Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

“Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 547
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA pohon bisa ngomong, mungkin dia sudah teriak, Hei bro, jangan ditebang dulu dong, anak-anak gue baru tumbuh daun!”. tapi sayangnya, pohon bukan selebgram, ia itu tak punya follower yang siap viralkan penderitaannya.

Oleh sebab itu, yang bisa bersuara lantang itu seharusnya bukan batang-batang bisu di hutan, tapi manusia khususnya mahasiswa, kaum intelektual, kaum rebahan yang sedang skripsian sambil ngopi dan nyalain air purifier di kamar kos, ironi, bukan..?

Baru-baru ini, Menteri Agama, Pak Nasaruddin Umar, menyiramkan satu ide segar dalam Seminar Internasional untuk  mahasiswa di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Cimanggis, DepokUIII, Jabar.

Bukan siraman rohani, tapi siraman ekoteologi…. iya, semacam gabungan antara iman dan tanaman, antara kitab suci dan bumi yang kering kerontang.

Beliau menyampaikan bahwa krisis lingkungan itu bukan cuma soal teknologi yang kurang canggih atau mobil listrik yang belum kebeli, tapi juga soal cara pandang, mindset /pola pikir, dunia batin kita terhadap alam.

“Manusia itu kadang merasa paling super, alam dianggap objek, padahal manusia itu bukan raja hutan. Kita ini cuma kontraktor sementara di bumi” kata Menag Nasaruddin.

Islam sendiri, lanjut beliau, justru ngajarin untuk hidup berdampingan dengan alam. Nggak ada ayat yang bilang, “Tebanglah semua pohon demi endorse-an villa Instagramable”. Malah sebaliknya, dilarang keras merusak lingkungan, kalau kita merusak bumi, itu artinya kita menabrak garis iman. Titik!.

Menag juga nyeletuk ide yang agak nyentrik tapi keren “UIII bukan cuma tempat belajar internasional, tapi kenapa nggak sekalian jadi taman bunga yang mendidik?”.Nah loh, biasanya kampus dijadikan tempat nugas, sekarang disarankan jadi tempat healing!, namun masuk akal juga, pasalnya pendidikan bukan cuma dari buku, tapi dari bunga, dari alam, dari semut yang gotong royong, dari akar yang saling memberi ruang, dari daun yang gugur rela demi kehidupan baru. Cieee…

Jadi, perguruan tinggi harus jadi pabrik pencerahan, bukan sekadar pabrik sarjana, dan mahasiswa, tolong ya, jangan cuma jadi netizen yang jago nyinyir di kolom komentar. Jadilah corong!, bukan corong pengeras suara pas demo doang, tapi corong pemikiran dan kesadaran ekoteologi.

Kata pepatah, “Siapa menanam, dia akan memanen”, tapi sekarang banyak yang sibuk panen duluan, nanamnya kapan-kapan?.

Kemenag sudah mulai aksi nyata, dengan  gerakan menanam pohon di lembaga pendidikan, kantor, dan rumah ibadah. Ini bukan sekadar biar adem pas Jumatan, tapi biar iman kita makin teduh karena sadar bahwa bumi ini titipan, bukan milik pribadi.

Cocok juga dengan nasihat tokoh muda, pejuang lingkungan Greta Thunberg asal Swedia. “I don’t want your hope. I don’t want you to be hopeful. I want you to panic… and then I want you to act”- [ Greta Thunberg, Davos, 25] , ia ucapkan  dalam acara World Economic Forum di Davos, Swiss, tahun 2019. “Kita tak butuh harapan, kita butuh aksi”.

Kita tak butuh seminar full slide PowerPoint, tapi kita butuh cangkul dan bibit pohon di tangan mahasiswa, karena kita ini hidup di zaman di mana tanaman dijadikan background aesthetic buat TikTok, tapi aslinya nggak pernah nyiram.

Alam dijadikan konten, bukan kawan, padahal kalau kita baca kitab-kitab langit, semua agama besar itu memuliakan bumi.

Bahkan Rasulullah SAW pernah bilang, “Kalau kiamat datang dan di tanganmu ada biji kurma, tanamlah itu” Padahal kiamat, lho, masih disuruh nanam!.

Maka, wahai mahasiswa, kalau tugas akhirmu belum kelar, setidaknya tanamlah sesuatu pohon, kesadaran, atau harapan. Jangan tunggu bumi kasih SP-1 ke umat manusia. Mari kita buktikan bahwa generasi muda bukan cuma jago joget di Reels, tapi juga bisa menanam benih untuk masa depan.

Ekoteologi bukan ilmu langit yang susah dicerna. Ini cuma soal cara kita melihat pohon. Apakah dia cuma tiang jemuran atau sahabat hidup?. Apakah sungai itu cuma tempat buang popok bayi atau sumber berkah yang harus dijaga?.

Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, bawa botol minum sendiri, kurangi plastik, rawat tanaman di kos, ajak tetangga buat kerja bakti, atau setidaknya berhenti buang sampah dari dalam mobil, dan kampus harus jadi basis gerakan itu. Mahasiswa harus jadi imam perubahan, bukan makmum kebiasaan.

Karena, seperti kata pepatah Jawa, “Urip iku urup” . Hidup itu menyala dan menyala itu bukan buat membakar hutan, tapi menerangi sesama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Bazar Ramadhan, BKOW Kolaborasi dengan IKATRI Prov. Sumsel

    Gelar Bazar Ramadhan, BKOW Kolaborasi dengan IKATRI Prov. Sumsel

    • calendar_month Selasa, 5 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – BKOW Provinsi Sumsel berkolaborasi dengan IKATRI DPRD Provinsi Sumsel menggelar Bazar Ramadhan 1439 Hijriah. Bazar tersebut bertema ‘Meraih Berkah Ramadhan dengan Meningkatkan Rasa Kebersamaan dan Kepedulian Terhadap Sesama’ di selenggarakan dihalaman  DPRD Provinsi Sumsel, Selasa (5/6/2018). Dengan adanya Bazar Ramadhan ini masyarakat dapat membeli sembako dan produk lainnya dengan harga terjangkau. Ketua […]

  • AS Siap Bantu Cari Solusi Pencegahan Karhutla di OKI Saat Musim Kemarau

    AS Siap Bantu Cari Solusi Pencegahan Karhutla di OKI Saat Musim Kemarau

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

    AMERIKA Serikat melalui biro Iptek dan Lingkungan Hidup Kedutaan Besar Amerika siap membantu Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] mencari solusi pencegahan kebakaran hutan dan lahan [Karhutla] disaat musim kemarau tahun ini. “Kami datang untuk bersama mencari solusi penanganan kebakaran lahan di Indonesia dan di OKI khususnya, baik dalam upaya pengembangan peringatan dini (Early Warning System) […]

  • “Bintang Melesat di Sepang, Podium Tinggal Selemparan Batu!”

    “Bintang Melesat di Sepang, Podium Tinggal Selemparan Batu!”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.955
    • 0Komentar

    SEPERTI  burung muda yang baru belajar terbang, pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) menutup musim Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2025 dengan penuh semangat di Sirkuit Sepang, Malaysia  belum lama ini. Dan di putaran pamungkas ini, Bintang Pranata Sukma, yang berstatus wildcard, menunjukkan kalau ia bukan sekadar bintang di nama, tapi juga di lintasan. […]

  • Muba Juara Umum Porprov XII Prabumulih, Bupati Siapkan Bonus Untuk Atlet

    Muba Juara Umum Porprov XII Prabumulih, Bupati Siapkan Bonus Untuk Atlet

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    USAI sudah pelaksanaan kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Tahun 2019 di Kota Prabumulih. Kompetisi olahraga bergengsi tingkat Provinsi ini akhirnya dimenangkan oleh Kontingen Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang berhasil menyabet sebanyak 288 medali. Kontingen Muba berhasil mengkudeta Kontingen Palembang setelah puluhan tahun ajang Porprov di Sumsel ini selalu dikuasai Kota Palembang. Dimana Kontingen Muba dan […]

  • Kakanwil Lantik Ketua Alumni Seribandung Cabang Amsterdam, Sudah 11 Negara Yang Resmi Ketua Alumni

    Kakanwil Lantik Ketua Alumni Seribandung Cabang Amsterdam, Sudah 11 Negara Yang Resmi Ketua Alumni

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    KAKANWIL Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA yang juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pondok Pesantren Nurul Islam (PPNI) Seribandung melantik Dr. H. Mizar Ahmad LC, MA sebagai Ketua IKA PPNI Seribandung Cabang Amsterdam, Belanda, di Ruang Kakanwil, Senin (14/6) siang. Mizar Ahmad sendiri merupakan Imam Besar Masjid […]

  • Catat..! 2020, 60 Desa di Sumsel Bakal Terang Menderang

    Catat..! 2020, 60 Desa di Sumsel Bakal Terang Menderang

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.951
    • 0Komentar

    SEBANYAK 60 Desa di Sumatera Selatan (Sumsel) bakal di aliri listrik pada 2020 menyusul  kapasitas  pembangkit ketenagalistrikan di Sumsel mencapai 2.168,44 MW (Mega Watt) berasal dari 18 pembangkit milik PLN dan IPP (Independent Power Producer) dalam keadaan stabil dan mencukupi kebutuhan. Kinerja, PLN di Wilayah Sumbagsel sudah ada peningkatan  dibuktikan dengan  sudah  berkurang pemadaman dan terpenuhinya […]

expand_less
WordPress Archive AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme Axole – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Axolot – IT Startup & Technology Services WordPress Theme axsis – App Landing WordPress Theme Ayo – Responsive Elementor WooCommerce Theme Ayoo – Beauty Salon Services Elementor Template Kits