Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parlemen » Belanja Palembang Tembus Rp4,92 Triliun, Duit Rp74,7 Miliar dari Mana?

Belanja Palembang Tembus Rp4,92 Triliun, Duit Rp74,7 Miliar dari Mana?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Anggaran belanja Kota Palembang dalam perubahan APBD 2026 menembus Rp4,92 triliun. Angka ini ternyata lebih besar dibandingkan pendapatan daerah yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp4,85 triliun.

Ada selisih sekitar Rp74,7 miliar, lantas dari mana uang guna menutup selisih tersebut? jawabannya muncul dalam Rapat Paripurna ke-14 Masa Persidangan I DPRD Kota Palembang, Senin (28/9/2026). Pemerintah Kota Palembang bersama DPRD menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan hasil pembahasan, pendapatan daerah ditetapkan sekitar Rp4,85 triliun. Sementara belanja daerah mencapai Rp4,92 triliun.

Selisih tersebut membuat struktur perubahan APBD mencatat defisit sekitar Rp74,7 miliar. Defisit itu kemudian ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp76,7 miliar.

Namun, ada satu angka lain yang ikut muncul dalam struktur pembiayaan. Pemkot Palembang mengalokasikan Rp2 miliar sebagai pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal daerah pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Setelah memperhitungkan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan, pembiayaan netto ditetapkan sekitar Rp74,7 miliar. Dengan skema tersebut, struktur perubahan APBD Palembang 2026 berada dalam posisi seimbang.

Bukan Hanya Mengubah Angka

Kesepakatan perubahan anggaran tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama dalam Rapat Paripurna ke-14 Masa Persidangan I di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang.

Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., hadir bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Palembang, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Ratu Dewa menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPRD Kota Palembang yang telah menyelesaikan pembahasan perubahan KUA dan PPAS.

Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi tahapan penting sebelum Perubahan APBD 2026 masuk ke proses berikutnya.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Palembang dan DPRD sehingga pembahasan Perubahan KUA dan PPAS dapat diselesaikan. Kesepakatan ini menjadi landasan penting agar berbagai program prioritas pembangunan dapat berjalan sesuai kemampuan fiskal daerah,” ujar Ratu Dewa.

Ia menegaskan, perubahan APBD bukan hanya persoalan menyesuaikan angka dalam dokumen anggaran.

Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mempercepat pembangunan, memperkuat perekonomian daerah, menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kebijakan anggaran ini kami arahkan untuk mempercepat pembangunan, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan memastikan setiap program prioritas dapat terlaksana secara efektif,” katanya.

Kenapa Anggarannya Berubah?

Perubahan struktur APBD 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan realisasi anggaran selama tahun berjalan, pada bagian pendapatan, penyesuaian dilakukan berdasarkan realisasi penerimaan selama Semester I Tahun Anggaran 2026.

Sementara pada bahasan belanja, sejumlah kebutuhan ikut disesuaikan, di antaranya pemenuhan kewajiban kepada pihak ketiga, penganggaran bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pemanfaatan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya atau SILPA, serta penambahan target kinerja untuk sejumlah program prioritas.

Artinya, perubahan APBD tidak hanya memindahkan angka dari satu pos ke pos lainnya. Penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dengan kebutuhan program yang harus dijalankan.

Untuk pembiayaan daerah, penyesuaian juga mengacu pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan terhadap Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2025.

Hasil audit tersebut menjadi salah satu dasar dalam penetapan SILPA yang kemudian masuk dalam struktur pembiayaan perubahan APBD.

Belum Sampai di Tahap Akhir

Kesepakatan perubahan KUA dan PPAS ini belum menjadi akhir dari seluruh proses penyusunan Perubahan APBD 2026.

Dokumen tersebut selanjutnya menjadi pedoman bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

RKA kemudian menjadi bagian dari tahapan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Palembang Tahun Anggaran 2026.

Dengan demikian, angka Rp4,92 triliun yang kini menjadi total belanja masih akan masuk dalam rangkaian proses penganggaran sebelum Perubahan APBD 2026 benar-benar ditetapkan.

Yang sudah disepakati Pemkot dan DPRD saat ini adalah perubahan KUA dan PPAS sebagai pijakan menuju tahap berikutnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Capai 53%, Pemprov. Sumsel Klaim Pandemi Tak Ganggu Penerimaan PAD

    Capai 53%, Pemprov. Sumsel Klaim Pandemi Tak Ganggu Penerimaan PAD

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.425
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov.Sumsel mengklaim Pandemi tak menganggu penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dimana sampai saat ini PAD Sumsel sudah mencapai 53 %. “Inilah kehebatan Sumsel. Penerimaan PAD sampai detik ini hasilnya positif. Kita terima kasih sekali dengan masyarakat Sumsel yang memiliki kesadaran membangun daerah dari sektor pajak dan lainnya. Saat ini penerimaan PAD Sumsel sudah mencapai […]

  • Gubernur : Saya Merasa Kehilangan Sosok Pak Mahyuddin, Beliau Banyak Memberikan  Tauladan Bagi Orang Sekitarnya

    Gubernur : Saya Merasa Kehilangan Sosok Pak Mahyuddin, Beliau Banyak Memberikan  Tauladan Bagi Orang Sekitarnya

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    WAFATNYA Mantan  Gubernur Sumsel ke 14 Prof Dr dr H Mahyuddin N.S., SpOG (K) di usis 74 Tahun, pada  pukul 23.45 WIB, Kamis (8/4) malam menyisakan duka mendalam bagi Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Sebab sosok Almarhum  semasa hidupnya banyak memberikan   tauladan orang disekitarnya. “Saya merasa kehilangan sosok Pak Mahyuddin, selain baik orangnya juga  banyak […]

  • Hadiri Wisuda ke-135 Unsri, Begini Pesan Gubernur

    Hadiri Wisuda ke-135 Unsri, Begini Pesan Gubernur

    • calendar_month Kamis, 19 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    Namun dibutuhkan proses adaptasi teori terhadap tuntutan dan perkembangan zaman.

  • Ini Manfaatnya, Jika Seluruh Perangkat Daerah di Muba Sudah Gunakan Aplikasi SIKD & Sistem Informasi Kearsipan Statis

    Ini Manfaatnya, Jika Seluruh Perangkat Daerah di Muba Sudah Gunakan Aplikasi SIKD & Sistem Informasi Kearsipan Statis

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.505
    • 0Komentar

    KEPALA DPK Muba Drs Yohanes Yubhar MM mengatakan berdasarkan peraturan kepala arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2009 tentang aplikasi SIKD dan Sistem Informasi Kearsipan Statis, pihak ANRI telah menyiapkan aplikasi untuk mempermudah dalam proses persuratan dan tata naskah dinas serta kearsipan. SIKD adalah pengelolaan dokumen atau arsip sejak penciptaan hingga penyusutan arsip yang dilaksanakan […]

  • Setelah Lolos Seleksi, 6 Siswa MAN 2 Mataram Ikuti Program Petukaran Pelajar di Amerika

    Setelah Lolos Seleksi, 6 Siswa MAN 2 Mataram Ikuti Program Petukaran Pelajar di Amerika

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 631
    • 0Komentar

    ENAM siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram mengikuti Youth Exchange and Study Program (YES Program) di Amerika. YES Program merupakan pemberian beasiswa kepada siswa sekolah menengah (15-17 tahun) dari negara-negara dengan populasi muslim yang signifikan, termasuk Indonesia, untuk menghabiskan sampai dengan satu tahun pendidikan akademik di Amerika Serikat. Untuk mengikuti YES Program, peserta diharuskan […]

  • Balai Desa Bisa Hemat Uang Masyarakat Gelar Syukuran, Kata Bupati OKI

    Balai Desa Bisa Hemat Uang Masyarakat Gelar Syukuran, Kata Bupati OKI

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    BUPATI OKI, H Iskandar SE memberikan apresiasi kepada Kepala Desa (Kades) Pangkalan Lampam Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] menyusul telah dibangunnya Balai Desa [Serbaguna] di daerah tersebut. “Cukup besar dan megah, mudah-mudah bermanfaat untuk masyarakat, apalagi jika digunakan untuk resepsi syukuran, seperti nikah dan lainnya, tentu dapat menghemat keuangan masyarakat,”paparnya saat saat meresmikan Balai […]

expand_less
WordPress Archive Marketica | eCommerce and Marketplace | WooCommerce WordPress Theme Marketin – Business Startup & Agency Elementor Template Kit Marketing Pro – SEO WordPress Theme for SEO, Agency MarketKing – Ultimate Multi Vendor Marketplace Plugin for WooCommerce Marketo – eCommerce & Multivendor Marketplace Woocommerce WordPress Theme Marketplace Multi Currency Plugin for WooCommerce Marketplace Multi Merchant Badge Plugin for WooCommerce Marketplace Table Rate Shipping Plugin for WooCommerce Marketplace Vendor Subdomain Plugin for WooCommerce MarketPlatz – Listings Marketplace & Classifieds Portal