Kisah dari Melati Wetan, Bagaimana Asrama Putri Randik Musi Banyuasin di Jogja Jadi Percontohan Daerah Lain
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Menyandang status sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta selalu menjadi magnet bagi ribuan anak muda dari berbagai penjuru Nusantara untuk menimba ilmu. Bagi para mahasiswi asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, tantangan merantau kini terasa jauh lebih ringan dan nyaman berkat hadirnya Asrama Putri Randik Musi Banyuasin.
Bukan sekadar tempat singgah biasa, asrama yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba ini telah berevolusi menjadi “rumah kedua” yang aman, produktif, dan inspiratif di tanah perantauan.
Berdiri di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Jalan Melati Wetan No. 60, Asrama Putri Randik memberikan akses yang sangat dekat menuju berbagai kampus ternama di Kota Yogyakarta. Kehadirannya mengusung misi mulia: memberikan kemudahan bagi putri-putri daerah Muba untuk fokus menuntut ilmu sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga di kampung halaman.
Tak hanya memfasilitasi mahasiswi, fasilitas ini juga terbuka hangat untuk masyarakat umum asal Muba yang tengah bertandang ke Yogyakarta. Saat ini, bangunan asrama menyediakan 16 kamar khusus untuk mahasiswi serta 7 kamar yang diperuntukkan bagi tamu warga Muba yang datang dengan berbagai kepentingan.
Dikelola Profesional dan Bersinergi Bersama Mahasiswi
Di balik kenyamanan dan ketertiban tempat ini, terdapat sistem manajerial yang solid. Pengelolaan asrama dipegang langsung oleh profesional yang ditunjuk langsung oleh Bupati Musi Banyuasin, yakni Muhammad Nurhidayat, S.Sos., M.A. dan Nelva Ade Tinofa, M.Pd. Keduanya memegang tanggung jawab penuh atas operasional dan keberlangsungan asrama.
Agar tata kelola harian berjalan harmonis, pihak pengelola bersinergi erat dengan pengurus asrama dari kalangan mahasiswi. Saat ini, kepengurusan mahasiswi diketuai oleh Indi, seorang mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Kecamatan Lais, Musi Banyuasin. Kolaborasi antara pengelola dan penghuni inilah yang menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat di dalam asrama.

Muhammad Nurhidayat, S.Sos., M.A. dan Nelva Ade Tinofa, M.Pd.
(Pengelola Asrana Putri Randik)
Pusat Kegiatan dan Percontohan Pengelolaan Asrama Daerah
Asrama Putri Randik Musi Banyuasin juga berhasil mendobrak stigma bahwa asrama daerah hanyalah tempat berteduh semata. Di sini, atmosfer akademik dan non-akademik hidup dengan aktif. Asrama ini kerap menjadi pelopor berbagai kegiatan berkualitas, mulai dari diskusi ilmiah rutin hingga penyelenggaraan seminar internasional.
Selain itu, pengelola asrama turut memfasilitasi para penghuni untuk mengakses program beasiswa dari Pemkab Muba melalui komunikasi aktif dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musi Banyuasin.
Pengelola Asrama, Muhammad Nurhidayat yang akrab disapa Dayat—mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi yang terbangun antara pengelola, penghuni, dan pemerintah daerah.
”Kami sangat bersyukur asrama ini dapat dikelola dengan baik berkat kerja sama aktif antara pengelola dan Pemkab Muba. Bahkan, saat ini Asrama Putri Randik telah menjadi acuan dan percontohan bagi daerah-daerah lain dalam hal pengelolaan asrama mahasiswa,” ungkap Dayat.
Di akhir percakapan, Dayat menaruh harapan besar agar keberadaan fasilitas berharga milik Pemkab Muba ini dapat terekspos lebih luas lagi ke masyarakat.
”Harapan kami, Asrama Putri Randik Musi Banyuasin ini bisa dikenal secara lebih luas, khususnya oleh seluruh warga Muba. Dengan begitu, masyarakat maupun calon mahasiswi yang ingin menuntut ilmu di Jogja tahu bahwa mereka memiliki tempat berlabuh yang siap menyambut dan memfasilitasi mereka,” pungkasnya.
Kini, dari balik hangatnya suasana di Jalan Melati Wetan, Asrama Putri Randik Musi Banyuasin terus membuktikan dedikasinya: menyediakan tempat berteduh yang aman sekaligus menjadi kawah candradimuka bagi srikandi-srikandi Muba untuk merajut prestasi di Kota Pelajar. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
