Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

“Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 534
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA pohon bisa ngomong, mungkin dia sudah teriak, Hei bro, jangan ditebang dulu dong, anak-anak gue baru tumbuh daun!”. tapi sayangnya, pohon bukan selebgram, ia itu tak punya follower yang siap viralkan penderitaannya.

Oleh sebab itu, yang bisa bersuara lantang itu seharusnya bukan batang-batang bisu di hutan, tapi manusia khususnya mahasiswa, kaum intelektual, kaum rebahan yang sedang skripsian sambil ngopi dan nyalain air purifier di kamar kos, ironi, bukan..?

Baru-baru ini, Menteri Agama, Pak Nasaruddin Umar, menyiramkan satu ide segar dalam Seminar Internasional untuk  mahasiswa di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Cimanggis, DepokUIII, Jabar.

Bukan siraman rohani, tapi siraman ekoteologi…. iya, semacam gabungan antara iman dan tanaman, antara kitab suci dan bumi yang kering kerontang.

Beliau menyampaikan bahwa krisis lingkungan itu bukan cuma soal teknologi yang kurang canggih atau mobil listrik yang belum kebeli, tapi juga soal cara pandang, mindset /pola pikir, dunia batin kita terhadap alam.

“Manusia itu kadang merasa paling super, alam dianggap objek, padahal manusia itu bukan raja hutan. Kita ini cuma kontraktor sementara di bumi” kata Menag Nasaruddin.

Islam sendiri, lanjut beliau, justru ngajarin untuk hidup berdampingan dengan alam. Nggak ada ayat yang bilang, “Tebanglah semua pohon demi endorse-an villa Instagramable”. Malah sebaliknya, dilarang keras merusak lingkungan, kalau kita merusak bumi, itu artinya kita menabrak garis iman. Titik!.

Menag juga nyeletuk ide yang agak nyentrik tapi keren “UIII bukan cuma tempat belajar internasional, tapi kenapa nggak sekalian jadi taman bunga yang mendidik?”.Nah loh, biasanya kampus dijadikan tempat nugas, sekarang disarankan jadi tempat healing!, namun masuk akal juga, pasalnya pendidikan bukan cuma dari buku, tapi dari bunga, dari alam, dari semut yang gotong royong, dari akar yang saling memberi ruang, dari daun yang gugur rela demi kehidupan baru. Cieee…

Jadi, perguruan tinggi harus jadi pabrik pencerahan, bukan sekadar pabrik sarjana, dan mahasiswa, tolong ya, jangan cuma jadi netizen yang jago nyinyir di kolom komentar. Jadilah corong!, bukan corong pengeras suara pas demo doang, tapi corong pemikiran dan kesadaran ekoteologi.

Kata pepatah, “Siapa menanam, dia akan memanen”, tapi sekarang banyak yang sibuk panen duluan, nanamnya kapan-kapan?.

Kemenag sudah mulai aksi nyata, dengan  gerakan menanam pohon di lembaga pendidikan, kantor, dan rumah ibadah. Ini bukan sekadar biar adem pas Jumatan, tapi biar iman kita makin teduh karena sadar bahwa bumi ini titipan, bukan milik pribadi.

Cocok juga dengan nasihat tokoh muda, pejuang lingkungan Greta Thunberg asal Swedia. “I don’t want your hope. I don’t want you to be hopeful. I want you to panic… and then I want you to act”- [ Greta Thunberg, Davos, 25] , ia ucapkan  dalam acara World Economic Forum di Davos, Swiss, tahun 2019. “Kita tak butuh harapan, kita butuh aksi”.

Kita tak butuh seminar full slide PowerPoint, tapi kita butuh cangkul dan bibit pohon di tangan mahasiswa, karena kita ini hidup di zaman di mana tanaman dijadikan background aesthetic buat TikTok, tapi aslinya nggak pernah nyiram.

Alam dijadikan konten, bukan kawan, padahal kalau kita baca kitab-kitab langit, semua agama besar itu memuliakan bumi.

Bahkan Rasulullah SAW pernah bilang, “Kalau kiamat datang dan di tanganmu ada biji kurma, tanamlah itu” Padahal kiamat, lho, masih disuruh nanam!.

Maka, wahai mahasiswa, kalau tugas akhirmu belum kelar, setidaknya tanamlah sesuatu pohon, kesadaran, atau harapan. Jangan tunggu bumi kasih SP-1 ke umat manusia. Mari kita buktikan bahwa generasi muda bukan cuma jago joget di Reels, tapi juga bisa menanam benih untuk masa depan.

Ekoteologi bukan ilmu langit yang susah dicerna. Ini cuma soal cara kita melihat pohon. Apakah dia cuma tiang jemuran atau sahabat hidup?. Apakah sungai itu cuma tempat buang popok bayi atau sumber berkah yang harus dijaga?.

Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, bawa botol minum sendiri, kurangi plastik, rawat tanaman di kos, ajak tetangga buat kerja bakti, atau setidaknya berhenti buang sampah dari dalam mobil, dan kampus harus jadi basis gerakan itu. Mahasiswa harus jadi imam perubahan, bukan makmum kebiasaan.

Karena, seperti kata pepatah Jawa, “Urip iku urup” . Hidup itu menyala dan menyala itu bukan buat membakar hutan, tapi menerangi sesama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaungkan Asian Games, Alex Ajak Rakor dengan Sponsor Resmi

    Gaungkan Asian Games, Alex Ajak Rakor dengan Sponsor Resmi

    • calendar_month Minggu, 13 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang –  Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menginstruksikan seluruh sponsor resmi Asian Games di Palembang gencar melakukan sosialisasi dan promosi Asian Games. Hal ini sesuai dengan instruksi langsung Presiden RI Joko Widodo agar gaung Asian Games lebih digemakan lagi hingga seluruh masyarakat Indonesia demam Asian Games. Dijelaskan Alex Noerdin, konsep persiapan Asian Games saat […]

  • Pajak Muba, Tulang Punggung Pembangunan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

    Pajak Muba, Tulang Punggung Pembangunan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    PAJAK bukan sekadar angka di laporan keuangan atau lembaran kertas yang menumpuk di meja OPD. Pajak itu ibarat sayur asem yang pas bumbunya, kalau lengkap, rasanya nikmat, bikin tubuh sehat, dan bikin pembangunan daerah berjalan lancar; kalau ada yang bolos atau kurang “garamnya”, pembangunan jadi kurang nendang. Inilah yang sedang diupayakan Pemkab Muba, dengan koordinasi matang […]

  • HMI MPO Bersama Masyarakat Silaberanti Gelar Pesantren Ramadhan

    HMI MPO Bersama Masyarakat Silaberanti Gelar Pesantren Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) Cabang Palembang Darussalam gelar agenda Pesantren Ramadhan Bersama Masyarakat Silaberanti dengan menyongsong tema yang bertajuk “Gebyar Ramadhan Silaberanti” dengan jargon “Semangat Ramadhan Berkah Bersama, di Masjid Al-Ikhlas Silaberanti (21/4/2021). Momentum bulan ramadhan adalah momen yang ditunggu-tunggu dan dirindukan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Dimana, bulan ramadhan ini adalah bulan […]

  • Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel  Sampaikan  Pandangan Umum terhadap Raperda APBD TA 2025

    Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel  Sampaikan  Pandangan Umum terhadap Raperda APBD TA 2025

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.319
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menyampaikan Pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumsel  Tahun Anggaran (TA) 2025 pada Rapat Paripurna LC (90) DPRD  Sumsel , Rabu (4/9) diruang rapat paripurna.DPRD Sumsel. Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD  Sumsel; Hj. Kartika Sandra Desi, SH, MM, […]

  • 261 KPM Desa Muara Batun Terima Bantuan BLT DD Tahap III

    261 KPM Desa Muara Batun Terima Bantuan BLT DD Tahap III

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.817
    • 0Komentar

    PEMBAGIAN Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Juni tahun anggaran 2020 kepada Warga Desa Muara Batun Kecamatan Jijawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berlangsung dibalai Desa Muara Batun. Terlihat Kepala Desa Muara Batun secara simbolis Menyerahkan Bantuan Langsung Tunai tahap III  sebesar Rp 600.000 Kepada KPM, yang di dampingi oleh Camat jijawi Aparatur Desa, […]

  • Walkot Pagar Alam Bahas KBM, Elemen Pendidikan Usul 2 Cara Ini

    Walkot Pagar Alam Bahas KBM, Elemen Pendidikan Usul 2 Cara Ini

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    ELEMEN pendidikan yang terdiri dari perwakilan dari perguruan tinggi, kepala SMA/SMK, Muhammadiyah/NU, Pondok Pesantren (Ponpes) dan Pengurus PGRI Kota Pagar Alam mengusulkan pembelajaran dapat dilakukan dengan dua cara, yakni cara daring melalui aplikasi Whats App, dan pembelajaran jarak jauh mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemic covid-19. Usulan elemen pendidikan tersebut dilontarkan saat menghadiri Rapat […]

expand_less
WordPress Archive AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme Axole – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Axolot – IT Startup & Technology Services WordPress Theme axsis – App Landing WordPress Theme Ayo – Responsive Elementor WooCommerce Theme Ayoo – Beauty Salon Services Elementor Template Kits