Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » PPKM Diperlonggar, Masyarakat Jangan Lengah Pandemi Masih Menyebar

PPKM Diperlonggar, Masyarakat Jangan Lengah Pandemi Masih Menyebar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
  • visibility 647
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABAR gembira bagi mereka yang berencana menggelar konser musik, pernikahan, konferensi, pameran dagang, atau festival.

Mulai saat ini pemerintah akan mengizinkan kegiatan skala besar itu. Alasannya, karena tren kasus COVID-19 menunjukkan tanda-tanda membaik. Tapi ingat, gelaran hajatan besar itu tetap harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat atau harus mematuhi pedoman pandemi COVID-19 yang ditetapkan.

“Pemerintah mempertimbangkan perlunya mewadahi aktivitas masyarakat agar tetap produktif, tetapi juga aman dari COVID-19,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Minggu sebagai mana dilansir dari InfoPublik.

Sekarang ini pemerintah juga berencana menggelar kegiatan berskala besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dan kompetisi sepak bola Liga 1 dan Liga 2. “Penyelenggaraan kedua acara besar tersebut telah melalui diskusi berbagai pihak guna menekan risiko penularan virus,” ujar Johnny.

Kata Johnny, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 telah menyusun Buku Rekomendasi Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 dalam Penyelenggaraan PON XX Papua. Izin penyelenggaraan kegiatan besar dapat diberikan selama kasus COVID-19 terkendali.

Selain itu penyelenggaraannya juga harus didukung kesiapan yang matang, serta komitmen penyelenggara dalam mengutamakan kesehatan dan keselamatan setiap orang yang terlibat.

Dalam pedoman penyelenggaraan kegiatan besar era pandemi COVID-19, terdapat 6 faktor risiko penularan yang harus dihindari saat kegiatan besar berlangsung. Risiko itu yakni:
1. Kondisi kasus COVID-19 di daerah tempat kegiatan berlangsung.
2. Potensi penularan selama kegiatan di tempat umum akibat jarak antar partisipan dan buruknya sirkulasi udara.
3. Durasi kegiatan yang lama, risiko penularan semakin tinggi.
4. Tata kelola kegiatan dalam ruangan dengan sirkulasi udara buruk berpeluang lebih besar penularan.
5. Jumlah partisipan yang berpotensi penularan semakin besar.
6. Pelaku partisipan yang belum vaksinasi secara penuh dan tidak menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dapat meningkatkan peluang penularan.

Enam risiko itulah yang mendasari pemerintah menetapkan pedoman penyelenggaraan kegiatan besar. Sebelum kegiatan, penyelenggara perlu melakukan edukasi kesehatan bagi seluruh partisipan, menyusun pedoman pelaksanaan dengan rencana kontijensi, serta memastikan fasilitas dan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan.

Saat kegiatan, penyelenggaran perlu memastikan skrining kesehatan sebelum kegiatan berlangsung, dan memastikan alat kesehatan pendukung cukup dan mudah terakses saat kegiatan. Selain itu, memastikan setiap partisipan mematuhi protokol kesehatan termasuk di luar wilayah kegiatan.

Jangan Terlena
Tren pertambahan kasus positif Virus Corona (COVID-19) di Indonesia melandai sejak awal Agustus 2021.

Memang merujuk data Satgas Penanganan COVID-19 sepanjang Juli-September 2021, tren pertambahan kasus positif virus corona perlahan menurun memasuki Agustus hingga awal September 2021.(muhamad nasir)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • EDUKASI KELAUTAN: Dari Jangkrik ke Jaringan – Sekolah Hybrid ala Nelayan & Kampus Mini di Pinggir Pantai

    EDUKASI KELAUTAN: Dari Jangkrik ke Jaringan – Sekolah Hybrid ala Nelayan & Kampus Mini di Pinggir Pantai

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    BICARA pendidikan nelayan, banyak orang langsung membayangkan bapak-bapak pakai caping duduk di tepi perahu sambil belajar menghitung ikan pakai sempoa. Padahal zaman sekarang, nelayan juga butuh upgrade ilmu, minimal tahu cara pakai aplikasi e-learning, walau sinyal di kampung kadang lebih malu-malu daripada gebetan di masa SMA. Nah, di sinilah konsep hybrid learning nelayan dan community […]

  • Door…, Spesialis Curat dari Pulau Geronggang Ini Dihadiahi Timah Panas

    Door…, Spesialis Curat dari Pulau Geronggang Ini Dihadiahi Timah Panas

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.520
    • 0Komentar

    RIDO Saputra (19) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kaki kanannya oleh anggota karena sempat mendorong polisi lalu berusaha melarikan diri, Selasa (26/11/2019). Kendati masih remaja, warga Dusun Talang Batin Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut ternyata spesialis kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Terbukti ada empat kasus keterlibatannya. Kapolres OKI AKBP […]

  • Tinjau Jalan Provinsi, Wagub Sumsel Roadshow ke OI

    Tinjau Jalan Provinsi, Wagub Sumsel Roadshow ke OI

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    “Programkan pembukaan ruas jalan penghubung Muarakuang Kabupaten  Ogan Ilir tembus Cempaka Kabupaten OKU Timur,”

  • Tak Nyaman Dengan Bau, Warga Minta Pemerintah Tutup Perusahaan Peternak Ayam

    Tak Nyaman Dengan Bau, Warga Minta Pemerintah Tutup Perusahaan Peternak Ayam

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    “Kami sangat tidak nyaman dengan keberadaan kandang ayam ini, kami menuntut untuk segera ditutup karena berdampak pada kesehatan kami. Ditambahlagi banyaknya lalat berterbangan dimana mana, pokoknya kehidupan kami setiap harinya sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti ini,” WARGA Desa Lorok Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir menuntut Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan untuk menutup industri […]

  • Anda Mau Sedekah? Bisa di Scan QR Go- Pay Milik Go-jek

    Anda Mau Sedekah? Bisa di Scan QR Go- Pay Milik Go-jek

    • calendar_month Rabu, 16 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Tak perlu repot-repot datang langsung, jika ingin bersedakah. Kini Go-jek mengeluarkan fitur yang mudah, praktis untuk bersedakah, yakni lewat fitur scan QR Go-Pay. Bahkan lebih menariknya lagi, sedekah tersebut bebas,masyarakat bisa juga menyalurkan sedekah minimal Rp5.000.Bersedekah bisa dalam genggaman masyarakat dengan cara menggunakan aplikasi tersebut. Go-Jek juga  menjalin kerja sama sinergi bersama Badan Amil […]

  • Dihadapan Ribuan Pelajar, Alex Noerdin Sebut Asian Games Datangkan Berkah

    Dihadapan Ribuan Pelajar, Alex Noerdin Sebut Asian Games Datangkan Berkah

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    “Yang saya sebutkan tadi itu tidak dibangun dengan uang sendiri atau APBD semua itu dibangun dengan dana APBN,”

expand_less
WordPress Archive Tristero – Tattoo WordPress Theme Tritmix – Fashion Elementor WooCommerce Theme Triump - Life Coach & Motivator Elementor Template Kit Troof – Roofing Service Elementor Template Kit Trophy – Soccer and Football Club WordPress Theme Trotol – Renovation Elementor Template Kit Trucking-Transportation & Logistics HTML Template TruckPress – Logistics & Transportation WP Theme Truder – CCTV Security Service Elementor Template Kit True Mag | WordPress Theme for Video and Magazine