Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

“Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 565
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA pohon bisa ngomong, mungkin dia sudah teriak, Hei bro, jangan ditebang dulu dong, anak-anak gue baru tumbuh daun!”. tapi sayangnya, pohon bukan selebgram, ia itu tak punya follower yang siap viralkan penderitaannya.

Oleh sebab itu, yang bisa bersuara lantang itu seharusnya bukan batang-batang bisu di hutan, tapi manusia khususnya mahasiswa, kaum intelektual, kaum rebahan yang sedang skripsian sambil ngopi dan nyalain air purifier di kamar kos, ironi, bukan..?

Baru-baru ini, Menteri Agama, Pak Nasaruddin Umar, menyiramkan satu ide segar dalam Seminar Internasional untuk  mahasiswa di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Cimanggis, DepokUIII, Jabar.

Bukan siraman rohani, tapi siraman ekoteologi…. iya, semacam gabungan antara iman dan tanaman, antara kitab suci dan bumi yang kering kerontang.

Beliau menyampaikan bahwa krisis lingkungan itu bukan cuma soal teknologi yang kurang canggih atau mobil listrik yang belum kebeli, tapi juga soal cara pandang, mindset /pola pikir, dunia batin kita terhadap alam.

“Manusia itu kadang merasa paling super, alam dianggap objek, padahal manusia itu bukan raja hutan. Kita ini cuma kontraktor sementara di bumi” kata Menag Nasaruddin.

Islam sendiri, lanjut beliau, justru ngajarin untuk hidup berdampingan dengan alam. Nggak ada ayat yang bilang, “Tebanglah semua pohon demi endorse-an villa Instagramable”. Malah sebaliknya, dilarang keras merusak lingkungan, kalau kita merusak bumi, itu artinya kita menabrak garis iman. Titik!.

Menag juga nyeletuk ide yang agak nyentrik tapi keren “UIII bukan cuma tempat belajar internasional, tapi kenapa nggak sekalian jadi taman bunga yang mendidik?”.Nah loh, biasanya kampus dijadikan tempat nugas, sekarang disarankan jadi tempat healing!, namun masuk akal juga, pasalnya pendidikan bukan cuma dari buku, tapi dari bunga, dari alam, dari semut yang gotong royong, dari akar yang saling memberi ruang, dari daun yang gugur rela demi kehidupan baru. Cieee…

Jadi, perguruan tinggi harus jadi pabrik pencerahan, bukan sekadar pabrik sarjana, dan mahasiswa, tolong ya, jangan cuma jadi netizen yang jago nyinyir di kolom komentar. Jadilah corong!, bukan corong pengeras suara pas demo doang, tapi corong pemikiran dan kesadaran ekoteologi.

Kata pepatah, “Siapa menanam, dia akan memanen”, tapi sekarang banyak yang sibuk panen duluan, nanamnya kapan-kapan?.

Kemenag sudah mulai aksi nyata, dengan  gerakan menanam pohon di lembaga pendidikan, kantor, dan rumah ibadah. Ini bukan sekadar biar adem pas Jumatan, tapi biar iman kita makin teduh karena sadar bahwa bumi ini titipan, bukan milik pribadi.

Cocok juga dengan nasihat tokoh muda, pejuang lingkungan Greta Thunberg asal Swedia. “I don’t want your hope. I don’t want you to be hopeful. I want you to panic… and then I want you to act”- [ Greta Thunberg, Davos, 25] , ia ucapkan  dalam acara World Economic Forum di Davos, Swiss, tahun 2019. “Kita tak butuh harapan, kita butuh aksi”.

Kita tak butuh seminar full slide PowerPoint, tapi kita butuh cangkul dan bibit pohon di tangan mahasiswa, karena kita ini hidup di zaman di mana tanaman dijadikan background aesthetic buat TikTok, tapi aslinya nggak pernah nyiram.

Alam dijadikan konten, bukan kawan, padahal kalau kita baca kitab-kitab langit, semua agama besar itu memuliakan bumi.

Bahkan Rasulullah SAW pernah bilang, “Kalau kiamat datang dan di tanganmu ada biji kurma, tanamlah itu” Padahal kiamat, lho, masih disuruh nanam!.

Maka, wahai mahasiswa, kalau tugas akhirmu belum kelar, setidaknya tanamlah sesuatu pohon, kesadaran, atau harapan. Jangan tunggu bumi kasih SP-1 ke umat manusia. Mari kita buktikan bahwa generasi muda bukan cuma jago joget di Reels, tapi juga bisa menanam benih untuk masa depan.

Ekoteologi bukan ilmu langit yang susah dicerna. Ini cuma soal cara kita melihat pohon. Apakah dia cuma tiang jemuran atau sahabat hidup?. Apakah sungai itu cuma tempat buang popok bayi atau sumber berkah yang harus dijaga?.

Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, bawa botol minum sendiri, kurangi plastik, rawat tanaman di kos, ajak tetangga buat kerja bakti, atau setidaknya berhenti buang sampah dari dalam mobil, dan kampus harus jadi basis gerakan itu. Mahasiswa harus jadi imam perubahan, bukan makmum kebiasaan.

Karena, seperti kata pepatah Jawa, “Urip iku urup” . Hidup itu menyala dan menyala itu bukan buat membakar hutan, tapi menerangi sesama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Kata Alex Dibalik Pesona Kota Pagar Alam

    Begini Kata Alex Dibalik Pesona Kota Pagar Alam

    • calendar_month Kamis, 21 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID,Pagar Alam – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir. H. Alex Noerdin mendorong Bandara Atung Bungsu, Kota Pagar Alam membuka penerbangan rute Internasional, yakni Singapura sehingga berdampak pada keterbukaannya potensi ekspor hasil pertanian. Selain itu Kota Pagar Alam potensi wisata yang cukup unggul dari daerah lainnya di Sumsel dan mampu bersaing dengan daerah lain di Nusantara yang […]

  • Titik Nol Palembang Kini Punya Ikon Darussalam

    Titik Nol Palembang Kini Punya Ikon Darussalam

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    WAJAH jantung Kota Palembang kini tampil berbeda. Di kawasan yang dikenal sebagai titik nol kota, tepat di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, sebuah ikon baru resmi diperkenalkan kepada publik. Revitalisasi Tugu Cempako Telok Bundaran Air Mancur diresmikan pada Minggu (15/3/2026) malam. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur […]

  • Rumah Tahfidz Tuli Pertama di Sumatera Dibangun di Palembang, Jadi Ruang Belajar Al-Qur’an bagi Sahabat Tuli

    Rumah Tahfidz Tuli Pertama di Sumatera Dibangun di Palembang, Jadi Ruang Belajar Al-Qur’an bagi Sahabat Tuli

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Rumah Tahfidz Tuli pertama di Sumatera mulai dibangun di Perumahan Privilege, Kecamatan Gandus, Palembang, Sabtu (15/8/2026). Kehadirannya menjadi langkah baru dalam menyediakan ruang belajar Al-Qur’an yang lebih mudah diakses sahabat tuli. Rumah tahfidz tersebut dirancang sebagai tempat belajar yang tetap bagi masyarakat tuli yang selama ini mengikuti kegiatan mengaji tanpa memiliki lokasi pembelajaran permanen. […]

  • Prokes Ketat, Ibadah Umrah Harus Ikuti Kebijakan Satu Pintu

    Prokes Ketat, Ibadah Umrah Harus Ikuti Kebijakan Satu Pintu

    • calendar_month Minggu, 9 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    KEMENAG mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mematuhi One Gate Policy (Kebijakan Satu Pintu) dan mengikuti protokol kesehatan. Penegasan ini disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief saat melepas pemberangkatan umrah perdana 2022 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta belum lama ini. “Kita bersama harus mendukung one gate policy atau kebijakan […]

  • Tingkatkan Kualitas Demokrasi, Lembaga  Survei Laksanakan Evaluasi Indeks Kemerdekaan Pers

    Tingkatkan Kualitas Demokrasi, Lembaga Survei Laksanakan Evaluasi Indeks Kemerdekaan Pers

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 562
    • 0Komentar

    PENYUSUNAN Indeks Kemerdekaan Pers 2022 sangat penting sebagai misi untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan misi pers sebagai media pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itulah Pemerintah Lembaga Survey melakukan survey terhadap beberapa Informan yang berkompeten mengenai Indeks Kemerdekaan Pers Tahun 2022 di Sumatera Selatan bertempat di Hotel Harper Palembang, belum lama ini. Gubernur Sumatera Selatan […]

  • OKU Bakal Punya Stadion Mini

    OKU Bakal Punya Stadion Mini

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    KABUPATEN Ogan Komering Ilir [OKI] akan memiliki Stadion Mini untuk digunakan dalam event PORPROV dan PEPARPROV 2021 mendatang karena daerah tersebut ditunjuk sebagai tuan rumah. Stadion Mini Trans Unit I rencananya dibangun di Kecamatan Lubuk Raja Kabupaten OKU. Gubernur Herman Deru menargetkan keberadaan stadion ini akan semakin melengkapi fasilitas olahraga di Kab OKU. Oleh karena […]

expand_less
WordPress Archive AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme Axole – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Axolot – IT Startup & Technology Services WordPress Theme axsis – App Landing WordPress Theme Ayo – Responsive Elementor WooCommerce Theme Ayoo – Beauty Salon Services Elementor Template Kits