Senin, 26 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Bukan Warung Sembako Biasa, Koperasi Kini Ditemani KPK & Digitalisasi!

Bukan Warung Sembako Biasa, Koperasi Kini Ditemani KPK & Digitalisasi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 656
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MARI kita buka dengan pepatah warung kopi “Kalau nasi sudah jadi bubur, ya ditaburin ayam, bukan dibuang”
Begitu pula  dengan koperasi.

Kalau dulu sempat redup, bukan dibubarin, tapi dibenahi. Kini, dengan diluncurkannya 80.081 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih oleh Presiden Prabowo di Klaten, kita kayaknya lagi menyaksikan ‘bubur’ koperasi yang dulu kelabu, kini disajikan hangat dengan topping gotong royong dan taburan teknologi digital.

Kita flashback dikit, dulu koperasi itu laksana motor bebek tahun 80-an, irit, tangguh, tapi kurang ganteng. Di desa-desa, koperasi jadi penyelamat emak-emak dari jerat rentenir. Tapi lama-lama, motor bebek ini mogok disalahgunakan pengurus, jadi alat politik lokal, dan ujung-ujungnya cuma “Ketua Koperasi Untung Duluan”

Nah sekarang, pemerintah seolah mau bilang “Cukup sudah Koperasi dijadikan pajangan rapat desa!”
Dengan Kopdes/Kel Merah Putih, koperasi gak cuma dimodalin, tapi juga didampingi, diawasi KPK dan Kejaksaan, dan diajak naik kelas pakai digitalisasi. Ini bukan revival ala sinetron, tapi reborn seperti Power Rangers dengan Zord baru!.

Coba lirik tetangga dan negara yang jauh-jauh, Finlandia Negara ini, gak cuma unggul PISA-nya, tapi koperasinya juga jadi fondasi.

Koperasi susu Valio sukses ekspor ke mana-mana, di sana, anak sekolah udah diajarin koperasi sejak kecil, bukan cuma diajarin cara bikin presentasi tentang cita-cita.

Jepang, JA-Zenchu (Japan Agriculture Cooperative) itu koperasi petani yang besar banget. Di Jepang, koperasi pertanian punya peran vital dalam distribusi pangan dan stabilitas harga. Petani Jepang itu bisa kaya, bukan karena undian berhadiah, tapi karena koperasi kuat.

Korea Selatan, Koperasi kredit di sana berkembang pesat karena literasi finansial dan kebijakan yang tegas. Mereka punya koperasi anak muda yang isinya usaha kreatif dari kafe sampai start-up teknologi.

Jerman, negara ini punya Volksbanken dan Raiffeisenbanken, koperasi bank yang sudah eksis sejak 1800-an. Di sana, koperasi bukan tempat ngerumpi, tapi pusat kekuatan ekonomi lokal.

Nah, kita? Kadang masih nganggap koperasi itu kaya sekretariat karang taruna: rame waktu pemilihan ketua, sepi pas bayar simpanan wajib.

Kita gak bisa berharap koperasi tumbuh kalau anak SD sampai mahasiswa taunya koperasi cuma tempat beli penghapus dan ciki. Harus mulai dari sekolah, ajarkan anak-anak logika ekonomi gotong royong, bukan cuma logika rebutan kursi OSIS.

Bayangkan ada pelajaran “Kewirausahaan Sosial Berbasis Koperasi” di sekolah menengah. Atau simulasi ekonomi koperasi di kampus, bukan sekadar studi kasus Starbucks dan Apple doang.

Karena apa? “Kalau anak muda tak kenal koperasi, maka tengkulak dan rentenir akan selalu punya masa depan”

Pegang 3 jurus

Bung Hatta, Bapak Koperasi kita, pernah bilang “Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong”. Bukan berdasarkan sikut-menyikut siapa cepat dia kaya

Sementara itu, Muhammad Yunus  peraih Nobel Perdamaian dan pendiri Grameen Bank dari Bangladesh menyebutkan”Credit is a human right. Microcredit should be used to establish a human-centered economic system”

Koperasi juga adalah microcredit versi kolektif. Tapi bedanya, bukan cuma modal yang dibagi, tapi nilai, semangat, dan keuntungan.

Oleh sebab itu, supaya gak jadi gajah di kertas, koperasi harus pegang tiga jurus naga, digitalisasi, Koperasi harus melek teknologi, bukan cuma WhatsApp grup pengurus, tapi juga platform e-commerce, aplikasi keuangan, hingga sistem audit digital.

Integrasi Usaha Desa, Kopdes harus jadi pusat kegiatan ekonomi desa: pupuk, beras, sembako, internet, bahkan ojek!

Pendampingan dan Pengawasan Real-Time, libatkan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan aparat hukum. Jangan sampai koperasi jadi ATM keluarga pengurus.

Kalau program Kopdes/Kel Merah Putih ini berhasil, bisa jadi ini revolusi ekonomi diam-diam paling serius sejak reformasi. Tapi kalau gagal?, ya… siap-siap dengar kalimat legendaris, uangnya mana?

Karena itu, ayo awasi bareng-bareng, gerakkan dari akar rumput, dan ubah narasi koperasi dari tempat simpan pinjam menjadi pusat kemandirian ekonomi rakyat. Jangan sampai koperasi jadi seperti warung bubur: dipilih karena murah, tapi tak mengenyangkan.

Kalau anak-anak zaman now bisa bikin startup jual jajan Korea, kenapa gak bisa jadi pengurus koperasi digital desa yang omzetnya miliaran?

Tanamkan koperasi dari kecil, karena kalau gak dimulai dari sekolah, koperasi kita cuma akan jadi nostalgia masa lalu yang terus diulang di pidato-pidato.

Ingat kata Mbah-mbah dulu yang berat itu bukan rindu, tapi ngurus koperasi sendirian, rame-rame gotong royong.
Karena kalau bukan kita, siapa lagi?, kalau bukan sekarang, ya kapan warasnya ekonomi rakyat?

Mari hidupkan kembali semangat Pasal 33 UUD 45, bukan hanya di baliho dan spanduk peresmian, tapi di dapur warga desa yang akhirnya bisa belanja tanpa ngutang ke rentenir tiap akhir bulan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Rusun Bakamla di Ambon, Sofa Empuk, Dapur Lengkap & Drama Cuci Piring!”

    “Rusun Bakamla di Ambon, Sofa Empuk, Dapur Lengkap & Drama Cuci Piring!”

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.185
    • 0Komentar

    KAMU pikir rumah dinas itu cuma kotak-kotak membosankan, siap-siap deh.. terkejut. Di Ambon, personel Bakamla kini punya rusun yang bikin hati senang, mata berbinar, dan kadang… bikin rebutan siapa dulu yang cuci piring. Dua lantai, 16 unit tipe 36, lengkap dengan kamar tidur, ruang tamu, dapur, bahkan mushola. Bayangin, kamu masuk, duduk di sofa empuk […]

  • Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

    Protokol Kesehatan 3 M Jangan Jadi Slogan, Ini Penjelasan Penyintas COVID-19  

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.388
    • 0Komentar

    JAKARTA – Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19 membenarkan keterangan dr. Dirga, karena selaku penyintas, ia awalnya tidak merasakan gejala berat sebelum akhirnya melakukan tes swab dan terbukti positif, “Virus COVID-19 ini benar-benar ada, jadi sambil menunggu vaksin nanti, protokol 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), harus dijalankan. Selain itu dalam menghadapi COVID-19 memang perlu kedewasaan diri, […]

  • Luar Biasa, Sumsel Masuk Newspapper NBA

    Luar Biasa, Sumsel Masuk Newspapper NBA

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    Jr. NBA pertama kali di Indonesia

  • Tiga Tips Berpetualang dengan Galaxy Watch Ultra

    Tiga Tips Berpetualang dengan Galaxy Watch Ultra

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.802
    • 0Komentar

    Galaxy Watch Ultra si tangguh yang ideal untuk temani kamu yang suka memiliki adrenaline tinggi saat beraktivitas outdoor   Sumselterkini.co.id,- Aktivitas outdoor seperti hiking dan trekking terus diminati oleh Milenial dan Gen Z. Pasalnya, kegiatan di alam terbuka punya banyak manfaat, salah satunya mengurangi stres. Ini sejalan dengan survei yang menunjukkan bahwa mayoritas Milenial dan Gen Z ingin liburan untuk healing atau stress […]

  • Peringati Isra Miraj, Tauladani Sifat Nabi Muhammad

    Peringati Isra Miraj, Tauladani Sifat Nabi Muhammad

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 614
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH, datang ke Desa Teluk Kijing 1 Kecamatan Lais menghadiri gelaran Acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 H /2021 M, Kamis (25/3/2021) di Masjid Al Ula Desa Teluk […]

  • Lomba APSI untuk Anak SD PMI di Tawau, Ini Asanya..

    Lomba APSI untuk Anak SD PMI di Tawau, Ini Asanya..

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.286
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Tawau, Malaysia – Dalam rangka menggali bakat serta kemampuan di bidang akademik dan seni untuk Anak-anak PMI Pelajar Community Learning Center (CLC) tingkat SD di wilayah kerja, Konsulat RI Tawau, telah diselenggarakan kegiatan Lomba Apresiasi Prestasi dan Seni (APSI). Kegiatan APSI pertama kali diselenggarakan pada tahun 2013, dan APSI tahun 2022 ini merupakan APSI yang ke-9. […]

expand_less
WordPress Archive Counsolve - Consulting & Investments WordPress Theme CountDown Pro WP Plugin | WebSites / Products / Offers CountDown Pro WP Plugin – WebSites/Products/Offers Countdown Timer Plugin for WordPress: Boost Conversions and Drive Urgency CountDown With Image or Video Background – Responsive WordPress Plugin Countdowner – Countdown Timer for Elementor Counter Addon for WPBakery Page Builder Counter – Addons for WPBakery Page Builder WordPres Plugin CountryHolidays – Hotel and Bed & Breakfast Couples – Wedding Planner Template Kit