Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

“Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 539
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA pohon bisa ngomong, mungkin dia sudah teriak, Hei bro, jangan ditebang dulu dong, anak-anak gue baru tumbuh daun!”. tapi sayangnya, pohon bukan selebgram, ia itu tak punya follower yang siap viralkan penderitaannya.

Oleh sebab itu, yang bisa bersuara lantang itu seharusnya bukan batang-batang bisu di hutan, tapi manusia khususnya mahasiswa, kaum intelektual, kaum rebahan yang sedang skripsian sambil ngopi dan nyalain air purifier di kamar kos, ironi, bukan..?

Baru-baru ini, Menteri Agama, Pak Nasaruddin Umar, menyiramkan satu ide segar dalam Seminar Internasional untuk  mahasiswa di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Cimanggis, DepokUIII, Jabar.

Bukan siraman rohani, tapi siraman ekoteologi…. iya, semacam gabungan antara iman dan tanaman, antara kitab suci dan bumi yang kering kerontang.

Beliau menyampaikan bahwa krisis lingkungan itu bukan cuma soal teknologi yang kurang canggih atau mobil listrik yang belum kebeli, tapi juga soal cara pandang, mindset /pola pikir, dunia batin kita terhadap alam.

“Manusia itu kadang merasa paling super, alam dianggap objek, padahal manusia itu bukan raja hutan. Kita ini cuma kontraktor sementara di bumi” kata Menag Nasaruddin.

Islam sendiri, lanjut beliau, justru ngajarin untuk hidup berdampingan dengan alam. Nggak ada ayat yang bilang, “Tebanglah semua pohon demi endorse-an villa Instagramable”. Malah sebaliknya, dilarang keras merusak lingkungan, kalau kita merusak bumi, itu artinya kita menabrak garis iman. Titik!.

Menag juga nyeletuk ide yang agak nyentrik tapi keren “UIII bukan cuma tempat belajar internasional, tapi kenapa nggak sekalian jadi taman bunga yang mendidik?”.Nah loh, biasanya kampus dijadikan tempat nugas, sekarang disarankan jadi tempat healing!, namun masuk akal juga, pasalnya pendidikan bukan cuma dari buku, tapi dari bunga, dari alam, dari semut yang gotong royong, dari akar yang saling memberi ruang, dari daun yang gugur rela demi kehidupan baru. Cieee…

Jadi, perguruan tinggi harus jadi pabrik pencerahan, bukan sekadar pabrik sarjana, dan mahasiswa, tolong ya, jangan cuma jadi netizen yang jago nyinyir di kolom komentar. Jadilah corong!, bukan corong pengeras suara pas demo doang, tapi corong pemikiran dan kesadaran ekoteologi.

Kata pepatah, “Siapa menanam, dia akan memanen”, tapi sekarang banyak yang sibuk panen duluan, nanamnya kapan-kapan?.

Kemenag sudah mulai aksi nyata, dengan  gerakan menanam pohon di lembaga pendidikan, kantor, dan rumah ibadah. Ini bukan sekadar biar adem pas Jumatan, tapi biar iman kita makin teduh karena sadar bahwa bumi ini titipan, bukan milik pribadi.

Cocok juga dengan nasihat tokoh muda, pejuang lingkungan Greta Thunberg asal Swedia. “I don’t want your hope. I don’t want you to be hopeful. I want you to panic… and then I want you to act”- [ Greta Thunberg, Davos, 25] , ia ucapkan  dalam acara World Economic Forum di Davos, Swiss, tahun 2019. “Kita tak butuh harapan, kita butuh aksi”.

Kita tak butuh seminar full slide PowerPoint, tapi kita butuh cangkul dan bibit pohon di tangan mahasiswa, karena kita ini hidup di zaman di mana tanaman dijadikan background aesthetic buat TikTok, tapi aslinya nggak pernah nyiram.

Alam dijadikan konten, bukan kawan, padahal kalau kita baca kitab-kitab langit, semua agama besar itu memuliakan bumi.

Bahkan Rasulullah SAW pernah bilang, “Kalau kiamat datang dan di tanganmu ada biji kurma, tanamlah itu” Padahal kiamat, lho, masih disuruh nanam!.

Maka, wahai mahasiswa, kalau tugas akhirmu belum kelar, setidaknya tanamlah sesuatu pohon, kesadaran, atau harapan. Jangan tunggu bumi kasih SP-1 ke umat manusia. Mari kita buktikan bahwa generasi muda bukan cuma jago joget di Reels, tapi juga bisa menanam benih untuk masa depan.

Ekoteologi bukan ilmu langit yang susah dicerna. Ini cuma soal cara kita melihat pohon. Apakah dia cuma tiang jemuran atau sahabat hidup?. Apakah sungai itu cuma tempat buang popok bayi atau sumber berkah yang harus dijaga?.

Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, bawa botol minum sendiri, kurangi plastik, rawat tanaman di kos, ajak tetangga buat kerja bakti, atau setidaknya berhenti buang sampah dari dalam mobil, dan kampus harus jadi basis gerakan itu. Mahasiswa harus jadi imam perubahan, bukan makmum kebiasaan.

Karena, seperti kata pepatah Jawa, “Urip iku urup” . Hidup itu menyala dan menyala itu bukan buat membakar hutan, tapi menerangi sesama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maulid Nabi Muhammad SAW, Wapres RI : Generasi Muda Bukan Saja Harus Berprestasi  Tapi Wajib Berakhlakuk Karimah

    Maulid Nabi Muhammad SAW, Wapres RI : Generasi Muda Bukan Saja Harus Berprestasi Tapi Wajib Berakhlakuk Karimah

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    GENERASI muda Indonesia harus berprestasi namun juga wajib berakhlakuk karimah. Karenanya penyiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas program nasional. Hal ini disampaikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1443 Hijriyah, di Jakarta. Ma’ruf yang hadir secara virtual menyampaikan penyiapan SDM menjadi salah satu agenda utama pemerintah karena ini […]

  • Pabrik Aspal Karet Pertama di Tanah Air Resmi Beroperasi, Staf Ahli Menteri PUPR : Muba Konsisten dalam Upaya Percepatan Pembangunan Berkelanjutan

    Pabrik Aspal Karet Pertama di Tanah Air Resmi Beroperasi, Staf Ahli Menteri PUPR : Muba Konsisten dalam Upaya Percepatan Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.703
    • 0Komentar

    PABRIK aspal karet pertama di Tanah Air resmi beroperasi di Kabupaten Muba, pabrik yang diproyeksikan mampu menyerap 20.000 ton lebih ateks pekat ini akan menampung  produksi karet petani. “Pabrik aspal karet Muba ini kontribusi nyata dalam upaya andil memulihkan Perekonomian Nasional, ini juga sejalan dengan misi Presiden RI Joko Widodo mendukung percepatan serta peningkatan kualitas […]

  • Perayaan Sumpah Pemuda 2023 dengan Meluncurkan Inovasi Kesehatan Mental Teduh.io

    Perayaan Sumpah Pemuda 2023 dengan Meluncurkan Inovasi Kesehatan Mental Teduh.io

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Pingintau.id – Dalam komitmen mendalam untuk memperdemokrasikan perawatan kesehatan mental bagi pemuda Indonesia, Teduh, penyedia layanan kesehatan mental terkemuka, memilih Sumpah Pemuda 2023 sebagai panggung untuk memperkenalkan aplikasi terobosan yang akan merevolusi pendekatan bangsa terhadap kesejahteraan mental. Hari Sumpah Pemuda selalu menjadi peristiwa bersejarah di Indonesia, ditandai dengan dedikasi bangsa untuk persatuan dan kemajuan. Tahun […]

  • H-2 Kejurnas Balap Moto Prix, Bupati Muba Cek Safety First

    H-2 Kejurnas Balap Moto Prix, Bupati Muba Cek Safety First

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –  Bupati Musibanyuasin [Muba] Dodi Reza Alex Noerdin mengecek secara langsung kesiapan dan keamanan  Sirkuit Sky Land Sekayu Kabupaten Muba yang akan digunakan untuk Kejuaraan Nasional [Kejurnas]  Balap Motor Moto Prix Piala Bupati Muba. Di sirkuit mini Catalunya tersebut, bupati mengecek infrastruktur, seperti paddock, lintasan, dan fasilitas umum lainnya yang menjadi kebutuhan pembalap […]

  • API Award, Di Klaim Momentum Bangkitkan Gairah Pariwisata & Perekonomian

    API Award, Di Klaim Momentum Bangkitkan Gairah Pariwisata & Perekonomian

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    ANUGERAH Pariwisata Indonesia (API) Award 2021 yang diselenggarakan di Muba menjadi magnet kuat bagi Kepala Daerah di Indonesia untuk hadir secara langsung. Tercatat, pada rangkaian Malam Puncak API Award 2021, Selasa (30/11/2021) di Bumi Serasan Sekate sedikitnya dihadiri secara langsung 19 Bupati dan Walikota dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. “Ya, ada 20 Bupati dan […]

  • Antipasi Penyebaran Covid-19, OKI Gerak Cepat Matangkan PPKM, Jalankan Instruksi Mendagri, Atur Kegiatan Hajatan Masyarakat Hingga Vaksinasi Serentak 5 Ribu Sasaran

    Antipasi Penyebaran Covid-19, OKI Gerak Cepat Matangkan PPKM, Jalankan Instruksi Mendagri, Atur Kegiatan Hajatan Masyarakat Hingga Vaksinasi Serentak 5 Ribu Sasaran

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.136
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Komering Ilir (OKI) bergerak cepat melakukan koordinasi, menjabarkan dan menegakkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro di wilayahnya masing-masing yang diperpanjang hingga 22 Juni- 5 Juli 2021. Upaya ini untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19, jajaran Pemkab OKI memastikan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari […]

expand_less
WordPress Archive AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme Axole – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Axolot – IT Startup & Technology Services WordPress Theme axsis – App Landing WordPress Theme Ayo – Responsive Elementor WooCommerce Theme Ayoo – Beauty Salon Services Elementor Template Kits