayuagung. Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya menyampaikan, ideologi Pancasila sebagai alat untuk memupuk integritas bangsa. “Pancasila sebagai rumah besar menjaga […]

expand_less
WordPress Archive User Profile Elementor User Role Editor Pro User Signup for Arforms Usernoise Pro Modal Feedback & Contact form UserPro – Community and User Profile WordPress Plugin UserPro DashBoard UserPro Livechat UserPro | Media Manager Add-on UserPro | Private Messages Add-on UserPro | Social Wall Add-on