Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parlemen » Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel  Sampaikan  Pandangan Umum terhadap Raperda APBD TA 2025

Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel  Sampaikan  Pandangan Umum terhadap Raperda APBD TA 2025

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
  • visibility 1.319
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,  Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menyampaikan Pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumsel  Tahun Anggaran (TA) 2025 pada Rapat Paripurna LC (90) DPRD  Sumsel , Rabu (4/9) diruang rapat paripurna.DPRD Sumsel.

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD  Sumsel; Hj. Kartika Sandra Desi, SH, MM, didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel; H.M. Giri Ramanda N Kiemas, SE, MM, dihadiri oleh Pj. Gubernur Sumsel; yang diwakili oleh Sekretaris Daerah; Drs. H. Edward Chandra, MH, para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta tamu undangan lain.

Sebanyak 9 (Sembilan) Fraksi DPRD  Sumsel menyampaikan pandangan umumnya diawali oleh Fraksi Partai Golkar disampaikan oleh Lindawati Syahropi, SH., MH, dilanjutkan Fraksi PDIP; Hj. Rita Suryani, kemudian Fraksi Gerindra;  Prima Salam, SH, MM, Fraksi Partai Demokrat disampaikan oleh Ir. Muhammad F. Ridho, ST., MT, Fraksi PKB disampaikan oleh Meri, S.Pd, Fraksi Partai Nasdem disampaikan Oleh Dr. Ir. H. Syamsul Bahri, MM, Pandangan umum Fraksi PKS disampaikan oleh Firdaus, SH.

Lalu Fraksi PAN disampaikan oleh Nyimas Sarah Halim, dan diakhiri penyampaian Fraksi Hanura Perindo oleh Pipa Sardi, SE.

Fraksi-fraksi ini menyoroti tentang Anggaran, terkait Pendapatan Asli Daerah, Belanja Daerah.

 Dari sisi pendapatan daerah diantaranya fraksi menyampaikan pertanyaan atas penurunan pendapatan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diketahui berdasarkan penjelasan Gubernur pada paripurna sebelumnya bahwa Pendapatan Daerah TA 2024 sebesar Rp. 11.422.948.185.458,00 Dibandingkan Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah Tahun 2025 Sebesar Rp. 10.060.185.345.574,00 mengalami penurunan sebesar Rp. 1.362.762.839.884,00 atau 11,93%, Selanjutnya Pendapatan  Daerah mempunyai 3 (tiga) sumber, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) , Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah.

Fraksi berpendapat Seharusnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat memacu lebih baik peningkatan Pendapatan Daerah di tahun 2025. Mengacu kepada Pajak Daerah Naik 15,44%, Retribusi naik 30,35%, hasil Kekayaan Daerah mengalami peningkatan 4,59% atau Rp. 7.605.868.340, dan Lain-lain Pendapatan Asli daerah Yang Sah mengalami peningkatan 15,59%. Angka-angka ini harus di tingkatkan agar pemerintah memiliki Cadangan keuangan yang cukup untuk dimasa-masa akan datang untuk kepenting Propinsi Sumatera Selatan.

Selanjutanya dalam rangka peningkatan sektor pajak Pemerintah Daerah harus mampu dan jeli dalam menggali potensi yang ada, salah satu contoh pajak kendaraan bermotor yang sejak agustus hingga desember ini dilaksanakan program keringanan atau pemutihan dalam pelaksanaannya kurang sosialisasi terutama didaerah perbatasan masih banyak yang belum mengetahui untuk itu selain sosialisasi yang bersifat manual juga sebaiknya secara maksimal menggunakan platform media sosial yang dinilai sangat efektif dalam menyampaikan informasi kepada Masyarakat.

Kemudian Terkait pajak kendaraaan angkutan batu bara dan Perkebunan, Fraksi mengingatkan masih banyak ditemui alat transportasi dan alat berat di sektor pertambangan dan Perkebunan ber nomor polisi luar daerah sumsel dan menggunakan BBM bersubsidi.

Secara umum fraksi meminta pendapatan dari sektor pajak tidak membebani msyarakat dan empermudah proses pelaksanaan pembayaran pajak, serta pendapatan pajak, retribusi dan pengelolaan kekayaan yang dipisahkan seharusnya melakukan inovasi yang berbasis teknologi informasi.

Dari sisi belanja disampaikan fraksi diantaranya meminta penjelasan apa yang menjadi faktor utama yang membuat pemerintah menurunkan anggaran belanja, diketahui berdasarkan pada penjelasan Gubernur pada Rapat Paripurna sebelumnya bahwa Belanja Daerah dalam Rancangan APBD TA 2025 sebesar Rp. Rp.10.349.496.422.262, jika di bandingkan dengan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 sebesar  Rp. 11.607.259.262.146,00. mengalami penurunan sebesar Rp. 1.257.762.839.884,00 atau 10,84%.

Ruang-ruang pemulihan ekonomi seharusnya juga menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi Sumatera Selatan. Mengingat kekayaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang besar, mewajibkan pemerintah mampu mendayagunakan hal tersebut.

Fraksi- fraksi  meminta penyerapan anggaaran dapat berjalan sesuai jadwal yang direncanakan karena seringkali kegiatan terkesan lamban dan dilaksanakan mendekati ujung tahun, pada perinsipnya penyesuaian belanja harus dilakukan sebagai langkah efisien dan mengutamakan skala prioritas program kegiatan dengan hasil benar-benar bermanfaat bagi Masyarakat.

Kemudian Fraksi-fraksi menyampaikan beberapa pandangan terkait bidang, Pemerintahan, Pertanian, UMKM, kesejahteraan rakyat, pembangunan infrastruktur dan lain-lain, seperti saran agar pemerintah daerah yang ada hubungannya dengan belanja anggaran, diantaranya Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kabupaten yang belum maksimal dan masih banyak yang rusak dan menganggu aktifitas Masyarakat, .

Terkait mitigasi bencana maka diperlukan perencanaan yang bail termasuk edukasi Masyarakat Ketika menghadapi bencana. Dibidang Kesehatan.

Fraksi menyoroti adanya virus monkey pox atau cacar monyet yang sangat berbahaya yang kemarin (3/9) ditemukan 1 orang yang suspect di Kota Palembang agar Pemprov terus memantau dan mewaspadai penyebaran virus ini.

Menutup pandangan fraksi senada menyampaikan terimakasihnya kepada semua pihak, baik pemerintah provinsi, para pimpinan dan anggota DPRD Sumsel serta masyarakat yang telah bekerjasama dan membantu dalam melaksanakan tugas sebagai anggota DPRD Sumsel priode 2019-2024.

Setelah penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-fraksi, Rapat Paripurna di skors untuk selanjutnya memberikan kesempatan kepada pihak eksekutif untuk mempersiapkan jawaban dari Pandangan umum dimaksud.

 Jawaban Gubernur terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD  Sumsel TA 2025 tersebut akan disampaikan pada Rapat Paripurna Jum’at (6/9) mendatang.[***]

ADV

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Respon Kepala BPN Sumsel Terhadap Rencana Gubernur Sumsel

    Ini Respon Kepala BPN Sumsel Terhadap Rencana Gubernur Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    KEPALA Kantor Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Selatan Drs. Pelopor, M.Eng. Sc mengaku bangga Pemerintah Provinsi Sumsel menaruh perhatian penuh, dimana menawarkan anggaran dari Pemprov untuk kabupaten/ kota agar mempercepat sertifikasi tanah. “Bangga Pak Gubernur Sumsel mensupport penuh khusus untuk program percepatan sertifikasi tanah, ini selaras dengan program kementerian agraria dan pertanahan RI Insya Allah […]

  • Vaksin Datang ke OKI, Tenaga Kesehatan Bakal Divaksin Tahap I

    Vaksin Datang ke OKI, Tenaga Kesehatan Bakal Divaksin Tahap I

    • calendar_month Sabtu, 16 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengeluarkan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergensi (EUA), bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa halal vaksin Covid-19 merk Sinovac Vaksin merupakan instrumen penting dalam menghentikan laju pertumbuhan Covid-19, oleh karenanya dengan jumlahnya yang sangat terbatas maka pemerintah saat ini sangat serius dalam pengamanan vaksin Vaksin […]

  • FGD RZWP-3-K Masuk Tahap Final

    FGD RZWP-3-K Masuk Tahap Final

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya mengaku sangat gembira lantaran Forum Group Discussion (FGD) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan pulau-pulau Kecil (RZWP-3-K) Provinsi Sumsel sudah memasuki tahap final. Ia pun berharap penentuan alokasi ruang utuk Pelabuhan TAA tetap menjadi prioritas. Hal itu diungkapkannya saat membuka FGD  Final, RZWP-3-K di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (4/10/2019). “Alhamdulillah perjalanan  pembentukan […]

  • Usai Menerima Penghargaan Banyuasin Hebat, Kini Terima Penghargaan Tata Ruang

    Usai Menerima Penghargaan Banyuasin Hebat, Kini Terima Penghargaan Tata Ruang

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.984
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kab.Banyuasin dibawa Kepemimpinan Bupati H Askolani dan Wakil Bupati H Slamet terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam upaya mewujudkan cita-cita besar menjadikan Kabupaten Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera 2023.   Langka demi langka terobosan dan inovasi tersebut diakui berbagai pihak baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumsel, terbukti berbagai penghargaan diberikan kepada orang […]

  • Tingkatkan Kompetensi, Guru PJOK Harus Mampu Menguasai OJS

    Tingkatkan Kompetensi, Guru PJOK Harus Mampu Menguasai OJS

    • calendar_month Minggu, 22 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 656
    • 0Komentar

    PANDEMI Covid-19 sudah berlangsung d dari awal tahun 2020 menjadi halangan hampir dalam setiap kegiatan, namun tidak menghalagi Destriana, M.Pd dkk untuk tetap berbagi ilmu dan pengalaman. Jumat 20 November 2020 bertempat di kampus FKIP Unsri KM 5 Palembang, diadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Keguruan […]

  • Agar Tepat Sasaran, Ada Terobosan Inovasi  Baru dari Kemensos, Ini Cara Unduh Aplikasi Cek Bansos

    Agar Tepat Sasaran, Ada Terobosan Inovasi  Baru dari Kemensos, Ini Cara Unduh Aplikasi Cek Bansos

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    INOVASI penyaluran bantuan sosial alias bansos terus digeber. Tujuan utamanya adalah agar bansos tersebut tepat sasaran. Nah terobosan baru itu diperkenalkan Kementerian Sosial lewat  aplikasi bernama “Cek Bansos.” Sesuai namanya, aplikasi ini digunakan untuk mengecek bantuan sosial yang diberikan pemerintah. Di aplikasi ini kita bisa mengecek mulai dari cek penerima, usul, hingga sanggah. Untuk meningkatkan […]

expand_less
WordPress Archive Kontakt – Ajax Contact Form Konte – Minimal & Modern WooCommerce WordPress Theme Konzept – Fullscreen Portfolio WordPress Theme Kooki – Kindergarten Elementor Template Kit Koppy – Coffee Shop & Cafe Elementor Template Kit Koral – Multi-Concept WordPress Theme Kossy – Minimalist eCommerce WordPress Theme Koto – Artist Portfolio WordPress Theme Kotona – Software and App Landing WordPress Theme Koudo Education WordPress theme