Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

“Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tapi Mahasiswa Jangan Cuma Ngikut Angin, Saatnya Jadi Corong Ekoteologi!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 529
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEANDAINYA pohon bisa ngomong, mungkin dia sudah teriak, Hei bro, jangan ditebang dulu dong, anak-anak gue baru tumbuh daun!”. tapi sayangnya, pohon bukan selebgram, ia itu tak punya follower yang siap viralkan penderitaannya.

Oleh sebab itu, yang bisa bersuara lantang itu seharusnya bukan batang-batang bisu di hutan, tapi manusia khususnya mahasiswa, kaum intelektual, kaum rebahan yang sedang skripsian sambil ngopi dan nyalain air purifier di kamar kos, ironi, bukan..?

Baru-baru ini, Menteri Agama, Pak Nasaruddin Umar, menyiramkan satu ide segar dalam Seminar Internasional untuk  mahasiswa di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Cimanggis, DepokUIII, Jabar.

Bukan siraman rohani, tapi siraman ekoteologi…. iya, semacam gabungan antara iman dan tanaman, antara kitab suci dan bumi yang kering kerontang.

Beliau menyampaikan bahwa krisis lingkungan itu bukan cuma soal teknologi yang kurang canggih atau mobil listrik yang belum kebeli, tapi juga soal cara pandang, mindset /pola pikir, dunia batin kita terhadap alam.

“Manusia itu kadang merasa paling super, alam dianggap objek, padahal manusia itu bukan raja hutan. Kita ini cuma kontraktor sementara di bumi” kata Menag Nasaruddin.

Islam sendiri, lanjut beliau, justru ngajarin untuk hidup berdampingan dengan alam. Nggak ada ayat yang bilang, “Tebanglah semua pohon demi endorse-an villa Instagramable”. Malah sebaliknya, dilarang keras merusak lingkungan, kalau kita merusak bumi, itu artinya kita menabrak garis iman. Titik!.

Menag juga nyeletuk ide yang agak nyentrik tapi keren “UIII bukan cuma tempat belajar internasional, tapi kenapa nggak sekalian jadi taman bunga yang mendidik?”.Nah loh, biasanya kampus dijadikan tempat nugas, sekarang disarankan jadi tempat healing!, namun masuk akal juga, pasalnya pendidikan bukan cuma dari buku, tapi dari bunga, dari alam, dari semut yang gotong royong, dari akar yang saling memberi ruang, dari daun yang gugur rela demi kehidupan baru. Cieee…

Jadi, perguruan tinggi harus jadi pabrik pencerahan, bukan sekadar pabrik sarjana, dan mahasiswa, tolong ya, jangan cuma jadi netizen yang jago nyinyir di kolom komentar. Jadilah corong!, bukan corong pengeras suara pas demo doang, tapi corong pemikiran dan kesadaran ekoteologi.

Kata pepatah, “Siapa menanam, dia akan memanen”, tapi sekarang banyak yang sibuk panen duluan, nanamnya kapan-kapan?.

Kemenag sudah mulai aksi nyata, dengan  gerakan menanam pohon di lembaga pendidikan, kantor, dan rumah ibadah. Ini bukan sekadar biar adem pas Jumatan, tapi biar iman kita makin teduh karena sadar bahwa bumi ini titipan, bukan milik pribadi.

Cocok juga dengan nasihat tokoh muda, pejuang lingkungan Greta Thunberg asal Swedia. “I don’t want your hope. I don’t want you to be hopeful. I want you to panic… and then I want you to act”- [ Greta Thunberg, Davos, 25] , ia ucapkan  dalam acara World Economic Forum di Davos, Swiss, tahun 2019. “Kita tak butuh harapan, kita butuh aksi”.

Kita tak butuh seminar full slide PowerPoint, tapi kita butuh cangkul dan bibit pohon di tangan mahasiswa, karena kita ini hidup di zaman di mana tanaman dijadikan background aesthetic buat TikTok, tapi aslinya nggak pernah nyiram.

Alam dijadikan konten, bukan kawan, padahal kalau kita baca kitab-kitab langit, semua agama besar itu memuliakan bumi.

Bahkan Rasulullah SAW pernah bilang, “Kalau kiamat datang dan di tanganmu ada biji kurma, tanamlah itu” Padahal kiamat, lho, masih disuruh nanam!.

Maka, wahai mahasiswa, kalau tugas akhirmu belum kelar, setidaknya tanamlah sesuatu pohon, kesadaran, atau harapan. Jangan tunggu bumi kasih SP-1 ke umat manusia. Mari kita buktikan bahwa generasi muda bukan cuma jago joget di Reels, tapi juga bisa menanam benih untuk masa depan.

Ekoteologi bukan ilmu langit yang susah dicerna. Ini cuma soal cara kita melihat pohon. Apakah dia cuma tiang jemuran atau sahabat hidup?. Apakah sungai itu cuma tempat buang popok bayi atau sumber berkah yang harus dijaga?.

Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, bawa botol minum sendiri, kurangi plastik, rawat tanaman di kos, ajak tetangga buat kerja bakti, atau setidaknya berhenti buang sampah dari dalam mobil, dan kampus harus jadi basis gerakan itu. Mahasiswa harus jadi imam perubahan, bukan makmum kebiasaan.

Karena, seperti kata pepatah Jawa, “Urip iku urup” . Hidup itu menyala dan menyala itu bukan buat membakar hutan, tapi menerangi sesama.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Terbitkan Kepres Penanganan Covid Tahun 2022

    Presiden Terbitkan Kepres Penanganan Covid Tahun 2022

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penetapan Status Faktual Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia. Dalam Keppres yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada Jumat (31/12/2021) menyebutkan, serangkaian upaya penanganan pandemi yang akan dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu ke depan. Mengingat, saat ini penyebaran wabah global masih […]

  • Jaga Warisan Budaya,Lisan Andai-Andai Muba Diusulkan Jadi Warisan Budaya Nasional

    Jaga Warisan Budaya,Lisan Andai-Andai Muba Diusulkan Jadi Warisan Budaya Nasional

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.201
    • 0Komentar

    BEKERJASAMA dengan Kemendikbud melalaui UPT Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat Wilayah kerja Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan kesenian Andai- Andai Muba dipersiapkan untuk diusulkan menjadi warisan budaya Tak Benda Nasional. Kepala Dinas Dikbud Muba, Musni Wijaya, S.Sos.,M.Si melalui Kabid Kebudayaan Muardi, S.Pd.,MM menyampaikan bahwa andai andai merupakan salah satu tradisi lisan warisan leluhur […]

  • Potensi Sangat Besar, HIPMI Diminta Garap Desa

    Potensi Sangat Besar, HIPMI Diminta Garap Desa

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru minta keberadaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) lebih menunjukan aksi nyata. Salah satu caranya dengan gencar mengajak pengusaha muda yang ada di desa-desa mampu berkompetisi dengan pengusaha di perkotaan. Untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur, lanjut gubernur perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan organisasi HIPMI, oleh […]

  • Sabtu, Terkonfirmasi Positif Covid- 19 di Sumsel Capai 1.950 Kasus, Palembang 33 Orang

    Sabtu, Terkonfirmasi Positif Covid- 19 di Sumsel Capai 1.950 Kasus, Palembang 33 Orang

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.367
    • 0Komentar

    JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri melaporkan bahwa kemarin pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumsel  mencapai 1.950 orang. Menurutnya ada 43 kasus baru yang ditemukan yang berasal dari 5 daerah. “Hari ini ada 5 daerah yang melaporkan temuan kasus baru, Palembang 33 orang, Banyuasin 2 orang, OKI 1 orang, Muara Enim 6 orang, dan […]

  • Fitri Nilai Ada 2 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjual Hasil Industri Rumahan

    Fitri Nilai Ada 2 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjual Hasil Industri Rumahan

    • calendar_month Senin, 8 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebenarnya hasil industri rumahan /usaha kecil menengah [UKM] belum terpengaruh dengan krisis, seperti pada 1998  UKM tetap bertahan bahkan mampu menopang perekonomian. Oleh sebab itu, melalui bantuan dengan pinjaman tanpa bunga dan agunan kepada pengusaha baik perorangan maupun kelompok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda […]

  • 14 Hari Jalani Isolasi Mandiri, Akhirnya Pasien 013 Di Pagar Alam Dinyatakan Sembuh dari Covid

    14 Hari Jalani Isolasi Mandiri, Akhirnya Pasien 013 Di Pagar Alam Dinyatakan Sembuh dari Covid

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.635
    • 0Komentar

    SETELAH menjalani isolasi mandiri pasien 013 yang sebelumya positif Covid-19 saat ini dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan langsung oleh juru bicara gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 Kota Pagaralam Samsul Bahri, Selasa, (22/9/2020). Dalam keteranganya, ia mengatakan bahwa pasien 013 telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan saat ini dinyatakan sembuh.Hal ini sesuai dengan keputusan […]

expand_less
WordPress Archive AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme Axole – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Axolot – IT Startup & Technology Services WordPress Theme axsis – App Landing WordPress Theme Ayo – Responsive Elementor WooCommerce Theme Ayoo – Beauty Salon Services Elementor Template Kits