Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Jadikan Wisata Kesehatan Sebagai Program Unggulan, Ini Target & Alasan Sandiaga Uno

Jadikan Wisata Kesehatan Sebagai Program Unggulan, Ini Target & Alasan Sandiaga Uno

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
  • visibility 877
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan wisata kesehatan (wellness tourism) di Indonesia untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air.

Dalam “Weekly Press Briefing” yang digelar secara daring, Senin (6/9/2021), Sandiaga mengatakan pihaknya menjadikan wisata kesehatan sebagai program unggulan yang menargetkan pemberdayaan wisatawan nusantara. Wisata kesehatan merupakan kegiatan wisata yang mengedepankan peningkatan kesehatan dan kebugaran fisik serta pemulihan kesehatan spiritual dan mental wisatawan.

“Selama ini, wisatawan nusantara setiap tahunnya menghabiskan hampir 11 miliar dolar AS lebih untuk berwisata kesehatan di luar negeri. Wisata kesehatan serta wisata kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita mempunyai pangsa pasar yang sangat besar,” kata Sandiaga.

Pada tahap awal pengembangan wisata kesehatan ini, lanjut Sandiaga, rencananya akan diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Seperti Jakarta, Medan, dan Bali.

“Nanti akan diperluas ke destinasi lainnya. Kami menggandeng berbagai instansi kementerian dan lembaga maupun pihak swasta seperti rumah sakit, klinik, dan organisasi profesi seperti Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedwi) untuk mendukung wisata kesehatan di Indonesia ini,” katanya.

Untuk menjajal kesiapan pengembangan wisata kesehatan di Indonesia, beberapa waktu yang lalu Sandiaga sempat menjalani general medical check up di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten. Menurutnya, Indonesia memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan memadai sebagai penunjang pengembangan potensi wisata kesehatan.

“Ini adalah pariwisata berbasis quality and sustainability dan kita tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri. Misalnya di RS Eka Hospital, untuk perawatan tulang belakang/spine, sudah menggunakan alat kedokteran buatan Jerman yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara,” ujar Sandiaga.

Selain itu, kata Sandiaga, Bali juga menjadi salah satu sasaran wisatawan untuk menikmati wellness tourism dan herbal tourism. Bahkan, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali untuk merasakan wisata berbasis wellness dan herbal tourism.

“Antusiasme masyarakat mengenai herbal dan wellness tourism sangat tinggi, terutama di Bali. Untuk itu SDM-nya harus kita tingkatkan melalui program reskilling dan upskilling untuk memberikan pelayanan yang berstandar lebih tinggi lagi,” ucap Sandiaga.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, menambahkan alasan pemilihan Jakarta, Medan, dan Bali sebagai daerah pengembangan wisata kesehatan untuk tahap awal dilatarbelakangi oleh jumlah ketersediaan rumah sakit yang ada di ketiga daerah tersebut.

“Selain itu, di Medan mempunyai potensi besar karena selama ini orang Medan yang ke luar negeri itu banyak sekali. Jadi kita harapkan dengan kita mempromosikan atau menyiapkan rumah sakit-rumah sakit yang ada di Medan maka kemungkinan wisatawan-wisatawan yang berasal dari Sumatra Utara dan sekitarnya berobat ke luar negeri akan semakin kecil,” jelas Rizky.

Selain Bali, lanjut Rizki, untuk pengembangan wellness dan herbal tourism, pihaknya juga akan mengembangkan potensi ini di Solo, Jawa Tengah. “Solo juga tengah mengembangkan herbal tourism karena di Tawangmangu ada pusat kesehatan herbal milik Kementerian Kesehatan yang sangat berpotensi untuk kita dorong mengembangkan wisata herbal,” jelasnya.

 

Integrasi Aplikasi PeduliLindungi di Sektor Parekraf

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan mengenai pengimplementasian aplikasi PeduliLindungi di semua sektor usaha parekraf.

“Aplikasi PeduliLindungi akan diperluas penggunaannya dari yang sebelumnya hanya di mal, diperluas ke hotel, restoran, dan cafe. Piloting akan dilakukan di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya,” ujar Sandiaga.

Rencananya, penggunaan Aplikasi PeduliLindungi akan menggunakan filtering 4 kondisi user yaitu hijau, kuning, merah, dan hitam. Adapun pengunjung diperkenankan masuk ke tempat-tempat tersebut adalah pengunjung dengan kondisi hijau dan kuning.

“Selain itu bersama dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, kita akan menerbitkan surat edaran bersama mengenai imbauan untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara bertahap sesuai dengan koordinasi Kemenko Marves dan Kemenkes. Penggunaan aplikasi, termasuk untuk MICE di hotel-hotel juga akan dipertimbangkan,” tutur Sandiaga.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Raup Untung dari Hutan, Tantangan Nyata Menanti

    Masyarakat Raup Untung dari Hutan, Tantangan Nyata Menanti

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    PEMERINTAH membuka akses hutan seluas 8,3 juta hektare bagi masyarakat. Warga kini dapat menanam, memanen, dan mengelola sumber daya hutan secara legal, membuka peluang ekonomi baru di desa-desa sekitar hutan. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, menegaskan bahwa perhutanan sosial mendorong kesejahteraan lokal. “Masyarakat yang dulu dilarang masuk hutan kini bisa menghasilkan pendapatan dari sumber daya […]

  • Future Minerals Forum Dorong Diskusi Global tentang Transisi Energi Bersih

    Future Minerals Forum Dorong Diskusi Global tentang Transisi Energi Bersih

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Kemitraan Baru bakal Membentuk Percakapan tentang Pembangunan Berkelanjutan dalam Logam dan Mineral Global di Future Minerals Forum 2024 Sumselterkini.co.id, RIYADH, Arab Saudi, Dec. 28, 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Future Minerals Forum (FMF), yang dijadwalkan berlangsung antara tanggal 9-11 Januari di Riyadh, Arab Saudi, hari ini mengumumkan tiga kemitraan strategis baru untuk menginformasikan wacana global tentang […]

  • Terpilih Jadi Ketum PBSI Palembang, Ini Target Ratu Dewa

    Terpilih Jadi Ketum PBSI Palembang, Ini Target Ratu Dewa

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kota Palembang Ratu Dewa terpilih sebagai Ketua Umum PBSI Kota Palembang dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) yang digelar di Hotel Santika, Jumat (9/8/2019). Ratu Dewa terpilih secara aklamasi berdasarkan kesepakatan seluruh peserta Musyawarah.  Usai dirinya terpilih, Ratu Dewa mengungkapkan akan melakukan upaya terbaik dalam rangka kemajuan Bulu Tangkis di Kota Palembang. “Dalam waktu […]

  • Mobil di Kantor Pemkot Palembang 11 Tahun Tak Bayar Pajak, Kok Bisa?

    Mobil di Kantor Pemkot Palembang 11 Tahun Tak Bayar Pajak, Kok Bisa?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PAJAK kendaraan jarang jadi sorotan rutin, bahkan dianggap selesai saat di loket pembayaran, namun di Palembang, urusan yang tampak sederhana itu tiba-tiba berubah jadi pertanyaan yang lebih besar dari sekadar administrasi. Di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Wali Kota Ratu Dewa belum lama ini menemukan satu masalah yang mengganggu logika dasar, sebuah kendaraan tercatat […]

  • Urai Kepadatan Boom Baru, TAA Dioperasikan

    Urai Kepadatan Boom Baru, TAA Dioperasikan

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 907
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Banyuasin – Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api [TAA] di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumater Selatan yang dibangun sejak 2004 akhirnya resmi dioperasikan, Rabu (14/3/2019). Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI R Agus H Purnomo, Ketua DPRD Sumsel Aliandra Gantada, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain […]

  • Sukses Turunkan Stunting, Muba Raih Penghargaan

    Sukses Turunkan Stunting, Muba Raih Penghargaan

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 936
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penurunan angka stunting di Kabupaten Muba yang turun drastis mencapai 5 persen dari 23 persen ke 17.07 persen menuai penghargaan. Penghargaan tersebut diberikan langsung Gubernur Herman Deru kepada Pj Bupati Apriyadi Mahmud dan Pj Ketua TP PKK Asna Aini Apriyadi, Rabu (6/9/2023) dalam rangkaian Pengukuhan Bapak / Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) sekaligus […]

expand_less
WordPress Archive Laxuary – Hotel Booking WordPress Theme Popup Plugin for WordPress - Green Popups (formerly Layered Popups) LayerSlider Responsive WordPress Slider Plugin Lazyline – Innovative Lazy-Load & LQIP WordPress Plugin Lead Manager Module for Perfex CRM LeadEngine – Multi-Purpose WordPress Theme with Page Builder LeadGen – Multipurpose Marketing Landing Page Pack with HTML Builder Leadinjection – Landing Page Theme League Table League Table – Table Plugin for WordPress